Dug! Tendangan Pertama Buah Hati di Usia Hamil 22 Minggu

Gerakan bayi sudah mulai terasa sejak 16 minggu kehamilan. Bagi kebanyakan wanita gerakan bayi terasa jelas di usia kehamilan 18 hingga 24 minggu, terutama pada wanita dengan kehamilan pertama.

Memasuki usia hamil 22 minggu, buah hati sudah mulai aktif bergerak. Gerakan ini berupa mengepak, menendang, dan berguling. Anda juga akan bisa merasakan suara napas dan cegukan si kecil.

Janin yang bergerak aktif sesuai dengan waktunya pertanda ia dalam kondisi sehat. Namun terkadang janin melakukan gerakan yang baru, sehingga bunda bertanya-tanya apa arti dari gerakan tersebut.

Oleh karena itu tak ada salahnya mempelajari berbagai jenis gerakan bayi.

  • “Halo Bunda, aku mengepak seperti kupu-kupu”

Di antara usia kehamilan 18 hingga 22 minggu, bunda akan mulai merasakan gerakan samar dari si kecil.

Awalnya gerakan ini terasa seperti kibaran atau kepakan sayap kupu-kupu. Beberapa wanita mengatakan seperti ada gelembung gas di dalam perut mereka. Gerakan pertama bayi disebut dengan istilah quickening.

  • “Dug, tendanganku seperti pemain bola profesional”

Setelah minggu ke 20, tepatnya usia hamil 22 minggu bayi cenderung bergerak lebih aktif dalam sehari. Berbeda dengan orang dewasa, janin cenderung lebih aktif di malam hari daripada di siang hari. Bayi merasa kebisingan di siang hari sangat menenangkan sehingga lebih sering tertidur.

Di usia 22 hingga 26 minggu, bayi akan mulai melakukan tendangan-tendangan kecil. Terkadang bayi juga berputar, menggeliat, dan menyentak di dalam rahim.

Seiring bertambahnya usia kehamilan, bayi semakin aktif menendang. Menjelang trimester akhir, bayi semakin tumbuh besar sehingga ia tidak memiliki cukup ruang untuk bergerak. Tendangannya mungkin tidak sekuat sebelumnya.

  •  “Hik, Bunda aku cegukan!”

Janin dalam rahim juga bisa cegukan, lho. Jika Anda menyadari bayi melakukan gerakan berulang dan menyentak, itu tandanya ia sedang cegukan. Gerakan ini normal dan bisa terjadi selama satu menit hingga satu jam.

Tidak ada gerakan namun hasil USG baik-baik saja

Sebenarnya bayi sudah bergerak sejak trimester pertama, namun Anda tidak bisa merasakannya. Gerakan bayi bisa terlihat melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Bila sudah waktunya bayi bergerak namun Anda belum merasakannya, ada beberapa kemungkinan. Pertama, bayi lahir mati atau mati di dalam kandungan. Kondisi ini bisa terjadi di usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

Namun jika dalam pemeriksaan bayi baik-baik saja, gerakan bayi yang tidak terasa dikarenakan Anda memiliki berat badan berlebih. Anda akan merasakan tendangan bayi secara terlambat.

Kemungkinan lainnya adalah posisi plasenta. Gerakan bayi Anda mungkin terhalangi oleh plasenta. Sonografer akan memberitahu posisi plasenta Anda apakah dalam posisi normal atau menghalangi gerakan bayi Anda.

Anda tak perlu khawatir karena lambat laun Anda bisa segera merasakan gerakan pertama si kecil.

Frekuensi tendangan bayi yang normal

Sebenarnya tidak ada patokan frekuensi tendangan bayi yang normal karena setiap bayi berbeda-beda. Sejak awal bayi menendang, bayi memiliki frekuensi tendangan yang sama sampai waktunya dilahirkan.

Jika gerakan bayi melambat atau terasa samar bahkan hampir menghilang, segera datangi dokter atau bidan untuk melakukan pemeriksaan. Hal ini bisa jadi pertanda penting bayi Anda dalam kondisi tidak sehat.

Pemeriksaan dan perawatan dini sangat penting untuk menyelamatkan nyawa buah hati Anda.

Catatan

Ketika bayi mulai bergerak, perhatikan dan catat frekuensi gerakan si bayi. Dengan begitu Anda bisa memantau bila gerakan bayi mulai berkurang.

Jika Anda masih belum puas dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan, Anda bisa memeriksa ke tempat lain meskipun hasil sebelumnya tidak menunjukkan masalah apapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *