Teknologi Inovatif dalam Pembuatan Susu Frisolac Gold 2

Teknologi Inovatif dalam Pembuatan Susu Frisolac Gold 2

Aspek penting yang bisa menjadi indikator susu formula berkualitas adalah proses pembuatannya. Dan ini adalah aspek yang sangat diperhatikan dalam pembuatan Frisolac Gold 2.

Susu formula ini dibuat melalui berbagai proses inovatif yang memastikan susu aman dan membawa banyak manfaat untuk bayi.

Proses inovatif apa saja sih yang membuat susu formula buatan perusahaan Friso ini begitu unggul? Berikut beberapa teknologi yang digunakan!

1. Konsep Grass to Glass

Friso yang merupakan merk internasional perusahaan FrieslandCampina asal Belanda ini menggunakan konsep Grass to Glass.

Ini artinya perusahaan mengontrol proses pembuatan susu mulai dari makanan yang dikonsumsi sapi di peternakan, hingga susu siap dipasarkan ke publik dan siap dikonsumsi.

Perusahaan ini sangat memperhatikan kualitas sapi, maka dari apa yang mereka konsumsi, dan tempat mereka tinggal juga sangat diperhatikan demi menghasilkan susu terbaik.

Pabrik pengolahannya juga selalu dijaga dalam kondisi steril agar tidak mencemari susu. Begitu pula dengan proses pengemasan dan penyimpanan dengan metode terbaik untuk memastikan susu berada pada kualitas terbaiknya.

2. Teknologi Locknutri 

Locknutri adalah teknologi yang digunakan untuk memastikan protein yang terkandung tetap dalam kondisi teralaminya. Sehingga akan lebih mudah diserap oleh tubuh anak.

Protein merupakan salah satu nutrisi penting untuk otot, kulit, tulang, serta berperan membantu pertumbuhan jaringan. Selain itu protein juga komponen dari sel darah merah.

Baik makanan atau minuman yang melalui proses pemanasan dalam suhu tinggi biasanya akan merusak struktur protein di dalamnya. Jika rusak, protein ini akan sulit dicerap anak, dan bisa menyebabkan gangguan pencernaan serta ketidaknyamanan pada perut anak.

Dengan teknologi Locknutri, selama proses pembuatan susu protein dijaga agar tetap dalam struktur aslinya. 

3. Single Process

Single process artinya proses pembuatan Frisolac Gold 2 ini hanya melalui satu kali proses pemanasan dan tidak menggunakan suhu yang berlebihan.

Dengan hanya satu kali proses pemanasan, nutrisi yang ada dalam susu sapi bisa terjaga tetap utuh dan bisa diterima oleh anak dengan baik.

4. Protection Lid

Friso Indonesia – Protection Lid

Untuk memastikan kualitas susu tidak rusak dan selalu dalam kondisi terbaik, Friso Gold 2 dikemas dalam kaleng terbaik yang menggunakan teknologi bernama protection lid.

Protection lid memberikan perlindungan dengan seal yang kuat dan tersedianya tempat menaruh sendok khusus.

Tempat khusus ini membuat penyendok susu berada tetap di posisi atas dan tidak tenggelam ke dalam bubuk susu. Hal ini memudahkan kita saat ingin mengambil susu.

Selain itu, karena posisinya yang selalu di atas juga membuat susu lebih steril dan higienis karena tidak tersentuh oleh tangan.

5. Difortifikasi dengan nutrisi penting

Produk susu formula ini juga difortifikasi atau diperkaya dengan berbagai tambahan vitamin dan mineral yang penting untuk tumbuh kembang anak.

Frisolac Gold 2 sendiri memiliki banyak nutrisi mulai dari AHA dan DHA, prebiotik FOS dan GOS, nukleotida, 12 jenis vitamin, serta berbagai jenis mineral penting.

Gabungan teknologi inovatif dan tambahan nutrisi ini pastinya membuat Friso menjadi salah satu opsi susu formula terbaik untuk si Kecil.

Itu dia ulasan mengenai apa saja teknologi yang digunakan dalam proses pembuatan susu Frisolac Gold 2. Jika anak baru akan mulai mengonsumsi susu formula, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah ada alergi pada anak yang harus diwaspadai ya!

9 Bahan Alami Pereda Sakit Gigi pada Anak

9 Bahan Alami Pereda Sakit Gigi pada Anak

Menderita sakit gigi memang menyebalkan dan menjengkelkan. Tak hanya orang dewasa, tetapi juga pada anak.

Mereka akibatnya jadi kesulitan berceloteh dan mengunyah, dan bahkan rewel sama sekali. Kondisi ini malah membuat Anda jadi khawatir dan kepikiran, bahkan panik.

Anda sebenarnya tidak perlu seperti itu kalau bisa mengatasinya dengan mencari dulu muasal sakit lalu Anda bisa analisis penyebabnya lalu mengatasinya dengan cara mengompres, membersihkan sisa makanan penyebab gigi sakit dengan benang, dan berkumur dengan air hangat.

Selain itu, Anda juga dapat memberikan obat sakit gigi untuk menghilangkan nyeri, baik modern maupun tradisional.

Untuk modern Anda bisa memberikan Asetaminofen dan Ibuprofen sedangkan yang tradisional atau alami, Anda bisa memberikan cukup banyak bahan. 

Obat Tradisional Sakit Gigi pada Anak

Lalu apa sajakah bahan alami itu? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

1. Akar jahe

Bahan alami yang satu ini sebenarnya tidak perlu diragukan lagi khasiatnya untuk mengatasi permasalahan kesehatan pada Anda.

Selain sebagai obat antiperadangan, kurap, sakit perut, dan sakit kepala, jahe yang juga termasuk salah satu bahan di dapur ini juga dapat mengatasi sakit gigi secara alami melalui akarnya.

Untuk menggunakannya, Anda hanya perlu memotong dan mengupas irisan jahe segar yang sudah dicuci sebelumnya.

Lalu gigitlah akar tersebut dengan gigi yang sakit sehingga sari akarnya dapat mencapai area yang sakit.

2. Daun Timi

Timi adalah tanaman yang biasanya digunakan untuk keperluan memasak. Namun siapa sangka jika tanaman obat yang satu ini juga dapat mengatasi gigi yang nyeri.

Daun ini dikenal memiliki sifat antijamur dan antiseptik yang mampu membantu mencegah penyakit gusi dan kerusakan pada gusi.

Untuk hasil yang efektif, Anda bisa gunakan bersama-sama dengan peppermint, yang juga mampu memerangi pembengkakan di gusi.

3. Kunyit

Bumbu dapur atau bahan masakan kenyataannya bukan sekadar untuk melezatkan dan mengharumkan masakan semata, tetapi juga dapat mengobati sakit gigi pada anak.

Salah satu bahan tersebut adalah kunyit yang selalu dijadikan sebagai pewarna dan pengharum masakan.

Di dunia medis kunyit dapat mengatasi kanker, meredakan nyeri radang sendi, dan melindungi hati.

Untuk sakit gigi, kunyit mampu menenangkan gigi yang sakit karena sifat antiseptik di dalamnya sehingga memberikan kelegaan.

Cara membuat ramuan dari kunyit ini sebenarnya cukup mudah, yaitu mencampurkan satu sendok teh bubuk kunyit dengan air untuk membuat pasta kental. Selanjutnya oleskan pada gigi yang sakit dengan menggunakan kapas.

4. Daun Seribu

Atau nama internasionalnya, yarrow, juga dapat mengatasi sakit gigi. Daun yang berasal dari Afrika ini mempunyai sifat bius pada akarnya.

Untuk hasil terbaik, Anda bisa menggosokkan daun atau akar yarrow ke gigi yang sakit. Tak hanya untuk gigi sakit, yarrow juga bisa menyembuhkan dan menghentikan pendarahan akibat luka.

5. Jotang

Dikenal juga dengan nama Legetan atau Spilanthes mungkin memang terasa asing di telinga Anda.

Tapi jangan salah jika ternyata daun ini punya manfaat yang baik untuk meredakan sakit pada gigi karena dapat memberikan efek mati rasa dan menenangkan.

6. Peppermint

Untuk peppermint, Anda bisa menggunakan minyak dan daunnya. Jika minyak, celupkanlah bola kapas ke dalam minyak, dan oleskan ke area gigi yang sakit.

Sedangkan untuk daun, hancurkan atau haluskan dahulu kemudian oleskan ke area yang sakit. Setelah beberapa menit, buang daunnya, dan bilaslah dengan air garam.

7. Kamomil

Anda bisa mendapatkan manfaat dari Kamomil untuk mengatasi gusi berdarah dan gigi sakit dengan cara berkumur-kumur lalu disemburkan.

Kamomil sendiri diketahui mempunyai sifat antiperadangan dan antibakteri untuk melawan kuman di mulut.

8. Bawang Putih

Bawang putih yang biasa Anda gunakan sebagai bahan untuk membuat bumbu dan cabai ternyata juga dapat mengobati sakit pada gigi karena adanya sifat antiseptik dan antibiotik di dalamnya.

Untuk dapat menggunakannya, silakan gigit satu siung bawang putih atau oleskan pada gigi yang sakit setelah dicampur air garam.

9. Cengkih

Tanaman rempah-rempah yang satu ini mempunyai sifat antiperadangan, antibakteri, dan biusnya untuk mengatasi gigi yang sakit.

Cara menggunakannya bisa dengan minyak atau bubuk yang dioleskan ke area sakit gigi pada anak.

Pahami dan Ketahui Tentang Baby-led weaning

Pahami dan Ketahui Tentang Baby-led weaning

Baby-led weaning adalah cara yang semakin populer untuk memperkenalkan bayi Anda pada makanan pertama mereka tanpa bergantung pada makanan bayi komersial, pure, atau sendok makan. Para pendukung memuji tentang banyak manfaatnya, termasuk kemampuan untuk menyederhanakan waktu makan untuk orang tua, kontrol nafsu makan yang lebih baik, mengurangi kerewelan di sekitar makanan, dan perlindungan terhadap obesitas di kemudian hari. Meskipun demikian, banyak profesional kesehatan menyoroti kekurangannya, seperti peningkatan risiko tersedak. Artikel ini membahas ilmu pengetahuan terbaru seputar baby-led weaning, manfaatnya, dan cara aman menggunakan metode ini dengan anak Anda sendiri.

Apa itu baby-led weaning?

Baby-led weaning (BLW) pertama kali diperkenalkan sekitar 15 tahun yang lalu dan semakin populer sejak itu. Menyapih adalah proses memperkenalkan makanan padat kepada bayi Anda yang diberi ASI atau susu botol secara eksklusif. BLW mendorong pengenalan makanan melalui pemberian makan sendiri, dimulai sekitar usia 6 bulan. Ini memberikan alternatif untuk pure dan sendok makan yang secara tradisional diandalkan di sebagian besar negara Barat sebagai makanan pertama bayi. Alih-alih secara bertahap beralih dari pure yang diberikan orang tua ke makanan keluarga saat bayi bertambah besar, BLW mendorong orang tua untuk menawarkan makanan biasa seukuran bayi sejak awal. Orang tua memilih makanan apa yang akan ditawarkan, kapan menawarkannya, dan dalam bentuk apa untuk ditawarkan, sehingga bayi mereka dapat memberi makan dirinya sendiri dengan baik. Pada gilirannya, anak dapat memilih apa, berapa banyak, dan seberapa cepat makan. 

Manfaat penyapihan bayi

BLW disebut-sebut menawarkan berbagai manfaat, mulai dari perilaku makan yang lebih sehat hingga hasil kesehatan jangka panjang yang lebih baik untuk anak-anak.

  • Dapat mempromosikan perilaku makan yang baik

BLW menempatkan penekanan pada membiarkan bayi Anda memilih apa dan berapa banyak untuk makan, membuat mereka peserta aktif dalam proses makan daripada penerima pasif. Karena itu, BLW sering diklaim mempromosikan perilaku makan yang lebih sehat di kemudian hari. Dalam satu penelitian, bayi yang disapih menggunakan pendekatan BLW lebih berhubungan dengan rasa lapar mereka dan lebih mampu mengenali perasaan kenyang sekitar usia 18-24 bulan daripada mereka yang disapih menggunakan pendekatan makan murni yang lebih tradisional. Sebagai balita, mereka juga kurang responsif terhadap makanan – yang berarti mereka lebih cenderung makan makanan karena lapar daripada hanya karena mereka berada dalam pandangan atau jangkauan. Menjadi kurang responsif terhadap makanan dan memiliki kemampuan untuk mengenali perasaan kenyang keduanya dikaitkan dengan kemungkinan obesitas yang lebih rendah pada masa kanak-kanak. Oleh karena itu, BLW dapat membantu bayi mengembangkan pola makan sehat berdasarkan nafsu makan daripada faktor eksternal, yang dapat membantu mereka sepanjang hidup mereka.

  • Dapat melindungi dari kelebihan berat badan

BLW dapat melindungi anak-anak dari kelebihan berat badan di kemudian hari. Para ahli percaya ini mungkin karena bayi jauh lebih terlibat dalam proses makan. Dengan BLW, bayi diperbolehkan untuk menggenggam makanan dan membawanya ke mulut dengan kecepatannya sendiri, dengan sedikit pengaruh dari orang tua. Mereka mungkin juga memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berhenti makan saat kenyang dibandingkan dengan bayi yang diberi makan sendok, yang mungkin berisiko lebih tinggi untuk makan berlebihan secara sadar atau tidak sadar. 

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bayi BLW lebih cenderung memiliki berat badan dalam kisaran normal daripada bayi yang disapih menggunakan pendekatan penyapihan yang lebih tradisional. Satu studi menemukan bahwa bayi yang diberi makan dengan sendok cenderung sekitar 2,2 pon (1 kg) lebih berat pada usia 18-24 bulan daripada mereka yang disapih menggunakan BLW. Mereka juga sekitar 2,4 kali lebih mungkin untuk kelebihan berat badan. Dalam penelitian lain, sekitar 1% bayi yang disapih menggunakan pendekatan BLW dikategorikan obesitas dibandingkan dengan 11% untuk kelompok yang diberi makan dengan sendok. Namun, penelitian yang lebih besar dan lebih baru tidak menemukan hubungan antara metode penyapihan dan berat bayi, menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut tentang hal ini.

Bagaimana memulai penyapihan bayi

Beberapa makanan lebih cocok untuk BLW daripada yang lain. Memulai dengan makanan dengan ukuran dan tekstur yang sesuai dan menghindari makanan yang berpotensi menimbulkan masalah dapat memudahkan bayi Anda untuk makan dan mengurangi masalah keamanan, seperti tersedak. Saat menyapih bayi Anda, menyusui atau susu formula akan terus memberikan sebagian besar kalori yang dibutuhkan bayi Anda. Asupan ASI atau susu formula mereka harus dikurangi secara bertahap seiring dengan meningkatnya asupan makanan padat.

Makanan pembuka

Berikut adalah beberapa makanan pembuka yang sesuai dengan BLW:

  • alpukat
  • kentang panggang, tanpa kulit atau ubi jalar
  • pisang
  • kacang atau kacang polong, sedikit dihaluskan
  • jeruk de-segmentasi tanpa kulit bagian dalam
  • daging giling
  • kacang tanah dan biji-bijian
  • telur rebus
  • kacang-kacangan
  • havermut
  • ikan salmon
  • kacang hijau rebus
  • wortel kukus atau parut
  • brokoli kukus
  • beri yang dicairkan atau sedikit dihaluskan
  • yogurt tanpa pemanis

Ingatlah bahwa sangat penting untuk menawarkan makanan kaya zat besi kepada bayi Anda, karena nutrisi ini sangat penting pada tahap pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda. Contoh makanan kaya zat besi yang baik termasuk daging, telur, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Yang terbaik juga adalah memotong makanan menjadi irisan yang dapat dengan mudah diambil dan dipegang oleh bayi Anda dan menawarkan makanan yang dapat dihaluskan dengan mudah oleh gusi bayi Anda. Setelah Anda menyiapkan makanan yang sesuai dengan BLW, letakkan sedikit di depan bayi Anda dan biarkan mereka mengambil dan membawa potongan ke mulutnya sendiri.

Apakah bayi Anda sudah siap tumbuh kembang?

Pertama, Anda disarankan untuk menunggu sampai bayi Anda siap untuk makan sendiri. Rata-rata, ini terjadi sekitar usia 6 bulan. Namun, tidak semua bayi pada usia ini dapat makan makanan padat tanpa tersedak, jadi sebaiknya cari tanda-tanda kesiapan Tanda-tanda kesiapan perkembangan termasuk tidak adanya dorongan lidah (refleks alami bayi mendorong makanan dengan lidahnya), menggenggam item dengan kontrol tangan lebih, dan membawanya ke mulut. Bayi idealnya juga harus bisa duduk tanpa penyangga dan menunjukkan minat pada makanan yang Anda makan. Jika Anda tidak yakin apakah bayi Anda siap untuk memulai Baby-led weaning, konsultasikan dengan dokter anak Anda untuk memastikan keamanan yang tepat.