Kenapa Seseorang Bisa Mengalami Aquaphobia? Lalu Bagaimana Pengobatannya

Aquaphobia merupakan ketakutan berlebihan akan air. Aquaphobia merupakan fobia spesifik, hal ini merupakan ketakutan irasional terhadap sesuatu yang tidak menyebabkan suatu bahaya. Orang-orang yang menderita fobia ini akan beranggapan bahwa air di laut, sungai, atau di mana saja menakutkan. Padahal sebagian besar dari mereka paham itu datang dari rasa cemas dan tidak nyaman saja.

Penderita aquaphobia biasanya akan mengalami rasa takut yang terus menerus, berlebihan atau tidak masuk akal saat terkena air. Penyebab fobia spesifik ini memang tidak dapat dipahami dengan baik, namun ada beberapa bukti bahwa fobia dapat diturunkan secara genetik

Artinya, jika Anda memiliki keluarga yang memiliki gangguan kesehatan mental seperti kecemasan atau fobia, Anda mungkin berisiko terserang fobia juga. Selain itu, aquaphobia juga sering disebabkan oleh peristiwa traumatis selama masa kanak-kanak, misalnya tenggelam.

Dan faktor trauma adalah penyebab phobia air atau aquaphobia yang paling umum. Selain hampir tenggelam, peristiwa-peristiwa macam kecelakaan kapal atau serangkaian kejadian menakutkan lainnya yang berhubungan dengan air juga bisa menimbulkan fobia ini.

Teori lain mengusulkan bahwa fobia adalah asosiasi yang dipelajari. Misalnya, seseorang dapat mengembangkan fobia tertentu setelah mengamati reaksi fobia pada orang lain, seperti orang tua, saudara, atau teman. Orang tersebut mungkin menginternalisasi reaksi ketakutan orang lain dan mengadopsi keengganan yang sama terhadap objek atau situasi.

Pengobatan Aquaphobia

Ternyata phobia juga bisa diobati. Untuk menerima pengobatan yang tepat, penyedia layanan kesehatan mental berlisensi harus mengevaluasi gejala orang tersebut dan mendiagnosis fobia spesifik mereka.

Selama evaluasi diagnostik, penyedia layanan kesehatan mental akan meninjau riwayat kesehatan seseorang. Mereka juga akan meminta individu untuk menggambarkan jenis, tingkat keparahan, dan durasi gejala mereka.

Kebanyakan orang dengan aquaphobia, dan fobia spesifik lainnya, menyadari bahwa mereka memiliki respons ketakutan yang ekstrem atau tidak rasional. Rasa kesadaran diri ini dapat mempercepat proses diagnosis.

Penyedia layanan kesehatan mental harus mengesampingkan jenis gangguan kecemasan lainnya, seperti:

  • Gangguan kecemasan umum;
  • Gangguan stres pasca-trauma;
  • Gangguan obsesif kompulsif;
  • Gangguan panik.

Kemudian, penyedia layanan kesehatan mental biasanya mengobati fobia spesifik dengan kombinasi terapi eksposur dan terapi perilaku kognitif (CBT). CBT merupakan terapi yang dilakukan dengan menantang pemikiran serta keyakinan Anda terhadap air. 

Terapi ini mengajarkan Anda untuk mengendalikan pikiran negatif tentang air dengan pikiran dan pesan yang jauh lebih positif. Hal ini bertujuan untuk mempelajari cara baru mengatasi rasa takut Anda. Selain itu, biasanya penyedia layanan kesehatan juga akan menyarankan Anda untuk melakukan perawatan rumahan dengan menulis jurnal, berlatih yoga, atau latihan pernapasan.

Semua terapi ini dilakukan untuk membuat Anda merasa lebih nyaman dengan air. Oleh karena itu, mintalah bantuan pada terapis yang tepat. Pasalnya, dengan bantuan terapis yang tepat, fobia Anda dapat dikelola bahkan bisa diatasi hingga tidak lagi kambuh.

Jadi kesimpulannya adalah; aquaphobia mengacu pada ketakutan atau keengganan yang intens terhadap air. Ini diklasifikasikan sebagai fobia spesifik. Orang sering mengembangkan fobia spesifik selama masa kanak-kanak. Seseorang mungkin mengembangkan aquaphobia setelah pengalaman emosional atau traumatis di dalam atau di dekat air. 

Mungkin juga seorang anak menginternalisasi respons fobia yang diamati dari orang tua atau pengasuh. Namun, aquaphobia sangat bisa diobati. Terapi pemaparan dan CBT adalah perawatan efektif yang membantu mengurangi perasaan takut, cemas, dan panik pada orang dengan fobia tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *