Proses Pemulihan Sembuh Dari Covid-19 Berapa Lama Sih ?

Kebanyakan orang yang terkena COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang disebut SARS-CoV-2, hanya akan mengalami penyakit ringan. Tapi apa sebenarnya artinya itu?

Kebanyakan orang yang memiliki penyakit COVID-19 akan sembuh dari COVID-19 sepenuhnya dalam beberapa minggu. Namun ada beberapa kasus orang yang terkena COVID-19 dengan penyakit ringat tetap mengalami gejala ketika pemulihannya. 

Orang-orang ini terkadang menggambarkan diri mereka sebagai kondisinya disebut sindrom pasca-COVID-19 atau “covid-19 berkepanjangan”. Mereka umumnya dianggap sebagai efek COVID-19 yang bertahan selama lebih dari empat minggu setelah Anda di diagnosis dengan virus COVID-19.

Sedangkan orang yang lebih tua dan orang dengan kondisi medis serius merupakan yang paling mengalami gejala COVID-19 yang berkepanjangan, tetapi bahkan orang muda yang sehat pun dapat merasa tidak sehat selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah infeksi. Tanda dan gejala umumnya yaitu :

  • Kelelahan
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Batuk
  • Nyeri sendi
  • Sakit dada
  • Masalah memori, konsentrasi, atau tidur
  • Nyeri otot atau sakit kepala
  • Detak jantung cepat atau berdebar
  • Kehilangan bau atau rasa
  • Depresi atau kecemasan
  • Demam
  • Pusing saat berdiri

Sulit bagi dokter untuk memprediksi kapan gejala akan membaik, karena ini berbeda untuk orang yang berbeda. Pemulihan Anda akan tergantung pada usia Anda, kesehatan Anda secara keseluruhan, dan seberapa parah gejala COVID-19 Anda. Beberapa gejala, seperti kelelahan, akan terus berlanjut ketika gejala lainnya membaik maupun hilang.

Berapa lama akan menular?

Sulit untuk mengetahuinya secara pasti. Tetapi secara umum, bagi setiap orang yang terkena COVID-19 ini akan tidak lagi tertular dari 10 hingga 14 hari setelah gejala yang Anda mulai. Namun hal ini bergantung pada beberapa hal, seperti seberapa parahnya infeksi serta gejala yang dialami. Penting untuk berbicara dengan dokter atau perawat Anda untuk mengetahui kapan Anda tidak lagi dianggap menular.

Kapan saya harus menghubungi dokter atau perawat saya?

Beberapa kelelahan umum terjadi, dan dapat bertahan selama beberapa minggu hingga pemulihan Anda. Tetapi jika Anda menderita COVID-19 dan terus mengalami gejala yang mengganggu (seperti kelelahan parah, ketidaknyamanan dada, atau sesak napas) belum sembuh dari COVID-19 setelah 2 hingga 3 minggu, hubungi dokter atau perawat Anda. Anda harus segera menghubungi petugas COVID-19 apabila mulai kembali memburuk maupun terdapat gejala baru.  Mereka akan memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan dan jika Anda perlu dilihat.

Tergantung pada gejala Anda, Anda mungkin perlu tes. Hal ini bisa membantu dokter untuk mengetahui yang menyebabkan gejala Anda dan apakah diperlukan perawatan.

Berapa Waktu Pemulihan untuk Coronavirus?

Penelitian awal menunjukkan bahwa dibutuhkan waktu 2 minggu bagi tubuh Anda untuk mengatasi penyakit ringan, atau hingga 6 minggu untuk kasus yang parah atau kritis. Data yang lebih baru menunjukkan bahwa pemulihan bervariasi untuk orang yang berbeda, tergantung pada hal-hal seperti usia dan kesehatan Anda secara keseluruhan. Kelelahan, sakit kepala, dan kesulitan bernapas adalah gejala yang paling mungkin bertahan lama.

Pedoman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) lembaga kesehatan masyarkat Amerika mengatakan bahwa jika Anda sakit, Anda harus mengisolasi diri di rumah sampai semua hal ini benar:

  • Anda tidak terjadi demam selama 24 jam dengan tidak meminum obat paracetamol.
  • Gejala Anda lebih baik, meskipun mungkin tidak sepenuhnya hilang.
  • Sudah tidak merasakan gejala apapun selama 10 hari sejak gejala Anda muncul.

Bagi kebanyakan orang yang terkena COVID-19, gejalanya membaik dalam beberapa minggu. Namun ada beberapa orang yang cukup sakit yang terjadi mengakibatkan harus ke rumah sakit, serta mengalami terus gejala yang lebih lama. Ini bisa ringan atau lebih serius.

Dokter masih belajar tentang COVID-19. Tetapi mereka umumnya menggambarkan 2 tahap penyakit dan pemulihan:

●”COVID-19 Akut” – Ini mengacu pada gejala yang berlangsung hingga 4 minggu setelah seseorang terinfeksi. Kebanyakan orang dengan COVID-19 ringan tidak memiliki gejala di luar tahap ini, tetapi beberapa memilikinya.

●”Kondisi pasca-COVID” – Ini mengacu pada gejala yang berlanjut lebih dari 4 minggu setelah terinfeksi. Ini lebih sering terjadi pada orang yang sakit kritis, yang berarti mereka harus tinggal di unit perawatan intensif (“ICU”), memakai ventilator (mesin pernapasan), atau memiliki jenis alat bantu pernapasan lainnya.

Istilah yang berbeda telah digunakan ketika orang memiliki gejala persisten, yang berarti gejala yang berlangsung lebih lama dari beberapa bulan belum sembuh dari COVID-19.

Penyebab Sakit Punggung Pada Selama Kehamilan

Kehamilan adalah suatu anugrah yang diinginkan oleh setiap pasangan yang telah menikah. Selama kehamilan, perlahan-lahan wanita hamil akan mengalami perubahan pada fisiknya mulai dari perut, payudara, bokong, paha hingga pinggul. Perubahan fisik yang wanita hamil alami juga akan membuatnya mengalami beberapa kondisi seperti salah satunya sakit punggung. Penyebab sakit punggung saat hamil, umumnya karena pembesaran rahim.

Gatal di pinggul memang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman

Penyebab Sakit Punggung Saat Hamil

Sakit punggung adalah hal wajar yang dialami wanita saat masa kehamilan dan biasanya muncul pada trimester kedua kehamilan. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena umumnya sakit punggung yang Anda alami saat hamil bukanlah suatu kondisi medis yang serius. 

Berikut ini adalah beberapa penyebab sakit punggung selama masa kehamilan.

  1. Pertambahan Berat Badan

Selama kehamilan, ibu hamil akan mengalami pertambahan berat badan sekitar 11 – 18 kg (untuk wanita underweight) dan 7 – 11 kg (untuk wanita overweight). Pertambahan tersebut pada wanita hamil membuat tulang belakang harus menopang berat badan sehingga menyebabkan nyeri pada punggung bagian bawah.

Selain itu, berat bayi di kandungan yang juga terus bertambah turut memberikan tekanan pada pembuluh darah dan saraf pada panggul dan punggung.

  1. Perubahan Hormon

Pada trimester pertama kehamilan, kadar progesteron dalam tubuh meningkat dengan cepat. Kadar hormon tersebut akan membantu untuk mengendurkan otot dan ligamen yang berada di dekat panggul yang bisa memengaruhi kestabilan sendi sehingga menimbulkan rasa sakit. 

Selain itu, hormon relaksin yang berperan untuk melemaskan ligamen dan sendi guna mempersiapkan proses kelahiran. Akibatnya, hormon relaksin membuat ligamen tidak stabil sehingga menyebabkan nyeri pada punggung bagian bawah.

  1. Pemisahan Otot

Dalam perut, terdapat dua otot paralel yang membantu menstabilkan tulang belakang dan menopang panggung. Selama kehamilan, janin yang semakin membesar akan mendorong otot-otot perut termasuk otot paralel yang menyebabkan peregangan bahkan pemisahan. Saat otot perut mengalami peregangan, maka dapat meningkatkan risiko nyeri pada punggung.

  1. Stres

Wanita hamil bisa mengalami stres atau tekanan karena berbagai kondisi, karena kondisi mental ibu hamil yang cenderung lebih sensitif. Saat stres, maka otot bagian punggung menegang hal ini lah yang menjadi penyebab sakit punggung pada wanita hamil. Bukan hanya itu saja, ibu hamil juga bisa merasakan gejala fisik seperti sakit kepala, kelelahan dan nyeri otot.

Tips Mengatasi Sakit Punggung Saat Hamil

Meski merupakan suatu kondisi yang umum terjadi selama kehamilan, namun sakit punggung saat hamil bisa Anda atasi dengan cara-cara berikut ini.

  1. Tidur Posisi Miring

Guna mengatasi sakit punggung, Anda bisa tidur dengan posisi miring ke kiri guna mengurangi tekanan pada tulang belakang dengan menekuk kedua lutut. Anda juga bisa menggunakan bantal kehamilan yang bisa membantu menopang bagian punggung, leher, perut dan bahu.

  1. Yoga

Wanita hamil memang tidak bisa melakukan berbagai olahraga berat, namun wanita hamil bisa melakukan olahraga ringan seperti yoga. Ada berbagai pose yoga yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi sakit punggung saat hamil.

Anda bisa melakukan pose wide squat, butterfly, child’s pose, triangle pose atau sumo squat pose. Beberapa pose tersebut bisa mengurangi sakit punggung yang Anda rasakan selama kehamilan. Anda bisa melakukan yoga selama 3 hingga 5 kali dengan durasi 30 menit selama kehamilan.

  1. Melakukan Pijat Prenatal

Siapa bilang ibu hamil tidak bisa di pijat? Ibu hamil dapat melakukan pijat kehamilan atau pijat prenatal dengan bidan atau seseorang yang profesional di bidang pijat prenatal. Karena ada beberapa bagian tubuh yang tidak boleh dipijat saat wanita sedang hamil.

Pijat saat kehamilan cukup aman dilakukan setelah melewati trimester pertama. Selain itu, hindari juga pijatan selama tiga bulan pertama kehamilan karena bisa memicu pusing dan membuat mual atau morning sickness.

  1. Mengonsumsi Obat

Jika sakit punggung yang Anda rasakan cukup mengganggu, Anda bisa meminta dokter kandungan untuk meresepkan obat untuk meringankan nyeri punggung. Namun pemberian obat harus atas saran dokter kandungan, karena ada beberapa obat seperti ibuprofen dan NSAID yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil.

Itulah beberapa penyebab sakit punggung selama kehamilan. Rutin melakukan yoga merupakan salah satu cara ampuh untuk mengatasi sakit punggung selama hamil.

Sindrom Lorong Karpal Pada Ibu Hamil

Sindrom lorong karpal atau Carpal tunnel syndrome (CTS) biasa terjadi ketika pada kehamilan. Lorong karpal ini terjadi pada wanita hamil. Namun, para ahli belum yakin yang menjadi penyebab cts ini selama kehamilan. Tetapi mereka berpendapat bahwa terjadinya pembengkakan akibat dari hormon yang menjadi penyebab. Sama dengan retensi cairan pada kehamilan menyebabkan para pergelangan kaki serta jari membengkak. Oleh karena itu juga bisa menyebabkan pembengkakan yang mengarah pada sindrom terowongan karpal.  

Carpal tunnel syndrome dapat terjadi ketika saraf di telapak tangan mengalami tekanan

Apa saja gejala sindrom terowongan karpal pada kehamilan ?

Berikut ini gejala umum pada sindrom terowongan karpal pada kehamilan : 

  • mati rasa dan kesemutan (hampir seperti rasa ditusuk jarum) di jari, pergelangan tangan, dan tangan, yang dapat memburuk di malam hari
  • merasakan denyut di tangan, pergelangan tangan, serta jari
  • jari bengkak
  • kesulitan mencengkeram benda dan masalah melakukan keterampilan motorik halus, seperti mengancingkan kemeja atau mengerjakan gesper pada kalung

Satu atau kedua tangan mungkin terpengaruh. Pada studi yang dilakukan pada tahun 2012 ditemukan bahwa hampir 50 persen peserta hamil dengan mengidap sindrom terowongan karpal pada kedua tangannya. 

Gejala dapat memburuk saat kehamilan berlanjut. Laporan sebuah studi mengungkapkan bahwa 40 persen timbul gejala sindrom terowongan karpal ketika sesudah 30 minggu kehamilan. Disaat itulah terjadi kenaikan berat badan serta retensi cairan yang paling banyak. 

Bagaimana kehamilan memengaruhi sindrom terowongan karpal?

Saat Anda hamil, kadar hormon memicu retensi cairan, yang bisa menyebabkan pembengkakan. Pembengkakan ini dapat mendorong saraf median di terowongan karpal meningkatkan tekanan di terowongan karpal dan terkadang menyebabkan rasa sakit di pergelangan tangan Anda.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada trimester ketiga, tetapi bisa juga terjadi pada 2 trimester pertama atau setelah melahirkan. Dalam kebanyakan kasus, gejala akan hilang setelah bayi Anda lahir.

Bagaimana saya tahu jika saya menderita carpal tunnel syndrome?

Tanda dan gejala umum carpal tunnel syndrome meliputi:

  • Nyeri: terutama di pergelangan tangan, ibu jari, jari telunjuk atau jari tengah. Nyeri dapat memburuk saat Anda menggerakkan tangan atau jika cuaca sangat panas. Ini juga lebih mungkin terjadi pada malam hari.
  • Mati rasa: terutama di ibu jari, jari telunjuk atau jari tengah. Kasus yang sangat buruk dapat mengakibatkan kesulitan memegang atau mengambil barang, dan Anda mungkin merasa canggung.
  • Kesemutan: terutama di ibu jari, jari telunjuk atau jari tengah. Kesemutan dapat memburuk saat Anda menggerakkan tangan atau jika cuaca sangat panas. Ini juga lebih mungkin terjadi pada malam hari.
  • Kelemahan: stres pada saraf di sindrom lorong karpal dapat menyebabkan kelemahan pada ibu jari, jari telunjuk atau telapak tangan Anda.
  • Intensitas gejala dapat bervariasi dari iritasi ringan, nyeri sesekali, hingga nyeri serius. Gejala dapat menghentikan Anda dari tidur atau membuat Anda sulit melakukan tugas rutin seperti bekerja, berpakaian, memasak, atau merawat bayi Anda.

Bagaimana mengelola gejala sindrom terowongan karpal pada kehamilan?

Anda dapat mengelola gejala selama kehamilan dengan:

  • latihan
  • menyesuaikan posisi Anda selama persalinan dan tugas lainnya
  • menghindari tugas yang berulang

Posisi istirahat dan tidur

Ketika beristirahat, posisikan tangan dan pergelangan tangan Anda di atas bantal atau bantalan. Pastikan itu ditempatkan lebih tinggi dari hati Anda.

Beberapa pasien mengatakan bahwa mengangkat atau menggantung tangan Anda dapat membantu rasa sakit. Seperti, biarkan tangan Anda menggantung di atas tempat tidur.

Jangan tidur di sisi tangan Anda yang sakit. Mengenakan belat di malam hari membantu menjaga pergelangan tangan Anda dalam posisi yang nyaman.

Mengurangi pembengkakan

Mengalirkan air dingin ke pergelangan tangan Anda sebelum tidur dapat membantu mengurangi pembengkakan. Anda dapat mengurangi pembengkakan umum di seluruh tubuh Anda dengan:

  • kurangi makan makanan asin
  • pergi berenang

Apa yang harus dihindari?

Hindari tugas yang berulang, seperti:

  • meremas berlebihan
  • mencengkeram
  • meremas-remas

Hindari posisi atau tugas apa pun yang memperburuk gejala Anda.

Latihan

Lakukan latihan tangan dan pergelangan tangan yang lembut setiap hari.

Ikuti langkah ini:

  • Lakukan gerakan melingkar dengan ibu jari, 5 kali satu arah dan 5 kali arah lain.
  • Buka dan tutup kepalan tangan Anda 10 kali.
  • Dengan siku menempel di sisi tubuh, pegang tangan dengan telapak tangan menghadap ke atas lalu turun ke lantai. Ulangi ini 10 kali.

Tahan setiap posisi setidaknya selama 5 detik. Ulangi seluruh peregangan sebanyak 5 kali.

Cara mengobati sindrom terowongan karpal pada kehamilan

Kebanyakan dokter merekomendasikan untuk mengobati sindrom terowongan karpal secara konservatif pada kehamilan. Banyak orang akan mengalami kelegaan pada minggu-minggu dan bulan-bulan setelah melahirkan. Pada salah satu penelitian, mengungkapkan hanya 1 dari 6 peserta yang mengalami sindrom terowongan karpal selama kehamilan, masih memiliki gejala 12 bulan setelah melahirkan.

Anda lebih mungkin untuk terus mengalami sindrom terowongan karpal setelah melahirkan jika gejala sindrom terowongan karpal Anda, dimulai lebih awal pada kehamilan atau jika gejala Anda parah.

Berikut ini perawatan yang aman digunakan selama kehamilan : 

  • Carilah penjepit yang menjaga pergelangan tangan Anda dalam posisi tidak tertekuk. Ketika gejala cenderung lebih buruk, memakai brace di malam hari mungkin sangat bermanfaat. Bisa digunakan pada siang hari.
  • Kurangi aktivitas yang menyebabkan pergelangan tangan Anda menekuk.Termasuk ketika mengetik di keyboard.
  • Oleskan es yang dibungkus handuk ke pergelangan tangan Anda selama sekitar 10 menit, beberapa kali sehari, untuk membantu mengurangi pembengkakan : Rendam pergelangan tangan Anda dalam air dingin selama sekitar satu menit, lalu dalam air hangat selama satu menit lagi. Terus bergantian selama lima hingga enam menit. Ulangi sesering mungkin.
  • Setiap kali Anda merasakan sakit atau kelelahan di pergelangan tangan Anda, istirahatkan sebentar, atau beralihlah ke aktivitas lain.
  • Tinggikan pergelangan tangan Anda kapanpun Anda bisa. Anda dapat menggunakan bantal untuk melakukannya.
  • Terdapat sebuah studi mengungkapkan bahwa dengan melakukan yoga bisa mengurangi rasa sakit serta dapat meningkatkan daya cengkraman pada orang sindrom terowongan karpal. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan, terutama untuk memahami manfaat sindrom lorong karpal terkait kehamilan.
  • Terapi pelepasan myofascial dapat mengurangi nyeri terkait lorong karpal dan meningkatkan fungsi tangan. Ini adalah jenis pijatan untuk mengurangi ketegangan dan sesak pada ligamen dan otot.
  • Minum obat pereda nyeri. Menggunakan acetaminophen (Tylenol) pada titik mana pun dalam kehamilan umumnya dianggap aman, selama Anda tidak melebihi 3.000 mg setiap hari. Bicarakan dengan dokter jika Anda khawatir. Hindari ibuprofen (Advil) selama kehamilan kecuali jika disetujui secara khusus untuk digunakan oleh dokter Anda. Ibuprofen telah dikaitkan dengan cairan ketuban yang rendah dan sejumlah kondisi lainnya.

5 Cara Menghilangkan Trypanophobia Saat Vaksinasi Covid-19

5 Cara Menghilangkan Trypanophobia Saat Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu vaksinasi yang menggunakan jarum suntik untuk menyuntikkan cairan ke dalam tubuh.

Penggunaan jarum suntik pada vaksinasi ini tentu saja akan menimbulkan rasa sakit pada area yang disuntikkan, yaitu otot lengan.

Hal ini kemudian akan menimbulkan rasa takut dan panik yang kemudian ditambah dengan bentuk jarum suntik itu sendiri.

Rasa tersebut lama-kelamaan akan berubah menjadi semacam fobia terhadap jarum suntik atau trypanophobia sehingga muncul keinginan tidak ingin divaksinasi.

Penyebab fobia ini cukup banyak. Seperti dilansir dari Healthline penyebabnya adalah sebagai berikut:

  • Mempunyai pengalaman hidup yang negatif serta trauma terhadap suatu objek tertentu
  • Mempunyai kerabat yang memiliki fobia yang sama
  • Perubahan kimiawi pada otak
  • Fobia yang muncul di masa kecil terutama di usia 10 tahun
  • Temperamental serta emosi yang negatif
  • Memelajari hal-hal yang bersifat negatif
  • Mempunyai kenangan yang buruk akan suntikan
  • Pernah mengalami pusing dan pingsan ketika disuntik

Selain penyebab, fobia terhadap jarum suntik saat akan vaksinasi juga ditunjukkan melalui beberapa gejala pada orang yang mengidapnya seperti mengalami pusing, pingsan, kalap, insomnia, dan serangan kecemasan.

Hal-hal berikut akan membuat pasien yang disuntik nekat melarikan diri dari para petugas medik yang akan melakukan penyuntikan.

Cara Menghilangkan Trypanophobia

Fobia terhadap jarum suntik merupakan hal yang harus dihilangkan karena hal itu akan berdampak pada proses vaksinasi yang sedang dijalankan termasuk vaksinasi Covid-19.

Hal ini akan membuat orang-orang tidak mau divaksin, karena ketakutan terhadap jarum suntik, dan ini akan membuat proses pembentukan kekebalan kelompok yang diharapkan untuk pencegahan Covid-19 secara maksimal menjadi terganggu.

Karena itulah, fobia ini perlu dihilangkan agar vaksinasi berjalan lancar. Nah, bagi Anda yang mengalami trypanophobia hendaknya menyimak cara-cara berikut supaya Anda tidak merasa ketakutan berlebihan saat disuntik. Berikut adalah caranya:

Komunikasikan Kepada Penyedia Layanan Vaksinasi

Mengomunikasikan fobia yang Anda punya terdapat penyedia layanan vaksinasi merupakan hal pertama yang perlu Anda lakukan setelah Anda memesan jadwal untuk vaksinasi.

Ketika Anda mengomunikasikan ketakutan Anda mereka tentu akan membantu Anda dengan memberikan semacam konsultasi psikologis yang bisa membantu meredakan ketakutan.

Jangan Terlalu Dipikirkan

Cara selanjutnya adalah Anda sebaiknya tidak terlalu memikirkan hal tersebut  karena akan berdampak pada tindakan Anda selanjutnya.

Akibatnya, karena fobia yang Anda miliki itu, Anda tidak jadi melakukan vaksinasi yang tentu saja akan berpengaruh pada diri dan sekitar Anda.

Karena itu, pikirkan saja hal-hal lain yang menyenangkan agar ketakutan yang Anda alami tidak semakin parah.

Buatlah Diri Senyaman Mungkin

Anda tentunya harus nyaman saat sedang melakukan vaksinasi. Hal ini akan membantu meredakan ketakutan yang Anda alami.

Rasa nyaman itu bisa Anda dapatkan dengan cara bernapas dalam-dalam lalu mengeluarkannya supaya ada perasaan lega, duduk nyaman saat hendak disuntik, dan alihkan perhatian dari jarum suntik.

Konsumsi Obat Anti-Kecemasan

Mengonsumsi obat anti-kecemasan juga perlu Anda lakukan supaya fobia terhadap jarum suntik yang Anda idap tidak begitu parah.

Anda bisa mengonsumsi obat seperti Xanax dan Valium sebelum penyuntikan, dan tentunya harus dengan saran dokter.

Melakukan Terapi

Terakhir, Anda bisa melakukan terapi perilaku kognitif yang dapat membuat Anda menghilangkan fobia tersebut.

Terapi ini akan melibatkan Anda mengenai ketakutan terhadap jarum suntik dengan cara memelajari dan memikirkan ketakutan tersebut.

Hal ini kemudian akan membuat Anda bisa menguasai ketakutan dalam pikiran tersebut sehingga Anda tidak takut dan percaya diri untuk melakukan vaksinasi.

Ketika Anda sudah berhasil menghilangkan fobia jarum suntik tersebut dan berhasil melewatinya saat penyuntikan, Anda bisa mengapresiasi dan mempersiapkan diri untuk penyuntikan vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

Bagaimanapun trypanophobia seharusnya tidak menjadi penghalang besar karena vaksin Covid-19 mempunyai banyak keuntungan untuk perlindungan diri, keluarga, dan masyarakat dari Covid-19 daripada rasa takut yang ada idap.

Beberapa Informasi Penting Tambahan Seputar Dent Disease

Beberapa Informasi Penting Tambahan Seputar Dent Disease

Hingga saat ini, perkembangan dunia medis atau kesehatan telah mengenal serta menginventarisir beragam jenis penyakit yang bisa diderita oleh manusia. Di antara penyakit-penyakit itu, ada yang dikategorikan sebagai penyakit langka. Sementara satu di antara sekian banyak penyakit langka, dunia kesehatan mengenal dent disease. 

Secara sederhana, penyakit langka adalah penyakit yang tingkat prevalensinya atau jumlah penderitanya sangat sedikit. Uni Eropa mendefinisikan penyakit langka sebagai penyakit yang jumlah penderitanya tidak lebih dari lima orang dari 100.000 orang penduduk, atau tidak lebih dari 0,5% penduduk. 

Dent disease sendiri merupakan penyakit atau kelainan ginjal genetik langka yang dapat diketahui ketika di dalam urine seseorang terdapat protein. Seseorang yang menderita penyakit ini juga mengalami peningkatan kadar kalsium di dalam urinenya. 

Lebih lanjut, penderita dent disease juga mungkin sekali mengalami pengapuran ginjal (nefrokalsinosis), episode berulang batu ginjal (nefrolitiasis), hingga penyakit ginjal kronis. Perlu diketahui bahwa jenis kelamin laki-laki lebih berpotensi mengalami dent disease ketimbang perempuan. 

Untuk mengenal penyakit langka ini secara lebih lengkap, berikut beberapa informasi umum yang bisa kita jadikan sebagai referensi:

  • Sejarah dent disease

Dent disease pertama kali dilaporkan dalam literatur medis pada tahun 1964 oleh Drs. Dent dan Friedman. Laporan itu menjelaskan bahwa terdapat kasus masalah di ginjal yang diderita dua anak laki-laki, tetapi tidak berhubungan dengan rakhitis. 

Gangguan tersebut akhirnya dijelaskan sepenuhnya oleh Dr. Oliver Wrong pada tahun 1990. Oliver Wong memilih menamai penyakit tersebut dengan nama rekan sekaligus mentornya, Dr. Dent, yang mana juga sebagai pelapor awal. 

Perlu diketahui bahwa selama bertahun-tahun, sebelum dr. Oliver Wong berhasil menjelaskan, dent disease disebut dengan beragam nama, termasuk X-linked recessive nephrolithiasis dengan gagal ginjal, X-linked recessive hypercalciuric hypophosphatemic rickets, dan idiopathic low-molecular-weight proteinuria dengan hypercalciuria dan nephrocalcinosis. 

Setelah beragam penelitian dan studi lanjutan dilakukan untuk memperkaya khazanah ilmu medis terkait dent disease, kini dent disease dipecah menjadi dua jenks, yakni tipe 1 dan tipe 2 berdasarkan mutasi genetik spesifik yang ada. Namun, tetap ada penderita dent disease yang tidak mengetahui mutasi kedua gen ini atau disebut non 1 atau non 2.

  • Penyebab penyakit dan penjelasan mengapa laki-laki lebih potensial

Dent disease tipe 1 disebabkan oleh mutasi pada  gen CLCN5. Sementara dent disease tipe 2 disebabkan oleh mutasi pada  gen OCRL1. Gen memberikan instruksi untuk membuat protein yang memainkan peran penting dalam banyak fungsi tubuh. Ketika mutasi gen terjadi, produk protein mungkin salah, tidak efisien, atau tidak ada. Tergantung pada fungsi protein tertentu, ini dapat mempengaruhi banyak sistem organ tubuh. 

Dalam kebanyakan kasus, anak laki-laki mewarisi kelainan tersebut dari ibu pembawa yang tidak memiliki gejala atau gejala kelainan yang sangat ringan. Ketika seorang ibu diketahui sebagai pembawa  mutasi CLCN5  atau  OCRL1, ada kemungkinan 50% untuk menurunkan mutasi itu kepada anak-anaknya. 

Laki-laki yang mewarisi mutasi akan memiliki kelainan, sedangkan perempuan yang mewarisi mutasi akan menjadi pembawa. Inilah alasan mengapa dent disease disebut-sebut hanya dapat dialami oleh laki-laki. 

  • Masalah kesehatan lain yang sejenis

Gejala atau kondisi penderita dent disease ini sebenarnya hampir mirip dengan beberapa penyakit lain. Ada beberapa kelainan genetik langka yang ditandai dengan pembentukan batu di ginjal atau saluran kemih, mirip dengan yang terlihat pada dent disease. 

Gangguan tersebut termasuk hiperoksaluria primer, hiperkalsiuria familial-hipomagnesemia-nefrokalsinosis (sindrom Michelis-Castrillo), defisiensi adenin fosforibosiltransferase (APRT), dan sistinuria.

Berbagai gangguan lain yang ditandai dengan sindrom fanconi ginjal juga disebut-sebut serupa dengan dent disease. Contohnya termasuk kelainan genetik seperti cystinosis, intoleransi fruktosa herediter, galaktosemia, tyrosinemia, penyakit Wilson, dan berbagai penyakit penyimpanan glikogen. 

Kemudian sindrom lowe, yang ditandai dengan masalah penglihatan termasuk kekeruhan pada lensa mata (katarak) yang muncul saat lahir, masalah ginjal yang biasanya berkembang pada tahun pertama kehidupan, dan kelainan otak yang berhubungan dengan disabilitas intelektual juga bisa dikatakan ada kaitannya dengan dent disease. Sebab, penyebab penyakit ini adalah mutasi pada gen yang sama, yakni OCRL1. 

Kiranya itulah tiga informasi tambahan seputar penyakit genetik langka dent disease. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai gangguan kesehatan ini, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan dokter atau mereka yang ahli di bidang kesehatan. 

Artikel mengenai dent disease ini bisa kamu jadikan sebagai landasan awal sebelum masuk ke pencarian informasi yang lebih komprehensif dan mendalam.

Mengapa Hb Tinggi? Ini Penjelasannya!

Jumlah Hb tinggi menunjukkan tingkat protein yang mengandung zat besi di atas normal dalam sel darah merah. Hemoglobin atau sering disingkat Hb atau Hgb adalah komponen pembawa oksigen dari sel darah merah. 

Namun, apa sebenarnya penyebab Hb tinggi? Mengapa hemoglobin bisa tinggi atau rendah dan kira-kira apa yang menyebabkan hal tersebut. Berikut penjelasannya!

Hemoglobin adalah…

Hemoglobin adalah molekul protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke paru-paru ke jaringan tubuh dan mengembalikan karbon diaoksida dari jaringan kembali ke paru-paru. 

Hemoglobin (Hb) terdiri dari empat molekul protein (rantai globulin) yang dihubungkan bersama. Molekul hemoglobin dewasa normal mengandung dua rantai alfa-gloubin dan dua rantai beta-gloubin. Pada janin dan bayi, rantai beta tidak umum dan molekul hemoglobin terdiri dari dua lafa dan dua rantai gamma. Saat bati tumbuh, rantai gamma secara bertahap digantikan oleh rantai beta, membentuk struktur hemoglobin dewasa. 

Hb juga berperan penting dalam menjaga bentuk sel darah merah. Dalam bentuk aslinya, sel darah merah berbentuk bulat dengan pusat sempit menyerupai donat tanpa lubang di tengahnya. Oleh karena itu, struktur hemoglobin yang tidak normal dapat mengganggu bentuk sel darah merah dan menghambat fungsi serta alirannya melalui pembuluh darah. 

Lalu, bagaimana mengukur Hb?

Hb biasanya diukur sebagai bagian dari tes hitung darah lengkap rutin dari sampel darah. Ada beberapa metode untuk mengukur Hb, sebagian besar saat ini dilakukan oleh mesin otomatis yang dirancang untuk melakukan berbagai tes pada darah. 

Di dalam mesin, sel darah merah dipecah untuk mendapatkan Hb menjadi larutan. Hemoglobin bebas terpapar bahan kimia yang mengandung sianida yang mengikat erat molekul hemoglobin untuk membentuk sianomethemoglobin. Dengan menyinari larutan dan mengukur seberapa banyak cahaya yang diserap (khususnya pada panjang gelombang 540 nanometer), jumlah hemoglobin dapat ditentukan.

Nilai hemoglobin normal

Kisaran normal untuk hemoglobin tergantung pada usia dan dimulai pada masa remaja, jenis kelamin orang tersebut. Rentang normalnya adalah:

  • Bayi baru lahir: 17 hingga 22 gm/dL
  • Usia 1 minggu: 15 sampai 20 gm/dL
  • Usia 1 bulan: 11 sampai 15 gram/dL
  • Anak-anak: 11 hingga 13 gm/dL
  • Laki-laki dewasa: 14 sampai 18 gram/dL
  • Wanita dewasa: 12 hingga 16 gram/dL
  • Pria setelah usia paruh baya: 12,4 hingga 14,9 gram/dL
  • Wanita setelah usia paruh baya:11,7 hingga 13,8 gram/dL

Semua nilai ini mungkin sedikit berbeda antar laboratorium. Wanita hamil disarankan untuk menghindari kadar hemoglobin tinggi dan rendah untuk menghindari peningkatan risiko lahir mati (hemoglobin tinggi-di atas kisaran normal) dan kelahiran prematur atau bayi berat lahir rendah (hemoglobin rendah-di bawah kisaran normal). 

Apa artinya Hb tinggi?

Kadar Hb tinggi dari biasanya dapat dilihat pada orang yang tinggal di dataran tinggi dan pada orang yang merokok. Dehidrasi menghasilkan pengukuran hemoglobin tinggi yang salah sayang menghilang ketika keseimbangan cairan yang tepat dipulihkan. Beberapa penyebab jarang lainnya adalah kadar Hb tinggi adalah:

  • Penyakit paru-paru lanjut (misalnya emfisema)
  • Tumor tertentu
  • Kelain sumsum tulang ayng dikenal sebagai polycythemia rubra vera
  • Penyalahgunaan obat eritropoietin (Epogen) oleh atlet untuk tujuan doping darah (meningkatkan jumlah oksigen yang tersedia untuk tubuh dengan meningkatkan produksi sel darah merah secara kimiawi). 

Apa artinya Hb rendah?

Tingkat Hb yang rendah disebut sebagai anemia atau jumlah drah merah yang rendah. Jumlah sel darah yang lebih rendah dari jumlah normal disebut sebagai anemia dan kadar hemoglobin mencerminkan angka ini. Ada banyak penyebab anemia. Beberapa yang umum adalah:

  • Kehilangan darah (cedera traumatis, pembedahan, pendarahan, kanker usus besar, atau tukak lambung)
  • Kekurangan nutrisi (zat besi, vitamin B12, folat)
  • Masalah sumsum tulang (pergantian sumsum tulang oleh kanker)
  • Penekanan oleh obat-obatan kemoterapis sintesis sel darah merah
  • Gagal ginjal
  • Struktur hemoglobin abnormal (anemia sel sabit atau talasema)

Jadi, tingkat Hb tinggi dapat disebabkan oleh beberapa faktor beberapa di antaranya adalah penyakit paru-paru, tumor dan beberapa penyebab lainnya.

Penyebab HB Rendah dan Cara Meningkatkan Hemoglobin

Hemoglobin adalah protein kaya zat besi dalam sel darah merah. Oksigen yang masuk ke paru-paru menempel pada hemoglobin dalam darah, yang membawanya ke jaringan di dalam tubuh.

Ketika seseorang memiliki sel darah merah yang tidak mencukupi atau yang mereka miliki tidak berfungsi dengan baik, tubuh kekurangan oksigen yang dibutuhkan untuk berfungsi maka ada penyebab HB rendah. Kondisi ini disebut anemia.

Hb tinggi biasanya memunculkan gejala sakit kepala dan kelelahan

Di sini, kita akan melihat peran hemoglobin, dan bagaimana kadarnya dalam darah diuji. Memeriksa jenis-jenis utama anemia secara lebih rinci dan mencari cara untuk mencegahnya.

Hemoglobin, zat yang memberi warna pada sel darah merah, merupakan zat yang memungkinkan terjadinya pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh. Kadar hemoglobin yang rendah menyebabkan anemia, yang menyebabkan gejala seperti kelelahan dan kesulitan bernapas.

Jumlah hemoglobin rendah terkait dengan penyakit dan kondisi

Jumlah hemoglobin yang rendah dapat dikaitkan dengan penyakit atau kondisi yang menyebabkan tubuh Anda memiliki terlalu sedikit sel darah merah. Ini dapat terjadi jika:

  • Tubuh Anda menghasilkan lebih sedikit sel darah merah dari biasanya
  • Tubuh Anda menghancurkan sel darah merah lebih cepat daripada yang dapat diproduksi
  • Anda kehilangan darah

Berapa jumlah hemoglobin yang rendah?

Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah Anda yang membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda. Ini juga mengangkut karbon dioksida keluar dari sel Anda dan kembali ke paru-paru Anda untuk dihembuskan.

The Mayo Clinic mendefinisikan jumlah hemoglobin rendah sebagai apa pun di bawah 13,5 gram per desiliter pada pria atau 12 gram per desiliter pada wanita.

Banyak hal yang dapat menyebabkan rendahnya kadar hemoglobin, seperti:

  • anemia defisiensi besi
  • kehamilan
  • masalah hati
  • infeksi saluran kemih

Selain itu, beberapa orang memiliki jumlah hemoglobin yang rendah secara alami tanpa penyebab yang mendasarinya. Orang lain memiliki hemoglobin rendah, tetapi tidak pernah memiliki gejala apapun, itu yang menjadi penyebab HB rendah.

Bagaimana meningkatkan hemoglobin

  1. Meningkatkan asupan zat besi

Seseorang dengan penurunan kadar hemoglobin mungkin mendapat manfaat dari makan lebih banyak makanan kaya zat besi. Zat besi bekerja untuk meningkatkan produksi hemoglobin, yang juga membantu membentuk lebih banyak sel darah merah.

Makanan kaya zat besi meliputi:

  • daging dan ikan
  • produk kedelai, termasuk tahu dan edamame
  • telur
  • buah-buahan kering, seperti kurma dan buah ara
  • brokoli
  • sayuran berdaun hijau, seperti kangkung dan bayam
  • kacang hijau
  • kacang-kacangan dan biji-bijian
  • selai kacang
  1. Meningkatkan asupan folat

Folat adalah salah satu jenis vitamin B yang berperan penting dalam produksi hemoglobin. Tubuh menggunakan folat untuk menghasilkan heme, komponen hemoglobin yang membantu membawa oksigen.

Jika seseorang tidak mendapatkan cukup folat, sel darah merahnya tidak akan bisa matang, yang dapat menyebabkan anemia defisiensi folat dan kadar hemoglobin yang rendah.

Sumber folat yang baik meliputi:

  • daging sapi
  • bayam
  • Nasi
  • kacang kacangan
  • kacang polong hitam
  • kacang merah
  • alpukat
  • selada

3. Memaksimalkan penyerapan zat besi

Mengkonsumsi zat besi dalam makanan atau suplemen itu penting, tetapi seseorang juga harus membantu tubuh mereka menyerap zat besi itu.

Makanan kaya vitamin C, seperti jeruk, stroberi, dan sayuran berdaun hijau, dapat meningkatkan jumlah zat besi yang diserap. Mengonsumsi suplemen vitamin C juga dapat membantu. Vitamin A dan beta-karoten dapat membantu tubuh menyerap dan menggunakan zat besi. Makanan yang kaya vitamin A meliputi:

  • ikan
  • hati
  • labu
  • ubi jalar
  • kubis dan sawi

Makanan tinggi beta-karoten termasuk buah dan sayuran kuning, merah, dan oranye, seperti:

  • wortel
  • ubi jalar
  • labu
  • melon
  • mangga

Meskipun suplemen vitamin A dapat membantu tubuh untuk memproses zat besi, vitamin tersebut berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak.

Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai hipervitaminosis A. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti nyeri tulang dan sendi, sakit kepala parah, dan peningkatan tekanan di dalam otak.

4. Mengonsumsi suplemen zat besi

Seorang dokter mungkin menyarankan seseorang dengan kadar hemoglobin yang sangat rendah untuk mengonsumsi suplemen zat besi. Dosisnya akan tergantung pada level seseorang.

Penting untuk diperhatikan bahwa terlalu banyak zat besi bisa berbahaya. Ini dapat menyebabkan hemochromatosis, yang dapat menyebabkan penyakit hati dan efek samping seperti sembelit, mual, dan muntah.

Suplemen akan menyebabkan kadar zat besi meningkat secara bertahap selama beberapa minggu. Seorang dokter mungkin merekomendasikan mengonsumsi suplemen selama beberapa bulan, untuk meningkatkan simpanan zat besi dalam tubuh.

Kapan harus ke dokter

Beberapa kasus hemoglobin rendah dan penyebab hb rendah tidak dapat diperbaiki melalui diet dan suplemen saja. Hubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut saat mencoba meningkatkan kadar hemoglobin Anda:

  • kulit dan gusi pucat
  • kelelahan dan kelemahan otot
  • detak jantung yang cepat atau tidak teratur
  • sering sakit kepala
  • memar yang sering atau tidak dapat dijelaskan

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan jumlah hemoglobin Anda melalui perubahan pola makan dan suplemen. Pastikan Anda tetap berhubungan dengan dokter Anda saat Anda mencoba meningkatkan jumlah hemoglobin Anda.

Anda mungkin memerlukan perawatan tambahan, seperti transfusi zat besi, terutama jika Anda sedang hamil atau memiliki kondisi kesehatan kronis.

Bergantung pada penyebab yang mendasari dan perubahan yang Anda buat, diperlukan waktu mulai dari beberapa minggu hingga hampir satu tahun untuk meningkatkan jumlah hemoglobin Anda.

Apakah Rapid Serologi Efektif Untuk Mendeteksi Virus?

Rapid Serologi

Pandemi virus Corona ini sudah menyerang Indonesia selama satu tahun. Meski begitu masih banyak masyarakat yang belum begitu memahami proses tes yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya virus ini dalam tubuh Anda. Ada beberapa tes yang bisa Anda pilih dan disesuaikan dengan kebutuhan. Rapid serologi, rapid antigen, rapid antibodi sampai tes PCR (Polymerase Chain Reaction) adalah salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi adanya virus corona di tubuh Anda atau tidak. 

Masing – masing tes ini tentunya memiliki perbedaan, kelebihan dan kekurangannya. Anda bisa melakukan rapid serologi untuk mendeteksi keberadaan dari virus ini jika muncul gejala awal. Tapi apakah benar rapid serologi ini lebih efektif dibandingkan dengan metode lain?

Rapid serologi adalah pemeriksaan berbasis darah guna identifikasi paparan patogen di dalam tubuh manusia. Rapid serologi dapat melihat respons kekebalan si pasien. Rapid serologi ini adalah tes untuk mendeteksi antibodi baik Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG) terhadap SARS-CoV-2 dalam darah. Cara mendeteksinya dilakukan dengan mengambil darah pasien dan dimasukkan ke tabung darah untuk diproses di laboratorium. 

Hasil dari tes serologi ini bisa reaktif dan non reaktif. Kalau hasilnya reaktif kemungkinan tubuh kamu mengandung antibodi SARS-CoV-2. Antibodi reaktif tidak selalu diartikan virus sedang aktif dalam tubuh. Antibodi juga bisa terdeteksi karena adanya infeksi yang terjadi di masa lampau. Meski begitu, rapid serologi ini tidak bisa dijadikan sebagai diagnosis. Tes ini hanya untuk mendeteksi adanya virus atau tidak, sedangkan untuk diagnosis akhir tetap dilakukan dengan menggunakan PCR Test (Polymerase Chain Reaction Test) untuk menentukan apakah Anda positif atau negatif dari virus corona.

Ketika menjalani rapid serologi, prosedur yang dilakukan terbilang sederhana. Satu-satunya yang dibutuhkan dari pengidap adalah sampel darah, yang kemudian akan diuji di laboratorium. Dalam prosesnya, dokter akan memasukkan jarum ke pembuluh darah dan mengambil darah untuk sampel. Prosedur pengujiannya pun cepat. Tingkat rasa sakit bagi kebanyakan orang juga tidaklah parah. Pendarahan dan infeksi yang berlebihan dapat terjadi, tetapi cukup jarang terjadi. 

Rapid serologi dapat membantu dokter mendiagnosis gangguan autoimun, dengan mencari tahu apakah antibodi terhadap protein atau antigen yang normal atau tidak asing ada dalam darah. Jadi, dapat dikatakan bahwa waktu yang tepat untuk melakukan tes serologi adalah ketika dokter atau pemeriksaan medis menduga adanya penyakit autoimun, atau gangguan lain yang melibatkan sistem kekebalan tubuh. Rapid serologi juga bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit lain seperti 

  • Brucellosis, yang disebabkan oleh bakteri
  • Amebiasis, yang disebabkan oleh parasit
  • Campak, yang disebabkan oleh virus
  • Rubella, yang disebabkan oleh virus
  • HIV
  • Sifilis
  • Infeksi jamur

Anda harus segera melakukan rapid serologi ini jika mengalami gejala dari terinfeksinya virus corona. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan.

  • Hidung beringus
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Merasa tidak enak badan

Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh COVID-19), yang mengakibatkan gejala seperti

  • Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia
  • Batuk dengan lender
  • Sesak napas
  • Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk

Jika Anda mengalami gejala tersebut, segeralah untuk melakukan rapid serologi. Hasil dari rapid serologi ini paling efektif untuk mendeteksi virus di awal karena memiliki sensitivitas terhadap virus yang tinggi. Selain sensitivitas yang tinggi, keunggulan lain dari rapid serologi antibodi ini adalah tingkat spesifisitas lebih dari 99.81 persen dan tanpa gangguan atau cross reaksi dari virus flu biasa dan coronavirus lain selain SARS-CoV-2. Dengan demikian, tes ini dapat mendeteksi antibodi yang timbul dari paparan SARS-CoV-2 atau COVID-19 secara lebih pasti.

Mengenai Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Penyakit Murmur Jantung

Mengenai murmur jantung atau bising jantung barangkali masih jarang diketahui oleh kebanyakan orang. Murmur jantung adalah kondisi adanya suara desingan atau tiupan pada pergerakan aliran darah pada jantung atau di sekitar jantung. Kondisi ini dapat terjadi saat lahir atau berkembang di kemudian hari. 

image Murmur Jantung

Dalam kondisi normal, suara yang dapat didengar dokter dengan stetoskop ini bukan tanda penyakit jantung dan tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, murmur jantung yang tidak normal memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. 

Murmur jantung dapat berhubungan dengan kerusakan katup jantung atau katup jantung yang bekerja terlalu keras. Jika ini terjadi, seseorang perlu mendapat penanganan untuk mencegah infeksi katup jantung, antara lain dengan menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Beberapa penelitian mengungkapkan keterkaitan hubungan antara penyakit gusi dengan kesehatan jantung, antara lain; gusi yang bermasalah menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner, kemudian, orang yang jumlah giginya lebih sedikit dan mengalami lebih banyak sakit gusi, berisiko lebih tinggi mengalami stroke, dan adanya hubungan antara penyumbatan arteri pada kaki dengan penyakit gusi.

Untuk mengetahui lebih dalam penyakit murmur jantung, yuk kita lebih dulu mengenal penyebab, gejala, dan pencegahan murmur jantung ini.

Penyebab Murmur Jantung

Murmur jantung bisa terjadi pada kondisi jantung terisi darah (murmur diastolik), jantung kosong (murmur sistolik), dan detak jantung yang terus-menerus cepat. Sementara itu, penyebab murmur jantung tidak normal meliputi:

Cacat bawaan umum: lubang pada jantung, aliran darah abnormal di sela bilik jantung, gangguan katup jantung dari lahir. Infeksi dan gangguan lain yang merusak struktur jantung: kalsifikasi katup jantung, endokarditis, demam rematik.

Gejala Murmur Jantung

Murmur jantung yang tidak berbahaya atau dikenal juga dengan Innocent heart murmurs biasanya tidak menimbulkan gejala atau tanda tertentu. Murmur jantung yang abnormal pun tidak menimbulkan gejala apapun, maka dari itu hanya dapat diamati melalui stetoskop. Tetapi, beberapa tanda berikut ini dapat mengindikasikan adanya penyakit murmur jantung, antara lain:

  • Kulit tampak berwarna biru (pucat), terutama di ujung jari dan bibir;
  • Bengkak atau kenaikan berat badan yang berlebihan (obesitas);
  • Sesak napas;
  • Batuk kronis;
  • Organ hati (liver) membesar;
  • Pembesaran pembuluh darah vena pada leher;
  • Kurangnya nafsu makan dan keterlambatan perkembangan (terkhusus pada bayi);
  • Mudah berkeringat;
  • Nyeri pada dada;
  • Pusing;
  • Pingsan atau kehilangan kesadaran.

Pencegahan Murmur Jantung 

Sebelum bicara ke pencegahan murmur jantung, ada beberapa faktor risiko yang memungkinkan seseorang mengalami murmur jantung ketika dewasa atau usia lanjut, diantaranya yakni memiliki riwayat keluarga dengan kondisi cacat jantung atau kelainan jantung, maupun memiliki kondisi penyakit tertentu seperti hipertensi, hipertiroidisme, endokarditis, hipertensi paru, sindrom karsinoid, sindrom hipereosinofilik, rheumatoid arthritis, dan otot jantung lemah.

Selain itu, untuk bayi, ada beberapa faktor risiko lain yang mengalami murmur jantung, antara lain, ketika ibu hamil mengalami penyakit tertentu ketika masa kehamilan, seperti diabetes dan infeksi rubella ataupun efek konsumsi obat-obatan tertentu yang dapat berbahaya bagi janin.

Kendati demikian, untuk mengurangi dan menghindari faktor risiko yang bisa menyebabkan terdampak murmur jantung, diantaranya disarankan untuk lebih aktif bergerak/berolahraga, menghindari rokok, mampu mengendalikan stress yang berlebih, menjaga kebersihan gigi & mulut, serta tidur yang cukup. Akan tetapi, murmur jantung seringkali dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak selalu berbahaya.

Kapan Perlu Mendapat Pertolongan Medis?

Murmur jantung normal pada umumnya tidak membutuhkan penanganan khusus. Tetapi murmur jantung abnormal-lah yang perlu mendapatkan penanganan medis. Maka, segera periksakan diri ke dokter jika merasa:

  • Nyeri dada;
  • Sesak napas;
  • Kelelahan;
  • Pingsan tanpa sebab jelas;
  • Detak jantung tidak teratur.

Nah, besar harapan, dengan adanya informasi terkait penyebab, gejala, dan pencegahan murmur jantung bisa bermanfaat untuk semua dan setiap orang bisa waspada dengan segala kemungkinan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan ini.

4 Tips Menjaga Kesehatan Perut dan Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan tubuh manusia tidak pernah berhenti bekerja. Jika tidak dijaga dan diperhatikan dengan baik, maka bisa mengganggu kinerjanya dan berakibat pada kesehatan perut. Beberapa gangguan yang paling sering terjadi biasanya sakit perut, mual, diare, sembelit, dan asam lambung naik. Apabila sedang kambuh, penyakit tersebut bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Anda tentunya tidak ingin produktivitas jadi terganggu karena selalu mengalami gangguan pencernaan. Oleh karena itu dibutuhkan pola hidup sehat dan memperhatikan asupan makanan untuk tubuh. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar kesehatan perut tetap terjaga, di antaranya.

Penyebab perut kembung harus diwaspadai, agar pengobatan terbaiknya dapat dicari.

Perbanyak Konsumsi Makanan Kaya Serat

Kandungan serat yang banyak terdapat di dalam sayuran hijau dan buah-buahan dikenal bermanfaat untuk kesehatan perut dan sistem pencernaan. Serat tidak bisa dicerna atau diserap oleh tubuh, tetapi serat akan mengikat air dan berguna untuk melancarkan pencernaan. Manfaat lainnya dari mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan serat yaitu mengendalikan gula darah dalam tubuh, membantu untuk mendapatkan berat badan ideal, mengurangi kadar kolesterol tinggi, mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam tubuh serta baik untuk kesehatan kulit. Makanan yang bisa Anda konsumsi agar kesehatan perut tetap terjaga misalnya seperti oatmeal, kacang merah dan kacang hitam, brokoli, asparagus, semangka, apel, dan pisang.

Penuhi Kebutuhan Harian Air Putih

Selain mencegah dehidrasi, rutin minum air putih juga bermanfaat untuk kesehatan perut dan sistem pencernaan. Saran paling umum untuk memenuhi kebutuhan air putih adalah minum 8 gelas tiap hari. Namun, apakah kebutuhan harian air putih setiap orang sama? Kebutuhan air per hari disesuaikan dengan berat badan seseorang karena berkaitan dengan metabolisme tubuh.  Untuk laki-laki biasanya membutuhkan sekitar 15,5 gelas air atau setara 3,7 liter sehari, sedangkan perempuan membutuhkan 11,5 gelas air atau setara 2,7 liter. Manfaat lain air putih yaitu membuang kotoran dari tubuh, membuat kulit sehat, mencegah batu ginjal, dan menghindari konstipasi. Selain dari air putih, 20% asupan cairan pada tubuh juga bisa didapatkan dari makanan yang mengandung banyak air seperti semangka dan bayam.

Kelola Stres dengan Aktivitas Positif

Stres dan rasa panik bisa menyebabkan ketegangan pada otot perut, sehingga organ dalam dan jaringan pada rongga perut ikut meregang. Akibatnya, ketika stres dan panik datang, Anda juga mengalami sakit perut. Jika berlangsung lama, stres bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan perut dan sistem pencernaan. Anda akan merasa mual, kehilangan nafsu makan, proses pencernaan melambat, menyebabkan konstipasi atau diare, bahkan bisa mengalami iritasi usus. Untuk mengatasinya, Anda bisa memilih kegiatan yang sesuai dengan kesukaan. Misalnya beristirahat sejenak dari pekerjaan dan pergi berlibur, istirahat di rumah dan bermain dengan hewan kesayangan atau berkebun, serta melakukan olahraga ringan seperti yoga, meditasi, atau jogging.

Kurangi Makanan dengan Kandungan Ini

Masalah yang mengganggu pencernaan atau kesehatan perut biasanya disebabkan oleh asupan makanan yang terlalu asam, pedas, atau berlemak. Rasa pedas memang menambah makanan jadi lebih nikmat, tetapi jika terlalu banyak justru bisa mengakibatkan gangguan pencernaan seperti diare, meningkatkan gejala GERD, dan membuat usus iritasi. Sedangkan terlalu banyak mengonsumsi makanan asam bisa meningkatkan asam lambung, merusak enamel gigi, dan meningkatkan pengeroposan tulang. Begitu juga dengan makanan manis dan berlemak jika dikonsumsi terlalu banyak akan mengganggu kesehatan perut dan tubuh secara keseluruhan. Dampak yang ditimbulkan diantaranya yaitu meningkatkan risiko diabetes dan obesitas, memicu penyakit jantung, dan merusak bakteri baik di usus.