Anak Terkena Ciri-ciri Alergi Obat, Ini Tips Mengatasinya

ciri-ciri alergi obat

Jangan sembarangan memberikan obat pada anak Anda. Soalnya, sebagian jenis obat rentan menimbulkan alergi, khususnya pada anak-anak yang imunitas tubuhnya masih terbatas. Memang tidak semua obat dapat menimbulkan gejala alergi pada anak. Namun, obat-obatan jenis ibuprofen, aspirin, maupun antibiotik lebih rentan memicu munculnya gejala alergi. 

Jangan sampai karena mengonsumsi obat yang memicu alergi, buah hati Anda mengalami ciri-ciri alergi obat yang membuatnya tidak nyaman bahkan menyiksa. Beberapa ciri-ciri alergi obat yang mesti Anda waspadai terjadi pada anak, antara lain gatal-gatal dan ruam di sekujur tubuh, batuk, demam, sampai sesak napas. 

Namun, bagaimana ciri-ciri alergi obat telanjur dialami anak Anda? Jangan langsung panik. Beberapa cara penanganan gejala alergi di bawah ini bisa Anda langsung terapkan untuk sang buah hati agar gejala alerginya bisa lekas mereda. 

Konsumsi Obat Antihistamin 

Gejala alergi yang ringan umumnya bisa segera diatasi dengan mengonsumsi obat antihistamin. Obat yang bisa meredakan gejala alergi ini mempan meredakan gejala batuk, bersin-bersin, ataupun kulit gatal yang dialami anak. Hanya saja, obat antihistamin umumnya akan membuat pengonsumsinya mengalami kantuk berat sehingga baiknya diminum pada malam hari ketika mau beristirahat. Banyak obat jenis antihistamin yang dijual bebas, Anda bisa membeli obat anti alergi ini secara online maupun di apotek.

Oleskan Salep Kortikosteroid 

Kebanyakan ciri-ciri alergi obat yang dialami anak mengarah pada masalah kulit, mulai dari gatal-gatal, ruam kemerahan, sampai biduran yang membuat seluruh tubuh bentol-bentol. Untuk mengatasinya, Anda bisa mencari obat topikal yang mengandung kortikosteroid. Oleskan obat topikal tersebut ke bagian kulit yang bermasalah karena gejala alergi. Dijamin, kondisi kulit bisa lekas membaik. 

Pergunakan Inhaler 

Bukan hanya menyasar kulit, ciri-ciri alergi obat lainnya kerap ditandai dengan masalah di bagian saluran pernapasan. Batuk, mengi, pilek, sampai sesak napas bisa saja dialami oleh sang buah hati ketika terkena alergi obat. Anda bisa menggunakan inhaler untuk meringankan gejala masalah saluran pernapasan yang dialaminya. Hanya saja, penggunaan inhaler umumnya mesti sesuai resep dokter. Yang artinya, Anda mesti lebih dulu membawa anak ke dokter untuk berkonsultasi dan mendapatkan resep inhaler jika memang dibutuhkan. 

Pertimbangkan Obat Dekongestan 

Pilihan lain untuk mengatasi masalah saluran pernapasan yang tidak terlalu ekstrem karena gejala alergi adalah menggunakan obat dekongestan. Obat ini bisa meredakan batuk, bersin-bersin, sampai pilek yang disebabkan oleh alergi. Banyak obat dekongestan yang dijual bebas dan bisa Anda konsumsi. Namun sebaiknya, Anda tidak mengonsumsinya lebih dari 72 jam. Apalagi pada jangka waktu tersebut ciri-ciri alergi obat masih Anda alami, segeralah ke dokter. 

Berikan Kompres Hangat 

Tidak jarang alergi obat dapat menimbulkan demam pada anak. Demamnya pun bervariasi, ada yang hanya bersifat demam ringan, namun ada juga yang mengalami demam tinggi. Jika demam anak tidak terlalu tinggi, anak bisa memberikan kompres hangat di beberapa titik tubuh anak, seperti di dahi, tengkuk, juga ketiak. Namun jika demam anak sangat tinggi dan berisiko mengalami kejang, segeralah bawa ke rumah sakit. 

Santap Makanan dengan Kuersetin 

Beberapa jenis makanan mengandung kuersetin yang bisa mejadi pereda gejala beragam alergi, tidak terkecuali alergi yang dipicu oleh obat. Kuersetin sendiri merupakan jenis antioksidan yang bisa mengurangi sel inflamasi di bawah kulit Anda. Pengurangan sel inflamasi inilah yang pada akhirnya dapat meringankan ciri-ciri alergi obat berupa masalah kulit juga gangguan saluran pernapasan. Jadi, makanan apasaja yang bisa disantap untuk mendapat kuersetin ini? Anggur merah, bawang merah, the hitam, juga buah beri merupakan makanan-makanan kaya kuertesin yang bisa langsung Anda konsumsi ketika mengalami gejala alergi. 

Beberapa hal di atas memang bisa meredakan gejala alergi obat dari rumah. Namun ingat, ciri-ciri alergi obat ada pula yang berat, di mana penderitanya mengalami sesak napas sampai kehilangan kesadaran. Jika anak Anda mengalami, segera larikan si kecil ke unit gawat darurat rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.