Fakta Penting yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Mengonsumsi Trifed

Orang-orang yang memiliki alergi, biasanya apa yang mereka rasakan akan bisa menjadi sangat mengganggu. Mulain dari mata merah, hidur berair, bersin-bersin yang tidak kunjung berhenti, dan banyak reaksi lain yang sangat mengganggu. Dalam kondisi seperti ini, salah satu hal yang diperlukan adalah obat yang mengandung antihistamin dan dekongestan sekaligus, salah satu contohnya adalah Trifed.

Saat ini saya akan mengulas apa yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi Trifed. Tentu saya, yang paling awal perlu dilakukan adalah memastikan telah berkonsiltasi pada dokter sehingga tahu betul apa diagnosis dan dosis yang tepat. Jika sudah mengetahui dosis yang tepat, ketahui juga beberapa hal seperti di bawah ini. Trifed tidak diperuntukkan untuk mengobati kondisi-kondisi tertentu seperti:

  • Infeksi saluran pernapasan bagian bawah
  • Alergi pada asma
  • Penderita yang alergi terhadap antihistamin dan dekongestan
  • Penderita darah tinggi
  • Penderita glaucoma
  • Penderita kencing manis
  • Penderita jantung coroner
  • Sedang menjalani pengobatan dengan obat penghambat monoamine oksidase

Dosis konsumsi Trifed

Sebelum mengonsumsi Trifed, Anda juga perlu tahu dosis penggunaannya Berikut di antaranya:

  • Dewasa (3 hingga 4 kali sehari)

1 tablet

2 sendok takar (10 ml)

  • Anak-anak di atas 12 tahun (3 hingga 4 kali sehari)

1 tablet

10 ml

  • Anak 6-12 tahun (3 kali sehari)

½ tablet

5 ml (satu sendok takar)

  • Anak 4-6 taun (3 kali sehari)

¾ sendok takar

  • Anak 2-4 tahun (3 kali sehari)

2,5 ml (½ sendok takar Trifed sirup)

Namun demikian, perlu Anda ingat bahwa dosis setiap orang belum tentu sama. Berkonsultasilah pada dokter untuk tahu pasti berapa dosis yang tepat untuk Anda. Sampaikan juga reaksi alergi Anda setelah mengonsumsi obat ini. Terlebih untuk ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Anak-anak di bawah 2 tahun pun juga harus mengonsumsi Trifed dengan petunjuk dari dokter. Jika ada efek samping yang timbul, akan lebih baik jika Anda berhenti dan sampaikan apa yang dirasakan kepada dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *