Panduan Mudah Memberi Makanan Bayi 8 Bulan

Setiap bulan pada masa pertumbuhan bayi adalah bulan yang sangat krusial. Meskipun usia bayi baru bertambah satu bulan saja, perawatan bayi sudah perlu disesuaikan, khususnya saat bayi mencapai 8 bulan. Anda harus bijak dalam merawat dan memberi makanan bayi 8 bulan

Memberi makan bayi yang berusia 8 bulan tidak bisa disamakan dengan bayi yang berusia 7 atau 9 bulan. Anda harus memahami dengan benar seperti apa perkembangan bayi pada usia ini, dan memberinya makan sesuai dengan perkembangan tersebut. 

Cara memberi makanan bayi 8 bulan

Di usia 8 bulan, bayi perlu diberi makan dengan cara yang khusus. Supaya tidak salah langkah, pastikan Anda melakukan cara-cara berikut ketika akan memberi makan bayi:

  • Mengajak bayi makan di meja makan

Bayi yang sudah berusia 8 bulan senang ketika diajak makan bersama keluarga di meja makan. Meskipun mereka mungkin belum bisa mengonsumsi makanan yang sama seperti anggota keluarga lainnya. 

Bayi yang diajak duduk di meja makan merasa senang karena bisa mengeksplorasi banyak hal di meja tersebut. Selain itu, bayi juga bisa melihat dan merasakan interaksi antara sesama anggota keluarga, meskipun mereka belum bisa ikut terlibat dalam percakapan.

  • Makanan tidak terbatas pada makanan bayi

Makanan bayi 8 bulan tidak selalu terbatas pada susu formula dan makanan bayi saja. Di usia ini, bayi Anda sudah diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan yang ada di meja makan.

Hanya saja, bayi belum bisa mencernanya dengan sempurna. Sehingga Anda perlu mengolah makanan tersebut terlebih dahulu agar bisa dikonsumsi oleh bayi. Anda bisa menggiling, melarutkan, memblender, ataupun menghaluskan makanan yang ada di meja makan agar bisa dikonsumsi oleh bayi. 

  • Beri kesempatan bayi makan sendiri

Pada usia ini, bayi mungkin belum bisa makan sendiri dengan sempurna. Akan tetapi, mereka mulai memiliki ketertarikan untuk mencoba menyentuh makanan dan menyuapi diri sendiri.

Berilah bayi Anda kesempatan untuk belajar makan makanan bayi 8 bulan sendiri tanpa bantuan orang tua. Sesekali, Anda tetap bisa memberikan bantuan apabila bayi tampak kesulitan dan makan terlalu lama. 

  • Jangan berikan susu sapi

Kebanyakan orang tua mengira bahwa bayi dan anak-anak memerlukan susu sapi. Sebenarnya, bayi memang memerlukan susu, tapi Anda tidak dianjurkan untuk memberi susu sapi sebagai makanan bayi 8 bulan.

Susu sapi tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Nutrisi yang ada di dalamnya lebih ditujukan untuk anak-anak yang sudah berusia setidaknya lewat dari satu tahun. 

Jadi, sebaiknya tetap berikan susu yang sudah diformulasikan khusus kepada bayi Anda. Jika masih bisa, akan lebih baik lagi apabila Anda masih memberikan ASI pada bayi usia ini. 

  • Berikan sayur dan buah-buahan yang lembut

Bayi Anda sudah bisa mengonsumsi buah dan sayuran-sayuran. Akan tetapi, pastikan buah dan sayur yang diberikan adalah buah dan sayur yang bertekstur lembut.

Jika buah atau sayur terlalu keras, bayi akan kesulitan untuk menelannya. Apabila ingin memberikan buah atau sayur yang bertekstur keras, pastikan Anda memotong dan menghaluskannya terlebih dahulu sebelum diberikan pada bayi.

Berikanlah makanan bayi 8 bulan yang cocok dengan perkembangan tubuh bayi Anda. Di usia ini, Anda sudah bisa memberikan berbagai macam jenis makanan untuk memperkaya jenis menu yang bisa dikonsumsi bayi, namun tetap sajikan dengan cara yang aman bagi bayi.

Ketahui Vaksin yang Dibutuhkan Anak-Anak Saat Imunisasi

Ketahui Vaksin yang Dibutuhkan Anak-Anak Saat Imunisasi

Imunisasi adalah suatu proses di mana seseorang dapat terlindungi dari penyakit melalui vaksinasi. Sedangkan vaksinasi adalah tindakan memasukkan vaksin ke dalam tubuh yang bertujuan untuk menghasilkan kekebalan terhadap penyakit tertentu.

Bayi yang baru lahir masih dilindungi oleh ASI dari banyak penyakit. Namun, kekebalan ini akan hilang setelah proses menyusui selesai, dan beberapa anak bahkan tidak disusui sama sekali.

Apakah anak-anak disusui atau tidak, imunisasi dengan pemberian vaksin dapat membantu melindungi anak-anak dari penyakit. Vaksin juga dapat membantu mencegah penyebaran penyakit melalui populasi lainnya melalui kekebalan kelompok.

Vaksin bekerja dengan meniru infeksi penyakit tertentu (tetapi bukan gejalanya) di tubuh anak. Vaksin akan mendorong sistem kekebalan anak untuk mengembangkan senjata yang disebut antibodi.

Antibodi ini melawan penyakit yang seharusnya dicegah oleh vaksin. Dengan tubuh mereka sekarang siap untuk membuat antibodi, sistem kekebalan anak dapat mengalahkan infeksi di masa depan dari penyakit tersebut.

Cara Kerja Vaksin

Vaksin yang digunakan pada saat imunisasi adalah suatu bentuk pengobatan sebagai tindakan pencegahan yang membantu membangun sistem kekebalan tubuh seseorang terhadap penyakit menular tertentu. Vaksin memaparkan orang tersebut pada bentuk penyakit aktif yang telah dilemahkan untuk merangsang respons imun.

Ketika seseorang menemukan bentuk virus yang hidup, dan orang tersebut telah divaksinasi, maka tubuh akan dengan cepat mengenali virus tersebut dan memproduksi antibodi untuk menghilangkannya. Respon imun ini memastikan virus ditangani dengan cepat sebelum menginfeksi tubuh sepenuhnya dan membuat seseorang sangat sakit.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang yang menerima vaksin biasanya tetap terlindungi dari penyakit selama bertahun-tahun. Beberapa vaksin mungkin memerlukan booster dari waktu ke waktu, akan tetapi ada juga yang memberikan perlindungan seumur hidup.

Sebagian alasan mengapa vaksin sangat efektif adalah karena begitu tubuh terpapar kuman penyebab infeksi, ia mengingat cara membuat antibodi yang relevan saat kembali terpapar.

Selain itu, vaksin juga membantu melindungi orang-orang yang berinteraksi dengannya seperti orang yang rentan dengan beberapa kondisi kesehatan tertentu yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin. Ketika orang sehat menerima vaksin, hal itu dapat meningkatkan kekebalan kelompok atau herd immunity, yang membantu mencegah penyebaran penyakit.

Dalam suatu komunitas dengan herd immunity yang tinggi, orang-orang yang paling rentan terkena infeksi dan belum menerima vaksin akan memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit menular.

Vaksin yang Dibutuhkan Anak-anak

Berikut adalah vaksin yang dapat diberikan kepada anak-anak ketika melakukan imunisasi.

  • HepB: berperan untuk melindungi anak-anak dari hepatitis B (infeksi hati). Imunisasi pemberian vaksin HepB diberikan dalam tiga suntikan. Suntikan pertama diberikan pada saat kelahiran.
  • RV: berperan untuk melindungi dari rotavirus, penyebab utama diare. Vaksin RV diberikan dalam dua atau tiga dosis, tergantung pada vaksin yang digunakan.
  • DTaP: bermanfaat melindungi anak-anak dari difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan). Vaksin ini membutuhkan lima dosis selama masa bayi dan anak-anak. Booster Tdap atau Td kemudian akan diberikan selama masa remaja dan dewasa.
  • Hib: Vaksin yang bertugas untuk melindungi dari Haemophilus influenzae tipe b. Infeksi ini dulu merupakan penyebab utama meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Vaksinasi Hib diberikan dalam tiga atau empat dosis.
  • PCV: vaksin yang berfungsi untuk melindungi anak-anak dari penyakit pneumokokus, termasuk pneumonia . PCV diberikan dalam serangkaian empat dosis.
  • IPV: vaksin yang berguna untuk melindungi tubuh anak-anak terhadap polio dan diberikan dalam empat dosis.
  • Influenza (flu): bermanfaat untuk melindungi dari flu. Ini adalah vaksin musiman yang diberikan setiap tahun. Suntikan flu dapat diberikan kepada anak setiap tahun, mulai dari usia 6 bulan. 
  • MMR: vaksin yang berperan untuk melindungi tubuh anak dari campak, gondok, dan rubella (campak Jerman). MMR diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama dianjurkan untuk bayi antara 12 dan 15 bulan. Dosis kedua biasanya diberikan antara usia 4 dan 6 tahun. Namun, dapat diberikan segera setelah 28 hari setelah dosis pertama.
  • Varicella: vaksin yang dapat melindungi tubuh anak-anak dari cacar air . Varicella direkomendasikan untuk semua anak yang sehat. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis.
  • HepA: Vaksin yang memiliki manfaat untuk melindungi anak-anak dari hepatitis A. Vaksin ini diberikan sebanyak dua dosis antara 1 dan 2 tahun.

Imunisasi dengan memberikan beberapa vaksin kepada anak-anak merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Hal ini karena vaksin dapat membantu melindungi anak-anak dari infeksi atau penyakit yang disebabkan karena bakteri atau virus. Vaksinasi juga dapat mendorong sistem imun tubuh anak mengembangkan antibodi sehingga sistem kekebalan anak lebih siap jika tubuhnya kembali terpapar virus tertentu.