Sindrom Putri Tidur, Gangguan Tidur Unik yang Banyak Menyerang Pria

Sindrom Putri Tidur, Gangguan Tidur Unik yang Banyak Menyerang Pria

Tidur sangat penting bagi tubuh untuk beristirahat dan memperkuat sistem dalam tubuh. Normalnya, waktu tidur orang dewasa berkisar antara 7 hingga 9 jam setiap malam yang didasarkan pada beberapa faktor. 

Namun ada satu kondisi yang menyebabkan seseorang membutuhkan waktu tidur lebih lama, bahkan lebih dari 20 jam sehari. Kondisi ini disebut dengan sindrom putri tidur  atau Kleine-Levin syndrome (KLS). 

Lebih banyak menyerang laki-laki dewasa

Meski terdengar feminim, sindrom putri tidur lebih banyak menyerang remaja laki-laki. Sekitar 70 persen penderita KLS adalah laki-laki remaja maupun dewasa, dan sisanya perempuan. Hal ini menunjukkan pria tiga kali lebih mungkin mengalami gangguan tidur ini. 

Tanda dan gejala sindrom putri tidur

Sindrom putri tidur sebenarnya termasuk gangguan tidur yang langka. Saking langka kasus kejadiannya, KLS sering tidak dikenali sehingga ada kemungkinan frekuensi sebenarnya lebih banyak. Ditambah lagi gejalanya mirip dengan beberapa gangguan tidur lainnya, seperti narkolepsi.

Sindrom putri tidur ditandai dengan periode tidur berlebihan (9 hingga 20 jam per hari) yang terjadi dalam bentuk siklus. Gejala KLS bisa terjadi selama berhari-hari hingga berbulan-bulan, dan menyebabkan penderitanya tidak bisa melakukan aktivitas secara normal. 

Gejala yang terkait dengan gangguan tersebut biasanya menjadi jelas selama masa remaja, dan mereda seiring bertambahnya usia. Tapi ada juga yang tidak menunjukkan gejala sindrom Kleine-Levin di antara episode. 

Episode KLS seringkali muncul secara mendadak. Mereka yang menderita sindrom putri tidur memiliki gejala antara lain:

  • Tidur selama 18 hingga 20 jam sehari
  • Kelelahan
  • Asupan makanan berlebih
  • Mudah tersinggung
  • Kurangnya emosi (apatis)
  • Disorientasi dan halusinasi
  • Sensitif terhadap suara dan cahaya
  • Kesulitan berbicara
  • Dorongan seks yang tidak normal
  • Sulit berkonsentrasi

Kebanyakan penderita sindrom putri tidur bisa melanjutkan aktivitas mereka secara normal setelah suatu episode. Namun mereka cenderung lupa pada apa yang terjadi selama episode berlangsung.

Penyebabnya belum diketahui

Hingga kini belum diketahui secara pasti sebab terjadinya sindrom putri tidur. Tapi ada beberapa faktor yang diyakini dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi tersebut. Salah satunya adalah malfungsi atau kerusakan hipotalamus yang bertugas mengatur fungsi tidur, nafsu makan, dan suhu tubuh. 

Beberapa orang mengembangkan gejala KLS setelah infeksi seperti flu. Salah satu penelitian yang dilakukan Universitas Stanford pada tahun 2005 menemukan 72 persen kasus KLS didahului dengan gejala infeksi. Hal ini membuat beberapa peneliti berspekulasi bahwa sindrom putri tidur terjadi akibat autoimun yang terganggu dan menyerang jaringan sehat. 

Pada kasus lain, sindrom putri tidur mempengaruhi lebih dari satu anggota keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa sindrom Kleine-Levin dapat diturunkan secara genetika dan mereka dengan anggota keluarga yang menderita KLS berisiko mengembangkan gangguan tersebut.

Bisakah sindrom putri tidur disembuhkan?

Sindrom putri tidur tidak bisa disembuhkan, tapi Anda bisa mengelola gejalanya. Terapi obat-obatan difungsikan mengurangi durasi episode dan mencegah terjadi episode selanjutnya. 

Pil stimulan, seperti amfetamin, methylphenidate, dan modafinil sering diresepkan untuk mengatasi sindrom putri tidur. Meski memiliki efek samping iritabilitas, obat ini sangat efektif mengurangi kantuk dan meningkatkan kesadaran. 

Terkadang, obat untuk gangguan mood juga diresepkan untuk meredakan gejala sindrom Kleine-Levin. Misalnya, lithium dan karbamazepin telah terbukti dapat mencegah episode lanjut. 

Catatan

Hidup dengan sindrom putri tidur dapat sangat melelahkan karena memengaruhi banyak aspek dari diri Anda. Gangguan tidur ini juga dapat memicu kecemasan dan depresi, terutama karena tidak ada yang tahu kapan suatu episode muncul dan seberapa lama episode tersebut berlangsung. 

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait sindrom putri tidur dan gejalanya, tanyakan secara langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Cara Menghilangkan Ngantuk Saat Belajar

Mengantuk di malam hari merupakan hal yang wajar, terutama setelah Anda seharian beraktivitas dan belajar di sekolah. Tentu hal ini dapat membuat proses belajar di rumah menjadi sulit dilakukan. Kebiasaan tidur yang buruk, atau Anda tidak mendapatkan tidur yang cukup, dapat berkontribusi terhadap mengapa Anda merasa sangat mengantuk. Artikel ini akan membahas cara menghilangkan ngantuk saat belajar di rumah.

Ada banyak cara menghilangkan ngantuk saat belajar yang bisa Anda lakukan, di antaranya adalah:

  • Terus bergerak

Cara menghilangkan ngantuk saat belajar yang pertama adalah Anda perlu terus bergerak. Bergerak merupakan peningkat energi. Selain membantu Anda tetap terjaga, dengan terus bergerak dapat membantu Anda menengkan diri akibat stres karena ujian dan meningkatkan kemampuan Anda dalam mengingat hal-hal apa saja yang sedang Anda pelajari. Sebuah studi tahun 2018 pada murid usia berapapun, mulai dari SD hingga usia kuliah, menemukan bahwa 10 menit berjalan di luar ruangan dapat meningkatkan performa daya ingat, deteksi fitur, dan kemampuan memecahkan masalah yang berhubungan dengan matematika secara signifikan. Cobalah untuk beristirahat selama 30 hingga 50 menit saat Anda belajar, dan gunakan waktu tersebut untuk berjalan-jalan, berlari, ataupun menari.

  • Gunakan pencahayaan yang cukup

Tubuh kita telah disesuaikan untuk memberikan respon terhadap sinyal-sinyal di sekitar lingkungan, seperti cahaya dan kegelapan total. Meskipun hubungan antara tidur dan cahaya bersifat tidak langsung (sangat mungkin untuk tertidur dalam ruangan penuh cahaya dan tetap terjaga dalam ruangan yang gelap), cahaya dapat membantu Anda untuk terus terjaga. Apabila Anda ingin belajar pada malam hari, cobalah untuk meniru lingkungan pada siang hari dengan menggunakan banyak lampu atau cahaya.

  • Duduk dengan tegak

Berbaring saat belajar mungkin terlihat nyaman. Namun, Anda tidak bisa menghilangkan ngantuk apabila berbaring. Berbaring dihubungkan dengan meningkatnya aktivitas sistem sarah parasimpatik, yang dikenal dengan fungsinya untuk istirahat dan mencerna. Di sisi lain, duduk dengan tegak dihubungkan dengan aktivitas sistem saraf simpatik, yang mengontrol fungsi kewaspadaan. Sebuah studi tahun 2014 menganalisa apakah duduk dengan tegak atau berbaring memengaruhi kinerja pada tes memori kerja. Peneliti melaporkan bahwa ketika peserta tes berbaring saat melakukan tes, kualitas tidur yang dilaporkan sendiri memengaruhi kinerja mereka secara negatif. Kualitas tidur tidak memengaruhi kinerja peserta yang duduk dengan tegak. Sehingga, apabila Anda merasa lelah, duduk dengan tegak dapat membantu Anda tetap fokus dan waspada. Anda juga bisa mencoba berdiri dengan tegak saat belajar. Berdiri dan bergerak dari waktu ke waktu dapat meningkatkan sirkulasi darah, sehingga merupakan cara menghilangkan ngantuk yang efektif.

  • Minum cukup air

Kelelahan dan rasa ngantuk sering merupakan tanda atau gejala adanya dehidrasi. Dehidrasi tidak hanya akan menguras energi Anda saja, tetapi juga dapat mengganggu fungsi kognitif, membuat belajar menjadi sebuah aktivitas yang sulit untuk dilakukan. Sebuah tinjauan tahun 2017 memeriksa dehidrasi, termasuk efeknya terhadap fungsi otak. Peneliti melaporkan bahwa level dehidrasi rendah hingga sedang dapat memanggu ingatan jangka pendek, konsentrasi, kemampuan matematika, persepsi, dan kewaspadaan.

Tetap waspada dan terus fokus dapat menjadi sebuah hal yang menantang saat Anda belajar, terutama di malam hari setelah seharian Anda melakukan aktivitas sehari-hari. Cara menghilangkan ngantuk di atas dapat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari ngantuk saat Anda belajar. Terus terhidrasi, mendapatkan cukup latihan, dan mengadopsi kebiasaan sehat lainnya dapat meningkatkan kualitas hidup Anda.