Kenali Efek Samping Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Curcuma

Makanan yang mengandung curcuma memiliki kandungan antiinflamasi yang sangat ampuh digunakan sebagai antioksidan. Dengan adanya kandungan itu, tubuh mampu melawan benda asing dan mengobati bagian dalam tubuh yang rusak.

curcuma,

Inflamasi yang parah bisa membuat tubuh terserang banyak penyakit. Dengan curcumin, inflamasi bisa diatasi dengan baik. Di dalam temulawak terdapat banyak zat yang bermanfaat, mulai dari protein, serat, mineral, dan kurkumin. Selain itu, terdapat tiga zat aktif yang terkandung dalam temulawak, yaitu: 

  • Germakron, yang bersifat antiradang dan menghambat pembengkakan;
  • P-toluilmetilkarbinol dan seskuiterpen d-kamper, meningkatkan produksi dan empedu.
  • Turmeron, antimikroba.

Meski alami, Anda tetap tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan yang mengandung curcuma. 

Seberapa aman mengonsumsi makanan yang mengandung curcuma? 

Secara umum, rempah dari kelompok curcuma seperti kunyit dan temulawak, aman untuk dikonsumsi dalam jangka waktu singkat. Namun, jika terlalu banyak, bukan tidak mungkin akan muncul efek samping seperti mual, sakit perut, dan pusing.

Selain itu, jika digunakan  lebih 18 minggu, temulawak juga bisa sebabkan iritasi perut dan mual. 

Golongan yang tidak dianjurkan mengonsumsi curcuma

Ada beberapa golongan yang tidak dianjurkan mengonsumsi temulawak, antara lain:

Wanita hamil dan menyusui

Makanan yang mengandung curcuma boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dalam bentuk yang sudah tercampur dalam makanan atau minuman tertentu, bukan yang murni temulawak. 

Temulawak murni baik dalam ekstraknya di suplemen atau jamu, tidak disarankan oleh dokter kandungan lantaran bisa memicu kontraksi rahim.

Sebelum memakan makanan yang mengandung curcuma seperti temulawak, Anda harus berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan karena, setiap ibu hamil memiliki kondisi yang berbeda-beda. Terutama bagi kehamilan dengan risiko tinggi, ditakutkan menimbulkan masalah pada kandungannya.

Penderita gangguan hati dan kandung empedu

Temulawak disebut-sebut mengandung banyak zat yang dapat merangsang produksi cairan empedu, sehingga dapat memperburuk kondisi yang terjadi.

Untuk itulah, makanan yang mengandung curcuma, terutama temulawak, tidak disarankan untuk orang dengan penyakit gangguan hati ataupun kantung empedu.  

Penderita darah tinggi 

Makanan yang mengandung curcuma, yaitu kunyit, secara khusus bisa membuat darah lebih encer.

Oleh karena itu, untuk Anda yang mengonsumsi obat darah tinggi secara teratur, jangan gunakan kunyit sebagai pengobatan kecuali sudah berkonsultasi dengan dokter.

Kenali dosis yang tepat untuk mengonsumsi curcuma

Konsumsi temulawak dalam jangka panjang atau dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan mual dan menyebabkan iritasi lambung. Maka sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang mengandung curcuma dalam jangka panjang. 

Usahakan maksimal selama 18 minggu, agar terhindar dari efek samping yang justru akan membahayakan tubuh.

Berhati-hatilah dalam mengonsumsi makanan yang mengandung curcuma, sesuaikan dengan kondisi kesehatan, usia, dan latar belakang kesehatan. 

Jika Anda mengonsumsinya dalam bentuk suplemen herbal, sebaiknya konsultasikan lebih dulu kepada dokter dan patuhi aturan pemakaian agar terhindar dari efek samping yang membahayakan tubuh Anda.

Penting untuk dipahami, temulawak tidak bisa menggantikan obat dan perawatan dokter. Temulawak umumnya digunakan hanya sebagai terapi penunjang, bukan obat utama untuk menyembuhkan penyakit.

Terlebih, jamu yang terbuat dari tumbuhan herbal juga tidak memiliki standar dosis yang tetap sehingga efeknya bisa berbeda tiap orangnya. Temulawak bisa saja berinteraksi negatif dengan obat-obatan yang sedang Anda Konsumsi.

Apabila dokter tidak mengizinkan Anda untuk mengonsumsi makanan yang mengandung curcuma maka ikuti aturan tersebut dan jangan melanggarnya. Percayakan pengobatan pada dokter demi kondisi kesehatan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *