Mengenal Apa Itu VQ scan

vq scan

Salah jika Anda berpikir bahwa CT scan dan rontgen menjadi jalan satu-satunya untuk melihat kondisi paru-paru Anda. Sudah pernah mendengar pemindaian ventilasi atau yang dikenal sebagai VQ scan? Lewat prosedur pemeriksaan ini, kondisi paru-paru Anda juga dapat terpantau, khususnya melihat seberapa baik udara dapat mengalir melalui paru-paru sekaligus ke mana saja arah alirah darah di paru-paru Anda.

Jenis pemindaian yang satu ini sekaligus mengarah pada dua pemindaian paru-paru dalam satu prosedur. Kedua pemindaian melibatkan penggunaan zat radioaktif berisiko rendah yang dapat dilacak oleh jenis pemindai khusus.

Zat tersebut akan muncul di gambar yang dipindai dan dapat memberi tahu informasi mengenai seberapa baik paru-paru Anda bekerja. Jika tidak ada pengumpulan zat di suatu area, artinya paru-paru Anda normal. Namun, jika dalam gambar pemindaian ditemukan zat yang berkumpul di area darah atau aliran udara yang tidak normal, tim medis bisa mengindikasikannya sebagai penyumbatan di paru-paru.

Prosedur Pemindaian

Prosedur VQ scan umumnya tidak bisa dilakukan secara mendadak. Pasalnya ketika akan menjalani tes ini, tim medis biasanya akan meminta Anda memalukan rontgen dada dalam kisaran waktu 24—48 jam sebelum VQ scan dilaksanakan.

Beberapa informasi pun mesti Anda laporkan kepada tim medis secara mendetail. Pertama, Anda harus memastikan dalam 48 jam terakhir tidak menjalani tes yang menggunakan bahan radioaktif. Pasalnya, jika sebelum dua hari Anda sempat menjalani tes yang mengandung pewarna radioaktif, hasil dari VQ scan dapat terpengaruh.

Tidak hanya itu, Anda juga harus menginformasikan ke tim medis mengenai alergi apa saja yang Anda miliki. Utamanya, tim medis harus memastikan Anda tidak meilki alergi terhadap pewarna kontras atau lateks. Jika Anda tidak yakin, dokter dan timnya akan melakukan tes alergi untuk Anda. Mengetahui ada tidaknya alergi pada pasien yang akan menjalani VQ scan sangat penting agar dokter dan staf medis bisa melakukan persiapan reaksi alergi apabila terjadi selama pemindaian berlangsung.

Yang tidak boleh ketinggalan, Anda juga baiknya memberi tahu kondisi kehamilan Anda jika memang sedang mengandung ataupun jika Anda menyusui. Ini karena pewarna kontras yang digunakan untuk VQ scan dapat berpengaruh pada janin maupun produksi air susu ibu (ASI).

Pada saat melakukan pemindaian, upayakan Anda mengenakan pakaian longgar tanpa kandungan logam. Di beberapa rumah sakit, kemungkinan besar Anda akan diminta untuk memakai baju pasien yang telah dipersiapkan khusus.

Proses VQ scan sendiri memakan waktu sekitar 45 menit. Anda hanya akan diminta untuk berbaring di meja pemeriksaan. Staf medis nanti akan memasang jalur intravena ke tubuh Anda sekaligus memasukkan pewarna radionuklida ke aliran darah lewat suntikan di punggung tangan.

Baru setelah pewarna disuntikkan, staf medis akan melepas infus dan Anda akan dipindahkan ke bawah pemindai khusus. Pemindai ini akan mendeteksi pewarna dan melihat bagaimana pewarna mengalir ke paru-paru melalui aliran darah.

Ventilasi paru-paru Anda juga akan dipindai. Caranya, Anda akan diberikan corong saat masih berbaring di bawah pemindai. Anda kemudian diminta bernapas melalui corong, yang mengandung gas dengan zat radioaktif, biasanya xenon atau teknesium radioaktif. Pada saat itulah, pemindai akan mengambil gambar paru-paru.

Tujuan Pemindaian

VQ scan umumnya akan dianjurkan kepada pasien yang memiliki gejala pneumonia maupun emboli paru. Tujuan pemindaian ini tak lain adalah mencari bukti ada tidaknya bekuan atau gumpalan darah di paru-paru.  Gumpalan darah di paru-paru sering kali berasal dari gumpalan di kaki yang disebut trombosis vena dalam. Pemindaian VQ akan menentukan apakah bekuan darah telah berpindah dari kaki Anda ke paru-paru.

Dari berbagai masalah paru-paru VQ scan paling sering digunakan untuk menyaring emboli paru. Emboli paru merupakan kondisi terjadinya bekuan darah di paru-paru. Ada beberapa gejala khas dari masalah kesehatan yang satu ini, mulai dari detak jantung yang bertambah cepat, nyeri dada, kesulitan bernapas, sampai penurunan tingkat saturasi oksigen seseorang.

Selain mengecek kondisi pasien yang memang bermasalah paru-parunnya, VQ scan juga kerap dilakukan oleh pasien yang hendak melakukan operasi. Dokter akan menyarankan tindakan ini pra operasi dengan tujuan menguji fungsi paru-paru.

Penting! Pahami Gejala Patah Tulang Tangan Berikut Ini

Berbagai kegiatan memiliki risiko berupa terjadinya patah tulang terutama area tangan. Pemicu terjadinya patah tulang adalah adanya kecelakaan, cedera, atau jatuh. Untuk mengetahui apakah tulang patah atau hanya sekadar terluka saja, Anda perlu mengetahui berbagai gejala patah tulang tangan yang muncul. Selain itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara melakukan pertolongan pertama pada seseorang yang mengalami patah tulang tangan sehingga tidak memperparah keadaan yang ada. 

Gejala patah tulang tangan 

Tingkat keparahan yang dialami akan menentukan kemunculan gejala patah tulang tangan. Berikut ini merupakan gejala umum yang muncul saat Anda mengalami patah tulang. 

  • Memar
  • Nyeri terasa kuat
  • Terdengar suara retakan atau patahan saat tulang terluka
  • Kesulitan menggerakan jari
  • Pembengkakan di area patah dan sekitarnya
  • Jari terasa kaku dan mati rasa
  • Kelainan bentuk terlihat 
  • Nyeri yang dirasakan makin kuat saat tangan digerakkan
  • Terasa lembek ketika disentuh

Pertolongan pertama patah tulang tangan 

Pasien patah tulang membutuhkan pertolongan pertama jika belum ada tim medis di tempat kejadian. Bagaiman pertolongan pertama tersebut diberikan? 

  • Pastikan Anda tidak menggerakan tangan yang terindikasi patah tersebut. 
  • Hindari memperbaiki secara mandiri tulang yang patah dan bergeser 
  • Berikan kompres menggunakan air dingin di area yang mengalami pembengkakan 
  • Apabila merasa ingin pingsan serta napas menjadi terengah-engah, baringkan tubuh dengan kepala sedikit lebih rendah dari tubuh Anda.
  • Apabila memungkinkan, angkat kaki agar lebih tinggi dari posisi tubuh saat Anda berbaring
  • Apabila terjadi pendarahan, Anda perlu segera menghentikan pendarahan tersebut. Anda dapat menekan langsung luka atau irisan menggunakan tisu, kain bersih, atau kasa steril hingga pendarahan berhenti. 

Komplikasi patah tulang tangan 

Kondisi patah tulang perlu ditangani segera. Jika terlambat, penurunan fungsi dan kekuatan tangan akan menurun. Selain itu, patah tulang dapat menyebabkan keterbatasan pergerakan tangan. Komplikasi juga mungkin terjadi akibat patah tulang dan kemunculannya bisa bertahun-tahun kemudian. Berikut beberapa di antaranya. 

  1. Kerusakan saraf dan pembuluh darah

Patah tulang yang muncul akibat cedera memungkinkan melukai area saraf dan pembuluh darah sekitarnya. Hal itu dapat menimbulkan komplikasi berupa kerusakan saraf dan pembuluh darah. Gejala yang ditimbulkan berupa ganggan sirkulasi darah, kesemutan, dan mati rasa di area tangan terutama yang mengalami patah tulang tersebut.

  1. Kekakuan dan nyeri jangka panjang 

Setelah operasi selesai dilakukan maka rasa kaku dan nyeri akan hilang. Terkadang nyeri dan kaku baru sepenuhnya menghilang ketika gips yang dipasang  telah dibuka. Akan tetapi, komplikasi mungkin terjadi sehingga nyeri dan kaku yang dirasakan bertahan secara permanen.

  1. Osteoartritis

Patah tulang atau sekadar retak bisa meluas di area sendi. Patah tulang yang telah meluas tersebut akan memicu terjadinya radang sendi atau artritis. Umumnya, hal osteoartistis baru akan terjadi beberapa tahun setelah Anda mengalami patah tulang. 
Patah tulang tangan tetap membutuhkan penanganan medis agar tangan dapat berfungsi secara normal kembali. Beberapa perawatan dapat diberikan pada orang yang mengalami patah tulang seperti pemasangan gips, belat, dan penjepit, lalu pemberian obat, hingga tindakan berupa operasi. Semua tindakan medis yang dilakukan tentu akan disesuaikan dengan kondisi patah tulang yang dialami. Untuk mengetahui info lebih lanjut tentang patah tulang serta berbagai hal yang berhubungan dengan tulang, Anda dapat melakukan konsultasi secara online melalui aplikasi SehatQ. 

Menilik Lebih dalam Tentang Prosedur Operasi Tulang Belakang

Pernahkah Anda mendengar seseorang yang baru saja atau akan menjalani prosedur operasi tulang belakang? Atau malah Anda sendiri yang pernah atau akan menjalani prosedur tersebut?

Operasi tulang belakang adalah tindakan yang dilakukan untuk membantu meredakan rasa nyeri punggung pasien. Dalam kasus ringan, nyeri punggung akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu tiga bulan dan tidak membutuhkan penanganan khusus.

Pasien akan menjalani prosedur medis lain, seperti terapi panas dan fisioterapi dan juga akan diberikan obat-obatan antiradang, sebelum akhirnya diputuskan untuk menjalani prosedur operasi tulang belakang.

Apa saja prosedur operasi tulang belakang yang diberikan pada pasien?

Prosedur operasi tulang belakang berbeda-beda, tergantung dari jenis kasusnya itu sendiri. Penjelasan selengkapnya dapat Anda simak di bawah ini:

  • Laminotomi atau laminektomi
  • Proses pembersihan area kulit yang menjadi tempat penyayatan dengan larutan antiseptik untuk mencegah infeksi.
  • Pembuatan sayatan kecil di punggung tengah atau leher pasien oleh dokter.
  • Jaringan penghubung tulang dengan tulang, seperti kulit, otot, dan ligamen akan digeser, sehingga dokter dapat melihat area tulang belakang secara jelas.
  • Pengangkatan benjolan di sekitar tulang belakang atau fragmen kecil pada bantalan tulang belakang.
  • Luka sayatan akan ditutup dengan jahitan dan dilapisi dengan perban steril.
  • Distektomi
  • Penyayatan kulit sepanjang 2,5-3,8 cm pada bagian punggung yang dilanjut dengan menggeser otot punggung agar tulang belakang dapat terlihat secara jelas. Prosedur ini menggunakan alat khusus seperti mikroskop yang akan dimasukkan untuk membantu proses penglihatan dan pengamatan gangguan pada cakram dan saraf tulang belakang pasien.
  • Identifikasi lokasi pangkal saraf dan akan dilakukan pemindahan sementara.
  • Pengangkatan jaringan cakram yang rusak.
  • Peletakan kembali tulang belakang ke tempat semula.
  • Penutupan luka sayatan dengan jahitan.
  • Fusi tulang belakang
  • Pembuatan sayatan: dokter membuat sayatan pada salah satu dari tiga lokasi, leher, punggung, perut, atau tenggorokan.
  • Persiapan cangkok tulang: proses penyatuan kedua tulang belakang yang juga diambil dari tulang dalam tubuh pasien.
  • Fusi (penyatuan tulang): proses penyatuan kedua tulang belakang. Dapat dilakukan dengan bantuan piringan logam dan sekrup agar kedua tulang dapat tertahan sempurna dan dapat menyatu secara permanen selama proses pemulihan.
  • Kifoplasti

Dilakukan dalam empat tahap dengan bantuan jarum dan alat kecil, serupa balon. Balon kemudian akan dikembangkan dan membantu mengembalikan tinggi tulang belakang. Pada akhirnya, akan terbentuk sebuah celah sebagai tempat untuk menyuntikkan semen akrilik agar kolaps tulang belakang dapat dicegah.

  • Vertebroplasti

Prosedur ini serupa dengan kifoplasti. Perbedaannya terletak pada proses penyuntikan semen secara langsung lewat sayatan yang dibuat pada kulit tanpa mengembangkan balon.