NAPZA: Definisi, Bahaya, dan Pencegahan Penyalahgunaannya

Penyalahgunaan NAPZA akan memberikan dampak hebat yang tidak dapat Anda hindari. Bukan hanya orang dewasa, NAPZA juga bisa disalahgunakan oleh kalangan remaja, terutama mereka yang tidak diperhatikan dengan baik oleh orang tuanya. Hasil survey Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba semakin meningkat setiap tahunnya dan hampir 90% dilakukan oleh kalangan pelajar atau mahasiswa. Oleh sebab itu, penting sekali memberikan edukasi terkait NAPZA, bahaya, dan pencegahan penyalahgunaannya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.  

Apakah itu NAPZA? Samakah dengan narkoba?

NAPZA adalah narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Kepanjangan NAPZA sama dengan narkoba, yaitu narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Perbedaan keduanya hanya pada penyebutannya saja. Istilah NAPZA digunakan dalam ilmu kesehatan, sedangkan narkoba lebih sering digunakan dalam dunia hukum, seperti hakim, jaksa, dan aparat kepolisian.

  1. Narkotika, adalah suatu zat atau obat sintetis atau semi sintetis yang dibuat dari tanaman atau bukan tanaman. Zat atau obat ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran, kehilangan rasa, dan ketergantungan.
  2. Psikotropika adalah zat alami atau sintetis yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat, sehingga menyebabkan perubahan yang khas, terutama mental dan perilaku.
  3. Zat adiktif lainnya adalah zat atau bahan selain narkotika dan psikotropika yang bisa memengaruhi otak dan menyebabkan ketergantungan.

Bahaya penyalahgunaan NAPZA.

Pada dasarnya, NAPZA ada untuk membantu tim medis dalam melakukan proses pengobatan, seperti:

  • Kokain: memberikan efek stimulan yang kuat, sehingga dapat meningkatkan kekuatan dan stamina tubuh.
  • Opinium: menghilangkan rasa sakit, mencegah diare, dan batuk.
  • Ganja: memiliki serat kuat untuk pembuat kantung. Biji ganja diolah sebagai bahan pembuat minyak.

Hanya saja, manfaatnya tersebut banyak disalahgunakan oleh orang-orang untuk menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan stamina. Penggunaan yang tidak sesuai dengan dosis seharusnya dapat menyebabkan kecanduan dan akhirnya, mereka tidak bisa berhenti untuk terus mengonsumsi NAPZA.

Hampir semua jenis NAPZA dapat meningkatkan kadar dopamin di otak, sehingga pengguna akan merasa senang setelah memakainya. Dopamin adalah neurotransmitter yang mengontrol rasa senang di otak. Seseorang yang kecanduan NAPZA, otaknya telah terbiasa dengan keberadaan dopamin yang tinggi. Akibatnya, jika ketersediaan dopamin tidak stabil, maka tubuh akan memberikan sinyal dan muncul keinginan untuk memakai NAPZA lagi. Inilah yang menyebabkan pengguna jadi kecanduan dan tidak bisa lepas dari narkoba.

Bahayanya, penggunaan NAPZA yang terus-menerus akan menciptakan kondisi toleransi obat. Kondisi ini membuat tubuh terus meminta narkoba dalam dosis yang tinggi untuk mencapai kadar yang sama. Lama-kelamaan, pecandu akan mengalami masalah kesehatan, mulai dari nyeri, berat badan turun, infeksi saluran pernapasan, serta masalah jantung dan reproduksi. Selain itu, juga mengganggu kondisi psikologis, seperti stres, depresi, sering merasa gelisah, dan menjadi lebih agresif. Tidak sedikit pula, pecandu narkoba berakhir dengan tindak kriminal, seperti mencuri demi bisa membeli narkoba.

Cara mencegah penyalahgunaan NAPZA.

Menurut Badan Narkotika Nasioanl Republik Indonesia, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan NAPZA, meliputi:

  1. Penyediaan informasi.

Memberikan informasi hendaknya dilakukan dengan hati-hati dan hindari informasi yang bersifat sensasional dan ambisius. Hal ini justru akan menantang keberanian seseorang untuk menguji sendiri kebenarannya.

  • Pendidikan secara efektif.

Melalui pendidikan yang efektif, maka seseorang dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mampu mengambil keputusan secara bijak. Anda juga bisa mengontrol gambaran negatif dalam diri sendiri dan mengatasi masalah mental secara efektif.  

  • Penyediaan pilihan yang bermakna.

Mengganti penggunaan bahan adiktif dengan kebutuhan dasar, yaitu bio-psiko-sosial-spiritual. Kebutuhan ini meliputi identitas diri, kebebasan berfikir dan berbuat, penghargaan terhadap diri sendiri, mengaktualisasikan diri, dan dapat diterima dalam suatu kelompok.

  • Pengenalan diri dan intervensi dini.

Deteksi dini terhadap kelompok remaja yang rawan terhadap NAPZA adalah langkah awal terbaik dalam pencegahan. Mulai dari yang terlihat iseng, sekedar coba-coba, hingga pengguna tetap ataupun yang ketinggalan. Tentunya, ini akan melibatkan kerjasama orang tua, guru, dan kelompok penting masyarakat lainnya. Bila perlu, dirujuk ke ahli psikolog atau psikiater.

  • Pelatihan keterampilan psikososial.

Pelatihan ini terbagi menjadi dua, yaitu psychological inoculation dan personal and social skill training. Tujuannya adalah mengajarkan remaja agar lebih berani dan mampu mengatakan tidak, sehingga tidak mudah terbujuk dengan ajakan, rayuan, atau tekanan untuk menggunakan NAPZA.

NAPZA berbahaya karena pemakai tidak menggunakannya untuk alasan medis dan dosis yang seharusnya. Pencegahan penyalahgunaan NAPZA harus dilakukan dengan kerjasama berbagai pihak. Mari, selamatkan diri dan keluarga tersayang Anda dari dampak buruk penyalahgunaan NAPZA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *