10 Manfaat Mengonsumsi Wortel Apa Saja?

Anda tentu sudah tidak asing dengan wortel, sayuran yang sering ada dalam sayur sop dan identik dengan makanan kelinci karena beragam manfaat yang dimilikinya bagi kesehatan.

Terdapat kandungan nutrisi yang cukup melimpah pada sayuran yang bernama latin Daucus carota ini di antaranya air, karbohidrat, vitamin, dan mineral seperti vitamin A, vitamin B, vitamin K, vitamin B6, senyawa anti-oksidan betakaroten, alfakaroten, dan lainnya.

Lalu dengan kandungan nutrisi yang cukup melimpah apa saja manfaat wortel untuk kesehatan? Yuk, simak di bawah ini!

1. Meningkatkan kesehatan mata

Mata merupakan Indra paling penting bagi manusia karena dengan mata manusia dapat melihat semua tampilan visual, baik yang indah maupun tidak.

Karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan mata supaya mata tetap dapat melihat secara normal alias tidak mengalami gangguan seperti rabun, baik dekat maupun jauh atau katarak.

Untuk mengatasi hal tersebut Anda bisa mengonsumsi wortel yang mengandung vitamin A, yang baik untuk kesehatan mata.

Selain vitamin A, juga ada anti-oksidan dalam wortel, yaitu lutein dan zeaxanthin yang berguna untuk melindungi retina dan lensa.

2. Menyeimbangkan gula darah

Bagi Anda yang sedang menderita diabetes, disarankan untuk mengonsumsi wortel yang ternyata mengandung serat larut yang mampu mengatur gula darah, insulin, dan mendukung kesehatan organ pencernaan.

Untuk bisa mendapatkan khasiat ini sebaiknya konsumsilah wortel mentah saja karena mengandung indeks glikemik yang lebih rendah daripada wortel yang dimasak.

3. Menstabilkan berat badan

Bagi Anda yang sedang diet dan ingin menjaga berat badan tetap stabil dan sehat, Anda disarankan juga untuk mengonsumsi wortel yang ternyata juga mempunyai manfaat dalam hal ini.

Hal itu karena wortel merupakan sayur rendah kalori dan tinggi kandungan serat serta air. Jumlah kalori wortel sendiri adalah 52 kalori. Tak hanya itu, serat larut dalam wortel dapat mengikat lemak perut.

4. Pencegah kanker

Wortel ternyata dapat mencegah salah satu penyakit kronis atau tidak bisa disembuhkan, yaitu kanker seperti kanker paru-paru, usus besar, prostat, dan leukemia.

Berdasarkan sebuah studi orang yang rajin mengonsumsi wortel ternyata dapat menurunkan risiko terkena kanker paru-paru sebesar 2,1%.

5. Penstabil tekanan darah

Bagi Anda yang sering menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi, wortel setidaknya dapat menstabilkan tekanan darah dalam tubuh Anda sehingga Anda tidak akan lagi mengalami hipertensi.

Hal ini karena wortel mengandung mineral yang dapat menjaga tekanan darah, dengan cara menyeimbangkan kadar natrium dan cairan di dalam tubuh.

6. Meningkatkan kekebalan tubuh

Kekebalan tubuh merupakan hal yang sangat penting terutama di masa pandemi agar tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Salah satu cara untuk dapat meningkatkan kekebalan tubuh itu adalah dengan mengonsumsi wortel yang ternyata mengandung vitamin C.

Vitamin ini memang akrab sebagai vitamin kekebalan tubuh. Di samping itu vitamin C juga dapat mencegah terjadinya peradangan dan mencegah kerusakan pada sel.

7. Menjaga kesehatan jantung

Jantung adalah salah satu organ manusia yang cukup vital karena merupakan organ pemompa darah dan pernapasan. Tanpa jantung manusia tidak bisa hidup.

Karena begitu penting, jantung tentunya harus dijaga dari berbagai macam penyakit dan gangguan yang bersifat kronis seperti penyakit jantung koroner atau jantung berhenti mendadak.

Untuk tetap menjaga jantung tetap sehat, Anda bisa mengonsumsi wortel yang mengandung hidrat arang, kalsium, fosfor, dan betakaroten.

8. Menjaga kesehatan otak

Selain jantung, wortel juga dapat menjaga kesehatan otak Anda, yaitu berupa peningkatan kemampuan kognitif dan mencegah dari kepikunan.

9. Mengencangkan kulit

Apabila Anda konsumsi wortel, pilihan yang ternyata jitu karena wortel mampu mengencangkan kulit karena kandungan vitamin C-nya yang mampu meningkatkan kolagen dalam tubuh.

10. Menjaga kesehatan gigi

Terakhir, wortel mempunyai manfaat mampu menjaga kesehatan gigi karena kandungan betakarotennya mampu mencegah gigi berlubang, menguatkan gigi, dan meningkatkan produksi air liur sebagai pembersih gigi.

Terpapar Sinar UV Sebabkan Fotokeratitis, Apakah Itu?

Pada dasarnya paparan sinar ultraviolet (UV) baik bagi kesehatan tubuh, khususnya dalam proses pembentukan vitamin D alami. Namun, paparan sinar UV yang  terlalu berlebihan dapat membahayakan mata maupun kulit.

Nah, fotokeratitis merupakan salah satu akibat dari paparan sinar matahari pada mata. Fotokeratitis dikenal sebagai keratitis ultraviolet (UV) yang merupakan sindrome akut yang ditandai oleh peradangan kornea dan menyebabkan rasa nyeri yang hebat pada mata setelah terpapar sinar UV. Lalu apa yang terjadi pada mata jika mengalami fotokeratitis?

Apa itu fotokeratitis?

Kondisi mata yang sangat menyakitkan dan terjadi karena paparan sinar ultraviolet baik dari maahari langsung atau sumber buatan manusia.  Fotokeratitis mirip dengan mata yang terbakar sinar matahari. Kondisi ini mempengaruhi lapisan permukaan kornea yang tipis dan konjungtiva yang merupakan lapisan sel yang menutupi bagian putih mata.

Apa penyebab keratitis ultraviolet?

Sinar ultraviolet dari matahari langsung atau sumber lain bisa merusak mata. Secara khusus, sinar UV-A dan UV-B dari matahari dapat menyebabkan kerusakan jangka pendek dan jangka panjang pada mata dan memengaruhi penglihatan. Meskipun matahari juga memancarkan radiasi UV-C, sinar tersebut diserap oleh lapisan ozon dan tidak merusak mata.

Radiasi ultraviolet yang berbahaya juga dapat dipancarkan oleh laser, lampu uap merkuri, lampu yang digunakan di tempat tidur, atau peralatan las. Sumber lain termasuk busur karbon, lampu untuk perlengkapan fotografi, percikan api listrik, lempu meja hologram, dan petir.

Paparan radiasi UV dalam jumlah kecil dalam jangka Panjang dapat meningkatkan risiko katarak. Risiko katarak atau degenerasi macula meningkat semakin lama seseorang terpapar sinar UV-C matahari. Orang yang menghabiskan banyak waktu di luar ruangan, seperti pendaki gunung, pejalan kaki, dan perenang mungkin lebih rentan mengalami keratitis ultraviolet.

Gejala fotokeratitis

Gejala mungkin termasuk:

  • Nyeri atau kemerahan di mata
  • Air mata
  • Penglihatan kabur
  • Pembengkakan
  • Sensitivitas cahaya
  • Kelopak mata berkedut
  • Sensasi berpasir di mata
  • Kehilangan penglihatan sementara
  • Melihat lingkaran cahaya
  • Kelopak mata berkedut

Gejala tersebut dapat berlangsung dari 6 hingga 24 jam, tetapi biasanya hilang dalam waktu 48 jam. Fotokeratitis dapat didiagnosis saat Anda berkonsultasi dengan dokter mata Anda dan merasakan beberapa gejala di atas.

Cara mengobati fotokeratitis

Kondisi mata seperti ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Jadi, pengobatan difokuskan untuk meredakan gejala saat mata Anda sembuh. Namun, jika Anda merasa mengalami fotokeratitis dan sedang menggunakan lensa kontak, maka disarankan untuk langsung melepaskannya, serta jauhkan diri Anda dari matahari dan tetap dalam kegelapan.

Untuk bantuan sementara, Anda dapat melakukan:

  • Letakkan kain lap dingin di atas mata yang tertutup
  • Gunakan air mata buatan
  • Minum Pereda nyeri seperti yang direkomendasikan oleh dokter mata Anda
  • Gunakan antibiotik tetes mata jika diresepkan

Dan, hindari menggosok mata sampai sembuh. Penyembuhan akan terjadi secara bertahap dan gejala harus hilang dalam satu atau dua hari.

Untuk pencegahan, biasanya dokter menyarankan untuk menggunakan pelindung mata untuk paparan langsung sinar UV, seperti kacamata hitam yang dapat menghalangi 99% sinar UV.

Foto keratitis pada dasarnya adalah luka bakar pada mata. Kondisi ini terjadi ketika mata Anda terkena sinar UV dari matahari atau sumber buatan. Gejala yang muncul dapat menyebabkan nyeri, kemerahan, dan peka terhadap cahaya. Hindari penggunaan lensa kontak setelah mata membaik.

Selain itu, air mata buatan, pereda nyeri, atau kompres air dingin adalah cara yang dapat meredakan nyeri akibat fotokeratitis. Namun ,jika tidak membaik dalam beberapa hari ada baiknya untuk mengunjungi dokter dan mendapatkan perawatan lebih lanjut.