7 Penyakit yang Bisa Menyerang Kesehatan Kepala

Otak merupakan organ yang ada di dalam kepala dan berfungsi sebagai pengendali semua fungsi tubuh manusia, termasuk berbicara, kemampuan bergerak, daya ingat serta merespon rangsangan. Otak termasuk dalam sistem saraf dan jika terdapat kelainan, bukan hanya mengganggu kesehatan kepala saja tetapi juga fungsi tubuh lainnya. Ada beberapa penyakit yang bisa menyerang kesehatan kepala termasuk otak, di antaranya yaitu:

Abses Otak

Abses otak merupakan pembengkakan pada otak karena mengandung cairan nanah akibat infeksi atau cedera parah sehingga mempengaruhi jaringan otak. Penyakit yang menyerang kesehatan kepala ini ditandai dengan munculnya sakit kepala berat, demam, muntah, leher terasa kaku, kejang, perubahan perilaku hingga gangguan kesadaran. Kondisi ini cukup berbahaya dan membutuhkan penanganan segera. Infeksi penyebab abses otak bisa terjadi karena jamur, virus, dan bakteri melalui luka yang ada di kepala. Selain itu, infeksi dari jantung dan paru-paru juga bisa menjadi penyebab penyakit ini.

Demensia

Demensia ditandai dengan penurunan fungsi otak yang umumnya terjadi pada seseorang dengan usia lanjut. Demensia juga disertai dengan gejala kehilangan ingatan, kesulitan berkomunikasi, serta kesulitan dalam mencerna informasi. Semakin bertambahnya usia, gejala ini bisa menjadi bertambah buruk dan mempengaruhi kesehatan kepala. Selain itu, demensia yang memburuk juga bisa menimbulkan komplikasi seperti kekurangan nutrisi, radang paru-paru, dan perubahan perilaku. Penyebab penyakit ini yaitu adanya kerusakan pada sel saraf dan hubungan antar saraf pada otak. Jenis demensia yang paling sering terjadi yaitu Penyakit Alzheimer dan Demensia Vaskular.

Herniasi Otak

Herniasi otak merupakan kondisi ketika jaringan otak bergeser dari posisi normalnya melewati celah yang ada di tulang tengkorak. Celah ini bisa terbentuk secara alami maupun akibat dari operasi. Herniasi otak merupakan kondisi yang membahayakan kesehatan kepala dan jika tidak segera ditangani, bisa mengancam jiwa. Hal ini bisa dipicu oleh pembengkakan otak karena cedera kepala, stroke, atau tumor otak. Gejala herniasi otak yang mungkin ditimbulkan antara lain sakit kepala parah, tekanan darah tinggi, denyut nadi tidak normal, pupil membesar, hingga nafas berhenti dan jantung berhenti berdetak.

Stroke

Stroke adalah kematian jaringan otak yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke bisa berupa sumbatan (iskemik) ataupun perdarahan (hemoragik). Adanya masalah kesehatan kepala ini mengakibatkan bagian tubuh yang dikendalikan area otak yang rusak tidak bisa berfungsi dengan baik. Sehingga, gejala yang ditimbulkan bisa berupa mati rasa, kesulitan berbicara dan melihat, gangguan keseimbangan, jika tersenyum akan terlihat miring, salah satu sisi wajah terlihat menurun, kesulitan berjalan, hingga kelumpuhan sebagian atau total. Tindakan penanganan yang tepat dan dilakukan dengan segera bisa meminimalkan tingkat kerusakan otak, mengantisipasi akibat yang ditimbulkan, dan mencegah terjadinya komplikasi.

Kanker Otak

Kanker otak adalah penyakit yang mengganggu kesehatan kepala yang terjadi karena munculnya sel-sel kanker di jaringan otak. Sel-sel ini bisa berasal dari sel otak sendiri (kanker otak primer) atau berasal dari bagian tubuh lain yang menyebar ke otak (metastasis). Sel-sel tumor yang terus bertumbuh akan meningkatkan tekanan pada tengkorak kepala dan bisa menyebabkan kerusakan jaringan otak, bahkan kematian. Gejala yang ditimbulkan dari kondisi ini yaitu nyeri berulang pada kepala dan semakin bertambah parah, gangguan ingatan, mual dan muntah, pandangan kabur, kelelahan, kesulitan berjalan, dan kejang.

Meningitis

Meningitis merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada selaput pembungkus otak dan sumsum tulang belakang. Penyebab yang paling sering terjadi adalah karena infeksi virus, meski ada juga meningitis yang terjadi karena infeksi bakteri tetapi relatif jarang. Gangguan pada kesehatan kepala ini bisa terjadi pada setiap orang dan usia berapa pun. Namun, orang dengan daya tahan tubuh yang rendah lebih rentan mengalami meningitis. Secara umum, gejala meningitis yang bisa terjadi meliputi leher kaku, nyeri kepala hebat, demam tinggi, sensitif terhadap cahaya lampu yang terang, dan sakit tenggorokan.

Gegar Otak

Gegar otak adalah cedera otak ringan yang menyebabkan terganggunya fungsi otak untuk sementara. Biasanya cedera yang mengganggu kesehatan kepala jni terjadi akibat benturan keras pada kepala akibat kecelakaan, terjatuh, olahraga, atau benturan fisik lainnya. Benturan ini bisa mengakibatkan orang yang gegar otak tidak mengingat apa yang baru saja dialami atau terlihat linglung dan kebingungan. Gegar otak juga bisa mempengaruhi kemampuan bicara, keseimbangan tubuh, dan koordinasi otot. Gejala yang mungkin ditimbulkan dari kondisi ini adalah sakit kepala berkelanjutan, disorientasi (kebingungan mental), kepala terasa berputar, mual dan muntah, dan tidak sadarkan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *