Penyebab dan Gejala Kretinisme

Secara umum terdapat beberapa jenis penyakit yang termasuk dalam kategori malnutrisi, salah satunya adalah kretinisme. Meski jarang didengar orang awam karena namanya memang tidak umum, tetapi kondisi ini merupakan kelainan yang dibawa sejak lahir. Penting untuk mengetahui apa penyebabnya dan dampak buruk yang ditimbulkan.

Malnutrisi ini termasuk dalam jenis kondisi dengan pertumbuhan fisik dan mental yang sangat terhambat karena munculnya penyakit hipotiroidisme bawaan yang tidak bisa diobati. Kondisi tersebut saat ini memang lebih dikenal sebagai hipotiroidisme kongenital atau bawaan, kemunculan paling parah adalah sudah menyerang bayi yang baru lahir.

Penyebab Kretinisme

Kondisi yang menyerang pada bayi karena dapat menyebabkan gangguan fungsi neurologis, gangguan pertumbuhan yang bisa menghambat dan munculnya kelainan fisik. Beberapa kondisi ini bisa terjadi karena masalah kelenjar tiroid bayi, kurangnya yodium dalam tubuh ibu selama masa kehamilan.

Perlu diketahui bahwa tubuh bayi membutuhkan yodium untuk membentuk hormon tiroid, hormon ini penting karena berfungsi untuk pertumbuhan otak dan pengembangan sistem saraf. Dalam jurnal yang diterbitkan Orphanet Journal of Rare Disease, menunjukkan bahwa satu daro 2000 bayi terlahir dengan kondisi ini, berikut beberapa penyebabnya.

  1. Kurang Yodium

Ibu hamil yang kekurangan yodium membuat janin berisiko mengalami hipotiroidisme bawaan, kekurangan yodium menyebabkan produksi hormon tiroid di dalam tubuh menurun. Selain itu, kondisi ini juga bisa membuat anak mengalami cacat genetik yang berpengaruh pada produksi hormon tiroid selama kehamilan.

  1. Kelenjar Tiroid Tidak Normal

Jika kelenjar tiroid anak lebih kecil dari ukuran normal, bengkak atau bahkan sampai hilang dapat menjadi penyebab dari hipotiroidisme pada anak. Rusaknya kelenjar tiroid masih berhubungan dengan pasokan yodium pada ibu hamil yang kurang dan merupakan sumber kerusakan fungsi neurologis anak.

Kelenjar tiroid membutuhkan yodium untuk produksi hormon, ketika tubuh kekurangan zat ini maka sistem kekebalan tubuh akan memaksa kelenjar tiroid bekerja lebih keras. Inilah yang menjadi pemicu pembesaran kelenjar tiroid yang bisa membuat pembengkakan pada leher.

  1. Pengaruh Obat

Jika ibu hamil mengonsumsi obat-obatan tertentu, perhatikan kandungan yang terdapat di dalamnya karena beberapa obat bisa mengganggu produksi hormon tiroid. Beberapa di antaranya seperti obat antitiroid dan sulfonamid atau lithium, apabila mengonsumsi satu dari dua jenis obat ini kemungkinan anak akan mengalami malnutrisi.

Gejala pada Anak

Terdapat beberapa hal yang dapat diamati pada anak yang diduga mengalami malnutrisi, jika segera diketahui maka penanganan yang tepat juga bisa segera diberikan. Penanganan yang cepat dan tepat dibutuhkan agar nantinya kondisi anak tidak semakin memburuk karena efek yang muncul dari malnutrisi

  • Berat badan kurang.
  • Pertumbuhan anak terhambat.
  • Kelelahan dan merasa tidak semangat.
  • Nafsu makan turun.
  • Pertumbuhan tidak normal.
  • Keterbelakangan mental.
  • Sembelit.
  • Kulit dan bagian putih mata menguning.
  • Sangat jarang menangis.
  • Lidah sangat besar.
  • Suara serak.
  • Muncul pembengkakan di dekat pusat.
  • Kulit mengering dan pucat.
  • Pembengkakan di leher dari kelenjar tiroid.
  • Gondongan dan kedinginan.

Kretinisme bawaan biasanya terlihat di negara berkembang yang sering terjadi defisiensi yodium, ibu hamil sangat disarankan untuk mengonsumsi 220 mikrogram yodium setiap harinya. Untuk ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi suplemen tambahan dengan kandungan 150 mikrogram yodium setiap harinya.

Skrining dan parameter klinis digunakan sebagai penanganan anak yang mengalami hipotiroidisme, setelah itu dilakukan evaluasi. Evaluasi ini sangat penting bagi anak yang pengobatannya ditunda atau tidak mencukupi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *