Pertolongan Pertama Saat Kepala Terbentur pada Anak Anda

Masa kanak-kanak adalah masa di mana anak banyak melakukan eksplorasi dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga, kadang kala ia akan mengalami jatuh atau kepala yang terbentur.

Meskipun terlihat sepele, akan tetapi Anda tetap waspada apabila kepala anak Anda terbentur sesuatu yang keras. Apalagi jika benturan cukup keras dan tidak terlihat bekas tanda apapun, seperti benjol, memar, dan lainnya. 

Maka dari itu, perlu Anda ketahui pertolongan pertama saat kepala terbentur agar cedera benturan bisa diatasi secepat mungkin. Namun, sebelum mengetahui pertolongan pertama saat kepala terbentur, simaklah beberapa hal di bawah ini.

Perhatikan seberapa keras benturannya

Anak-anak tidak bisa mengungkapkan seberapa parah rasa sakit yang sedang ia rasakan. Maka dari itu, Anda perlu memerhatikan seberapa keras benturan yang terjadi. Hal ini bisa dilakukan dengan melihat bekas benturan dan bagaimana kronologi saat anak terbentur.

Cermatilah kondisi kepala anak selama 1-3 hari pertama. Jika hanya timbul memar, benjol, bisa jadi hal tersebut tidak berbahaya. Akan tetapi, jika sudah dibarengi dengan rasa sakit kepala, muntah, dan gejala mencurigakan lainnya maka berkonsultasilah atau langsung membawa anak Anda kepada dokter.

Kenali perbedaan bekas benturan

Kondisi kepala yang mengalami benjol atau memar tentulah berbeda. Apabila akibat benturan membuat kepala anak Anda mengalami benjolan, itu artinya kepala mengalami benturan yang sangat keras sehingga menyebabkan adanya darah yang mengumpul dan membentuk sebuah benjolan di bawah kulit.

Sedangkan jika benturan terjadi pada daerah yang lunak, maka biasanya bekas benturan meninggalkan bekas memar. Bekas memar yang terjadi bisa berwarna biru hingga keunguan, tergantung pada posisi kulit yang terkena benturan.

Perlu diketahui bahwa di bawah kulit manusia terdapat banyak pembuluh darah, di mana ketika terkena benturan maka pembuluh darah yang ada di bawah kulit akan pecah dan mengeluarkan darah. Namun, jika benturan tidak menimbulkan luka terbuka maka darah akan mengumpul di bagian yang terbentur dan menyebabkan adanya perubahan warna.

Setelah mengetahui perbedaannya, maka ketahuilah juga bagaimana pertolongan pertama saat kepala terbentur pada anak. Tentunya dengan cara yang mudah dan tidak membuat anak Anda merasa tidak nyaman.

Pertolongan pertama benturan pada anak

Di bawah ini beberapa pertolongan pertama saat kepala terbentur pada anak yang disesuaikan dengan bekas benturan.

  • Benjolan

Jika setelah benturan timbul benjol di area kepala, maka Anda bisa melakukan kompres dengan kain yang direndam dengan air dingin atau es batu yang dimasukkan ke dalam kain. Jangan pernah menempelkan es batu langsung menempel dengan bekas benturan.

Kompres dengan air dingin ini bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan akibat benturan.

  • Memar 

Pertolongan pertama saat kepala terbentur dan meninggalkan bekas memar adalah dengan melakukan hal yang sama dengan bekas luka benjolan, yakni dengan mengompres air dingin.

Sebab, dengan menggunakan air dingin akan membuat radang dan nyeri berkurang.

  • Lecet

Jika benturan menyebabkan luka terbuka seperti lecet dan sedikit berdarah, maka pertolongan pertama saat kepala terbentur adalah dengan membersihkan bekas luka terlebih dahulu dengan menggunakan air dan sabun agar luka tetap steril dan tidak terjadi infeksi.

Kemudian, Anda bisa mengompresnya dengan air dingin agar rasa sakit segera menghilang. Setelah itu Anda bisa menutup lukanya dengan menggunakan plester.

Jika setelah dikompres rasa nyeri tak kunjung mereda, maka Anda bisa memberikan obat penghilang nyeri, seperti paracetamol, dan ibuprofen. Namun, alangkkah baiknya jika sebelum memberikan obat Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu.

Perlukah ke dokter?

Meskipun pada awalnya hanya menimbulkan benjol, memar, dan lecet, akan tetapi Anda tetap perlu memantau apakah ada gejala lainnya yang timbul. Perhatikanlah beberapa gejala yang perlu Anda waspadai:

  • Mual dan muntah
  • Kejang-kejang
  • Mimisan atau darah yang keluar dari telinga
  • Mata berkunang-kunang atau menjadi buram
  • Hilangnya keseimbangkan atau tidak bisa melakukan aktivitas biasanya

Ketika anak terlihat dengan gejala-gejala di atas, maka Anda harus segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat secepat mungkin.

Jadi, itulah beberapa hal yang perlu diketahui seputar pertolongan pertama saat kepala terbentur pada anak. Meskipun umum terjadi, tetapi Anda tidak boleh kehilangan kewaspadaan dengan kondisi tersebut.

Apakah Rapid Serologi Efektif Untuk Mendeteksi Virus?

Rapid Serologi

Pandemi virus Corona ini sudah menyerang Indonesia selama satu tahun. Meski begitu masih banyak masyarakat yang belum begitu memahami proses tes yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya virus ini dalam tubuh Anda. Ada beberapa tes yang bisa Anda pilih dan disesuaikan dengan kebutuhan. Rapid serologi, rapid antigen, rapid antibodi sampai tes PCR (Polymerase Chain Reaction) adalah salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi adanya virus corona di tubuh Anda atau tidak. 

Masing – masing tes ini tentunya memiliki perbedaan, kelebihan dan kekurangannya. Anda bisa melakukan rapid serologi untuk mendeteksi keberadaan dari virus ini jika muncul gejala awal. Tapi apakah benar rapid serologi ini lebih efektif dibandingkan dengan metode lain?

Rapid serologi adalah pemeriksaan berbasis darah guna identifikasi paparan patogen di dalam tubuh manusia. Rapid serologi dapat melihat respons kekebalan si pasien. Rapid serologi ini adalah tes untuk mendeteksi antibodi baik Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG) terhadap SARS-CoV-2 dalam darah. Cara mendeteksinya dilakukan dengan mengambil darah pasien dan dimasukkan ke tabung darah untuk diproses di laboratorium. 

Hasil dari tes serologi ini bisa reaktif dan non reaktif. Kalau hasilnya reaktif kemungkinan tubuh kamu mengandung antibodi SARS-CoV-2. Antibodi reaktif tidak selalu diartikan virus sedang aktif dalam tubuh. Antibodi juga bisa terdeteksi karena adanya infeksi yang terjadi di masa lampau. Meski begitu, rapid serologi ini tidak bisa dijadikan sebagai diagnosis. Tes ini hanya untuk mendeteksi adanya virus atau tidak, sedangkan untuk diagnosis akhir tetap dilakukan dengan menggunakan PCR Test (Polymerase Chain Reaction Test) untuk menentukan apakah Anda positif atau negatif dari virus corona.

Ketika menjalani rapid serologi, prosedur yang dilakukan terbilang sederhana. Satu-satunya yang dibutuhkan dari pengidap adalah sampel darah, yang kemudian akan diuji di laboratorium. Dalam prosesnya, dokter akan memasukkan jarum ke pembuluh darah dan mengambil darah untuk sampel. Prosedur pengujiannya pun cepat. Tingkat rasa sakit bagi kebanyakan orang juga tidaklah parah. Pendarahan dan infeksi yang berlebihan dapat terjadi, tetapi cukup jarang terjadi. 

Rapid serologi dapat membantu dokter mendiagnosis gangguan autoimun, dengan mencari tahu apakah antibodi terhadap protein atau antigen yang normal atau tidak asing ada dalam darah. Jadi, dapat dikatakan bahwa waktu yang tepat untuk melakukan tes serologi adalah ketika dokter atau pemeriksaan medis menduga adanya penyakit autoimun, atau gangguan lain yang melibatkan sistem kekebalan tubuh. Rapid serologi juga bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit lain seperti 

  • Brucellosis, yang disebabkan oleh bakteri
  • Amebiasis, yang disebabkan oleh parasit
  • Campak, yang disebabkan oleh virus
  • Rubella, yang disebabkan oleh virus
  • HIV
  • Sifilis
  • Infeksi jamur

Anda harus segera melakukan rapid serologi ini jika mengalami gejala dari terinfeksinya virus corona. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan.

  • Hidung beringus
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Merasa tidak enak badan

Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh COVID-19), yang mengakibatkan gejala seperti

  • Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia
  • Batuk dengan lender
  • Sesak napas
  • Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk

Jika Anda mengalami gejala tersebut, segeralah untuk melakukan rapid serologi. Hasil dari rapid serologi ini paling efektif untuk mendeteksi virus di awal karena memiliki sensitivitas terhadap virus yang tinggi. Selain sensitivitas yang tinggi, keunggulan lain dari rapid serologi antibodi ini adalah tingkat spesifisitas lebih dari 99.81 persen dan tanpa gangguan atau cross reaksi dari virus flu biasa dan coronavirus lain selain SARS-CoV-2. Dengan demikian, tes ini dapat mendeteksi antibodi yang timbul dari paparan SARS-CoV-2 atau COVID-19 secara lebih pasti.