Bronkitis Kronis

Bronkitis kronis merupakan salah satu jenis Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Bronkitis kronis membuat penderitanya sulit bernapas karena penumpukan lendir akibat saluran bronkial mengalami peradangan dan iritasi. Saluran bronkial berperan untuk membawa udara dari dan ke paru-paru. Peradangan membuat saluran udara membengkak ditambah adanya lendir yang membuat paru-paru semakin sulit memindahkan oksigen dan karbon dioksida keluar dari tubuh.

Penyebab Bronkitis Kronis

Bronkitis kronis adalah penyakit jangka panjang yang membuat penderitanya tidak bisa benar-benar sembuh. Lebih dari 90 persen bronkitis kronis disebabkan oleh kebiasaan merokok, selain itu hal yang menyebabkan timbulnya bronkitis kronis yaitu:

-Terpapar asap rokok (perokok pasif)

-Debu

-Polusi udara

-Asap batubara

-Lingkungan kerja yang selalu menghirup cat tembok atau hairspray

Ada juga faktor yang meningkatkan risiko bronkitis meliputi:

-Orang yang merokok atau sering menjadi perokok pasif berisiko lebih tinggi terkena bronkitis akut dan bronkitis kronis.

-Resistensi rendah yang disebabkan oleh penyakit akut lainnya seperti infeksi pilek atau flu. Orang tua, bayi dan anak-anak lebih rentan terhadap infeksi tersebut.

-Bekerja di lingkungan yang sering terpapar asap kimia atau tekstil.

-Menderita refluks lambung yang dapat mengiritasi tenggorokan sehingga lebih rentan terkena bronkitis.

-Kondisi genetik yang termasuk defisiensi antitrypsin alpha-1 atau perokok yang memiliki keluarga dengan riwayat PPOK.

Gejala

Peradangan membuat penderitanya mengalami batuk terus menerus yang diikuti dengan munculnya lendir pada paru-paru. Penumpukan lendir pada saluran bronkial juga membuat penderitanya mengalami sesak napas disertai mengi yang bisa memburuk saat beraktivitas. Selain itu, gejala lain dari bronkitis kronis meliputi:

-Dahak atau lendir berwarna kuning, hijau atau putih.

-Kelelahan

-Demam

-Panas dingin

-Rasa tidak nyaman di dada

-Penyumbatan di sinus

-Bau mulut

-Nyeri dada

Sesak napas yang dialami penderita bronkitis kronis juga bisa membuat bibir dan kulitnya berwarna kebiruan karena kurangnya oksigen dalam darah. Hal tersebut juga bisa menyebabkan pembengkakkan pada kaki dan pergelangan kaki.

Batuk yang ada juga bisa hilang namun hanya sementara dan batuk akan kembali muncul dengan lebih intens. Keparahan tersebut juga bisa dipicu oleh:

-Infeksi saluran pernapasan, seperti pilek atau flu

-Mengalami infeksi lain

-Paparan iritasi lingkungan seperti debu dan polusi udara

-Gejala yang ada juga dapat semakin memburuk saat di musim dingin atau saat menurunnya suhu dan tingkat kelembaban.

Pengobatan

Hingga saat ini tidak ada obat untuk bronkitis kronis, namun penyakit tersebut bisa dikelola dengan melakukan serangkaian perawatan medis yang meliputi:

-Penggunaan inhaler dengan kandungan zat bronkodilator yang dapat membuka saluran napas guna membuat penderita dapat bernapas lebih mudah.

-Mengonsumsi teofilin untuk melemaskan otot di saluran udara guna meringankan penderita yang mengalami sesak napas parah.

-Jika gejala tidak kunjung membaik, dokter akan meresepkan steroid guna mengurangi peradangan pada saluran udara.

Selain perawatan medis, penderita juga bisa mengubah gaya hidup dengan:

-Berhenti merokok dan jauhi jauhi asap rokok.

-Hindari polusi dengan menggunakan masker setiap keluar rumah.

-Menghirup udara hangat dan lembab guna mengencerkan lendir.

-Berolahraga ringan 30 menit selama tiga kali seminggu.

Pencegahan

Bronkitis kronis adalah penyakit yang bisa dicegah yaitu dengan berhenti merokok dan jauhi asap rokok. Merokok dalam waktu yang lama dapat membuat kerusakan para pada paru-paru. Berhenti merokok juga dapat meminimalisir risiko terkena kanker paru-paru.

Karena bronkitis kronis juga dapat menyerang perokok pasif, berhenti merokok bukan hanya dapat bermanfaat bagi diri Anda namun juga dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan orang lain di sekitar Anda.

Tips untuk Menangani Penyakit Gusi Bengkak yang Ampuh

Gusi bengkak adalah salah satu masalah kesehatan mulut yang umum terjadi dan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman ketika makan. Pembengkakan gusi juga dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari penyakit gusi hingga penggunaan obat-obatan tertentu. 

Selain menimbulkan rasa nyeri, gusi bengkak juga dapat menimbulkan dampak serius jika tidak segera ditangani. Bahkan, radang gusi yang tidak kunjung sembuh adalah salah satu penyebab gigi tanggal yang paling sering ditemui pada orang dewasa.

Umumnya, gejala yang muncul ketika gusi bengkak adalah:

-Gusi berwarna kemerahan, membesar dan terasa lunak ketika disentuh

-Gusi mudah berdarah ketika menyikat gigi

-Rasa nyeri atau ngilu ketika mengunyah

Ada banyak cara ampuh yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan gusi yang bengkak, mulai dari tips yang bisa dilakukan sendiri di rumah hingga pengobatan yang bisa didapatkan di dokter gigi. Sebelum Anda mencoba tips-tips untuk menangani penyakit gusi bengkak, Anda perlu juga memastikan bahwa kebersihan gigi dan gusi Anda terjaga.

Tips Menjaga Kebersihan Gigi dan Gusi

Menyikat gigi secara rutin

Penyebab terbesar munculnya penyakit gusi bengkak (gingivitis) adalah karena kebersihan mulut yang kurang terjaga. Agar tidak terjadi penumpukan bakteri di mulut, penting untuk menyikat gigi minimal dua kali sehari. Gunakan sikat gigi yang berbahan lunak dan ganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali agar sikat gigi dapat membersihkan secara efektif.  

Berkumur secara teratur

Menggunakan obat kumur anti bakteri dapat mencegah munculnya plak dan pembentukan karang gigi pada mulut, sehingga mengurangi kemungkinan gusi bengkak. 

Jaga asupan makanan yang sehat

Konsumsi makanan yang seimbang tidak hanya sehat bagi tubuh, namun juga untuk menjaga kebersihan mulut. Makanan yang tinggi zat tepung dan gula dapat memicu pertumbuhan bakteri di sela sela gigi, sehingga perlu dibatasi agar tidak terjadi infeksi. 

Lakukan kunjungan berkala ke dokter gigi

Dengan rutin berkonsultasi ke dokter gigi, Anda dapat mengetahui lebih awal jika terjadi masalah kesehatan gigi dan gusi. Dokter gigi juga dapat memberikan tips dan saran untuk menjaga kebersihan gigi dan gusi Anda.

Dengan kebersihan mulut yang terjaga, Anda dapat menyembuhkan gusi yang bengkak secara lebih efektif. Berikut adalah tips yang bisa Anda coba untuk menangani gusi bengkak.

Tips Menyembuhkan Gusi Bengkak Secara Ampuh

Berkumur dengan Air Serai (Sereh)

Air serai memiliki kandungan antibakteri yang dapat mencegah penumpukan plak yang menyebabkan penyakit gusi bengkak. Untuk mengatasi gusi bengkak, teteskan dua hingga tiga tetes minyak serai ke dalam segelas air, lalu gunakan untuk berkumur selama 30 detik. Lakukan dua hingga tiga kali sehari sampai bengkak berkurang.

Berkumur dengan Air Garam

Larutan air garam juga dapat berfungsi sebagai disinfektan yang bisa menyembuhkan gusi bengkak. Larutkan ½ hingga ¾ sendok teh garam ke dalam segelas air hangat lalu gunakan untuk berkumur dua hingga tiga kali sehari.

Berkumur dengan Daun Jambu Biji

Sama seperti serai, daun jambu biji juga memiliki kandungan antibakteri yang bisa mengendalikan menumpuknya plak pada mulut. Tumbuk lima hingga enam daun jambu biji, rendam selama 15 menit dalam air mendidih, tambahkan sedikit garam dan gunakan untuk berkumur. 

Berkumur dengan Obat Kumur Antiseptik

Obat kumur antiseptik yang mengandung chlorhexidine bisa Anda dapatkan di apotik dan berguna untuk menyembuhkan gusi yang bengkak. 

Membersihkan Karang Gigi (Scaling)

Jika Anda berkonsultasi ke dokter gigi, dokter gigi Anda mungkin akan merekomendasikan scaling untuk menyembuhkan gusi bengkak dan mencegah terjadinya gusi bengkak di kemudian hari. Dengan scaling, gigi dan gusi Anda dibersihkan dari plak dan karang gigi. 

Mulai dari pengobatan yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah hingga perawatan dokter, ada berbagai tips yang bisa Anda coba untuk mengatasi gusi bengkak. Namun, yang paling utama tetaplah menjaga kebersihan mulut sebelum timbul penyakit.

Anda bisa melakukan konsultasi secara online dengan tenaga medis profesional yang tersedia di aplikasi SehatQ yang bisa Anda download dari Google Play Store / App Store. Download aplikasi SehatQ untuk dapatkan informasi mengenai penyakit, pola hidup sehat, dan obat-obatan dengan praktis secara online.

Tips supaya Menggigil Cepat Reda

Apakah Anda pernah menggigil? Biasanya, kondisi menggigil terjadi ketika Anda mengalami flu ataupun penyakit tertentu. Kondisi udara yang terlalu dingin juga bisa memicu terjadinya gejala menggigil yang Anda alami. 

Ya, menggigil bukanlah suatu penyakit. Menggigil lebih mengarah pada kondisi perasaan dingin yang tiba-tiba muncul hingga memubat berkontraksi dan meregang dengan cepat. Peregangan ini sebenarnya terjadi untuk meningkatkan suhu tubuh Anda. 

Gejala menggigil sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya jika suhu tubuh Anda mulai kembali normal. Namun, jangan pula mengabaikannya sebab gejala ini bisa memicu komplikasi berupa halusinasi sampai kejang. Jadi, bagaimanan cara meredakan menggigil dengan tepat agar tidak muncul komplikasi? Beberapa tips meredakan gejala menggigil ini bisa Anda coba praktikkan di rumah. 

Cukupi Kebutuhan Cairan 

Ketika Anda mulai merasa menggigil, artinya Anda harus lebih banyak mengonsumsi air. Jangan takut bahwa dengan mengonsumsi cairan bisa membuat suhu tubuh menurun dan membuat perasaan menggigil bertambah parah. Kenyataannya, suhu tubuh yang turun justru akan membuat gejala menggigil cepat mereda. Minum banyak air juga bisa mencegah Anda dari kondisi dehidrasi yang dapat memperparah gejala menggigil yang Anda alami. 

Hindari Selimut dan Pakaian Tebal 

Anda mungkin merasa kedinginan ketika menggigil. Namun, hal ini bukan alasan untuk ANda memakai selimut dan pakaian tebal. Pemakaian selimut dan pakaian tebal hanya akan meningkatkan suhu tubuh Anda sehingga gejala menggigil menjadi makin sukar menghilang. Suhu tubuh yang terus meningkat yang disertai gejala menggigil bahkan dapat menyebabkan Anda mengalami kejang. Anda tidak ingin hal ini terjadi pada Anda, bukan? 

Pakai Kaus Kaki! 

Jika memang Anda merasa kedinginan ketika gejala menggigil datang, cobalah memakai kaus kaki. Kakus kaki tipis bisa membuat Anda cepat merasa hangat, tanpa meningkatkan suhu tubuh secara signifikan. Pasalnya, perasaan dingin pada tubuh kebanyakan berasal dari telapak kaki. Menutupi telapak kaki dengan kaus kaki akan sangat efektif meredam rasa dingin tersebut sekaligus meredakan gejala menggigil yang Anda alami. 

Tidak untuk Kompres Es  

Anda mungkin berpikir bahwa mengompres badan bisa membantu menurunkan suhu badan yang menjadi pemicu gejala menggigil. Ini bisa benar atau tidak. Jika Anda mengompres menggunakan es, ini justru berbahaya dan bisa memicu komplikasi dari gejala menggigil yang Anda rasakan. Anda akan merasakan gejala menggigil yang lebih hebat, yang sangat mungkin disertai kejang ataupun halusinasi. Jadi jika ada yang menawarkan kompres es untuk menurunkan suhu tubuh Anda, lebih baik Anda segera menolaknya. 

Mandi Air Hangat 

Apakah orang yang sedang mengalami demam dan menggigil boleh mandi? Boleh saja asalkan Anda memakai air hangat. Mandi atau berendam air hangat ketika sedang demam dan menggigil justru bisa meredakan gejala yang mengganggu tersebut. Suhu tubuh bisa meningkat secar perlahan dan rasa stres yang juga bisa memicu gejala menggigil dapat ditebas. Hal ini yang tidak bisa Anda peroleh apabila memutuskan mandi dengan air dingin yang bisa memperparah kondisi menggigil yang Anda keluhkan. 

Perbanyak Istirahat 

Istirahat menjadi kunci utama untuk memulihkan kondisi tubuh dari berbagai penyakit. Dengan mengambil istirahat, demam dan gejala menggigil juga bisa lebih cepat mereda. Pastikan Anda tidur lebih dari 8 jam dalam semalam apabla memang sedang mengalami gejala menggigil. 

Pertimbangkan Konsumsi Obat 

Jika rasa menggigil yang Anda alami cukup parah dan demam tidak kunjung berkurang, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk mengonsumsi obat. Obat penurunan demam seperti ibuprofen maupun parasentomol bisa menjadi penolong pertama jika gejala menggigil tidak kunjung mereda akibat demam yang sulit turun. 

*** 

Sejumlah langkah di atas memang bisa Anda lakukan untuk mengatasi gejala menggigil. Namun apabila gejala menggigil sudah diserta komplikasi seperti kejang, segeralah ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat. 

Nodul Tiroid: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Hingga Pengobatannya

Seluruh bagian tubuh termasuk komponen di dalamnya memiliki fungsi yang penting, tidak terkecuali kelenjar tiroid. Fungsi dari kelenjar ini adalah menghasilkan hormon tiroid yang mengatur denyut jantung, metabolisme, dan suhu tubuh. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan terganggunya kelenjar tiroid, seperti munculnya nodul tiroid.

Nodul tiroid adalah benjolan yang muncul pada kelenjar tiroid pada bagian bawah leher sehingga menyebabkan tenggorokan terasa mengganjal. Benjolan tersebut bisa berbentuk padat atau lunak yang berisi cairan. Wanita dan lansia lebih berisiko untuk mengalami penyakit ini.

Umumnya nodul tiroid tidak berbahaya, namun tetap perlu pemeriksaan ke dokter karena pada beberapa kasus akan menimbulkan gejala berat seperti kesulitan menelan atau bernapas.

Tanda dan Gejala Nodul Tiroid

Nodul tiroid dengan ukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun, jika ukurannya terlalu besar, beberapa keluhan, diantaranya seperti:

-Benjolan bisa diraba

-Benjolan bengkak di leher bawah

-Kesulitan menelan atau bernapas

-Tenggorokan terasa penuh dan sakit

Nodul tiroid juga bisa meningkatkan kadar hormon tiroksin di dalam tubuh dan menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:

-Berat badan turun tanpa penyebab yang jelas

-Keringat berlebih

-Tremor

-Rasa gugup

-Rasa cemas

-Denyut jantung tidak teratur dan berdebar

Penyebab Nodul Tiroid

Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan nodul tiroid, diantaranya seperti:

-Riwayat keluarga

Jika salah satu anggota keluarga mengalami nodul tiroid, maka kemungkinan anggota keluarga lainnya juga akan mengalami kondisi ini.

-Paparan radiasi

Paparan radiasi yang diakibatkan pengobatan atau hal lainnya dapat memicu terjadinya nodul tiroid.

-Kekurangan yodium

Kurang mengonsumsi yodium dapat menyebabkan kelenjar tiroid mengalami nodul.

Faktor Risiko Nodul Tiroid

Ada kondisi tertentu yang bisa meningkatkan risiko munculnya nodul tiroid, diantaranya:

-Berjenis kelamin wanita

-Berusia 60 tahun keatas

-Pernah menjalani X-ray tiroid

Jenis-jenis Nodul Tiroid

Nodul tiroid dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya:

-Adenoma tiroid

Adenoma tiroid atau pertumbuhan jaringan kelenjar tiroid yang berlebihan umumnya tidak serius, kecuali jika ukurannya terlalu besar.

-Kista tiroid

Adenoma tiroid yang mengalami degenerasi bisa menyebabkan kista tiroid yang berisi cairan.

-Goiter multinodular

Tanda dari goiter multinodular adalah nodul tiroid muncul lebih dari satu. Penyebab dari goiter multinodular masih belum diketahui secara pasti.

-Kanker tiroid

Jika nodul tiroid muncul dalam ukuran yang besar, terasa keras, dan menimbulkan rasa nyeri, bisa disebabkan oleh kanker tiroid. 

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker tiroid diantaranya seperti riwayat keluarga, berusia di bawah 30 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan pernah terpapar radiasi di kepala dan leher.

Pengobatan Nodul Tiroid

Pengobatan nodul tiroid akan disesuaikan dari ukuran dan jenisnya. Beberapa penanganan yang bisa dilakukan, meliputi:

-Pemantauan berkala

Jika benjolan tidak disebabkan oleh kanker, dokter akan menjalani pemantauan berkala untuk mengawasi pertumbuhan nodul tiroid.

Nodul tiroid yang berukuran terlalu kecil untuk biopsi dan bersifat jinak akan dipantau dengan ketat. Pemeriksaan USG akan dilakukan tiap 6-12 bulan sekali yang disertai dengan pemeriksaan fisik.

-Pemberian yodium radioaktif

Nodul tiroid dengan kadar hormon tiroid berlebih dan goiter multinodular akan ditangani oleh dokter dengan memberikan yodium radioaktif. 

Yodium radioaktif akan diserap oleh kelenjar tiroid yang kemudian dapat membuat ukuran nodul mengecil. Namun, pengobatan ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil atau yang berencana hamil.

-Operasi tiroid

Nodil tiroid yang disebabkan oleh kanker, berukuran besar, dan menimbulkan gejala sulit menelan dan bernapas perlu diatasi dengan operasi tiroid.

Hingga saat ini belum ada cara yang pasti untuk mencegah nodul tiroid yang bisa dilakukan. Jika mengalami gejala-gejalanya, segera konsultasikan ke dokter agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat.

Kenali Varian Rasa Susu Entrasol untuk Lansia

Susu Entrasol merupakan susu yang dikonsumsi untuk lansia atau orang tua. Manfaat susu Entrasol yaitu mencegah pengeroposan tulang yang kerap terjadi pada lansia. Sehingga, tulang tetap terjaga kesehatan dan kekuatannya, serta membuat kakek dan nenek tetap bergerak aktif. Susu Entrasol memiliki banyak varian yang bisa jadi pilihan. Berikut ini beberapa varian susu entrasol yang bisa jadi pilihan sesuai kebutuhan, yaitu:

Susu Entrasol Active

Varian: Vanilla Latte, Mochaccino, Chocolate. Entrasol Active adalah Nutrisi Tinggi Kalsium dengan Ekstrak Buah Zaitun dilengkapi dengan Pro-Fit Formula (Tinggi Kalsium & Magnesium, Tinggi Vitamin D, Lebih Rendah Lemak, 10 Vitamin & 7 Mineral) untuk membantu penuhi nutrisi harian agar tetap aktif dan produktif.

Susu Entrasol Gold

Varian: Vanilla, Chocolate, Original. Entrasol Gold adalah nutrisi tinggi kalsium dengan ekstrak buah zaitun yang dilengkapi dengan Pro-Fit Formula (Omega 3&6, Tinggi Kalsium & Vitamin D, Tinggi Serat, 10 Vitamin & 5 Mineral) serta Lebih Rendah Gula untuk membantu penuhi nutrisi harian agar tetap aktif dan fit serta memperlambat terjadinya osteoporosis.

Susu Entrasol UHT

Varian: Vanilla Latte & Chocolate. Entrasol UHT merupakan Nutrisi Tinggi Kalsium dan Rendah Lemak dilengkapi dengan Pro-Fit Formula (Tinggi Kalsium, 10 Vitamin & 6 Mineral, dan Rendah Lemak) untuk membantu penuhi nutrisi harian agar tetap aktif dan produktif.

Susu Entrasol QuickStart

Varian: Vanilla Veggie & Chocolate. Entrasol QuickStart merupakan minuman serelia dengan Tinggi Vitamin D, 12 Vitamin & 3 Mineral, Omega 3 & 6) yang terbuat dari Oat Pilihan & Chia Seed untuk menjaga kesehatan tulang dan saluran cerna, mengenyangkan, serta rendah gula yang dapat mendukung pola hidup sehat setiap hari.

Susu Entrasol Platinum

Varian: Vanilla & Chocolate. Entrasol Platinum merupakan Nutrisi Tinggi Protein dengan Ekstrak Buah Zaitun yang dilengkapi dengan Pro-Fit Advance Formula (tinggi serat, omega 3 &6, 11 Vitamin & 8 Mineral, lebih rendah gula serta Rendah Laktosa) sehingga nyaman di perut. Entrasol Platinum bantu penuhi nutrisi harian agar tetap aktif dan fit, mempercepat masa pemulihan, dan menjaga daya tahan tubuh.

Haruskah Vaksin Virus Corona (Covid-19) Dosis Kedua Jika Mendapat Efek Samping Pasca Vaksinasi Pertama?

Dalam rangka menangani pandemi Virus Corona (Covid-19),  berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, instansi, tenaga medis dan masyarakat umum. Mulai dari penerapan protokol kesehatan, pemberlakuan kebijakan PPKM hingga pelaksanaan program vaksinasi bagi seluruh penduduk Indonesia. Program Vaksinasi Nasional Indonesia untuk masyarakat umum resmi dibuka oleh pemerintah sejak Juli 2021 lalu.

Vaksin yang digunakan antara lain AstraZeneca, Sinovac, Sinopharm dan Moderna. Seluruh vaksin tersebut diberikan dalam dua dosis dengan interval waktu yang berbeda untuk setiap jenisnya.

Dilansir dari akun Twitter milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, @KemenkesRI, per 18 Agustus 2021, vaksin Virus Corona (Covid-19) berhasil diberikan kepada 85,5 juta penduduk Indonesia. Vaksinasi dosis pertama mencapai angka 55.660.964 (26,73% target) dan vaksinasi dosis kedua mencapai 29.877.726 (14,35%).

Urgensi Vaksinasi Dosis Kedua

Mayoritas vaksin Virus Corona (Covid-19) yang digunakan dalam program Vaksinasi Nasional diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama dan dosis kedua diberikan dengan jenis vaksin yang sama. Selain itu, keduanya diberikan secara terpisah dalam interval waktu tertentu (beda jenis vaksin, beda interval waktu pemberiannya).

Vaksin dosis kedua diberikan dengan tujuan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik dari paparan Virus Corona (Covid-19). Booster shoot (vaksin dosis kedua) dapat memperkuat sistem imun dan memungkinkan sistem imun mempertahankan memori untuk melawan virus dalam jangka waktu yang lebih lama.

Oluwatosin Goje, seorang ahli Obstetri dan Ginekologi dari Cleveland Clinic menyebut bahwa vaksinasi Virus Corona (Covid-19) dosis pertama memberikan efektivitas lebih dari 50% sedangkan tingkat efektivitas dosis kedua mencapai 95%. Hal ini membuktikan bahwa vaksin dosis kedua sangat penting untuk dilakukan.

Efek Samping yang Muncul Pasca Vaksinasi

Vaksin Virus Corona (Covid-19) dengan kebutuhan dua dosis memiliki efek samping yang serupa. Berikut sejumlah efek samping setelah vaksin Covid-19 yang dirasakan oleh sebagian orang, di antaranya:

  1. Rasa sakit, kemerahan atau bengkak di area yang disuntik
  2. Demam dan panas dingin
  3. Pusing, sakit kepala
  4. Lelah dan nyeri pada bagian tubuh tertentu
  5. Mual, muntah
  6. Pembengkakan kelenjar getah bening

Efek samping tersebut biasanya dialami oleh lebih banyak orang ketika vaksinasi dosis kedua. Pasalnya, vaksin dosis kedua memberikan respon sistem imun yang lebih kuat dibanding dosis pertama.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut hanya berlangsung sementara dan merupakan tanda bahwa sistem imun dalam tubuh sedang bekerja. Selain itu, hanya sebagian orang yang mengalami efek samping tersebut.

Haruskah Vaksin Dosis Kedua jika Mendapat Efek Samping Pasca Vaksin Pertama?

Bagaimana jika seseorang memperoleh efek samping vaksinasi pertama? Lantas, apakah ia dikecualikan dari vaksinasi dosis kedua? Atau harus tetap menerima vaksin dosis kedua?

Berbagai pertanyaan serupa muncul dan menyebabkan sebagian orang menjadi takut untuk melakukan vaksin Virus Corona (Covid-19) dosis kedua.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan bahwa Anda harus mendapatkan vaksin dosis kedua bahkan jika menderita efek samping setelah vaksinasi pertama.

Namun, apabila dokter yang memeriksa menghimbau untuk tidak menerima vaksin dosis kedua, maka Anda boleh melewatkannya. Dalam beberapa kasus, orang dengan sistem kekebalan yang sedang atau parah dan orang yang menerima transplantasi organ disarankan untuk mendapatkan vaksin dosis ketiga. Meskipun begitu, WHO dan pakar dunia tidak sepakat dengan pemberian vaksin dosis ketiga mengingat sejumlah negara masih kekurangan stok vaksin.


Anda dapat mencari tahu berbagai informasi tentang Virus Corona (Covid-19) di laman SehatQ.com atau melalui aplikasi SehatQ yang bisa diunduh di Google Play Store dan App

Cara Pengobatan Pasien Peripartum Cardiomyopathy (PPCM)

Apakah Anda wanita hamil yang sudah memasuki masa akhir kehamilan, tapi sering merasa sesak napas, detak jantung cepat, dan merasa lelah berlebihan? Bisa jadi Anda mengalami yang namanya  peripartum cardiomyopathy (PPCM).

Dikutip dari Webmd,  peripartum cardiomyopathy (PPCM) adalah bentuk gagal jantung yang jarang terjadi pada wanita di masa akhir kehamilan atau setelah 5 bulan setelah melahirkan sehingga sering pula disebut postpartum cardiomyopathy. Meskipun jarang terjadi, penyakit ini tetap berbahaya jika tidak segera ditangani dengan baik. 

Penyakit ini terjadi karena adanya pembesaran atau pelebaran pada ventrikel kiri jantung sehingga tidak dapat memompa darah ke organ tubuh lain, seperti paru-paru dan hati dengan lancar dan terjadilah gagal jantung.

Apabila Anda sering mengalami sesak napas, terutama saat berbaring, detak jantung cepat, sering merasa lelah berlebih, dan terjadi pembengkakan pada tungkai dan kaki, segera periksakan kondisi Anda ke dokter. Sebab, peripartum cardiomyopathy (PPCM) yang tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan irama jantung, kelainan katup jantung, hingga kematian. 

Bagaimana Pengobatan Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) ?

Setelah di diagnosis mengalami peripartum Cardiomyopathy (PPCM), biasanya pasien akan menjalani sejumlah pengobatan dengan tujuan mencegah terjadinya penumpukan cairan di paru-paru dan membantu pemulihan fungsi jantung semaksimal mungkin. 

Selain itu, pasien juga tidak perlu khawatir akan terjadi komplikasi pada janin atau bayi yang sedang menyusui apabila menjalani pengobatan ini. Sebab, tim medis yang akan menangani peripartum cardiomyopathy (PPCM) ini terdiri dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari dokter spesialis jantung, dokter kandungan, hingga dokter anak. 

Adapun pengobatan yang akan dijalani pasien adalah sebagai berikut.

  1. Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan menjadi salah satu cara untuk mengobati penyakit ini. Berikut obat yang biasa diresepkan dokter pada pasien peripartum cardiomyopathy (PPCM).

Angiotensin converting enzymes (ACE inhibitors), menurunkan tekanan darah sehingga meringankan kerja jantung

Beta blocker, membuat detak jantung jadi lebih lambat.

Diuretik, mengurangi jumlah cairan di dalam tubuh sehingga tidak terjadi penumpukan cairan, terutama pada paru-paru

Digitalis, memperkuat fungsi pompa jantung 

Antikoagulan, membantu dalam mengencerkan darah sehingga tidak terjadi penggumpalan darah

  1. Operasi

Dalam beberapa kondisi, konsumsi obat-obatan saja tidak cukup sehingga diperlukan adanya tindakan operasi, seperti Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD), Cardiac Resynchronization Therapy (CRT), dan transplantasi jantung. 

  1. Gaya Hidup

Selain mengonsumsi obat-obatan dan menjalani prosedur operasi, biasanya dokter juga menyarankan untuk mengubah gaya hidup, seperti diet rendah garam, rutin memantau berat badan, menghindari rokok dan alkohol, serta berolahraga sesuai dengan jenis olahraga yang disarankan oleh dokter. 

Berapa Lama Waktu yang Diperlukan untuk Sembuh dari Peripartum Cardiomyopathy (PPCM)?

Jika pasien mengalami gejala yang parah, belum tentu pasien tersebut akan sembuh dalam waktu yang lama. Sebab, masa pemulihan peripartum cardiomyopathy (PPCM) ini tidak ditentukan oleh tingkat keparahannya seperti yang dikutip dari Webmd. 

Beberapa pasien ada yang memiliki gejala parah, tapi berhasil sembuh dengan fungsi jantung pulih sepenuhnya dalam waktu 2 minggu saja. Sebaliknya, ada pula pasien yang sembuh, tapi fungsi jantungnya hanya puluh sebagian meskipun sudah dirawat selama 6 bulan atau lebih. 

Namun, pasien dengan kondisi ini tidak perlu khawatir karena menurut Lili Barouch, M,D., Direktur Johns Hopkins Columbia Heart Failure Clinic, dari semua jenis kardiomiopati, peripartum cardiomyopathy (PPCM) memiliki tingkat kesembuhan yang relatif tinggi dibandingkan penyakit kardiomiopati jenis lainnya. 

Bagaimana Cara Meminimalisir Terjadinya Peripartum cardiomyopathy (PPCM)?

Untuk meminimalisir terjadinya peripartum cardiomyopathy (PPCM) pada wanita hamil maupun setelah melahirkan dapat dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah ini.

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang

Rajin berolahraga sesuai dengan anjuran dokter

Rajin berkonsultasi dengan dokter kandungan

Menghindari mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok

Itulah beberapa cara pengobatan pasien peripartum cardiomyopathy (PPCM). Jalani gaya hidup yang sehat untuk terhindar atau meminimalisir terjadinya penyakit ini dan langsung periksakan diri apabila merasakan gejala-gejala peripartum cardiomyopathy (PPCM) sebelum kondisi semakin parah. 

Penyebab Kuku Kuning dan Cara Mengatasinya

Kuku kuning bisa menjadi tanda adanya masalah pada tubuh, seperti adanya infeksi jamur atau bakteri. Pada kondisi yang lebih serius, kuku kuning bisa menandakan gejala dari penyakit seperti paru-paru kronis dan rheumatoid arthritis atau radang sendi. 

Selain itu, kuku kuning juga bisa menandakan tubuh mengalami kekurangan vitamin atau mineral. Untuk mengetahui penyebabnya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dan menyeluruh. 

Artikel ini akan membahas mengenai penyebab kuku kuning, gejala yang muncul, serta cara pencegahanya. 

Penyebab kuku kuning

Kuku yang berubah menjadi kuning bisa menjadi indikasi masalah serius. Bisa jadi karena kekurangan vitamin dan mineral atau karena penyakit tertentu.

Berikut ini beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab kuku berwarna kuning:

1.Pemakaian cat kuku yang berlebihan

2.Alergi

3.Paru-paru kronis

4.Kanker

5.Penyumbatan limfatik

6.Masalah tiroid

7.Psoriasis

8.Diabetes

9.Kanker kulit

10.Masalah pernapasan

11.Tuberkulosis

12.Sinusitis

13.Penyakit liver

Apabila gejala kuku kuning yang muncul tak kunjung membaik, kamu bisa langsung menemui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, ya. 

Cara mengatasi kuku kuning

Apabila kuku kuning tidak disertai dengan gejala yang berat, kamu bisa mengatasi kuku kuning dengan menggunakan bahan rumahan. 

Apabila pengobatan rumahan ini tidak kunjung membaik, maka kamu sebaiknya segera menghubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, ya. 

Tea tree oil

Apabila kuku kuning disebabkan oleh bakteri atau jamur, kamu bisa menggunakan tea tree oil. Caranya dengan mencampurkan tea tree oil dengan minyak zaitun atau minyak kelapa sebanyak 1-2 tetes. Kemudian usapkan pada kuku yang kuning.

Berdasarkan studi, tea tree oil cukup efektif menghentikan jamur kuku yang membuat kuku jadi berwarna kuning. 

Soda kue

Jamur hanya bisa tumbuh pada lingkungan dengan tingkat pH asam. Untuk mengatasinya kamu bisa merendam kuku pada air hangat yang sudah dicampur dengan soda kue. Soda kue menciptakan lingkungan yang basa, sehingga bisa mengatasi jamur penyebab kuku kuning. 

Minyak oregano

Minyak oregano memiliki sifat antimikroba sehingga cukup efektif mengatasi bakteri dan jamur penyebab kuku kuning. 

Campurkan minyak oregano dengan oil carrier seperti minyak kelapa, dan oleskan pada kuku yang berwarna kuning. 

Hydrogen peroksida

Apabila bahan ini dikombinasikan dengan soda kue, cukup efektif mengatasi kuku kuning. Sebab, hidrogen peroksida memiliki kemampuan mengoksidasi yang bisa menjadi penghilang noda, termasuk menghilangkan kuku kuning. 

Hidrogen peroksida mampu menembus kuku dan mencerahkan warna kuku. Caranya dengan mencampur hidrogen peroksida ke dalam air hangat lalu rendam kuku selama beberapa menit. 

Vitamin E

Vitamin E terkenal dengan khasiatnya yang membantu sel mempertahankan kelembapan. Selain itu, vitamin E juga terbukti mampu mengatasi sindrom kuku kuning.

Vitamin E akan merangsang pertumbuhan kuku yang sehat. Caranya dengan mengoleskan vitamin E atau mengonsumsinya secara teratur hingga kuku kuning mulai menghilang.

Apabila pengobatan rumahan yang dilakukan belum juga berhasil, sebaiknya kamu segera menemui dokter untuk pengobatan dan penanganan lebih lanjut, ya.

Untuk mencegah kuku jadi kuning karena jamur, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan kuku. Gunting kuku setiap satu minggu sekali dan bersihkan secara rutin. Hindari juga menggunakan cat kuku berlebihan karena bisa membuat kuku jadi terserang jamur.

Saat melakukan manicure, sebaiknya pilih salon yang sudah terjamin kebersihannya. Sebab, penggunaan alat manicure yang tidak bersih juga bisa menyebabkan kuku jadi terserang jamur atau infeksi. 

Tanda-Tanda Penebalan Dinding Rahim dan Cara Mengobatinya

Hiperlapsia endometrium terjadi ketika dinding rahim menebal secara tidak normal. Penebalan dinding rahim bisa menyebabkan durasi menstruasi lebih lama dan volume darah yang dikeluarkan lebih banyak dari biasanya. 

Penebalan dinding rahim jarang terjadi. Kondisi ini mempengaruhi sekitar 133 dari 100.000 wabita, dan cenderung terjadi selama atau setelah menopause. Namun wanita berusia 35 tahun ke atas pun bisa mengalami kondisi tersebut. 

Tidak selalu perdarahan abnormal menjadi tanda penebalan dinding rahim. Bisa saja kondisi itu disebabkan oleh hal lain. Karena itu penting mengetahui gejala hiperlapsia endometrium untuk membantu memastikan diagnosis.

Peran hormon estrogen dan progesteron dalam hiperlapsia endometrium

Selama hidupnya, wanita akan mengalami menstruasi. Menstruasi terjadi ketika sel telur tidak dibuahi sehingga tidak terjadi kehamilan, dan menyebabkan rahim meluruhkan lapisan dindingnya (endometrium). Proses ini dikendalikan oleh dua hormon wanita, yaitu estrogen dan progesteron. 

Estrogen bertanggung jawab dalam penebalan dinding rahim, sedangkan progesteron meruntuhkan lapisan saat tidak terjadi ovulasi. Ketika kadar estrogen berlebih dan progesteron tidak cukup, maka sel yang melapisi rahim terus bertumbuh. Karena kadar progesteron rendah, rahim tidak meluruhkan lapisan tersebut sehingga dinding rahim tetap menebal dan mengakibatkan hiperlapsia endometrium. 

Sebagian besar kasus hiperlapsia endometrium bersifat jinak atau non-kanker, yang disebut dengan hiperlapsia tanpa atipia. Namun jika penebalan dinding rahim akibat pertumbuhan sel yang tidak biasa, akan meningkatkan risiko kanker rahim. Kondisi ini disebut dengan hiperlapsia endometrium atipikal. 

Siapa saja yang berisiko?

Wanita dalam masa perimenopause atau menopause lebih mungkin mengalami penebalan dinding rahim. Kasus hiperlapsia endometrium pada wanita dibawah usia 35 tahun jarang terjadi. 

Obesitas atau kegemukan dapat meningkatkan kadar estrogen dengan mengubah hormon penghasil lemak menjadi estrogen. Karena itu wanita obesitas cenderung mengalami ketidak seimbangan hormon dan berisiko mengalami penebalan dinding rahim.

Adapun faktor risiko lain hiperlapsia endometrium meliputi:

1.Ras kulit putih 

2.Menjalani perawatan kanker payudara tertentu

3.Menstruasi terlalu dini atau menopause terlambat

4.Riwayat keluarga dengan kanker ovarium, rahim, atau usus besar

5.Memiliki penyakit diabetes, kandung empedu, sindrom ovarium polikistik (PCOS), penyakit tiroid

6.Kebiasaan merokok

7.Melakukan terapi hormon

8.Riwayat haid tidak teratur

9.Belum pernah hamil

10.Penggunaan obat-obatan yang mengandung estrogen atau bertindak seperti estrogen dalam jangka waktu panjang

Tanda dan gejala hiperlapsia endometrium

Wanita dengan hiperlapsia endometrium akan mengalami:

1.Menstruasi tidak normal, seperti siklus menstruasi yang pendek, periode haid yang lebih lama dari biasanya, atau tidak menstruasi saat waktunya tiba

2.Keluarnya darah haid terlalu banyak (menoragia)

3.Pendarahan setelah menopause

4.Pendarahan di antara periode

5.Hot flashes

6.Kekeringan vagina

7.Pertumbuhan rambut yang berlebihan

Dalam beberapa kasus, hiperlapsia endometrium dapat mengindikasikan penyakit yang serius.

Segera temui dokter jika Anda mengalami salah satu gejala di bawah ini:

1.Pingsan atau perubahan tingkat kesadaran

2.Detak jantung cepat

3.Sakit perut parah

Perawatan dan pengobatan

Pengobatan hiperlapsia endometrium tergantung pada jenis yang Anda miliki. Pengobatan paling umum adalah menggunakan progestin, hormon progesteron sintetis. Ini biasanya diberikan untuk wanita yang lebih muda. 

Wanita yang mengalami hiperlapsia endometrium sebagai gejala perimenopause atau menopause akan diberikan terapi penggantian hormon. Jika berisiko tinggi mengembangkan kanker endometrium, dokter akan menyarankan histerektomi atau pengangkatan rahim. 

Catatan

Wanita manapun bisa mengalami penebalan dinding rahim. Kondisi ini tak bisa dicegah, tapi Anda bisa menurunkan risikonya dengan cara menjaga berat badan yang sehat dengan olahraga dan mengonsumsi makanan bergizi. Jika Anda memiliki riwayat penyakit, pantau terus gejalanya dengan rutin melakukan perawatan yang disarankan dokter.

Bagi wanita dengan pendarahan abnormal atau siklus menstruasi tidak teratur, Anda bisa mengonsumsi pil KB atau obat lain. Tentunya cara ini harus sesuai dengan anjuran dokter. Dokter juga akan menyarankan penggunaan obat progestein untuk wanita menopause atau dengan kondisi khusus lainnya.

Atasi Hipertensi Dengan Pemeriksaan Tekanan Darah di Klinik Ammyn Sukabumi

Tes tekanan darah adalah pemeriksaan dengan alat khusus bernama sphygmomanometer, yang bertujuan mengukur tekanan pada pembuluh darah arteri ketika jantung berdenyut. Tes ini biasanya dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan dokter rutin guna mendeteksi adanya tekanan darah tinggi. Klinik Ammyn Sukabumi bisa membantu Anda jika ingin melakukan tes ini.

Terdapat dua angka yang tertera pada alat pengukur tekanan darah. Angka di atas menunjukkan tekanan sistolik, sedangkan angka di bawah menunjukkan tekanan diastolik. Tingkat tekanan darah diukur dalam skala mmHg atau milimeter air raksa (merkuri).

Di dunia medis, raksa digunakan sebagai unit pengukuran standar untuk tekanan darah. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah, dapat dikategorikan sebagai berikut.

  • Normal

Tingkat tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg dapat dikatakan normal. Jika tekanan darah Anda normal, pertahankan dengan makan dengan nutrisi seimbang dan berolahraga secara rutin.

  • Prahipertensi

Tekanan darah Anda dapat masuk dalam kategori ini jika berkisar antara 120-129 mmHg sistolik dan 80 mmHg diastolik. Apabila tidak segera diatasi, prahipertensi dapat berisiko menjadi gejala hipertensi.

  • Hipertensi derajat 1

Tekanan darah Anda berkisar 130-139 mmHg sistolik atau 80-89 mmHg diastolik, termasuk hipertensi derajat 1. Namun, Anda belum tentu mengalami hipertensi derajat 1 jika pemeriksaan ini baru dilakukan satu kali. Dokter akan mengulang pemeriksaan untuk memastikan.

  • Hipertensi derajat 2

Anda dapat didiagnosa hipertensi derajat 2 apabila tekanan darah Anda secara konstan berada di atas 140/90 mmHg. Jika tekanan darah Anda mencapai batas ini, dokter akan meresepkan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang perlu dikonsumsi secara rutin, serta menyarankan Anda untuk menerapkan pola hidup lebih sehat.

  • Krisis Hipertensi

Jika tekanan darah Anda mencapai lebih dari 180/120 mmHg, tunggu selama lima menit lalu ulangi pemeriksaan Anda. Jika tekanan darah Anda masih sama, maka Anda harus memeriksakan diri ke dokter karena sudah masuk dalam kategori krisis hipertensi. Waspadai juga gejala lain yang mungkin menyertai yaitu nyeri di dada, napas tersengal-sengal, nyeri punggung, rasa lemas atau mati rasa, perubahan pada penglihatan, atau kesulitan berbicara.

Salah satu cara untuk mengatur tekanan darah agar hidup tetap sehat adalah dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah. Faktor yang mempengaruhi tekanan darah berbeda dan tergantung dari jenis kondisinya. Secara garis besar, berikut adalah faktor yang mempengaruhi tekanan darah.

  1. Stres

Salah satu pemicu naik atau turunnya tekanan darah adalah kondisi emosi yang sedang Anda alami, termasuk tingkat stres. Stres diketahui dapat  memengaruhi kondisi fisik secara keseluruhan, dan menyebabkan tekanan darah Anda meningkat secara mendadak.

  1. Usia

Risiko mengalami tekanan darah tinggi ataupun rendah dapat meningkat seiring bertambahnya usia, khususnya pada orang-orang berusia di atas 65 tahun. Oleh karena itu pastikan Anda ataupun orangtua Anda menghindari berbagai penyebab hipertensi dengan melakukan pola hidup sehat dan menghindari stres.

  1. Genetik

Faktor genetik bisa jadi salah satu peluang Anda mengalami tekanan darah tinggi. Tak jarang, hipertensi juga dapat menurun dari keluarga meskipun Anda telah menjalani gaya hidup yang jauh dari pemicu hipertensi.

  1. Obesitas atau berat badan berlebih

Obesitas atau memiliki berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko kenaikan tekanan darah dan penyakit kardiovaskular karena ada sistem tertentu di tubuh yang teraktivasi. Sistem ini akan meningkatkan tekanan darah.

  1. Konsumsi garam

Sudah bukan rahasia lagi bahwa konsumsi garam berlebih adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tekanan darah tinggi. Sodium dapat memicu penyerapan air dalam tubuh yang meningkatkan tekanan darah.

Salah satu usaha untuk menjaga kesehatan adalah mengontrol tekanan darah. Jika Anda ingin melakukan tes tekanan darah ini bisa dilakukan pada Klinik Ammyn Sukabumi. Bahkan tidak hanya itu, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan lainnya di sini.