Terpapar Sinar UV Sebabkan Fotokeratitis, Apakah Itu?

Pada dasarnya paparan sinar ultraviolet (UV) baik bagi kesehatan tubuh, khususnya dalam proses pembentukan vitamin D alami. Namun, paparan sinar UV yang  terlalu berlebihan dapat membahayakan mata maupun kulit.

Nah, fotokeratitis merupakan salah satu akibat dari paparan sinar matahari pada mata. Fotokeratitis dikenal sebagai keratitis ultraviolet (UV) yang merupakan sindrome akut yang ditandai oleh peradangan kornea dan menyebabkan rasa nyeri yang hebat pada mata setelah terpapar sinar UV. Lalu apa yang terjadi pada mata jika mengalami fotokeratitis?

Apa itu fotokeratitis?

Kondisi mata yang sangat menyakitkan dan terjadi karena paparan sinar ultraviolet baik dari maahari langsung atau sumber buatan manusia.  Fotokeratitis mirip dengan mata yang terbakar sinar matahari. Kondisi ini mempengaruhi lapisan permukaan kornea yang tipis dan konjungtiva yang merupakan lapisan sel yang menutupi bagian putih mata.

Apa penyebab keratitis ultraviolet?

Sinar ultraviolet dari matahari langsung atau sumber lain bisa merusak mata. Secara khusus, sinar UV-A dan UV-B dari matahari dapat menyebabkan kerusakan jangka pendek dan jangka panjang pada mata dan memengaruhi penglihatan. Meskipun matahari juga memancarkan radiasi UV-C, sinar tersebut diserap oleh lapisan ozon dan tidak merusak mata.

Radiasi ultraviolet yang berbahaya juga dapat dipancarkan oleh laser, lampu uap merkuri, lampu yang digunakan di tempat tidur, atau peralatan las. Sumber lain termasuk busur karbon, lampu untuk perlengkapan fotografi, percikan api listrik, lempu meja hologram, dan petir.

Paparan radiasi UV dalam jumlah kecil dalam jangka Panjang dapat meningkatkan risiko katarak. Risiko katarak atau degenerasi macula meningkat semakin lama seseorang terpapar sinar UV-C matahari. Orang yang menghabiskan banyak waktu di luar ruangan, seperti pendaki gunung, pejalan kaki, dan perenang mungkin lebih rentan mengalami keratitis ultraviolet.

Gejala fotokeratitis

Gejala mungkin termasuk:

  • Nyeri atau kemerahan di mata
  • Air mata
  • Penglihatan kabur
  • Pembengkakan
  • Sensitivitas cahaya
  • Kelopak mata berkedut
  • Sensasi berpasir di mata
  • Kehilangan penglihatan sementara
  • Melihat lingkaran cahaya
  • Kelopak mata berkedut

Gejala tersebut dapat berlangsung dari 6 hingga 24 jam, tetapi biasanya hilang dalam waktu 48 jam. Fotokeratitis dapat didiagnosis saat Anda berkonsultasi dengan dokter mata Anda dan merasakan beberapa gejala di atas.

Cara mengobati fotokeratitis

Kondisi mata seperti ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Jadi, pengobatan difokuskan untuk meredakan gejala saat mata Anda sembuh. Namun, jika Anda merasa mengalami fotokeratitis dan sedang menggunakan lensa kontak, maka disarankan untuk langsung melepaskannya, serta jauhkan diri Anda dari matahari dan tetap dalam kegelapan.

Untuk bantuan sementara, Anda dapat melakukan:

  • Letakkan kain lap dingin di atas mata yang tertutup
  • Gunakan air mata buatan
  • Minum Pereda nyeri seperti yang direkomendasikan oleh dokter mata Anda
  • Gunakan antibiotik tetes mata jika diresepkan

Dan, hindari menggosok mata sampai sembuh. Penyembuhan akan terjadi secara bertahap dan gejala harus hilang dalam satu atau dua hari.

Untuk pencegahan, biasanya dokter menyarankan untuk menggunakan pelindung mata untuk paparan langsung sinar UV, seperti kacamata hitam yang dapat menghalangi 99% sinar UV.

Foto keratitis pada dasarnya adalah luka bakar pada mata. Kondisi ini terjadi ketika mata Anda terkena sinar UV dari matahari atau sumber buatan. Gejala yang muncul dapat menyebabkan nyeri, kemerahan, dan peka terhadap cahaya. Hindari penggunaan lensa kontak setelah mata membaik.

Selain itu, air mata buatan, pereda nyeri, atau kompres air dingin adalah cara yang dapat meredakan nyeri akibat fotokeratitis. Namun ,jika tidak membaik dalam beberapa hari ada baiknya untuk mengunjungi dokter dan mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *