Atasi Alergi Anda Dengan Vicks Formula 44

Flu, pilek, batuk, ruam pada kulit, rasa gatal bahkan sesak napas adalah reaksi yang akan muncul ketika alergi datang. Sebuah reaksi dari sistem kekebalan tubuh manusia terhadap benda asing seperti debu, bulu, atau polusi, inilah yang disebut dengan alergi. Salah satu cara untuk mengatasi alergi adalah dengan mengonsumsi Vicks Formula 44.

Tidak hanya vicks formula 44, tetapi Anda juga bisa mengonsumsi obat – obatan lain sesuai dengan alergi yang dialami. Namun sebelum mengonsumsi obat – obatan, Anda bisa mengatasi alergi dengan cara alami atau pun menghindari dari pemicu alergi tersebut.

Nah, berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan sebagai bentuk perlindungan diri agar terhindar dari alergi.

  1. Mengenali pemicu alergi

Anda harus mengenali keadaan sekitar untuk mencari tahu hal apa saja yang bisa menjadi pemicu dari alergi yang dialami. Pemicu alergi ini berbagai macam bentuk, bisa seperti debu, serbuk sari, parfum sampai cuaca dingin. Setiap orang bisa mengalami pemicu alergi yang berbeda. Jadi ingatlah kembali hal terakhir apa yang membuat Anda bersin atau menimbulkan flu secara mendadak. Jika kembali berulang karena hal tersebut, hindarilah karena hal itu yang menjadi pemicu alergi Anda.

  1. Menghindari polusi udara

Jika sering melakukan aktivitas di luar ruangan akan membuat Anda rentan terkena alergi hidung karena terganggunya saluran pernapasan karena debu dan polusi. Gunakanlah masker atau penutup kain apabila memang mengharuskan Anda melakukan kegiatan di luar ruangan untuk menghindari polusi udara yang bisa saja menjadi penyebab alergi.

  1. Rutin mencuci sarung bantal dan seprai

Rutin mengganti sarung bantal guling dan seprai perlu dilakukan agar Anda terhindar dari debu dan tungau. Sudut rumah, perabotan yang berlapis kain, bantal guling bahkan kasur Anda bisa menjadi tempat tinggal tungau. Maka dari itu, dengan rajin mengganti dan mencuci seprai dan sarung bantal guling dapat membuat Anda terhindar dari tungau dan debu yang menempel.

  1. Menghindari bulu binatang peliharaan

Jika Anda memiliki binatang peliharaan akan sangat rentan untuk mengalami rhinitis alergi. Biasanya Anda biasanya akan alergi dengan bulu – bulu dari binatang peliharaan tersebut. Oleh karena itu, agar terhindar dari bulu – bulu ini Anda bisa melakukan beberapa hal ini.

  • Melakukan pembatasan agar binatang bermain di satu ruangan saja 
  • Usahakan agar binatang peliharaan tidak masuk kamar dan tidur bersama Anda
  • Membersihkan binatang peliharaan setidaknya dua minggu sekali dan lakukan di luar rumah
  • Membersihkan kandang secara detail dan menyeluruh
  • Membersihkan setiap perabotan yang sering disentuh atau baru saja disentuh oleh binatang peliharaan Anda
  1. Irigasi hidung

Agar terhindar dari bersin – bersin karena alergi atau pun benda asing yang masuk dalam hidung, Anda bisa melakukan irigasi hidung. Hal ini adalah cara Anda membersihkan hidung dengan larutan garam yang bertujuan menghilangkan zat – zat penyebab iritasi. Anda bisa membuatnya sendiri atau pun membelinya di apotek yang tersedia dalam bentuk kemasan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari flu selain menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan imunitas. Nah, berikut ini cara yang bisa dilakukan untuk membantu Anda mengatasi bersin – bersin yang menyiksa dan mengganggu aktivitas Anda.

  • Selalu mengusahakan kebersihan rumah, terutama kamar dari debu dan tungau. Bersihkanlah dengan penyedot debu atau lap basah secara rutin. Selalu gunakan masker ketika sedang membersihkan rumah agar hidung terhindar dari debu atau benda asing lainnya.
  • Bila Anda memelihara binatang, pastikan untuk selalu membersihkan bulu – bulu yang rontok. Jika ternyata Anda mengalami alergi terhadap bulu binatang, beralihlah untuk memelihara binatang air seperti ikan.
  • Selalu gunakan masker jika berpergian atau melakukan aktivitas di luar ruangan.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi alergi selain mengonsumsi Vicks Formula 44. Anda bisa membeli obat alergi lainnya di SehatQ. Jika ingin konsultasi dengan dokter terkait alergi yang diderita juga bisa dilakukan konsultasi secara daring melalui SehatQ.

Kenapa Batuk dan Pilek Terjadi?

Batuk dan pilek merupakan sebuah penyakit infeksi virus yang memengaruhi sistem pernapasan atas. Ini merupakan salah satu penyakit menular yang paling umum dijumpai, dan disebabkan oleh coronavirus atau rhinovirus. Karena ada lebih dari 200 jenis virus yang dapat menyebabkan batuk dan pilek, tubuh manusia tidak dapat membentuk resistensi terhadap semua jenis virus tersebut. Itulah sebabnya mengapa batuk dan pilek mudah dijumpai dan sering terjadi. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), orang dewasa rata-rata menderita batuk dan pilek 2 hingga 3 kali setiap tahunnya, dan anak-anak dapat menderita hingga 12 kali per tahun. Batuk dan pilek sangat menular, dan dapat menyebar lewat udara dari droplet batuk dan bersin, atau menyentuh permukaan yang tercemar. 

Gejala dan penyebab

Gejala yang terjadi saat batuk dan pilek merupakan reaksi tubuh terhadap virus. Virus akan memicu pelepasan zat kimia, membuat pembuluh darah bocor, dan menyebabkan kelenjar mukosa bekerja dengan lebih keras. Beberapa gejala batuk dan pilek di antaranya adalah tenggorokan yang terasa kering dan radang, demam rendah, bersin, suara serak, hidung tersumbat, dan sakit kepala ringan. Dalam beberapa kasus tertentu yang lebih langka, batuk dan pilek juga dapat menyebabkan sakit otot, tubuh menggigil, mata memerah, badan terasa lemah, dan turunnya nafsu makan. Beberapa orang tidak menunjukkan gejala apapun saat terinfeksi virus batuk dan pilek. Hal ini mungkin disebabkan karena sistem kekebalan tubuh mereka bereaksi dengan cara yang berbeda terhadap serangan virus. Terkadang, bakteri dari menginfeksi telinga atau hidung saat infeksi virus tersebut terjadi. Kondisi ini disebut dengan infeksi bakteri sekunder, dan dapat dirawat menggunakan antibiotik. Saat virus berhasil mengalahkan sistem kekebalan tubuh, infeksi terjadi. Garis pertahanan pertama adalah lendir, yang mana diproduksi di hidung dan tenggorokan oleh kelenjar mukosa. Lendir tersebut akan menangkap apapun yang dihirup, seperti debu, virus, dan bakteri. 

Faktor risiko dan komplikasi

Beberapa orang lebih rentan untuk menderita batuk dan pilek dibandingkan dengan orang lain, seperti anak-anak di bawah usia 6 tahun, orang tua, mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, dan perokok aktif. Orang-orang yang berada di sekitar penderita batuk dan pilek juga memiliki risiko tinggi, misalnya petugas medis, atau lingkungan publik seperti sekolah dan tempat kerja. 

Terinfeksi virus batuk dan pilek dapat menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan, seperti:

Kondisi ini terjadi ketika bronkus (tabung kecil) di paru-paru meradang akibat adanya infeksi bakteri atau virus. Antibiotik hanya bisa digunakan untuk merawat kondisi ini apabila infeksi disebabkan oleh bakteri. Apabila virus merupakan penyebabnya, perawatan berfokus pada merawat gejala hingga infeksi sembuh dengan sendirinya, mengingat antibiotik tidak dapat membunuh virus. 

Kondisi lain di mana paru-paru menjadi meradang yang disebabkan oleh alveoli (kantung udara kecil) berisi cairan. Pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri dan virus. Namun, virus batuk dan pilek tidak menyebabkan pneumonia. Apabila pneumonia terjadi sebagai komplikasi batuk dan pilek, ada kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh bakteri. Antibiotik dapat diresepkan sebagai bentuk perawatan. Gejala berupa sakit dada, batuk, demam, dan kesulitan bernapas. 

Penting untuk diingat bahwa obat antibiotik dan antivirus tidak efektif dalam melawan kebanyakan virus yang menyebabkan batuk dan pilek. Namun, beberapa cara seperti minum banyak air dan terus terhidrasi, mendapatkan cukup istirahat, dan mengonsumsi ibuprofen, acetaminophen, atau aspirin dapat membantu mengatasi gejala batuk dan pilek.