Hal-Hal Ini Merupakan Upaya Terapi Wicara di Rumah

Mengajarkan pelafalaan huruf yang benar termasuk bagian dari terapi wicara

Setidaknya ada tiga faktor utama yang dapat menyebabkan anak terlambat berbicara. Pertama, faktor keturunan; kedua, kelainan anggota tubuh utamanya pada bagian telinga, hidung, dan tenggorok; dan yang ketiga adalah faktor lingkungan. Jika membahas soal keterlambatan bicara, terapi wicara akan selalu mengikutinya.

Terapi wicara umum sekali diberikan kepada para penderita gangguan perilaku komunikasi, yaitu kelainan kemampuan bahasa, bicara, suara, irama atau kelancaran, sehingga penderita mampu berinteraksi dengan lingkungan secara wajar. 

Terapi ini bisa dilakukan oleh profesional dan juga bisa dilakukan sendiri. Keduanya memiliki plus dan minus, tentu saja. Biaya sepertinya menjadi faktor utama yang memengaruhi preferensi orang tua. Jika Anda memilih melakukan terapi wicara mandiri di rumah, lakukanlah hal-hal di bawah ini:

  • Mengajari Anak Bahasa Tubuh atau Isyarat Sederhana

Anak-anak yang tidak dapat menyampaikan informasi secara penuh bisa merasa frustasi. Hal tersebut terkadang mengarahkan anak untuk mengungkapkan emosi berlebihan (tantrum). 

Bahasa isyarat dapat membantu anak berkomunikasi dengan orang lain. Sebagai orang tua, pertama-tama Anda bisa mengajari mereka bahasa isyarat dengan kata-kata termudah dan paling sering digunakan.

  • Kurangi Konsumsi Televisi dan Perangkat Elektronik Lain, Termasuk Ponsel

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak-anak yang sering menonton televisi lebih berpotensi mengalami keterlambatan dalam berbicara. Aktivitas menonton televisi mengurangi stimulan untuk melakukan komunikasi secara dua arah. Suara yang dihasilkan oleh televisi juga dapat menyebabkan anak kurang fokus menyimpan informasi.

  • Biasakan Minum dengan Sedotan

Saat memberikan anak Anda minum, cobalah untuk selalu menyediakan sedotan pula. Meski terlihat sederhana, pemberian sedotan dapat termasuk sebagai upaya terapi wicara di rumah. Pasalnya, sedotan dapat membantu memperkuat otot mulut dan mempermudah anak berbicara.

Gunakan sedotan dengan berbagai macam bentuk terutama sedotan melingkar atau berombak. Sedotan jenis ini dapat melatih otot mulut lebih kuat. Sedotan bentuk tersebut juga diketahui lebih baik daripada sedotan biasanya.

  • Ajarkan Anak Meniup

Coba ajarkan dan melatih anak untuk meniup. Anda bisa berkreasi dalam cara ini, bisa dengan sebuah situasi permainan, misalnya. Anda bisa menaruh bola kapas di atas meja dan meminta anak Anda meniup bola kapas dengan sedotan sejauh mungkin. Sama seperti minum dengan sedotan, berlatih meniup juga dapat memperkuat otot mulut sehingga mempermudah anak untuk berbicara.

  • Rangsang Anak untuk Meminta

Terus pacu dan rangsang anak Anda agar lidah, mulut, dan bibirnya bekerja. Rangsangan akan membuat mereka terbiasa untuk berbicara. Cobalah taruh benda yang sedang digemari atau dibutuhkannya cukup jauh dari jangkauan anak Anda. 

Tujuannya adalah agar buah hati berusaha meminta tolong kepada Anda. Situasi ini dapat mengajarkan bahasa isyarat meminta tolong sambil mengucapkan kata “tolong” ketika memintanya.

  • Biarkan Bermain dengan Teman-Teman Sebayanya

Bawalah anak Anda ke taman bermain atau lapangan yang banyak terdapat rekan-rekan sebayanya. Ketika bertemu dengan anak-anak lain, diharapkan anak Anda dapat mengekspresikan diri dan mempelajari hal-hal baru, termasuk cara mengucapkan sesuatu atau perbendaharaan kosakata baru.

  • Hargai Setiap Usahanya

Hargailah setiap usaha yang telah dilakukan anak Anda dengan memberikan pujian. Pujian akan memengaruhi kondisi mental dan moral anak. Pujian bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri mereka dan tetap menjaga semangat anak untuk dapat menyamai kemampuan rekan-rekan sebayanya.

***

Tidak ada yang salah dari setiap pilihan Anda. Terapi wicara di rumah pun bisa berhasil jika Anda, sebagai orang tua, telaten dan sungguh-sungguh membantu anak untuk lepas dari gangguan bicara. Namun, jangan pernah lupakan satu hal, bahwa sesuatu yang dilakukan secara tepat guna akan selalu memberikan hasil yang baik. Untuk itu, periksakan kondisi kesehatan anak Anda untuk mendapatkan diagnosis sebelum menentukan pilihan.