Pentingnya Kebebasan Berekspersi di Keluarga, Bagaimana Cara Menerapkannya?

Keluarga beranggotakan ayah, ibu, dan anak masing-masing memiliki hak untuk menyalurkan kebebasan berkespresi. Ayah dan ibu memiliki kewajiban memberikan pendidikan kepada anak-anak. Saat ini cukup banyak keluarga yang mengesampingkan pentingnya kebebasan berekspresi di dalam keluarga. Hasilnya, muncullah keluarga dengan hubungan yang kurang sehat dan lemahnya ikatan emosional antar anggotanya. 

Manfaat kebebasan ekspresi untuk anak

Kebebasan ekspresi pada anak merupakan indikator sejauh mana anak diperlakukan sebagai seseorang yang memiliki hak. Dengan mengungkapkan perasaan dan pendapatnya, anak-anak dapat mengetahui apakah hak mereka dihormati atau justru dilanggar oleh orang lain. Dengan demikian, anak-anak juga akan belajar menghormati dan membela hak orang lain seiring berjalannya waktu. 

Menurut Konvensi PBB untuk Hak-Hak Anak disebutkan bahwa tiap anak berhak mengemukakan pendapat serta didengar dan dipetimbangkan pendapatnya saat pengambilan keputusan yang akan memengaruhi kehidupannya atau kehidupan anak lain. 

Dalam membangun pribadi masyarakat yang terbuka dan demokratis, pandangan semua kelompok populasi, termasuk anak-anak, harus diwakili. Bukan hanya dari kalangan orang-orang yang paling kuat saja. 

Tugas orang tua dalam kebebasan ekspresi di keluarga

Secara umum, kebebasan berkespresi telah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28E ayat 3 tentang kebebasan berpendapat dan pasal 28F yang berisi tentang hak dalam menyampaikan informasi. Selain itu, terdapat Undang-Undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pasal 14 dan 32. Aturan tersebut juga berlaku bagi orang tua selaku warga negara. 

Di dalam keluarga, orang tua bertanggungjawab untuk mengajarkan kebebasan berkespresi kepada anak-anak. Orang tua dituntut memberikan kebebasan dan mempertimbangkan pendapat anak, termasuk apabila mereka memiliki pendapat yang berbeda, terlebih jika pendapat tersebut menyangkut kehidupannya.

Pengawasan yang perlu dilakukan cukup ketat oleh orang tua saat ini yaitu kebebasan berkespresi anak di internet, salah satunya media sosial. Orang tua berperan penting dalam memberikan bimbingan dan membantu anak mengakses dan menyebarkan konten bermanfaat secara online. Pasalnya, banyak kasus pelecehan atau cemoohan di media sosial yang diduga pelakunya adalah anak-anak di bawah umur.  

Cara mendidik anak dalam menyampaikan ekspresi

Setiap orang tua memiliki harapan besar terhadap perkembangan anak di masa depan. Salah satu skill yang penting adalah kemampuan anak dalam berkomunikasi. Hal tersebut sebaiknya dibangun sejak kecil dengan cara memberikan kebebasan berekspresi dan berpendapat kepada anak, diantaranya dengan cara:

  1. Memberikan ruang dan fasilitas dalam menyalurkan ide kreatifitasnya
  2. Apabila terdapat aktivitas yang salah, jangan segan untuk menegur dan arahkan ke jalur yang benar
  3. Selalu berikan dukungan dan motivasi kepada anak
  4. Menyampaikan pujian atau apresiasi saat anak mendapatkan pencapaian tertentu
  5. Libatkan dalam berbagai diskusi sejak dini
  6. Memantau aktivitas anak di media sosial
  7. Melatih menghargai pendapat orang lain, dimulai dari pendapat saudara dan orang tuanya

Pentingnya komunikasi dalam keluarga

Kebebasan berkespresi tidak akan terwujud tanpa adanya komunikasi. Penting dalam suatu keluarga untuk mampu mengungkapkan kebutuhan, keinginan, dan perhatian secara jelas. Komunikasi yang jujur dan terbuka menjadikan setiap anggota keluarga saling mengetahui bentuk cinta, kekaguman, atau bahkan perbedaan yang ada. Komunikasi yang baik juga dapat mendukung pemecahan masalah yang tepat dan akurat. 

Seorang ahli pernikahan melaporkan bahwa komunikasi yang buruk merupakan keluhan umum yang terjadi pada keluarga dengan hubungan yang kurang sehat. Hal ini menyebabkan konflik yang berlebihan, kurangnya keintiman, serta lemahnya ikatan emosional. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *