5 Cara Menghilangkan Trypanophobia Saat Vaksinasi Covid-19

5 Cara Menghilangkan Trypanophobia Saat Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu vaksinasi yang menggunakan jarum suntik untuk menyuntikkan cairan ke dalam tubuh.

Penggunaan jarum suntik pada vaksinasi ini tentu saja akan menimbulkan rasa sakit pada area yang disuntikkan, yaitu otot lengan.

Hal ini kemudian akan menimbulkan rasa takut dan panik yang kemudian ditambah dengan bentuk jarum suntik itu sendiri.

Rasa tersebut lama-kelamaan akan berubah menjadi semacam fobia terhadap jarum suntik atau trypanophobia sehingga muncul keinginan tidak ingin divaksinasi.

Penyebab fobia ini cukup banyak. Seperti dilansir dari Healthline penyebabnya adalah sebagai berikut:

  • Mempunyai pengalaman hidup yang negatif serta trauma terhadap suatu objek tertentu
  • Mempunyai kerabat yang memiliki fobia yang sama
  • Perubahan kimiawi pada otak
  • Fobia yang muncul di masa kecil terutama di usia 10 tahun
  • Temperamental serta emosi yang negatif
  • Memelajari hal-hal yang bersifat negatif
  • Mempunyai kenangan yang buruk akan suntikan
  • Pernah mengalami pusing dan pingsan ketika disuntik

Selain penyebab, fobia terhadap jarum suntik saat akan vaksinasi juga ditunjukkan melalui beberapa gejala pada orang yang mengidapnya seperti mengalami pusing, pingsan, kalap, insomnia, dan serangan kecemasan.

Hal-hal berikut akan membuat pasien yang disuntik nekat melarikan diri dari para petugas medik yang akan melakukan penyuntikan.

Cara Menghilangkan Trypanophobia

Fobia terhadap jarum suntik merupakan hal yang harus dihilangkan karena hal itu akan berdampak pada proses vaksinasi yang sedang dijalankan termasuk vaksinasi Covid-19.

Hal ini akan membuat orang-orang tidak mau divaksin, karena ketakutan terhadap jarum suntik, dan ini akan membuat proses pembentukan kekebalan kelompok yang diharapkan untuk pencegahan Covid-19 secara maksimal menjadi terganggu.

Karena itulah, fobia ini perlu dihilangkan agar vaksinasi berjalan lancar. Nah, bagi Anda yang mengalami trypanophobia hendaknya menyimak cara-cara berikut supaya Anda tidak merasa ketakutan berlebihan saat disuntik. Berikut adalah caranya:

Komunikasikan Kepada Penyedia Layanan Vaksinasi

Mengomunikasikan fobia yang Anda punya terdapat penyedia layanan vaksinasi merupakan hal pertama yang perlu Anda lakukan setelah Anda memesan jadwal untuk vaksinasi.

Ketika Anda mengomunikasikan ketakutan Anda mereka tentu akan membantu Anda dengan memberikan semacam konsultasi psikologis yang bisa membantu meredakan ketakutan.

Jangan Terlalu Dipikirkan

Cara selanjutnya adalah Anda sebaiknya tidak terlalu memikirkan hal tersebut  karena akan berdampak pada tindakan Anda selanjutnya.

Akibatnya, karena fobia yang Anda miliki itu, Anda tidak jadi melakukan vaksinasi yang tentu saja akan berpengaruh pada diri dan sekitar Anda.

Karena itu, pikirkan saja hal-hal lain yang menyenangkan agar ketakutan yang Anda alami tidak semakin parah.

Buatlah Diri Senyaman Mungkin

Anda tentunya harus nyaman saat sedang melakukan vaksinasi. Hal ini akan membantu meredakan ketakutan yang Anda alami.

Rasa nyaman itu bisa Anda dapatkan dengan cara bernapas dalam-dalam lalu mengeluarkannya supaya ada perasaan lega, duduk nyaman saat hendak disuntik, dan alihkan perhatian dari jarum suntik.

Konsumsi Obat Anti-Kecemasan

Mengonsumsi obat anti-kecemasan juga perlu Anda lakukan supaya fobia terhadap jarum suntik yang Anda idap tidak begitu parah.

Anda bisa mengonsumsi obat seperti Xanax dan Valium sebelum penyuntikan, dan tentunya harus dengan saran dokter.

Melakukan Terapi

Terakhir, Anda bisa melakukan terapi perilaku kognitif yang dapat membuat Anda menghilangkan fobia tersebut.

Terapi ini akan melibatkan Anda mengenai ketakutan terhadap jarum suntik dengan cara memelajari dan memikirkan ketakutan tersebut.

Hal ini kemudian akan membuat Anda bisa menguasai ketakutan dalam pikiran tersebut sehingga Anda tidak takut dan percaya diri untuk melakukan vaksinasi.

Ketika Anda sudah berhasil menghilangkan fobia jarum suntik tersebut dan berhasil melewatinya saat penyuntikan, Anda bisa mengapresiasi dan mempersiapkan diri untuk penyuntikan vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

Bagaimanapun trypanophobia seharusnya tidak menjadi penghalang besar karena vaksin Covid-19 mempunyai banyak keuntungan untuk perlindungan diri, keluarga, dan masyarakat dari Covid-19 daripada rasa takut yang ada idap.

Beberapa Informasi Penting Tambahan Seputar Dent Disease

Beberapa Informasi Penting Tambahan Seputar Dent Disease

Hingga saat ini, perkembangan dunia medis atau kesehatan telah mengenal serta menginventarisir beragam jenis penyakit yang bisa diderita oleh manusia. Di antara penyakit-penyakit itu, ada yang dikategorikan sebagai penyakit langka. Sementara satu di antara sekian banyak penyakit langka, dunia kesehatan mengenal dent disease. 

Secara sederhana, penyakit langka adalah penyakit yang tingkat prevalensinya atau jumlah penderitanya sangat sedikit. Uni Eropa mendefinisikan penyakit langka sebagai penyakit yang jumlah penderitanya tidak lebih dari lima orang dari 100.000 orang penduduk, atau tidak lebih dari 0,5% penduduk. 

Dent disease sendiri merupakan penyakit atau kelainan ginjal genetik langka yang dapat diketahui ketika di dalam urine seseorang terdapat protein. Seseorang yang menderita penyakit ini juga mengalami peningkatan kadar kalsium di dalam urinenya. 

Lebih lanjut, penderita dent disease juga mungkin sekali mengalami pengapuran ginjal (nefrokalsinosis), episode berulang batu ginjal (nefrolitiasis), hingga penyakit ginjal kronis. Perlu diketahui bahwa jenis kelamin laki-laki lebih berpotensi mengalami dent disease ketimbang perempuan. 

Untuk mengenal penyakit langka ini secara lebih lengkap, berikut beberapa informasi umum yang bisa kita jadikan sebagai referensi:

  • Sejarah dent disease

Dent disease pertama kali dilaporkan dalam literatur medis pada tahun 1964 oleh Drs. Dent dan Friedman. Laporan itu menjelaskan bahwa terdapat kasus masalah di ginjal yang diderita dua anak laki-laki, tetapi tidak berhubungan dengan rakhitis. 

Gangguan tersebut akhirnya dijelaskan sepenuhnya oleh Dr. Oliver Wrong pada tahun 1990. Oliver Wong memilih menamai penyakit tersebut dengan nama rekan sekaligus mentornya, Dr. Dent, yang mana juga sebagai pelapor awal. 

Perlu diketahui bahwa selama bertahun-tahun, sebelum dr. Oliver Wong berhasil menjelaskan, dent disease disebut dengan beragam nama, termasuk X-linked recessive nephrolithiasis dengan gagal ginjal, X-linked recessive hypercalciuric hypophosphatemic rickets, dan idiopathic low-molecular-weight proteinuria dengan hypercalciuria dan nephrocalcinosis. 

Setelah beragam penelitian dan studi lanjutan dilakukan untuk memperkaya khazanah ilmu medis terkait dent disease, kini dent disease dipecah menjadi dua jenks, yakni tipe 1 dan tipe 2 berdasarkan mutasi genetik spesifik yang ada. Namun, tetap ada penderita dent disease yang tidak mengetahui mutasi kedua gen ini atau disebut non 1 atau non 2.

  • Penyebab penyakit dan penjelasan mengapa laki-laki lebih potensial

Dent disease tipe 1 disebabkan oleh mutasi pada  gen CLCN5. Sementara dent disease tipe 2 disebabkan oleh mutasi pada  gen OCRL1. Gen memberikan instruksi untuk membuat protein yang memainkan peran penting dalam banyak fungsi tubuh. Ketika mutasi gen terjadi, produk protein mungkin salah, tidak efisien, atau tidak ada. Tergantung pada fungsi protein tertentu, ini dapat mempengaruhi banyak sistem organ tubuh. 

Dalam kebanyakan kasus, anak laki-laki mewarisi kelainan tersebut dari ibu pembawa yang tidak memiliki gejala atau gejala kelainan yang sangat ringan. Ketika seorang ibu diketahui sebagai pembawa  mutasi CLCN5  atau  OCRL1, ada kemungkinan 50% untuk menurunkan mutasi itu kepada anak-anaknya. 

Laki-laki yang mewarisi mutasi akan memiliki kelainan, sedangkan perempuan yang mewarisi mutasi akan menjadi pembawa. Inilah alasan mengapa dent disease disebut-sebut hanya dapat dialami oleh laki-laki. 

  • Masalah kesehatan lain yang sejenis

Gejala atau kondisi penderita dent disease ini sebenarnya hampir mirip dengan beberapa penyakit lain. Ada beberapa kelainan genetik langka yang ditandai dengan pembentukan batu di ginjal atau saluran kemih, mirip dengan yang terlihat pada dent disease. 

Gangguan tersebut termasuk hiperoksaluria primer, hiperkalsiuria familial-hipomagnesemia-nefrokalsinosis (sindrom Michelis-Castrillo), defisiensi adenin fosforibosiltransferase (APRT), dan sistinuria.

Berbagai gangguan lain yang ditandai dengan sindrom fanconi ginjal juga disebut-sebut serupa dengan dent disease. Contohnya termasuk kelainan genetik seperti cystinosis, intoleransi fruktosa herediter, galaktosemia, tyrosinemia, penyakit Wilson, dan berbagai penyakit penyimpanan glikogen. 

Kemudian sindrom lowe, yang ditandai dengan masalah penglihatan termasuk kekeruhan pada lensa mata (katarak) yang muncul saat lahir, masalah ginjal yang biasanya berkembang pada tahun pertama kehidupan, dan kelainan otak yang berhubungan dengan disabilitas intelektual juga bisa dikatakan ada kaitannya dengan dent disease. Sebab, penyebab penyakit ini adalah mutasi pada gen yang sama, yakni OCRL1. 

Kiranya itulah tiga informasi tambahan seputar penyakit genetik langka dent disease. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai gangguan kesehatan ini, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan dokter atau mereka yang ahli di bidang kesehatan. 

Artikel mengenai dent disease ini bisa kamu jadikan sebagai landasan awal sebelum masuk ke pencarian informasi yang lebih komprehensif dan mendalam.

Mengapa Hb Tinggi? Ini Penjelasannya!

Jumlah Hb tinggi menunjukkan tingkat protein yang mengandung zat besi di atas normal dalam sel darah merah. Hemoglobin atau sering disingkat Hb atau Hgb adalah komponen pembawa oksigen dari sel darah merah. 

Namun, apa sebenarnya penyebab Hb tinggi? Mengapa hemoglobin bisa tinggi atau rendah dan kira-kira apa yang menyebabkan hal tersebut. Berikut penjelasannya!

Hemoglobin adalah…

Hemoglobin adalah molekul protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke paru-paru ke jaringan tubuh dan mengembalikan karbon diaoksida dari jaringan kembali ke paru-paru. 

Hemoglobin (Hb) terdiri dari empat molekul protein (rantai globulin) yang dihubungkan bersama. Molekul hemoglobin dewasa normal mengandung dua rantai alfa-gloubin dan dua rantai beta-gloubin. Pada janin dan bayi, rantai beta tidak umum dan molekul hemoglobin terdiri dari dua lafa dan dua rantai gamma. Saat bati tumbuh, rantai gamma secara bertahap digantikan oleh rantai beta, membentuk struktur hemoglobin dewasa. 

Hb juga berperan penting dalam menjaga bentuk sel darah merah. Dalam bentuk aslinya, sel darah merah berbentuk bulat dengan pusat sempit menyerupai donat tanpa lubang di tengahnya. Oleh karena itu, struktur hemoglobin yang tidak normal dapat mengganggu bentuk sel darah merah dan menghambat fungsi serta alirannya melalui pembuluh darah. 

Lalu, bagaimana mengukur Hb?

Hb biasanya diukur sebagai bagian dari tes hitung darah lengkap rutin dari sampel darah. Ada beberapa metode untuk mengukur Hb, sebagian besar saat ini dilakukan oleh mesin otomatis yang dirancang untuk melakukan berbagai tes pada darah. 

Di dalam mesin, sel darah merah dipecah untuk mendapatkan Hb menjadi larutan. Hemoglobin bebas terpapar bahan kimia yang mengandung sianida yang mengikat erat molekul hemoglobin untuk membentuk sianomethemoglobin. Dengan menyinari larutan dan mengukur seberapa banyak cahaya yang diserap (khususnya pada panjang gelombang 540 nanometer), jumlah hemoglobin dapat ditentukan.

Nilai hemoglobin normal

Kisaran normal untuk hemoglobin tergantung pada usia dan dimulai pada masa remaja, jenis kelamin orang tersebut. Rentang normalnya adalah:

  • Bayi baru lahir: 17 hingga 22 gm/dL
  • Usia 1 minggu: 15 sampai 20 gm/dL
  • Usia 1 bulan: 11 sampai 15 gram/dL
  • Anak-anak: 11 hingga 13 gm/dL
  • Laki-laki dewasa: 14 sampai 18 gram/dL
  • Wanita dewasa: 12 hingga 16 gram/dL
  • Pria setelah usia paruh baya: 12,4 hingga 14,9 gram/dL
  • Wanita setelah usia paruh baya:11,7 hingga 13,8 gram/dL

Semua nilai ini mungkin sedikit berbeda antar laboratorium. Wanita hamil disarankan untuk menghindari kadar hemoglobin tinggi dan rendah untuk menghindari peningkatan risiko lahir mati (hemoglobin tinggi-di atas kisaran normal) dan kelahiran prematur atau bayi berat lahir rendah (hemoglobin rendah-di bawah kisaran normal). 

Apa artinya Hb tinggi?

Kadar Hb tinggi dari biasanya dapat dilihat pada orang yang tinggal di dataran tinggi dan pada orang yang merokok. Dehidrasi menghasilkan pengukuran hemoglobin tinggi yang salah sayang menghilang ketika keseimbangan cairan yang tepat dipulihkan. Beberapa penyebab jarang lainnya adalah kadar Hb tinggi adalah:

  • Penyakit paru-paru lanjut (misalnya emfisema)
  • Tumor tertentu
  • Kelain sumsum tulang ayng dikenal sebagai polycythemia rubra vera
  • Penyalahgunaan obat eritropoietin (Epogen) oleh atlet untuk tujuan doping darah (meningkatkan jumlah oksigen yang tersedia untuk tubuh dengan meningkatkan produksi sel darah merah secara kimiawi). 

Apa artinya Hb rendah?

Tingkat Hb yang rendah disebut sebagai anemia atau jumlah drah merah yang rendah. Jumlah sel darah yang lebih rendah dari jumlah normal disebut sebagai anemia dan kadar hemoglobin mencerminkan angka ini. Ada banyak penyebab anemia. Beberapa yang umum adalah:

  • Kehilangan darah (cedera traumatis, pembedahan, pendarahan, kanker usus besar, atau tukak lambung)
  • Kekurangan nutrisi (zat besi, vitamin B12, folat)
  • Masalah sumsum tulang (pergantian sumsum tulang oleh kanker)
  • Penekanan oleh obat-obatan kemoterapis sintesis sel darah merah
  • Gagal ginjal
  • Struktur hemoglobin abnormal (anemia sel sabit atau talasema)

Jadi, tingkat Hb tinggi dapat disebabkan oleh beberapa faktor beberapa di antaranya adalah penyakit paru-paru, tumor dan beberapa penyebab lainnya.

Penyebab HB Rendah dan Cara Meningkatkan Hemoglobin

Hemoglobin adalah protein kaya zat besi dalam sel darah merah. Oksigen yang masuk ke paru-paru menempel pada hemoglobin dalam darah, yang membawanya ke jaringan di dalam tubuh.

Ketika seseorang memiliki sel darah merah yang tidak mencukupi atau yang mereka miliki tidak berfungsi dengan baik, tubuh kekurangan oksigen yang dibutuhkan untuk berfungsi maka ada penyebab HB rendah. Kondisi ini disebut anemia.

Hb tinggi biasanya memunculkan gejala sakit kepala dan kelelahan

Di sini, kita akan melihat peran hemoglobin, dan bagaimana kadarnya dalam darah diuji. Memeriksa jenis-jenis utama anemia secara lebih rinci dan mencari cara untuk mencegahnya.

Hemoglobin, zat yang memberi warna pada sel darah merah, merupakan zat yang memungkinkan terjadinya pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh. Kadar hemoglobin yang rendah menyebabkan anemia, yang menyebabkan gejala seperti kelelahan dan kesulitan bernapas.

Jumlah hemoglobin rendah terkait dengan penyakit dan kondisi

Jumlah hemoglobin yang rendah dapat dikaitkan dengan penyakit atau kondisi yang menyebabkan tubuh Anda memiliki terlalu sedikit sel darah merah. Ini dapat terjadi jika:

  • Tubuh Anda menghasilkan lebih sedikit sel darah merah dari biasanya
  • Tubuh Anda menghancurkan sel darah merah lebih cepat daripada yang dapat diproduksi
  • Anda kehilangan darah

Berapa jumlah hemoglobin yang rendah?

Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah Anda yang membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda. Ini juga mengangkut karbon dioksida keluar dari sel Anda dan kembali ke paru-paru Anda untuk dihembuskan.

The Mayo Clinic mendefinisikan jumlah hemoglobin rendah sebagai apa pun di bawah 13,5 gram per desiliter pada pria atau 12 gram per desiliter pada wanita.

Banyak hal yang dapat menyebabkan rendahnya kadar hemoglobin, seperti:

  • anemia defisiensi besi
  • kehamilan
  • masalah hati
  • infeksi saluran kemih

Selain itu, beberapa orang memiliki jumlah hemoglobin yang rendah secara alami tanpa penyebab yang mendasarinya. Orang lain memiliki hemoglobin rendah, tetapi tidak pernah memiliki gejala apapun, itu yang menjadi penyebab HB rendah.

Bagaimana meningkatkan hemoglobin

  1. Meningkatkan asupan zat besi

Seseorang dengan penurunan kadar hemoglobin mungkin mendapat manfaat dari makan lebih banyak makanan kaya zat besi. Zat besi bekerja untuk meningkatkan produksi hemoglobin, yang juga membantu membentuk lebih banyak sel darah merah.

Makanan kaya zat besi meliputi:

  • daging dan ikan
  • produk kedelai, termasuk tahu dan edamame
  • telur
  • buah-buahan kering, seperti kurma dan buah ara
  • brokoli
  • sayuran berdaun hijau, seperti kangkung dan bayam
  • kacang hijau
  • kacang-kacangan dan biji-bijian
  • selai kacang
  1. Meningkatkan asupan folat

Folat adalah salah satu jenis vitamin B yang berperan penting dalam produksi hemoglobin. Tubuh menggunakan folat untuk menghasilkan heme, komponen hemoglobin yang membantu membawa oksigen.

Jika seseorang tidak mendapatkan cukup folat, sel darah merahnya tidak akan bisa matang, yang dapat menyebabkan anemia defisiensi folat dan kadar hemoglobin yang rendah.

Sumber folat yang baik meliputi:

  • daging sapi
  • bayam
  • Nasi
  • kacang kacangan
  • kacang polong hitam
  • kacang merah
  • alpukat
  • selada

3. Memaksimalkan penyerapan zat besi

Mengkonsumsi zat besi dalam makanan atau suplemen itu penting, tetapi seseorang juga harus membantu tubuh mereka menyerap zat besi itu.

Makanan kaya vitamin C, seperti jeruk, stroberi, dan sayuran berdaun hijau, dapat meningkatkan jumlah zat besi yang diserap. Mengonsumsi suplemen vitamin C juga dapat membantu. Vitamin A dan beta-karoten dapat membantu tubuh menyerap dan menggunakan zat besi. Makanan yang kaya vitamin A meliputi:

  • ikan
  • hati
  • labu
  • ubi jalar
  • kubis dan sawi

Makanan tinggi beta-karoten termasuk buah dan sayuran kuning, merah, dan oranye, seperti:

  • wortel
  • ubi jalar
  • labu
  • melon
  • mangga

Meskipun suplemen vitamin A dapat membantu tubuh untuk memproses zat besi, vitamin tersebut berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak.

Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai hipervitaminosis A. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti nyeri tulang dan sendi, sakit kepala parah, dan peningkatan tekanan di dalam otak.

4. Mengonsumsi suplemen zat besi

Seorang dokter mungkin menyarankan seseorang dengan kadar hemoglobin yang sangat rendah untuk mengonsumsi suplemen zat besi. Dosisnya akan tergantung pada level seseorang.

Penting untuk diperhatikan bahwa terlalu banyak zat besi bisa berbahaya. Ini dapat menyebabkan hemochromatosis, yang dapat menyebabkan penyakit hati dan efek samping seperti sembelit, mual, dan muntah.

Suplemen akan menyebabkan kadar zat besi meningkat secara bertahap selama beberapa minggu. Seorang dokter mungkin merekomendasikan mengonsumsi suplemen selama beberapa bulan, untuk meningkatkan simpanan zat besi dalam tubuh.

Kapan harus ke dokter

Beberapa kasus hemoglobin rendah dan penyebab hb rendah tidak dapat diperbaiki melalui diet dan suplemen saja. Hubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut saat mencoba meningkatkan kadar hemoglobin Anda:

  • kulit dan gusi pucat
  • kelelahan dan kelemahan otot
  • detak jantung yang cepat atau tidak teratur
  • sering sakit kepala
  • memar yang sering atau tidak dapat dijelaskan

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan jumlah hemoglobin Anda melalui perubahan pola makan dan suplemen. Pastikan Anda tetap berhubungan dengan dokter Anda saat Anda mencoba meningkatkan jumlah hemoglobin Anda.

Anda mungkin memerlukan perawatan tambahan, seperti transfusi zat besi, terutama jika Anda sedang hamil atau memiliki kondisi kesehatan kronis.

Bergantung pada penyebab yang mendasari dan perubahan yang Anda buat, diperlukan waktu mulai dari beberapa minggu hingga hampir satu tahun untuk meningkatkan jumlah hemoglobin Anda.

Apakah Rapid Serologi Efektif Untuk Mendeteksi Virus?

Rapid Serologi

Pandemi virus Corona ini sudah menyerang Indonesia selama satu tahun. Meski begitu masih banyak masyarakat yang belum begitu memahami proses tes yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya virus ini dalam tubuh Anda. Ada beberapa tes yang bisa Anda pilih dan disesuaikan dengan kebutuhan. Rapid serologi, rapid antigen, rapid antibodi sampai tes PCR (Polymerase Chain Reaction) adalah salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi adanya virus corona di tubuh Anda atau tidak. 

Masing – masing tes ini tentunya memiliki perbedaan, kelebihan dan kekurangannya. Anda bisa melakukan rapid serologi untuk mendeteksi keberadaan dari virus ini jika muncul gejala awal. Tapi apakah benar rapid serologi ini lebih efektif dibandingkan dengan metode lain?

Rapid serologi adalah pemeriksaan berbasis darah guna identifikasi paparan patogen di dalam tubuh manusia. Rapid serologi dapat melihat respons kekebalan si pasien. Rapid serologi ini adalah tes untuk mendeteksi antibodi baik Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG) terhadap SARS-CoV-2 dalam darah. Cara mendeteksinya dilakukan dengan mengambil darah pasien dan dimasukkan ke tabung darah untuk diproses di laboratorium. 

Hasil dari tes serologi ini bisa reaktif dan non reaktif. Kalau hasilnya reaktif kemungkinan tubuh kamu mengandung antibodi SARS-CoV-2. Antibodi reaktif tidak selalu diartikan virus sedang aktif dalam tubuh. Antibodi juga bisa terdeteksi karena adanya infeksi yang terjadi di masa lampau. Meski begitu, rapid serologi ini tidak bisa dijadikan sebagai diagnosis. Tes ini hanya untuk mendeteksi adanya virus atau tidak, sedangkan untuk diagnosis akhir tetap dilakukan dengan menggunakan PCR Test (Polymerase Chain Reaction Test) untuk menentukan apakah Anda positif atau negatif dari virus corona.

Ketika menjalani rapid serologi, prosedur yang dilakukan terbilang sederhana. Satu-satunya yang dibutuhkan dari pengidap adalah sampel darah, yang kemudian akan diuji di laboratorium. Dalam prosesnya, dokter akan memasukkan jarum ke pembuluh darah dan mengambil darah untuk sampel. Prosedur pengujiannya pun cepat. Tingkat rasa sakit bagi kebanyakan orang juga tidaklah parah. Pendarahan dan infeksi yang berlebihan dapat terjadi, tetapi cukup jarang terjadi. 

Rapid serologi dapat membantu dokter mendiagnosis gangguan autoimun, dengan mencari tahu apakah antibodi terhadap protein atau antigen yang normal atau tidak asing ada dalam darah. Jadi, dapat dikatakan bahwa waktu yang tepat untuk melakukan tes serologi adalah ketika dokter atau pemeriksaan medis menduga adanya penyakit autoimun, atau gangguan lain yang melibatkan sistem kekebalan tubuh. Rapid serologi juga bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit lain seperti 

  • Brucellosis, yang disebabkan oleh bakteri
  • Amebiasis, yang disebabkan oleh parasit
  • Campak, yang disebabkan oleh virus
  • Rubella, yang disebabkan oleh virus
  • HIV
  • Sifilis
  • Infeksi jamur

Anda harus segera melakukan rapid serologi ini jika mengalami gejala dari terinfeksinya virus corona. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan.

  • Hidung beringus
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Merasa tidak enak badan

Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh COVID-19), yang mengakibatkan gejala seperti

  • Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia
  • Batuk dengan lender
  • Sesak napas
  • Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk

Jika Anda mengalami gejala tersebut, segeralah untuk melakukan rapid serologi. Hasil dari rapid serologi ini paling efektif untuk mendeteksi virus di awal karena memiliki sensitivitas terhadap virus yang tinggi. Selain sensitivitas yang tinggi, keunggulan lain dari rapid serologi antibodi ini adalah tingkat spesifisitas lebih dari 99.81 persen dan tanpa gangguan atau cross reaksi dari virus flu biasa dan coronavirus lain selain SARS-CoV-2. Dengan demikian, tes ini dapat mendeteksi antibodi yang timbul dari paparan SARS-CoV-2 atau COVID-19 secara lebih pasti.

Mengenai Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Penyakit Murmur Jantung

Mengenai murmur jantung atau bising jantung barangkali masih jarang diketahui oleh kebanyakan orang. Murmur jantung adalah kondisi adanya suara desingan atau tiupan pada pergerakan aliran darah pada jantung atau di sekitar jantung. Kondisi ini dapat terjadi saat lahir atau berkembang di kemudian hari. 

image Murmur Jantung

Dalam kondisi normal, suara yang dapat didengar dokter dengan stetoskop ini bukan tanda penyakit jantung dan tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, murmur jantung yang tidak normal memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. 

Murmur jantung dapat berhubungan dengan kerusakan katup jantung atau katup jantung yang bekerja terlalu keras. Jika ini terjadi, seseorang perlu mendapat penanganan untuk mencegah infeksi katup jantung, antara lain dengan menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Beberapa penelitian mengungkapkan keterkaitan hubungan antara penyakit gusi dengan kesehatan jantung, antara lain; gusi yang bermasalah menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner, kemudian, orang yang jumlah giginya lebih sedikit dan mengalami lebih banyak sakit gusi, berisiko lebih tinggi mengalami stroke, dan adanya hubungan antara penyumbatan arteri pada kaki dengan penyakit gusi.

Untuk mengetahui lebih dalam penyakit murmur jantung, yuk kita lebih dulu mengenal penyebab, gejala, dan pencegahan murmur jantung ini.

Penyebab Murmur Jantung

Murmur jantung bisa terjadi pada kondisi jantung terisi darah (murmur diastolik), jantung kosong (murmur sistolik), dan detak jantung yang terus-menerus cepat. Sementara itu, penyebab murmur jantung tidak normal meliputi:

Cacat bawaan umum: lubang pada jantung, aliran darah abnormal di sela bilik jantung, gangguan katup jantung dari lahir. Infeksi dan gangguan lain yang merusak struktur jantung: kalsifikasi katup jantung, endokarditis, demam rematik.

Gejala Murmur Jantung

Murmur jantung yang tidak berbahaya atau dikenal juga dengan Innocent heart murmurs biasanya tidak menimbulkan gejala atau tanda tertentu. Murmur jantung yang abnormal pun tidak menimbulkan gejala apapun, maka dari itu hanya dapat diamati melalui stetoskop. Tetapi, beberapa tanda berikut ini dapat mengindikasikan adanya penyakit murmur jantung, antara lain:

  • Kulit tampak berwarna biru (pucat), terutama di ujung jari dan bibir;
  • Bengkak atau kenaikan berat badan yang berlebihan (obesitas);
  • Sesak napas;
  • Batuk kronis;
  • Organ hati (liver) membesar;
  • Pembesaran pembuluh darah vena pada leher;
  • Kurangnya nafsu makan dan keterlambatan perkembangan (terkhusus pada bayi);
  • Mudah berkeringat;
  • Nyeri pada dada;
  • Pusing;
  • Pingsan atau kehilangan kesadaran.

Pencegahan Murmur Jantung 

Sebelum bicara ke pencegahan murmur jantung, ada beberapa faktor risiko yang memungkinkan seseorang mengalami murmur jantung ketika dewasa atau usia lanjut, diantaranya yakni memiliki riwayat keluarga dengan kondisi cacat jantung atau kelainan jantung, maupun memiliki kondisi penyakit tertentu seperti hipertensi, hipertiroidisme, endokarditis, hipertensi paru, sindrom karsinoid, sindrom hipereosinofilik, rheumatoid arthritis, dan otot jantung lemah.

Selain itu, untuk bayi, ada beberapa faktor risiko lain yang mengalami murmur jantung, antara lain, ketika ibu hamil mengalami penyakit tertentu ketika masa kehamilan, seperti diabetes dan infeksi rubella ataupun efek konsumsi obat-obatan tertentu yang dapat berbahaya bagi janin.

Kendati demikian, untuk mengurangi dan menghindari faktor risiko yang bisa menyebabkan terdampak murmur jantung, diantaranya disarankan untuk lebih aktif bergerak/berolahraga, menghindari rokok, mampu mengendalikan stress yang berlebih, menjaga kebersihan gigi & mulut, serta tidur yang cukup. Akan tetapi, murmur jantung seringkali dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak selalu berbahaya.

Kapan Perlu Mendapat Pertolongan Medis?

Murmur jantung normal pada umumnya tidak membutuhkan penanganan khusus. Tetapi murmur jantung abnormal-lah yang perlu mendapatkan penanganan medis. Maka, segera periksakan diri ke dokter jika merasa:

  • Nyeri dada;
  • Sesak napas;
  • Kelelahan;
  • Pingsan tanpa sebab jelas;
  • Detak jantung tidak teratur.

Nah, besar harapan, dengan adanya informasi terkait penyebab, gejala, dan pencegahan murmur jantung bisa bermanfaat untuk semua dan setiap orang bisa waspada dengan segala kemungkinan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan ini.

4 Tips Menjaga Kesehatan Perut dan Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan tubuh manusia tidak pernah berhenti bekerja. Jika tidak dijaga dan diperhatikan dengan baik, maka bisa mengganggu kinerjanya dan berakibat pada kesehatan perut. Beberapa gangguan yang paling sering terjadi biasanya sakit perut, mual, diare, sembelit, dan asam lambung naik. Apabila sedang kambuh, penyakit tersebut bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Anda tentunya tidak ingin produktivitas jadi terganggu karena selalu mengalami gangguan pencernaan. Oleh karena itu dibutuhkan pola hidup sehat dan memperhatikan asupan makanan untuk tubuh. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar kesehatan perut tetap terjaga, di antaranya.

Penyebab perut kembung harus diwaspadai, agar pengobatan terbaiknya dapat dicari.

Perbanyak Konsumsi Makanan Kaya Serat

Kandungan serat yang banyak terdapat di dalam sayuran hijau dan buah-buahan dikenal bermanfaat untuk kesehatan perut dan sistem pencernaan. Serat tidak bisa dicerna atau diserap oleh tubuh, tetapi serat akan mengikat air dan berguna untuk melancarkan pencernaan. Manfaat lainnya dari mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan serat yaitu mengendalikan gula darah dalam tubuh, membantu untuk mendapatkan berat badan ideal, mengurangi kadar kolesterol tinggi, mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam tubuh serta baik untuk kesehatan kulit. Makanan yang bisa Anda konsumsi agar kesehatan perut tetap terjaga misalnya seperti oatmeal, kacang merah dan kacang hitam, brokoli, asparagus, semangka, apel, dan pisang.

Penuhi Kebutuhan Harian Air Putih

Selain mencegah dehidrasi, rutin minum air putih juga bermanfaat untuk kesehatan perut dan sistem pencernaan. Saran paling umum untuk memenuhi kebutuhan air putih adalah minum 8 gelas tiap hari. Namun, apakah kebutuhan harian air putih setiap orang sama? Kebutuhan air per hari disesuaikan dengan berat badan seseorang karena berkaitan dengan metabolisme tubuh.  Untuk laki-laki biasanya membutuhkan sekitar 15,5 gelas air atau setara 3,7 liter sehari, sedangkan perempuan membutuhkan 11,5 gelas air atau setara 2,7 liter. Manfaat lain air putih yaitu membuang kotoran dari tubuh, membuat kulit sehat, mencegah batu ginjal, dan menghindari konstipasi. Selain dari air putih, 20% asupan cairan pada tubuh juga bisa didapatkan dari makanan yang mengandung banyak air seperti semangka dan bayam.

Kelola Stres dengan Aktivitas Positif

Stres dan rasa panik bisa menyebabkan ketegangan pada otot perut, sehingga organ dalam dan jaringan pada rongga perut ikut meregang. Akibatnya, ketika stres dan panik datang, Anda juga mengalami sakit perut. Jika berlangsung lama, stres bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan perut dan sistem pencernaan. Anda akan merasa mual, kehilangan nafsu makan, proses pencernaan melambat, menyebabkan konstipasi atau diare, bahkan bisa mengalami iritasi usus. Untuk mengatasinya, Anda bisa memilih kegiatan yang sesuai dengan kesukaan. Misalnya beristirahat sejenak dari pekerjaan dan pergi berlibur, istirahat di rumah dan bermain dengan hewan kesayangan atau berkebun, serta melakukan olahraga ringan seperti yoga, meditasi, atau jogging.

Kurangi Makanan dengan Kandungan Ini

Masalah yang mengganggu pencernaan atau kesehatan perut biasanya disebabkan oleh asupan makanan yang terlalu asam, pedas, atau berlemak. Rasa pedas memang menambah makanan jadi lebih nikmat, tetapi jika terlalu banyak justru bisa mengakibatkan gangguan pencernaan seperti diare, meningkatkan gejala GERD, dan membuat usus iritasi. Sedangkan terlalu banyak mengonsumsi makanan asam bisa meningkatkan asam lambung, merusak enamel gigi, dan meningkatkan pengeroposan tulang. Begitu juga dengan makanan manis dan berlemak jika dikonsumsi terlalu banyak akan mengganggu kesehatan perut dan tubuh secara keseluruhan. Dampak yang ditimbulkan diantaranya yaitu meningkatkan risiko diabetes dan obesitas, memicu penyakit jantung, dan merusak bakteri baik di usus.

Tips Cegah Azoospermia dengan Meningkatkan Sperma

Azoospermia merupakan masalah kesuburan pada pria yang disebabkan karena tidak adanya sperma dalam air mani yang dikeluarkan. Kondisi ini kerap pula disebut sebagai sperma kosong. Penyebab dari azoospermia sendiri sangat beragam, mulai dari masalah hormonal sampai imbas dari penggunaan obat terkait penyakit tertentu. 

Tentu tidak ada yang ingin mengalami masalah kesuburan yang satu ini, termasuk dengan Anda. Salah satu cara menghindarinya adalah melakukan berbagai kegiatan untuk bisa meningkatkan jumlah dan kualitas sperma secara konsisten. 

Azoospermia adalah kondisi air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi tidak mengandung sperma

Peningkatan kuantitas dan kualitas sperma dapat dilakukan dengan banyak rupa. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda jalankan untuk meningkatkan jumlah sperma dalam air mani. 

  1. Berhenti Merokok 

Merokok nyatanya secara konsisten mampu mengurangi jumlah sperma dalam air mani Anda hingga bisa membuatnya ke angka nol. Tidak hanya berpengaruh pada kuantitas, tembakau pada rokok juga sangat berdampak pada kualitas sperma. Jangan biarkan merokok menjerumuskan Anda ke kondisi azoospermia. Sebaiknya, Anda mulai berhenti merokok sekarang juga guna bisa membuat jumlah sperma meningkat. 

  1. Cukup Tidur

Masalah tidur dapat berpengaruh besar ke kondisi kesehatan. Kurang tidur sendiri rentan menimbulkan berbagai penyakit yang menjadi dasar dari azoospermia, seperti diabetes maupun penyakit jantung. Memastikan tidur malam dengan cukup setidaknya 6 jam setiap harinya menjadi cara yang mujarab untuk menjaga bahkan meningkatkan jumlah sperma yang diproduksi. 

  1. Olahraga Teratur 

Kelebihan berat badan atau obesitas menjadi masalah kesehatan yang juga menjadi penyebab azoospermia. Anda dapat mengatasinya dengan melakukan olahraga teratur guna mengurangi berat badan sehingga berpengaruh positif pada kuantitas dan kualitas sperma. Dalam sebuah studi yang dilakukan tahun 2017 ditemukan fakta bahwa melakukan latihan aerobik setidaknya tiga sesi per minggu dengan durasi 50 menit tiap sesinya dapat meningkatkan jumlah dan motilitas sperma. 

  1. Rajin Berjemur 

Jangan malas untuk rajin berjemur sinar matahari pada waktu pagi untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sperma. Pasalnya, sinar matahari mengandung vitamin D yang berpengaruh terhadap kesehatan sperma. Dalam sebuah tinjauan pustaka tahun 2019, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara peningkatan kesuburan pada pria dan tingkat vitamin D yang lebih tinggi dalam darah.

  1. Konsumsi Suplemen Fenugreek 

Fenugreek telah lama digunakan sebagai obat alami untuk mengobati masalah kesehatan sperma yang buruk. Suplemen ini juga diyakini mampu meningkatkan jumlah sperma dalam air mani sehingga dapat mencegah Anda terkena azoospermia. 

  1. Kurangi Paparan Panas dan Bahan Kimia 

Kondisi testis yang terkena panas berlebihan secara terus-menerus dapat membuat produksi sperma menjadi terhenti sehingga air mani menjadi kosong dengan sperma. Hal yang sama terjadi apabila testis terpapar bahan kimia dari polusi secara terus-menerus. Karena itulah, sebisa mungkin kurangi paparan panas dan bahan kimia. Salah satu caranya, Anda bisa menghindari menaiki motor dengan mesin di depan. 

  1. Tingkatkan Asupan Lemak 

Lemak ternyata sangat berpengaruh pada kuantitas dan kualitas sperma! Untuk mendapatkan kesuburan yang maksimal, sebaiknya Anda sering menyantap makanan-makanan mengandung lemak baik yang mengandung omega 2 dan omega 6. Sebuah tinjauan tahun 2019 menemukan fakta bahwa pemberian lemak omega 3 pada pria yang mengalami infertilitas, tidak terkecuali karena azoospermia, dapat mengalami peningkatan produksi sperma yang cukup signifikan. Sebaiknya, kurangi asupan lemak tak sehat berupa lemak jenuh karena itu justru dapat menurunkan produksi sperma Anda. 

Lakukanlah berbagai cara meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma secara teratur dan konsisten. Dengan demikian, kemungkinan Anda mengalami azoospermia dapat ditekan seminimal mungkin.

Cara Mengobati Sistiserkosis

Merupakan penyakit infeksi yang kemunculannya disebabkan oleh larva (cysticercus) cacing pita Taenia solium, adalah cacing yang hidup di dalam tubuh babi disebut sistiserkosis. Larva cacing ini akan menginfeksi dan merusak jaringan kulit, otot dan otak pada manusia. Gejala dari kondisi ini muncul setelah beberapa hari, bulan atau tahun dari infeksi yang muncul.

Selain itu gejala yang ditimbulkan dari penyakit infeksi ini tergantung dari lokasi dari munculnya infeksi dan jumlah serta besar kista yang terbentuk dari larva cacing pita ini. Kondisi merupakan infeksi umum karena jenis cacing penyebabnya ada di seluruh dunia, meski begitu sering kali terjadi di negara berkembang dan daerah pedesaan.

image Sistiserkosis

Pengobatan Infeksi Sistiserkosis

Cara mengobati kondisi ini yang terbaik adalah dengan mencegah terjadinya infeksi, langkah ini menjadi pengobatan yang paling efektif untuk dilakukan. Terdapat beberapa langkah yang dapat digunakan mencegah terinfeksi cacing pita, berikut diantaranya.

  • Melakukan medical check up secara rutin untuk mengontrol perkembangan gejala dan kondisi kesehatan.
  • Ikuti saran dokter, tidak sembarangan menggunakan obat tanpa resep atau sengaja meninggalkan resep yang ditujukan.
  • Tidak mengonsumsi daging babi yang mentah dan kurang matang, daging yang dikonsumsi harus sudah dimasak dengan matang.
  • Cuci tangan dengan air dan sabun setelah menggunakan toilet dan sebelum mengambil makanan, terutama ketika bepergian ke negara luar.
  • Perhatikan sanitasi, jangan sampai kondisi buruk dari limbah pembuangan membuat seseorang di lingkungan tersebut terinfeksi penyakit ini.

Penyebab dan Gejala

Telur cacing pita yang ada di perut masuk ke dalam usus, selanjutnya cacing akan menimbulkan rasa mual, kehilangan nafsu makan, sakit perut dan diare. Pasien juga akan kehilangan berat badan karena tidak sepenuhnya menyerap asupan nutrisi, selain itu cacing pindah ke bagian lain melalui pembuluh darah dan berkembang menjadi kista kecil di otot, otak dan mata.

Gejala yang muncul akan terjadi dalam kurun waktu bulanan sampai tahunan setelah seseorang terinfeksi cacing ini, jika sudah pindah ke bagian lain dari tubuh terdapat beberapa tanda dari penyakit namun tergantung dari letak kista ditemukan, gejala-gejala yang muncul bisa seperti berikut ini.

  • Kista di mata bisa menyebabkan penglihatan menjadi kabur, pembengkakan, ablasio retina hingga kehilangan penglihatan.
  • Kista pada otak dan sumsum tulang belakang, membuat kejang, sakit kepala, mudah bingung, kurang konsentrasi, masalah keseimbangan, pembengkakan otak dan kematian.
  • Kista yang terdapat di jantung bisa menyebabkan detak jantung menjadi tidak normal dan dalam kasus yang jarang terjadi bisa menyebabkan gagal jantung.
  • Kista dalam otot, dalam banyak kasus yang sudah muncul dan terjadi kondisi ini bisa tidak menimbulkan gejala apapun.

Selain beberapa gejala di atas juga terdapat kemungkinan tanda lain yang muncul dan jika seseorang memiliki kekhawatiran terkait dari gejala penyakit ini sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter. Hal ini diperlukan, terutama bagi yang sudah mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas.

Perlu diketahui mengapa infeksi sistiserkosis ini bisa terjadi, selain dari penjelasan di atas terdapat dua hal yang menjadi penyebab seseorang bisa terinfeksi penyakit ini. Pertama mengonsumsi daging babi yang terinfeksi, babi sering terinfeksi dengan memakan makanan yang terkontaminasi telur cacing di kotorannya.

Ketika orang mengonsumsi daging babi mentah atau setengah matang yang terinfeksi, telur dari cacing pita bisa ikut masuk ke dalam tubuh. Dan penyebab kedua adalah sanitasi yang buruk, kondisi ini bisa menyebabkan telur cacing pita bisa menyebar ke makanan, air atau benda-benda lain di sekitar saluran sanitasi.

Tulang Baji, Salah Satu Bagian Penting Pada Tengkorak

Tulang baji

Tulang baji merupakan salah satu dari delapan bagian tulang tengkorak. Dalam istilah medis, tulang ini dikenal juga dengan sebutan tulang sphenoid. 

Setiap bagian pada tulang tengkorak memiliki peran penting dalam anatomi otak manusia. Karena itu, tulang baji pun tak kalah pentingnya dari bagian tulang yang lain. 

Memahami anatomi tulang baji

Dari segi struktur, bagian tulang ini memiliki struktur yang menyerupai kupu-kupu. Ada empat komponen utama dalam tulang ini, yaitu bagian tubuh, bagian sayap besar, bagian sayap kecil, serta proses pterigoid.

  • Proses pterigoid

Proses pterigoid adalah bagian dari tulang baji yang terdiri atas dua tonjolan. Kedua tonjolan ini muncul dari bagian belakang tubuh tulang sampai ke bagian bawah.

Di dalamnya juga termasuk dua macam kanal. Kanal tersebut disebut kanal pterigoid dan juga kanal palatovaginal. Kedua kanal ini menjadi tempat lewatnya saraf pada otak. 

  • Sayap besar

Bagian sayap besar muncul dari bagian belakang sayap kecil. Bentuknya menyerupai segitiga yang menjalar ke bagian tubuh tulang. 

Kedua sisi sayap besar berbentuk cembung, serta bergerak ke belakang dan ke samping. Ini kemudian membentuk celah di dasar tengkorak yang memungkinkan pembuluh darah untuk lewat.

Bagian depan sayap besar membentuk dinding samping orbit. Setiap sayap memiliki tiga lubang, yaitu foramen rotundum, foramen ovale, dan juga foramen spinosum. 

Masing-masing lubang pada sayap menjadi tempat saraf dan pembuluh darah untuk lewat. Saraf yang melewati lubang pada sayap besar ini adalah saraf rahang atas, saraf mandibula, dan pembuluh darah meningeal tengah. 

  • Sayap kecil

Sayap kecil, dari segi struktur, memiliki posisi yang terangkat dari bagian depan tubuh tulang dan bergerak ke arah samping tubuh. Sayap kecil ini, yang terdiri atas dua pasang, membentuk segitiga.

Batas bawah sayap kecil membentuk bagian orbit yang berfungsi sebagai tempat menampung mata. Sedangkan, permukaan atasnya membentuk sebagian rongga tengkorak yang menjadi tempat menampung berbagai bagian pada otak.

  • Tubuh

Bagian tubuh tulang terletak di area paling tengah dari struktur tulang baji. Posisinya membentang di sepanjang garis tengah, bertumpu di antara sayap. Posisi tubuh tulang ini membentuk beberapa struktur penting pada otak Anda. 

Pada bagian tubuh tulang yang menghadap ke depan, menjadi pembantu dalam membentuk rongga hidung. Sementara, bagian sisinya berkontribusi dalam pembentukan saluran optik. 

Bagian sisi yang membentuk saluran optik ini menyerupai terowongan yang memungkinkan lewatnya saraf optik dan arteri opthalmic.

Kemudian, bagian permukaan tubuh tulang membentuk bagian yang disebut sella turcica. Sella turcica ini terdiri atas hypophyseal fossa, dorsum sellae, serta tuberculum sellae.

Sella turcica dikelilingi oleh dua proses klinoid anterior dan dua tonjolan tulang, masing-masing satu di setiap sisinya. Sedangkan, di bagian belakangnya terdapat dua eminensia lain yang disebut klinoid posterior. 

Klinoid posterior memperdalam sella turcica, membuatnya melekat dengan tentorium cerebelli, yaitu bagian dari duramater otak. 

Dari segi lokasi, tulang baji terletak di bagian tengah tulang tengkorak di sepanjang garis tengah. Tulang ini menjadi pemisah antara tulang frontal, yaitu tulang dahi, dari tulang oksipital, yaitu tulang trapesium yang menyusun bagian belakang bawah tengkorak.

Selain itu, tulang baji juga berhubungan dengan sejumlah tulang lain di sepanjang sisinya. Hal ini membentuk ruang sebagai tempat menampung otak dan saraf untuk lewat.