Pengobatan dan Perawatan Bayi dengan Omphalocele

Omphalocele atau omfalokel adalah kondisi organ tubuh seperti dan hati tumbuh di luar tubuh janin melalui lubang di dinding perut. Cacat lahir ini termasuk kasus langka yang terjadi pada 1 dari 7.000 kelahiran hidup. 

omphalocele

Sekitar 50 persen kasus omfalokel dikaitkan dengan kelainan kromosom dan bukan penyakit yang diturunkan secara genetika. Bayi yang lahir dengan omphalocele kemungkinan besar mengalami cacat lahir tambahan yang terkait dengan perubahan genetik ini.

Bagaimana mendiagnosis omphalocele?

Omfalokel terjadi di minggu awal kehamilan, sekitar minggu kesebelas, ketika dinding perut dan organ janin mulai terbentuk. Kondisi abnormal dapat dideteksi dengan jelas melalui ultrasound (USG) pada minggu ke 14.

Namun Anda bisa melakukan pemeriksaan dini pada setiap minggu kehamilan seiring dengan perkembangan janin. Omphalocele ditandai dengan organ yang menonjol ke dalam rongga ketuban.

Diagnosis akan lebih mudah bila Anda melakukan tes prenatal yang disebut dengan  amniosentesis untuk mendeteksi kelainan kromosom dan jantung. 

Caranya, dokter akan memasukkan jarum ke dalam rahim dan mengawasinya melalui USG. Setelah itu dokter akan mengambil cairan ketuban yang berisi sel janin, kemudian cairan dibawa ke laboratorium untuk dianalisia. 

Pengobatan bayi dengan omphalocele

Bayi dengan omfalokel kecil atau ringan akan dibawa ke neonatal intensive care unit (NICU) atau ruang perawatan intensif untuk bayi baru lahir untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan. 

Bayi akan menjalani operasi perbaikan primer jika kondisi bayi dirasa sudah siap. Operasi ini bertujuan untuk menempatkan kembali organ hernia ke dalam tubuh dan ditutup sekaligus.

Untuk bayi yang mengalami omphalocele besar atau berat, bayi akan diletakkan di bawah infant warmer dan diberikan cairan infus serta respirator pernapasan untuk mengurangi risiko dehidrasi dan trauma pada organ yang terbuka. 

Ketika kondisi bayi mulai stabil, bayi akan menjalani beberapa tahap pembedahan untuk mengembalikan organ yang terletak di luar tubuh, yang disebut prosedur Schuster. 

Perbaikan bertahap akan memberikan waktu dinding perut meregang sedikit demi sedikit ketika menampung organ, serta memastikan agar paru-paru berkembang secara normal tanpa tertekan akibat efek operasi. 

Dalam beberapa kasus omfalokel besar, tubuh bayi tidak memiliki cukup ruang untuk menampung seluruh organ hernia, atau ukuran paru-paru terlalu kecil Pembedahan pun perlu ditunda dan dokter akan melakukan prosedur lain untuk melindungi organ di luar tubuh.

Kantung yang menutupi organ akan dioleskan dengan krim antibiotik secara menyeluruh, lalu ditutup dengan kain kasa elastis. Kulit bayi akan tumbuh di atas kantung seiring waktu. Selama fase ini, dokter akan mengajarkan Anda bagaimana melakukan teknik tersebut sehingga Anda bisa merawat dan melakukan perawatan sendiri di rumah.

Ketika kondisi bayi membaik, dokter akan segera melakukan perbaikan bertahap. Setelah selesai menjalani operasi, bayi akan ditempatkan di  NICU selama beberapa waktu sampai seluruh fungsi organ dan kondisi bayi membaik.

Parameter yang harus dipenuhi sebelum bayi diperbolehkan pulang antara lain:

  • Mampu bernapas sendiri (lebih cenderung menggunakan oksigen tambahan)
  • Dapat menerima makanan, baik secara langsung melalui mulut atau menggunakan selang makanan
  • Suhu tubuh normal
  • Penambahan berat badan hingga batas yang telah ditetapkan

Perawatan lanjutan bayi dengan omfalokel

Selama bayi dirawat di NICU, orang tua disarankan berkonsultasi dengan tim spesialis bedah, perawat, terapis wicara (untuk terapi makan), konsultan laktasi, dan terapis pernapasan sebagai bekal merawat anak Anda di masa depan.

Staf perawat juga akan mengajari Anda teknik perawatan khusus, termasuk pemberian makan, untuk mendukung kondisi anak Anda pasca operasi.

Bila terjadi cacat lahir akibat omfalokel, Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter untuk menentukan perawatan lanjutan. 

Catatan

Meskipun omphalocele merupakan kelainan yang langka, Anda tetap perlu waspada agar kondisi tersebut tidak terjadi pada bayi Anda. Hingga kini belum diketahui penyebab pasti omfalokel, sehingga hal terbaik yang bisa dilakukan oleh calon ibu adalah menjaga pola makan dan menjalani gaya hidup sehat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *