5 Cara Menghilangkan Trypanophobia Saat Vaksinasi Covid-19

5 Cara Menghilangkan Trypanophobia Saat Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu vaksinasi yang menggunakan jarum suntik untuk menyuntikkan cairan ke dalam tubuh.

Penggunaan jarum suntik pada vaksinasi ini tentu saja akan menimbulkan rasa sakit pada area yang disuntikkan, yaitu otot lengan.

Hal ini kemudian akan menimbulkan rasa takut dan panik yang kemudian ditambah dengan bentuk jarum suntik itu sendiri.

Rasa tersebut lama-kelamaan akan berubah menjadi semacam fobia terhadap jarum suntik atau trypanophobia sehingga muncul keinginan tidak ingin divaksinasi.

Penyebab fobia ini cukup banyak. Seperti dilansir dari Healthline penyebabnya adalah sebagai berikut:

  • Mempunyai pengalaman hidup yang negatif serta trauma terhadap suatu objek tertentu
  • Mempunyai kerabat yang memiliki fobia yang sama
  • Perubahan kimiawi pada otak
  • Fobia yang muncul di masa kecil terutama di usia 10 tahun
  • Temperamental serta emosi yang negatif
  • Memelajari hal-hal yang bersifat negatif
  • Mempunyai kenangan yang buruk akan suntikan
  • Pernah mengalami pusing dan pingsan ketika disuntik

Selain penyebab, fobia terhadap jarum suntik saat akan vaksinasi juga ditunjukkan melalui beberapa gejala pada orang yang mengidapnya seperti mengalami pusing, pingsan, kalap, insomnia, dan serangan kecemasan.

Hal-hal berikut akan membuat pasien yang disuntik nekat melarikan diri dari para petugas medik yang akan melakukan penyuntikan.

Cara Menghilangkan Trypanophobia

Fobia terhadap jarum suntik merupakan hal yang harus dihilangkan karena hal itu akan berdampak pada proses vaksinasi yang sedang dijalankan termasuk vaksinasi Covid-19.

Hal ini akan membuat orang-orang tidak mau divaksin, karena ketakutan terhadap jarum suntik, dan ini akan membuat proses pembentukan kekebalan kelompok yang diharapkan untuk pencegahan Covid-19 secara maksimal menjadi terganggu.

Karena itulah, fobia ini perlu dihilangkan agar vaksinasi berjalan lancar. Nah, bagi Anda yang mengalami trypanophobia hendaknya menyimak cara-cara berikut supaya Anda tidak merasa ketakutan berlebihan saat disuntik. Berikut adalah caranya:

Komunikasikan Kepada Penyedia Layanan Vaksinasi

Mengomunikasikan fobia yang Anda punya terdapat penyedia layanan vaksinasi merupakan hal pertama yang perlu Anda lakukan setelah Anda memesan jadwal untuk vaksinasi.

Ketika Anda mengomunikasikan ketakutan Anda mereka tentu akan membantu Anda dengan memberikan semacam konsultasi psikologis yang bisa membantu meredakan ketakutan.

Jangan Terlalu Dipikirkan

Cara selanjutnya adalah Anda sebaiknya tidak terlalu memikirkan hal tersebut  karena akan berdampak pada tindakan Anda selanjutnya.

Akibatnya, karena fobia yang Anda miliki itu, Anda tidak jadi melakukan vaksinasi yang tentu saja akan berpengaruh pada diri dan sekitar Anda.

Karena itu, pikirkan saja hal-hal lain yang menyenangkan agar ketakutan yang Anda alami tidak semakin parah.

Buatlah Diri Senyaman Mungkin

Anda tentunya harus nyaman saat sedang melakukan vaksinasi. Hal ini akan membantu meredakan ketakutan yang Anda alami.

Rasa nyaman itu bisa Anda dapatkan dengan cara bernapas dalam-dalam lalu mengeluarkannya supaya ada perasaan lega, duduk nyaman saat hendak disuntik, dan alihkan perhatian dari jarum suntik.

Konsumsi Obat Anti-Kecemasan

Mengonsumsi obat anti-kecemasan juga perlu Anda lakukan supaya fobia terhadap jarum suntik yang Anda idap tidak begitu parah.

Anda bisa mengonsumsi obat seperti Xanax dan Valium sebelum penyuntikan, dan tentunya harus dengan saran dokter.

Melakukan Terapi

Terakhir, Anda bisa melakukan terapi perilaku kognitif yang dapat membuat Anda menghilangkan fobia tersebut.

Terapi ini akan melibatkan Anda mengenai ketakutan terhadap jarum suntik dengan cara memelajari dan memikirkan ketakutan tersebut.

Hal ini kemudian akan membuat Anda bisa menguasai ketakutan dalam pikiran tersebut sehingga Anda tidak takut dan percaya diri untuk melakukan vaksinasi.

Ketika Anda sudah berhasil menghilangkan fobia jarum suntik tersebut dan berhasil melewatinya saat penyuntikan, Anda bisa mengapresiasi dan mempersiapkan diri untuk penyuntikan vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

Bagaimanapun trypanophobia seharusnya tidak menjadi penghalang besar karena vaksin Covid-19 mempunyai banyak keuntungan untuk perlindungan diri, keluarga, dan masyarakat dari Covid-19 daripada rasa takut yang ada idap.

6 Syarat Vaksin Corona Halal

Ditemukannya vaksin untuk mencegah penularan virus corona baru atau covid-19 menjadi hal yang dinanti oleh seluruh dunia. Khusus bagi Indonesia, harapan tersebut menjadi kian spesifik, yakni adanya vaksin corona halal yang dapat dikonsumsi oleh mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam.

Vaksin dinilai menjadi senjata ampuh guna menghentikan penularan virus corona baru yang masif. Sampai saat ini, jumlah kasus virus corona sendiri di dunia telah mencapai lebih dari 45 juta kasus sampai 31 Oktober 2020. Di Indonesia sendiri  sampai akhir Oktober kemarin, jumla penyebaran virus corona baru telah menembus angka lebih dari 400 ribu kasus.

Terkait vaksin corona halal yang diharapkan, Majels Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan beberapa ketentuan. Berikut ini adalah syarat-syarat yang mesti dimiliki oleh vaksin tersebut sehingga bisa digolongkan sebagai vaksin corona halal.

  1. Tanpa Kandungan Najis

Hukum utama sebuah makanan bisa dimasukkan dalam kategori halal dalam Islam adalah tidak mengandung najis. Begitupun nantinya virus corona halal diharuskan tidak memiliki kandungan najis yang mementuk komponennya. Kandungan najis yang dimaksud, di antaranya kandungan babi, anjing, darah, nanah, bangkai, ataupun sesuatu yang keluar dari anus atau kemaluan makhluk hidup.

  • Kandungan Hewan Harus Halal

Sebenarnya hewan yang dianggap najis sudah diidentifikasi. Akan tetapi, ada kemungkinan juga hewan lain yang halal menjadi haram jika  pengolahannya tidak benar. Pengolahan yang dimaksud di sini khususnya terkait penyembelihan hewan tersebut sebelum dilanjutkan dengan pengolahan lain. Penyembelihan hewan harus harus sesuai dengan hukum syariah.

  • Peralatan Tidak Terkontaminasi

Tidak hanya kandungan yang ada dalam komponen vaksin yang dilihat. Kehalalan dari sebuah vaksin juga dilihat dari proses pembuatannya, tidak terkecuali dari peralatan yang digunakan untuk menghasilkan virus corona halal. Peralatan yang digunakan untuk membuat vaksin tersebut tidak boleh terkontaminasi sesuatu yang najis. Jika peralatan tersebut pernah menyentuh benda-benda yang dianggap najis pun, kehalalan hasil produknya pun menjadi tidak valid.

  • Tidak Mengandung Bagian Manusia

Pernah mendengar ada makanan yang menggunakan bagian tubuh manusia? Hal tersebut dinilai haram dalam hukum Islam. Karena itu dalam pembuatan vaksin corona halal, mesti dipastikan tidak ada kandungan bagian manusia di dalam pembuatannya. Jika ada, vaksin tersebut pun langsung dimaksukkan dalam kategori haram.

  • Pemisahan Tempat

Peletakan dan penyimpanan vaksin yang dianggap halal harus terpisah dari produk farmasi lain yang memiliki kandungan najis. Pasalnya jika diletakkan pada tempat yang sama, ada kecurigaan vaksin tersebut mengalami kontaminasi. Jadi jika memang ditemukan vaksin corona halal, produsen hingga distributor harus memastkan bahwa ada pemisahan tempat penyimpanan vaksin tersebut dengan vaksin atau produk farmasi lain yang tergolong tidak halal.

  • Aman Dikonsumsi

Hal yang tidak boleh dilupa bahwa kehalalal suatu produk juga harus mengacu pada tingkat keamanan produk tersebut. Walaupun produk tersebut tidak mengandung najis dan tidak terkontaminasi barang-barang najis, ia dapat menjadi tidak halal jika berbahaya saat dikonsumsi. Karena itu, virus corona halal haruslah dipastikan aman dikonsumsi baru bisa dikatakan benar-benar memenuhi syariat Islam dan dapat sah digunakan penduduk yang beragama Islam.

Vaksin corona menjadi hal yang paling dinanti saat ini. Santer dengar kabar bahwa vaksin corona sudah diproduksi dan siap disebarkan ke seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Khusus untuk vaksin corona halal yang bisa masuk ke nusantara, vaksin dengan nama Corona Sinovac yang siap beredar.