Spirometri RS Hermina Sukabumi Tunjukkan Asma? Kenali Asma

RS Hermina Sukabumi

Asma merupakan sebuah kondisi kronis yang memengaruhi saluran udara. Kondisi ini menyebabkan mengi dan dapat membuat bernapas sulit untuk dilakukan. Beberapa pemicu terjadinya asma di antaranya adalah paparan terhadap alergen atau iritan, virus, olahraga, stres emosional, dan juga faktor-faktor lainnya. Asma dapat menyebabkan bagian dalam saluran udara, atau dikenal dengan sebutan tabung bronkial, menjadi membengkak atau meradang.

Pada saat serangan asma terjadi, saluran udara akan bengkak, otot di sekitarnya akan mengencang, dan udara akan kesulitan untuk masuk dan keluar paru-paru. Ada banyak jenis asma dan faktor-faktor tertentu yang dapat memicunya. Untuk membantu diagnosis, dokter biasanya akan melakukan tes spirometri, yang dapat dilakukand I RS Hermina Sukabumi

Lakukan tes spirometri di RS Hermina Sukabumi apabila Anda menderita gejala asma seperti rasa sesak di dada, mengi, sulit bernapas, batuk, dan meningkatnya produksi lendir. Asma adalah kondisi jangka panjang yang memengaruhi saluran udara. Kondisi ini melibatkan peradangan dan penyempitan bagian dalam paru-paru, yang mana dapat membatasi pasokan udara. Serangan asma terjadi ketika gejala yang disebutkan sebelumnya berubah menjadi parah. Serangan tersebut dapat terjadi dengan tiba-tiba, dan memiliki tingkat keparahan ringan hingga mengancam nyawa. Dalam beberapa kasus, pembengkakan di saluran udara dapat mencegah oksigen mencapai paru-paru. Hal ini menyebabkan oksigen tidak dapat masuk ke aliran darah atau mencapai organ-organ tubuh yang vital. Oleh sebab itu, orang-orang yang menderita gejala asma parah perlu mendapatkan perawatan medis secepatnya. Dokter dapat meresepkan perawatan yang tepat dan menyarankan seseorang tentang cara-cara terbaik dalam mengatasi gejala asma mereka. 

Apakah asma penyakit turunan?

Asma merupakan sebuah kondisi gangguan paru-paru jangka panjang atau kronis, dan biasanya sering menurun dalam keluarga. Meskipun sangat mungkin bagi seseorang untuk menderita asma pada usia kapan pun, anak-anak dari orang tua penderita asma memiliki risiko lebih tinggin untuk menderitanya di usia dini. Meskipun ada hubungan kuat antara asma dan genetik, tidak semua orang dengan riwayat keluarga menderita asma akan memiliki penyakit yang kompleks ini.

Sangat mungkin pula untuk mengalami pengurangan gejala, sementara orang lain akan menderita penyakit ini di kemudian hari meskipun tidak memiliki riwayat medis keluarga apapun. Kunci dalam mengatasi asma adalah dengan minum obat-obatan yang telah direkomendasikan sekaligus menghindari pemicu sebisa mungkin. Meskipun Anda tidak dapat mengubah gen, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatur asma, dan bahkan mengurangi risiko menderita kondisi ini di usia lanjut. 

Kecenderungan genetik merupakan salah satu faktor terkuat bagi seseorang dalam menderita asma. Meskipun tidak ada satupun orang yang terlahir dengan asma, Anda mungkin terlahir dengan gen yang akan menentukan apakah Anda akan menderitanya di usia dini atau di kemudian hari.

Faktanya, diperkirakan anak-anak memiliki risiko 3 kali lebih besar dalam menderita asma apabila ibu juga memiliki kondisi ini, dan 2,5 kali lebih besar apabila sang ayah memiliki kondisi serupa. Sebuah studi pada anak kembar yang menderita asma menemukan bahwa 66 kasus dihubungkan dengan faktor lingkungan, sementara 34 persen sisanya dihubungkan dengan faktor genetik.

Mengingat asma merupakan salah satu penyakit kronis terbanyak di dunia, para peneliti terus memperluas penelitian mereka dalam semua aspek berbeda genetik. Jika Anda atau anak menunjukkan gejala asma, segera lakukan tes spirometri di RS Hermina Sukabumi untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan segera. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *