Mengenai Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Penyakit Murmur Jantung

Mengenai murmur jantung atau bising jantung barangkali masih jarang diketahui oleh kebanyakan orang. Murmur jantung adalah kondisi adanya suara desingan atau tiupan pada pergerakan aliran darah pada jantung atau di sekitar jantung. Kondisi ini dapat terjadi saat lahir atau berkembang di kemudian hari. 

image Murmur Jantung

Dalam kondisi normal, suara yang dapat didengar dokter dengan stetoskop ini bukan tanda penyakit jantung dan tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, murmur jantung yang tidak normal memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. 

Murmur jantung dapat berhubungan dengan kerusakan katup jantung atau katup jantung yang bekerja terlalu keras. Jika ini terjadi, seseorang perlu mendapat penanganan untuk mencegah infeksi katup jantung, antara lain dengan menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Beberapa penelitian mengungkapkan keterkaitan hubungan antara penyakit gusi dengan kesehatan jantung, antara lain; gusi yang bermasalah menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner, kemudian, orang yang jumlah giginya lebih sedikit dan mengalami lebih banyak sakit gusi, berisiko lebih tinggi mengalami stroke, dan adanya hubungan antara penyumbatan arteri pada kaki dengan penyakit gusi.

Untuk mengetahui lebih dalam penyakit murmur jantung, yuk kita lebih dulu mengenal penyebab, gejala, dan pencegahan murmur jantung ini.

Penyebab Murmur Jantung

Murmur jantung bisa terjadi pada kondisi jantung terisi darah (murmur diastolik), jantung kosong (murmur sistolik), dan detak jantung yang terus-menerus cepat. Sementara itu, penyebab murmur jantung tidak normal meliputi:

Cacat bawaan umum: lubang pada jantung, aliran darah abnormal di sela bilik jantung, gangguan katup jantung dari lahir. Infeksi dan gangguan lain yang merusak struktur jantung: kalsifikasi katup jantung, endokarditis, demam rematik.

Gejala Murmur Jantung

Murmur jantung yang tidak berbahaya atau dikenal juga dengan Innocent heart murmurs biasanya tidak menimbulkan gejala atau tanda tertentu. Murmur jantung yang abnormal pun tidak menimbulkan gejala apapun, maka dari itu hanya dapat diamati melalui stetoskop. Tetapi, beberapa tanda berikut ini dapat mengindikasikan adanya penyakit murmur jantung, antara lain:

  • Kulit tampak berwarna biru (pucat), terutama di ujung jari dan bibir;
  • Bengkak atau kenaikan berat badan yang berlebihan (obesitas);
  • Sesak napas;
  • Batuk kronis;
  • Organ hati (liver) membesar;
  • Pembesaran pembuluh darah vena pada leher;
  • Kurangnya nafsu makan dan keterlambatan perkembangan (terkhusus pada bayi);
  • Mudah berkeringat;
  • Nyeri pada dada;
  • Pusing;
  • Pingsan atau kehilangan kesadaran.

Pencegahan Murmur Jantung 

Sebelum bicara ke pencegahan murmur jantung, ada beberapa faktor risiko yang memungkinkan seseorang mengalami murmur jantung ketika dewasa atau usia lanjut, diantaranya yakni memiliki riwayat keluarga dengan kondisi cacat jantung atau kelainan jantung, maupun memiliki kondisi penyakit tertentu seperti hipertensi, hipertiroidisme, endokarditis, hipertensi paru, sindrom karsinoid, sindrom hipereosinofilik, rheumatoid arthritis, dan otot jantung lemah.

Selain itu, untuk bayi, ada beberapa faktor risiko lain yang mengalami murmur jantung, antara lain, ketika ibu hamil mengalami penyakit tertentu ketika masa kehamilan, seperti diabetes dan infeksi rubella ataupun efek konsumsi obat-obatan tertentu yang dapat berbahaya bagi janin.

Kendati demikian, untuk mengurangi dan menghindari faktor risiko yang bisa menyebabkan terdampak murmur jantung, diantaranya disarankan untuk lebih aktif bergerak/berolahraga, menghindari rokok, mampu mengendalikan stress yang berlebih, menjaga kebersihan gigi & mulut, serta tidur yang cukup. Akan tetapi, murmur jantung seringkali dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak selalu berbahaya.

Kapan Perlu Mendapat Pertolongan Medis?

Murmur jantung normal pada umumnya tidak membutuhkan penanganan khusus. Tetapi murmur jantung abnormal-lah yang perlu mendapatkan penanganan medis. Maka, segera periksakan diri ke dokter jika merasa:

  • Nyeri dada;
  • Sesak napas;
  • Kelelahan;
  • Pingsan tanpa sebab jelas;
  • Detak jantung tidak teratur.

Nah, besar harapan, dengan adanya informasi terkait penyebab, gejala, dan pencegahan murmur jantung bisa bermanfaat untuk semua dan setiap orang bisa waspada dengan segala kemungkinan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan ini.