Sakit Gigi Saat Hamil, Kenapa Terjadi?

Sakit gigi saat hamil disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya perubahan hormon

Masa kehamilan adalah masa yang indah. Pastinya, sebagai calon ibu, Anda akan melakukan hal apapun agar 9 bulan yang perlu Anda lewati merupakan masa yang mudah, agar kesehatan Anda dan buah hati tetap terjaga dengan baik. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan diri dan si kecil saat hamil adalah dengan mendapatkan perawatan prenatal, menjaga diet yang sehat, berolahraga, dan menghindari gaya hidup buruk seperti merokok dan minum minuman beralkohol. Namun, meskipun beberapa hal tersebut sebelumnya sangat penting untuk kesehatan saat hamil, sangat penting bagi Anda untuk tidak meninggalkan kesehatan gigi dan mulut. Salah satu masalah yang tidak disangka dihadapi saat hamil adalah sakit gigi saat hamil. Namun, dengan kebiasaan perawatan gigi yang baik dan mengunjungi dokter gigi, Anda bisa menjaga gigi dan gusi tetap sehat. 

Penyebab

Mengapa sakit gigi saat hamil terjadi? Nyatanya, sakit gigi saat hamil merupakan sebuah kondisi yang cukup umum dijumpai. Tubuh manusia mengalami banyak perubaahan pada saat hamil. Ini disebabkan karena perubahan hormon. Sama halnya dengan peningkatan estrogen dan progesterone bertanggungjawab untuk gejala-gejala seperti mual dan muntah. Perubahan hormon juga dapat menyebabkan tubuh Anda untuk rentan terserang plak gigi. Penumpukan plak dapat menjadi akar masalah pendarahan pada gusi dan peradagan, sebuah kondisi yang dikenal dengan sebutan gingivitis kehamilan. Kondisi ini memengaruhi sekitar 75 persen ibu hamil. Sehingga, apabila Anda tidak sendirian memilikinya. 

Tergantung pada tingkat keparahan gingivitis kehamilan, Anda juga dapat menderita penyakit periodontal. Ini adalah infeksi gusi serius yang menghancurkan tulang yang menyokong gigi, menyebabkan gigi tanggal. Beberapa wanita juga akan menderita tumor kehamilan, yang disebabkan karena terlalu banyak plak. Meskipun terdengar menakutkan, ini adalah pertumbuhan non-kanker pada gusi, sehingga Anda tidak perlu khawatir seputar hal ini. Namun, apakah bersifat kanker atau tidak, pertumbuhan jaringan (yang sering terjadi pada trimester kedua) dapat menyebabkan rasa nyeri, yang membuat ibu kesulitan untuk makan dan minum. Untungnya, tumor ini biasanya akan hilang setelah Anda melahirkan. 

Selain gangguan yang terjadi pada kesehatan mulut, kehamilan juga dapat mengubah nafsu makan, dan merupakan hal yang normal untuk ngidam suatu makanan tertentu. Sayangnya, ada kemungkinan Anda tidak akan ngidam makanan yang sehat. Jika Anda terus mengonsumsi camilan manis atau mengandung kandungan karbohidrat yang tinggi untuk mengatasi rasa ngidam, ada kemungkinan sakit gigi saat hamil terjadi, menyebabkan kerusakan gigi dan gigi berlubang. Dan jika Anda juga harus hidup dengan refluks asam atau muntah di pagi hari, sering muntah dan asam lambung di mulut dapat merusak enamel gigi dengan perlahan, memicu terjadinya sensitivitas pada gigi. 

Beberapa orang menemukan sakit gigi saat hamil yang disebabkan karena sensitivitas terhadap makanan meningkat saat mereka makan makanan panas atau minum minuman dingin. Mengetahui makanan atau minuman apa yang memperburuk sensitivitas atau rasa nyeri yang diderita dapat menjadi langkah pertama membantu mengurangi sakit gigi saat hamil. Selanjutnya, Anda juga bisa berkumur menggunakan larutan air garam yang hangat. Tambahkan satu sendok teh garam ke dalam satu gelas air hangat. Cara ini dapat membantu mengurangi peradangan, yang dapat memberikan sedikit rasa lega pada kondisi sakit gigi saat hamil yang sedang diderita. Cobalah untuk berkumur beberapa detik sebelum Anda memuntahkannya. Lakukan beberapa kali dalam sehari apabila dibutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *