Nodul Tiroid: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Hingga Pengobatannya

Seluruh bagian tubuh termasuk komponen di dalamnya memiliki fungsi yang penting, tidak terkecuali kelenjar tiroid. Fungsi dari kelenjar ini adalah menghasilkan hormon tiroid yang mengatur denyut jantung, metabolisme, dan suhu tubuh. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan terganggunya kelenjar tiroid, seperti munculnya nodul tiroid.

Nodul tiroid adalah benjolan yang muncul pada kelenjar tiroid pada bagian bawah leher sehingga menyebabkan tenggorokan terasa mengganjal. Benjolan tersebut bisa berbentuk padat atau lunak yang berisi cairan. Wanita dan lansia lebih berisiko untuk mengalami penyakit ini.

Umumnya nodul tiroid tidak berbahaya, namun tetap perlu pemeriksaan ke dokter karena pada beberapa kasus akan menimbulkan gejala berat seperti kesulitan menelan atau bernapas.

Tanda dan Gejala Nodul Tiroid

Nodul tiroid dengan ukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun, jika ukurannya terlalu besar, beberapa keluhan, diantaranya seperti:

-Benjolan bisa diraba

-Benjolan bengkak di leher bawah

-Kesulitan menelan atau bernapas

-Tenggorokan terasa penuh dan sakit

Nodul tiroid juga bisa meningkatkan kadar hormon tiroksin di dalam tubuh dan menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:

-Berat badan turun tanpa penyebab yang jelas

-Keringat berlebih

-Tremor

-Rasa gugup

-Rasa cemas

-Denyut jantung tidak teratur dan berdebar

Penyebab Nodul Tiroid

Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan nodul tiroid, diantaranya seperti:

-Riwayat keluarga

Jika salah satu anggota keluarga mengalami nodul tiroid, maka kemungkinan anggota keluarga lainnya juga akan mengalami kondisi ini.

-Paparan radiasi

Paparan radiasi yang diakibatkan pengobatan atau hal lainnya dapat memicu terjadinya nodul tiroid.

-Kekurangan yodium

Kurang mengonsumsi yodium dapat menyebabkan kelenjar tiroid mengalami nodul.

Faktor Risiko Nodul Tiroid

Ada kondisi tertentu yang bisa meningkatkan risiko munculnya nodul tiroid, diantaranya:

-Berjenis kelamin wanita

-Berusia 60 tahun keatas

-Pernah menjalani X-ray tiroid

Jenis-jenis Nodul Tiroid

Nodul tiroid dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya:

-Adenoma tiroid

Adenoma tiroid atau pertumbuhan jaringan kelenjar tiroid yang berlebihan umumnya tidak serius, kecuali jika ukurannya terlalu besar.

-Kista tiroid

Adenoma tiroid yang mengalami degenerasi bisa menyebabkan kista tiroid yang berisi cairan.

-Goiter multinodular

Tanda dari goiter multinodular adalah nodul tiroid muncul lebih dari satu. Penyebab dari goiter multinodular masih belum diketahui secara pasti.

-Kanker tiroid

Jika nodul tiroid muncul dalam ukuran yang besar, terasa keras, dan menimbulkan rasa nyeri, bisa disebabkan oleh kanker tiroid. 

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker tiroid diantaranya seperti riwayat keluarga, berusia di bawah 30 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan pernah terpapar radiasi di kepala dan leher.

Pengobatan Nodul Tiroid

Pengobatan nodul tiroid akan disesuaikan dari ukuran dan jenisnya. Beberapa penanganan yang bisa dilakukan, meliputi:

-Pemantauan berkala

Jika benjolan tidak disebabkan oleh kanker, dokter akan menjalani pemantauan berkala untuk mengawasi pertumbuhan nodul tiroid.

Nodul tiroid yang berukuran terlalu kecil untuk biopsi dan bersifat jinak akan dipantau dengan ketat. Pemeriksaan USG akan dilakukan tiap 6-12 bulan sekali yang disertai dengan pemeriksaan fisik.

-Pemberian yodium radioaktif

Nodul tiroid dengan kadar hormon tiroid berlebih dan goiter multinodular akan ditangani oleh dokter dengan memberikan yodium radioaktif. 

Yodium radioaktif akan diserap oleh kelenjar tiroid yang kemudian dapat membuat ukuran nodul mengecil. Namun, pengobatan ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil atau yang berencana hamil.

-Operasi tiroid

Nodil tiroid yang disebabkan oleh kanker, berukuran besar, dan menimbulkan gejala sulit menelan dan bernapas perlu diatasi dengan operasi tiroid.

Hingga saat ini belum ada cara yang pasti untuk mencegah nodul tiroid yang bisa dilakukan. Jika mengalami gejala-gejalanya, segera konsultasikan ke dokter agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *