Penyebab Gusi Bayi Putih dan Cara Mengatasinya

Mutiara Epstein adalah kondisi di mana gusi bayi berwarna putih pada beberapa titik. Meski tergolong kista, namun gusi bayi putih tidak berbahaya bagi si kecil. Oleh karena itu, Anda sebagai orangtua tidak perlu khawatir jika si kecil mengalami kondisi tersebut. Kondisi ini memang sering dialami oleh bayi baru lahir dengan presentase 60-85%.

Fakta tentang Gusi Bayi Putih

Kondisi dengan nama ilmiah Mutiara Epstein ini pertama kali digagas oleh Alois Epstein yang merupakan dokter spesialis anak dari Ceko pada tahun 1880. Bayi yang mengalami ini hanya akan muncul tampilan putih pada beberapa titik dan tidak ada gejala khusus yang menyertainya.

Biasanya para orangtua mengetahui kondisi tersebut ketika sedang membersihkan lidah atau saat menggosok gigi bayi. Umumnya gusi bayi putih berbentuk bintik dengan warna putih kekuningan dan berukuran sekitar 1-3 milimeter. Jika dilihat sekilas, maka bentuknya tampak seperti gigi yang akan tumbuh.

Adapun karakteristik bayi yang mengalami Mutiara Epstein adalah sebagai berikut.

-Lahir dari ibu yang lebih dari batasan usia produktif

-Memiliki berat badan di atas rata-rata

-Lahir lewat dari waktu HPL

-Terlihat berkelompok dengan 2-6 benjolan

-Memiliki ukuran yang bervariasi

Penyebab Gusi Bayi Putih

Terdapat beberapa penyebab gusi bayi putih yang dapat Anda ketahui. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1.Tumbuh Gigi

Penyebab utama yang membuat gusi bayi berwarna putih adalah karena adanya proses pertumbuhan gigi. Biasanya hal ini terjadi saat bayi berusia 10 minggu hingga tiga tahun. Pada saat tumbuh gigi, gusi akan lebih lunak dan tampak bengkak sehingga tidak jarang muncul bintik-bintik putih kecil di area gusi sebelum gigi tumbuh.

2.Bohn’s Nodules

Bohn’s nodules merupakan kondisi dimana terjadi pertumbuhan jaringan abnormal pada gusi. Bayi yang mengalami hal ini akan muncul benjolan kecil berwarna putih keabuan pada area gusi. Meski begitu, Anda sebagai orangtua tidak perlu khawatir karena Bohn’s nodules tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya.

3.Oral Thrush

Oral thrush merupakan infeksi yang terjadi pada mulut dan disebabkan oleh jamur Candida albicans. Infeksi ini akan mengakibatkan timbulnya bercak putih pada lidah, gusi, dan juga bagian dalam pipi ataupun langit-langit mulut. Tidak hanya itu, biasanya akan muncul gejala lain, seperti luka pada gusi dan kesulitan menelan.

4.Endapan Susu yang Menempel

Endapan ASI atau susu formula yang tertinggal di gusi juga dapat membuat gusi bayi putih. Kondisi ini sering kali tertukar dengan oral thrush. Untuk membedakannya, maka Anda bisa menggosok area gusi yang berwarna putih dengan jari bersih. Apabila mudah hilang, maka penyebabnya sudah pasti karena endapan susu yang menempel.

5.Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut

Penyakit tangan, kaki, dan mulut atau HFMD merupakan infeksi ringan dan menular. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Coxsackie dan umum terjadi pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Gejala yang timbul dari penyakit ini adalah ruam kemerahan serta bercak putih pada gusi dan belakang mulut.

Perlukah ke Dokter?

Kondisi gigi bayi putih atau Mutiara Epstein sebenarnya tidak berbahaya. Akan tetapi, jika si kecil merasa terganggu, tidak nyaman, atau bahkan merasa sakit, maka bisa segera datangi dokter spesialis anak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Nantinya dokter akan memeriksa mulut bayi untuk mengecek kondisinya.

Jika gusi bayi putih disebabkan karena pertumbuhan gigi atau endapan susu, maka tidak membutuhkan penanganan khusus. Anda hanya perlu membersihkan area mulut bayi dengan menggunakan kassa steril.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *