Haruskah Berikan Vaksin Hepatitis A Anak? Apa Pentingnya?

Tinggal di lingkungan padat penduduk seperti di kota-kota besar di Indonesia, dengan segala problem turunannya, berisiko tinggi terserang berbagai penyakit menular. Satu penyakit yang punya kemungkinan paling besar adalah hepatitis A. Oleh karena itu, amat disarankan vaksin hepatitis A anak diberikan sebagai sebuah upaya preventif. 

Tahukah Anda apa itu penyakit hepatitis A? Mudahnya, ia adalah penyakit hati yang mudah sekali menular. Terjadi karena infeksi virus dengan nama yang sama. Penularan virus ini begitu masif di kondisi lingkungan yang tidak sehat. 

Hepatitis A merupakan penyakit berbahaya yang membuat hati manusia bisa berhenti fungsinya. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian, namun kehadirannya kerap tidak dirasakan.

Fakta menyebut bahwa penyakit hepatitis banyak ditemukan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Bahkan, Tanah Air ini merupakan salah satu negara endemis hepatitis yang berada di urutan kedua setelah Myanmar. Hal ini karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

Virus hepatitis A bisa masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang tercemar. Selain itu, kontak fisik dengan penderita sebelumnya juga bisa membuat virus tersebut berpindah. Kabar baiknya adalah saat ini faktanya penyakit hepatitis A menjadi kondisi medis yang langka di Indonesia (kurang dari 15 ribu kasus per tahun). Kondisi ini terjadi berkat keberhasilan stakeholder terkait dalam menggalakkan program vaksinasi. 

Vaksin hepatitis A anak memberikan jaminan kepada si kecil untuk lebih siap terhadap serangan virus tersebut. Vaksinasi membentuk sistem kekebalan tubuh mereka sehingga dapat langsung “mematikan” virus ketika suatu waktu terpapar. 

Yang lebih penting dari itu semua, hepatitis A pada anak hampir tidak menunjukkan suatu gejala medis. Dikhawatirkan, si anak yang merasa tidak sakit justru malah menjadi carrier atau pembawa virus dan menjadikan penularannya meluas. Inilah salah satu tujuan yang dikejar dalam upaya vaksin hepatitis A anak. 

Vaksinasi hepatitis A ini cukup efektif. Ada penelitian yang menyatakan bahwa vaksin hepatitis A terbukti dapat mencegah penyakit tersebut dengan efektivitas 94–100 persen. Dengan demikian, vaksin hepatitis A ini jadi salah satu jalan terbaik dalam upaya penanganan penyakit ini agar cerita-cerita kelam masa lampau, seperti Kondisi Luar Biasa (KLB) di Pacitan, Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu tak terulang lagi. 

Lantas, bagaimana vaksin hepatitis A anak diberikan? Sebenarnya tidak ada perbedaan berarti dalam proses pemberian vaksin hepatitis A anak dan orang dewasa. Baik orang dewasa maupun anak-anak bisa mendapatkan 2 kali dosis suntikan vaksin hepatitis A. Rentang waktu antara suntikan pertama dan kedua adalah 6 bulan. Ini berguna untuk mendapatkan perlindungan lengkap terhadap serangan virus hepatitis A.

Untuk anak-anak, dosis pertama vaksin hepatitis A sudah bisa diberikan antara umur 12–23 bulan. Dosis kedua diberikan 6 bulan setelah pemberian dosis pertama.

Bedanya, mungkin, hanya terletak di proses yang lebih panjang. Sebelum divaksin, orang dewasa perlu berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Hal ini untuk memastikan apakah Anda sudah pernah mendapatkan vaksin hepatitis A dengan lengkap atau belum.

Tenang, tidak perlu khawatir berlebihan dengan vaksin hepatitis A. Jika Anda tidak punya riwayat alergi dan dalam keadaan sehat, pemberian vaksin ini tergolong sangat aman dan tidak menimbulkan suatu efek tertentu.

Jika terjadi efek samping, Anda hanya akan merasakan keluhan ringan yang hanya terjadi selama satu atau dua hari. Efek samping yang dimaksud adalah rasa sakit di lokasi suntikan, nyeri kepala, cepat lelah, demam, dan nafsu makan berkurang. Sampai saat ini belum ada kejadian serius yang berkaitan dengan efek samping setelah pemberian vaksin hepatitis A.

Setelah membaca artikel ini, mungkin dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa vaksin hepatitis A anak begitu penting dalam penanganan suatu kasus kesehatan, dalam hal ini hepatitis A. Jika Anda belum memberikan vaksin hepatitis A pada anak, sekali waktu cobalah datangi fasilitas kesehatan dan konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan pemberian vaksin ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *