Tips Cegah Azoospermia dengan Meningkatkan Sperma

Azoospermia merupakan masalah kesuburan pada pria yang disebabkan karena tidak adanya sperma dalam air mani yang dikeluarkan. Kondisi ini kerap pula disebut sebagai sperma kosong. Penyebab dari azoospermia sendiri sangat beragam, mulai dari masalah hormonal sampai imbas dari penggunaan obat terkait penyakit tertentu. 

Tentu tidak ada yang ingin mengalami masalah kesuburan yang satu ini, termasuk dengan Anda. Salah satu cara menghindarinya adalah melakukan berbagai kegiatan untuk bisa meningkatkan jumlah dan kualitas sperma secara konsisten. 

Azoospermia adalah kondisi air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi tidak mengandung sperma

Peningkatan kuantitas dan kualitas sperma dapat dilakukan dengan banyak rupa. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda jalankan untuk meningkatkan jumlah sperma dalam air mani. 

  1. Berhenti Merokok 

Merokok nyatanya secara konsisten mampu mengurangi jumlah sperma dalam air mani Anda hingga bisa membuatnya ke angka nol. Tidak hanya berpengaruh pada kuantitas, tembakau pada rokok juga sangat berdampak pada kualitas sperma. Jangan biarkan merokok menjerumuskan Anda ke kondisi azoospermia. Sebaiknya, Anda mulai berhenti merokok sekarang juga guna bisa membuat jumlah sperma meningkat. 

  1. Cukup Tidur

Masalah tidur dapat berpengaruh besar ke kondisi kesehatan. Kurang tidur sendiri rentan menimbulkan berbagai penyakit yang menjadi dasar dari azoospermia, seperti diabetes maupun penyakit jantung. Memastikan tidur malam dengan cukup setidaknya 6 jam setiap harinya menjadi cara yang mujarab untuk menjaga bahkan meningkatkan jumlah sperma yang diproduksi. 

  1. Olahraga Teratur 

Kelebihan berat badan atau obesitas menjadi masalah kesehatan yang juga menjadi penyebab azoospermia. Anda dapat mengatasinya dengan melakukan olahraga teratur guna mengurangi berat badan sehingga berpengaruh positif pada kuantitas dan kualitas sperma. Dalam sebuah studi yang dilakukan tahun 2017 ditemukan fakta bahwa melakukan latihan aerobik setidaknya tiga sesi per minggu dengan durasi 50 menit tiap sesinya dapat meningkatkan jumlah dan motilitas sperma. 

  1. Rajin Berjemur 

Jangan malas untuk rajin berjemur sinar matahari pada waktu pagi untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sperma. Pasalnya, sinar matahari mengandung vitamin D yang berpengaruh terhadap kesehatan sperma. Dalam sebuah tinjauan pustaka tahun 2019, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara peningkatan kesuburan pada pria dan tingkat vitamin D yang lebih tinggi dalam darah.

  1. Konsumsi Suplemen Fenugreek 

Fenugreek telah lama digunakan sebagai obat alami untuk mengobati masalah kesehatan sperma yang buruk. Suplemen ini juga diyakini mampu meningkatkan jumlah sperma dalam air mani sehingga dapat mencegah Anda terkena azoospermia. 

  1. Kurangi Paparan Panas dan Bahan Kimia 

Kondisi testis yang terkena panas berlebihan secara terus-menerus dapat membuat produksi sperma menjadi terhenti sehingga air mani menjadi kosong dengan sperma. Hal yang sama terjadi apabila testis terpapar bahan kimia dari polusi secara terus-menerus. Karena itulah, sebisa mungkin kurangi paparan panas dan bahan kimia. Salah satu caranya, Anda bisa menghindari menaiki motor dengan mesin di depan. 

  1. Tingkatkan Asupan Lemak 

Lemak ternyata sangat berpengaruh pada kuantitas dan kualitas sperma! Untuk mendapatkan kesuburan yang maksimal, sebaiknya Anda sering menyantap makanan-makanan mengandung lemak baik yang mengandung omega 2 dan omega 6. Sebuah tinjauan tahun 2019 menemukan fakta bahwa pemberian lemak omega 3 pada pria yang mengalami infertilitas, tidak terkecuali karena azoospermia, dapat mengalami peningkatan produksi sperma yang cukup signifikan. Sebaiknya, kurangi asupan lemak tak sehat berupa lemak jenuh karena itu justru dapat menurunkan produksi sperma Anda. 

Lakukanlah berbagai cara meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma secara teratur dan konsisten. Dengan demikian, kemungkinan Anda mengalami azoospermia dapat ditekan seminimal mungkin.

Cara Mengobati Sistiserkosis

Merupakan penyakit infeksi yang kemunculannya disebabkan oleh larva (cysticercus) cacing pita Taenia solium, adalah cacing yang hidup di dalam tubuh babi disebut sistiserkosis. Larva cacing ini akan menginfeksi dan merusak jaringan kulit, otot dan otak pada manusia. Gejala dari kondisi ini muncul setelah beberapa hari, bulan atau tahun dari infeksi yang muncul.

Selain itu gejala yang ditimbulkan dari penyakit infeksi ini tergantung dari lokasi dari munculnya infeksi dan jumlah serta besar kista yang terbentuk dari larva cacing pita ini. Kondisi merupakan infeksi umum karena jenis cacing penyebabnya ada di seluruh dunia, meski begitu sering kali terjadi di negara berkembang dan daerah pedesaan.

image Sistiserkosis

Pengobatan Infeksi Sistiserkosis

Cara mengobati kondisi ini yang terbaik adalah dengan mencegah terjadinya infeksi, langkah ini menjadi pengobatan yang paling efektif untuk dilakukan. Terdapat beberapa langkah yang dapat digunakan mencegah terinfeksi cacing pita, berikut diantaranya.

  • Melakukan medical check up secara rutin untuk mengontrol perkembangan gejala dan kondisi kesehatan.
  • Ikuti saran dokter, tidak sembarangan menggunakan obat tanpa resep atau sengaja meninggalkan resep yang ditujukan.
  • Tidak mengonsumsi daging babi yang mentah dan kurang matang, daging yang dikonsumsi harus sudah dimasak dengan matang.
  • Cuci tangan dengan air dan sabun setelah menggunakan toilet dan sebelum mengambil makanan, terutama ketika bepergian ke negara luar.
  • Perhatikan sanitasi, jangan sampai kondisi buruk dari limbah pembuangan membuat seseorang di lingkungan tersebut terinfeksi penyakit ini.

Penyebab dan Gejala

Telur cacing pita yang ada di perut masuk ke dalam usus, selanjutnya cacing akan menimbulkan rasa mual, kehilangan nafsu makan, sakit perut dan diare. Pasien juga akan kehilangan berat badan karena tidak sepenuhnya menyerap asupan nutrisi, selain itu cacing pindah ke bagian lain melalui pembuluh darah dan berkembang menjadi kista kecil di otot, otak dan mata.

Gejala yang muncul akan terjadi dalam kurun waktu bulanan sampai tahunan setelah seseorang terinfeksi cacing ini, jika sudah pindah ke bagian lain dari tubuh terdapat beberapa tanda dari penyakit namun tergantung dari letak kista ditemukan, gejala-gejala yang muncul bisa seperti berikut ini.

  • Kista di mata bisa menyebabkan penglihatan menjadi kabur, pembengkakan, ablasio retina hingga kehilangan penglihatan.
  • Kista pada otak dan sumsum tulang belakang, membuat kejang, sakit kepala, mudah bingung, kurang konsentrasi, masalah keseimbangan, pembengkakan otak dan kematian.
  • Kista yang terdapat di jantung bisa menyebabkan detak jantung menjadi tidak normal dan dalam kasus yang jarang terjadi bisa menyebabkan gagal jantung.
  • Kista dalam otot, dalam banyak kasus yang sudah muncul dan terjadi kondisi ini bisa tidak menimbulkan gejala apapun.

Selain beberapa gejala di atas juga terdapat kemungkinan tanda lain yang muncul dan jika seseorang memiliki kekhawatiran terkait dari gejala penyakit ini sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter. Hal ini diperlukan, terutama bagi yang sudah mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas.

Perlu diketahui mengapa infeksi sistiserkosis ini bisa terjadi, selain dari penjelasan di atas terdapat dua hal yang menjadi penyebab seseorang bisa terinfeksi penyakit ini. Pertama mengonsumsi daging babi yang terinfeksi, babi sering terinfeksi dengan memakan makanan yang terkontaminasi telur cacing di kotorannya.

Ketika orang mengonsumsi daging babi mentah atau setengah matang yang terinfeksi, telur dari cacing pita bisa ikut masuk ke dalam tubuh. Dan penyebab kedua adalah sanitasi yang buruk, kondisi ini bisa menyebabkan telur cacing pita bisa menyebar ke makanan, air atau benda-benda lain di sekitar saluran sanitasi.

Tulang Baji, Salah Satu Bagian Penting Pada Tengkorak

Tulang baji

Tulang baji merupakan salah satu dari delapan bagian tulang tengkorak. Dalam istilah medis, tulang ini dikenal juga dengan sebutan tulang sphenoid. 

Setiap bagian pada tulang tengkorak memiliki peran penting dalam anatomi otak manusia. Karena itu, tulang baji pun tak kalah pentingnya dari bagian tulang yang lain. 

Memahami anatomi tulang baji

Dari segi struktur, bagian tulang ini memiliki struktur yang menyerupai kupu-kupu. Ada empat komponen utama dalam tulang ini, yaitu bagian tubuh, bagian sayap besar, bagian sayap kecil, serta proses pterigoid.

  • Proses pterigoid

Proses pterigoid adalah bagian dari tulang baji yang terdiri atas dua tonjolan. Kedua tonjolan ini muncul dari bagian belakang tubuh tulang sampai ke bagian bawah.

Di dalamnya juga termasuk dua macam kanal. Kanal tersebut disebut kanal pterigoid dan juga kanal palatovaginal. Kedua kanal ini menjadi tempat lewatnya saraf pada otak. 

  • Sayap besar

Bagian sayap besar muncul dari bagian belakang sayap kecil. Bentuknya menyerupai segitiga yang menjalar ke bagian tubuh tulang. 

Kedua sisi sayap besar berbentuk cembung, serta bergerak ke belakang dan ke samping. Ini kemudian membentuk celah di dasar tengkorak yang memungkinkan pembuluh darah untuk lewat.

Bagian depan sayap besar membentuk dinding samping orbit. Setiap sayap memiliki tiga lubang, yaitu foramen rotundum, foramen ovale, dan juga foramen spinosum. 

Masing-masing lubang pada sayap menjadi tempat saraf dan pembuluh darah untuk lewat. Saraf yang melewati lubang pada sayap besar ini adalah saraf rahang atas, saraf mandibula, dan pembuluh darah meningeal tengah. 

  • Sayap kecil

Sayap kecil, dari segi struktur, memiliki posisi yang terangkat dari bagian depan tubuh tulang dan bergerak ke arah samping tubuh. Sayap kecil ini, yang terdiri atas dua pasang, membentuk segitiga.

Batas bawah sayap kecil membentuk bagian orbit yang berfungsi sebagai tempat menampung mata. Sedangkan, permukaan atasnya membentuk sebagian rongga tengkorak yang menjadi tempat menampung berbagai bagian pada otak.

  • Tubuh

Bagian tubuh tulang terletak di area paling tengah dari struktur tulang baji. Posisinya membentang di sepanjang garis tengah, bertumpu di antara sayap. Posisi tubuh tulang ini membentuk beberapa struktur penting pada otak Anda. 

Pada bagian tubuh tulang yang menghadap ke depan, menjadi pembantu dalam membentuk rongga hidung. Sementara, bagian sisinya berkontribusi dalam pembentukan saluran optik. 

Bagian sisi yang membentuk saluran optik ini menyerupai terowongan yang memungkinkan lewatnya saraf optik dan arteri opthalmic.

Kemudian, bagian permukaan tubuh tulang membentuk bagian yang disebut sella turcica. Sella turcica ini terdiri atas hypophyseal fossa, dorsum sellae, serta tuberculum sellae.

Sella turcica dikelilingi oleh dua proses klinoid anterior dan dua tonjolan tulang, masing-masing satu di setiap sisinya. Sedangkan, di bagian belakangnya terdapat dua eminensia lain yang disebut klinoid posterior. 

Klinoid posterior memperdalam sella turcica, membuatnya melekat dengan tentorium cerebelli, yaitu bagian dari duramater otak. 

Dari segi lokasi, tulang baji terletak di bagian tengah tulang tengkorak di sepanjang garis tengah. Tulang ini menjadi pemisah antara tulang frontal, yaitu tulang dahi, dari tulang oksipital, yaitu tulang trapesium yang menyusun bagian belakang bawah tengkorak.

Selain itu, tulang baji juga berhubungan dengan sejumlah tulang lain di sepanjang sisinya. Hal ini membentuk ruang sebagai tempat menampung otak dan saraf untuk lewat.

Haruskah Berikan Vaksin Hepatitis A Anak? Apa Pentingnya?

Haruskah Berikan Vaksin Hepatitis A Anak? Apa Pentingnya?

Tinggal di lingkungan padat penduduk seperti di kota-kota besar di Indonesia, dengan segala problem turunannya, berisiko tinggi terserang berbagai penyakit menular. Satu penyakit yang punya kemungkinan paling besar adalah hepatitis A. Oleh karena itu, amat disarankan vaksin hepatitis A anak diberikan sebagai sebuah upaya preventif. 

Tahukah Anda apa itu penyakit hepatitis A? Mudahnya, ia adalah penyakit hati yang mudah sekali menular. Terjadi karena infeksi virus dengan nama yang sama. Penularan virus ini begitu masif di kondisi lingkungan yang tidak sehat. 

Hepatitis A merupakan penyakit berbahaya yang membuat hati manusia bisa berhenti fungsinya. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian, namun kehadirannya kerap tidak dirasakan.

Fakta menyebut bahwa penyakit hepatitis banyak ditemukan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Bahkan, Tanah Air ini merupakan salah satu negara endemis hepatitis yang berada di urutan kedua setelah Myanmar. Hal ini karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

Virus hepatitis A bisa masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang tercemar. Selain itu, kontak fisik dengan penderita sebelumnya juga bisa membuat virus tersebut berpindah. Kabar baiknya adalah saat ini faktanya penyakit hepatitis A menjadi kondisi medis yang langka di Indonesia (kurang dari 15 ribu kasus per tahun). Kondisi ini terjadi berkat keberhasilan stakeholder terkait dalam menggalakkan program vaksinasi. 

Vaksin hepatitis A anak memberikan jaminan kepada si kecil untuk lebih siap terhadap serangan virus tersebut. Vaksinasi membentuk sistem kekebalan tubuh mereka sehingga dapat langsung “mematikan” virus ketika suatu waktu terpapar. 

Yang lebih penting dari itu semua, hepatitis A pada anak hampir tidak menunjukkan suatu gejala medis. Dikhawatirkan, si anak yang merasa tidak sakit justru malah menjadi carrier atau pembawa virus dan menjadikan penularannya meluas. Inilah salah satu tujuan yang dikejar dalam upaya vaksin hepatitis A anak. 

Vaksinasi hepatitis A ini cukup efektif. Ada penelitian yang menyatakan bahwa vaksin hepatitis A terbukti dapat mencegah penyakit tersebut dengan efektivitas 94–100 persen. Dengan demikian, vaksin hepatitis A ini jadi salah satu jalan terbaik dalam upaya penanganan penyakit ini agar cerita-cerita kelam masa lampau, seperti Kondisi Luar Biasa (KLB) di Pacitan, Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu tak terulang lagi. 

Lantas, bagaimana vaksin hepatitis A anak diberikan? Sebenarnya tidak ada perbedaan berarti dalam proses pemberian vaksin hepatitis A anak dan orang dewasa. Baik orang dewasa maupun anak-anak bisa mendapatkan 2 kali dosis suntikan vaksin hepatitis A. Rentang waktu antara suntikan pertama dan kedua adalah 6 bulan. Ini berguna untuk mendapatkan perlindungan lengkap terhadap serangan virus hepatitis A.

Untuk anak-anak, dosis pertama vaksin hepatitis A sudah bisa diberikan antara umur 12–23 bulan. Dosis kedua diberikan 6 bulan setelah pemberian dosis pertama.

Bedanya, mungkin, hanya terletak di proses yang lebih panjang. Sebelum divaksin, orang dewasa perlu berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Hal ini untuk memastikan apakah Anda sudah pernah mendapatkan vaksin hepatitis A dengan lengkap atau belum.

Tenang, tidak perlu khawatir berlebihan dengan vaksin hepatitis A. Jika Anda tidak punya riwayat alergi dan dalam keadaan sehat, pemberian vaksin ini tergolong sangat aman dan tidak menimbulkan suatu efek tertentu.

Jika terjadi efek samping, Anda hanya akan merasakan keluhan ringan yang hanya terjadi selama satu atau dua hari. Efek samping yang dimaksud adalah rasa sakit di lokasi suntikan, nyeri kepala, cepat lelah, demam, dan nafsu makan berkurang. Sampai saat ini belum ada kejadian serius yang berkaitan dengan efek samping setelah pemberian vaksin hepatitis A.

Setelah membaca artikel ini, mungkin dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa vaksin hepatitis A anak begitu penting dalam penanganan suatu kasus kesehatan, dalam hal ini hepatitis A. Jika Anda belum memberikan vaksin hepatitis A pada anak, sekali waktu cobalah datangi fasilitas kesehatan dan konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan pemberian vaksin ini.

Apa Itu Penyakit Charcot-Marie-Tooth?

Apa Itu Penyakit Charcot-Marie-Tooth?

Penyakit Charcot-Marie-Tooth adalah sebuah kondisi genetik pada saraf yang memengaruhi 1 dari 2500 orang di Amerika Serikat. Mereka yang memiliki kondisi ini mengalami kelemahan otot, terutama di bagian tangan dan kaki. 

Charcot-Marie-Tooth, atau disingkat CMT, memengaruhi saraf perifer, yaitu saraf di luar sistem saraf pusat utama. Saraf tersebut mengatur otot dan meneruskan data dari tangan dan kaki ke otak, sehingga seseorang dapat merasakan adanya sentuhan. Ini merupakan sebuah kondisi yang progresif, dalam arti gejala dapat berubah menjadi semakin parah setelah beberapa waktu. Meskipun demikian, kebanyakan orang yang memiliki CMT tetap memiliki kesempatan hidup yang cukup panjang dan mampu hidup secara normal. 

Gejala dan penyebab

Gejala penyakit Charcot-Marie-Tooth biasanya muncul pada masa remaja dan awal pendewasaan. Gejala utama meliputi kelemahan otot di tangan dan kaki serta hilangnya sensasi di jari tangan dan jari kaki. 

Gejala lain CMT di antaranya adalah ketidaknormalan otot kaki, kesulitan menggunakan tangan, pergelangan kaki yang tidak stabil sehingga menyebabkan gangguan keseimbangan, kram di kaki dan tangan, kehilangan kemampuan melihat dan mendengar, skoliosis, dan refleks tubuh yang berkurang. 

Gejala dan tingkat keparahan dapat bervariasi antar individu, bahkan di antara keluarga dekat yang mewarisi kondisi serupa. Pada tahap awal penyakit Charcot-Marie-Tooth, beberapa orang tidak menyadari mereka memiliki CMT, karena gejala yang timbul sangat ringan. 

Sementara itu, apabila gejala penyakit Charcot-Marie-Tooth muncul pada anak, tanda-tanda yang perlu diperhatikan di antaranya adalah anak menjadi lebih ceroboh dibandingkan dengan teman sebayanya serta lebih rentan terjatuh dan memiliki gaya berjalan yang tidak normal. 

Gejala lain sering muncul saat anak selesai melewati masa pubertas dan masuk masa dewasa, namun gejala tersebut dapat muncul kapan saja, pada masa kanak-kanak ataupun akhir 70an. Setelah beberapa waktu, kaki dapat berubah bentuk, menjadi sangat kurus di bawah lutut, sementara paha masih memiliki volume dan bentuk otot yang normal. 

Gejala biasanya berubah menjadi lebih parah seiring berjalannya waktu, seperti lemah tangan, kesulitan menggunakan tangan (misalnya saat membuka botol atau mengancingkan baju), nyeri otot dan persendian, nyeri neuropatik yang disebabkan karena saraf rusak, dan gangguan mobilitas serta berjalan terutama pada orang yang lebih tua. 

Penyebab dan jenis

Penyakit Charcot-Marie-Tooth merupakan sebuah kondisi turunan, sehingga orang-orang yang memiliki keluarga dekat menderita CMT akan memiliki risiko lebih tinggi dalam menderita penyakit ini. CMT memengaruhi saraf perifer, yang terdiri dari dua bagian utama, yaitu akson, yaitu bagian dalam saraf, dan selubung mielin, yang mana merupakan lapisan pelindung di sekitar akson. CMT dapat memengaruhi akson, selubung mielin, atau keduanya, tergantung jenis CMT yang Anda derita. 

Ada 5 jenis penyakit Charcot-Marie-Tooth utama. CMT 1 menyebabkan 1 dari 3 kasus CMT. Gejala biasanya muncul saat seseorang berusia 5 hingga 25 tahun. Gen yang cacat menyebabkan selubung mielin hancur, sehingga akson rusak dan otot pasien tidak menerima pesan jelas dari otak, menyebabkan otot lemah dan hilangnya sensasi. CMT 2 menyebabkan 17 persen kasus, dengan gen cacat memengaruhi akson secara langsung. CMT 3, atau penyakit Dejerine-Sottas, merupakan jenis CMT yang langka, dengan kerusakan pada selubung mielin menyebabkan kelemahan otot parah. 

Sementara itu, CMT 4 merupakan kondisi langka yang memengaruhi selubung mielin, dengan gejala muncul saat masa kanak-kanak, dan pasien sering membutuhkan kursi roda. CMT X disebabkan karena mutasi kromosom X, yang biasa terjadi pada pria (wanita dengan CMT X tidak memiliki gejala atau gejala bersifat ringan).

Sindrom Putri Tidur, Gangguan Tidur Unik yang Banyak Menyerang Pria

Sindrom Putri Tidur, Gangguan Tidur Unik yang Banyak Menyerang Pria

Tidur sangat penting bagi tubuh untuk beristirahat dan memperkuat sistem dalam tubuh. Normalnya, waktu tidur orang dewasa berkisar antara 7 hingga 9 jam setiap malam yang didasarkan pada beberapa faktor. 

Namun ada satu kondisi yang menyebabkan seseorang membutuhkan waktu tidur lebih lama, bahkan lebih dari 20 jam sehari. Kondisi ini disebut dengan sindrom putri tidur  atau Kleine-Levin syndrome (KLS). 

Lebih banyak menyerang laki-laki dewasa

Meski terdengar feminim, sindrom putri tidur lebih banyak menyerang remaja laki-laki. Sekitar 70 persen penderita KLS adalah laki-laki remaja maupun dewasa, dan sisanya perempuan. Hal ini menunjukkan pria tiga kali lebih mungkin mengalami gangguan tidur ini. 

Tanda dan gejala sindrom putri tidur

Sindrom putri tidur sebenarnya termasuk gangguan tidur yang langka. Saking langka kasus kejadiannya, KLS sering tidak dikenali sehingga ada kemungkinan frekuensi sebenarnya lebih banyak. Ditambah lagi gejalanya mirip dengan beberapa gangguan tidur lainnya, seperti narkolepsi.

Sindrom putri tidur ditandai dengan periode tidur berlebihan (9 hingga 20 jam per hari) yang terjadi dalam bentuk siklus. Gejala KLS bisa terjadi selama berhari-hari hingga berbulan-bulan, dan menyebabkan penderitanya tidak bisa melakukan aktivitas secara normal. 

Gejala yang terkait dengan gangguan tersebut biasanya menjadi jelas selama masa remaja, dan mereda seiring bertambahnya usia. Tapi ada juga yang tidak menunjukkan gejala sindrom Kleine-Levin di antara episode. 

Episode KLS seringkali muncul secara mendadak. Mereka yang menderita sindrom putri tidur memiliki gejala antara lain:

  • Tidur selama 18 hingga 20 jam sehari
  • Kelelahan
  • Asupan makanan berlebih
  • Mudah tersinggung
  • Kurangnya emosi (apatis)
  • Disorientasi dan halusinasi
  • Sensitif terhadap suara dan cahaya
  • Kesulitan berbicara
  • Dorongan seks yang tidak normal
  • Sulit berkonsentrasi

Kebanyakan penderita sindrom putri tidur bisa melanjutkan aktivitas mereka secara normal setelah suatu episode. Namun mereka cenderung lupa pada apa yang terjadi selama episode berlangsung.

Penyebabnya belum diketahui

Hingga kini belum diketahui secara pasti sebab terjadinya sindrom putri tidur. Tapi ada beberapa faktor yang diyakini dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi tersebut. Salah satunya adalah malfungsi atau kerusakan hipotalamus yang bertugas mengatur fungsi tidur, nafsu makan, dan suhu tubuh. 

Beberapa orang mengembangkan gejala KLS setelah infeksi seperti flu. Salah satu penelitian yang dilakukan Universitas Stanford pada tahun 2005 menemukan 72 persen kasus KLS didahului dengan gejala infeksi. Hal ini membuat beberapa peneliti berspekulasi bahwa sindrom putri tidur terjadi akibat autoimun yang terganggu dan menyerang jaringan sehat. 

Pada kasus lain, sindrom putri tidur mempengaruhi lebih dari satu anggota keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa sindrom Kleine-Levin dapat diturunkan secara genetika dan mereka dengan anggota keluarga yang menderita KLS berisiko mengembangkan gangguan tersebut.

Bisakah sindrom putri tidur disembuhkan?

Sindrom putri tidur tidak bisa disembuhkan, tapi Anda bisa mengelola gejalanya. Terapi obat-obatan difungsikan mengurangi durasi episode dan mencegah terjadi episode selanjutnya. 

Pil stimulan, seperti amfetamin, methylphenidate, dan modafinil sering diresepkan untuk mengatasi sindrom putri tidur. Meski memiliki efek samping iritabilitas, obat ini sangat efektif mengurangi kantuk dan meningkatkan kesadaran. 

Terkadang, obat untuk gangguan mood juga diresepkan untuk meredakan gejala sindrom Kleine-Levin. Misalnya, lithium dan karbamazepin telah terbukti dapat mencegah episode lanjut. 

Catatan

Hidup dengan sindrom putri tidur dapat sangat melelahkan karena memengaruhi banyak aspek dari diri Anda. Gangguan tidur ini juga dapat memicu kecemasan dan depresi, terutama karena tidak ada yang tahu kapan suatu episode muncul dan seberapa lama episode tersebut berlangsung. 

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait sindrom putri tidur dan gejalanya, tanyakan secara langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

3 Cara Mengatasi Sakit Akibat Nyeri Neuropatik

nyeri neuropatik

Mati rasa dia area tubuh tertentu menandakan sistem saraf sensori kita, yang bertugas menyampaikan sensasi ke otak, sedang bermasalah. Tak jarang saraf bermasalah disertai dengan rasa sakit dan nyeri pada area tertentu. Dalam istilah medis, kondisi ini disebu dengan nyeri neuropatik.

Sebab terjadinya nyeri

Para ahli membagi dua jenis penyebab nyeri, yaitu nyeri neuropatik dan nosiseptif. Nyeri nosiseptif didefinisikan sebagai rasa sakit akibat cedera fisik, seperti terjatuh, pasca operasi, atau arthritis. Ini termasuk bagian dari proses penyembuhan, misalnya nyeri nosiseptif akibat keselo akan hilang seiring dengan sembuhnya kondisi tersebut.

Sementara nyeri neuropatik terjadi karena kerusakan sistem saraf yang diakibatkan cedera atau penyakit. Nyeri ini tidak terjadi secara tiba-tiba, tapi karena kondisi kronis. Mereka yang menderita nyeri neuropatik bisa merasakan nyeri meski tidak ada bagian tubuh yang sakit atau cedera.

Nyeri neuropatik dipicu oleh berbagai kondisi yang mengakibatkan hilangnya fungsi sistem saraf sensorik, antara lain:

  • Carpal tunnel syndrome/ sindrom terowongan karpal
  • Trauma saraf
  • Diabetes
  • Kekurangan vitamin B
  • Alkoholik
  • Kanker
  • HIV
  • Stroke
  • Sklerosis ganda
  • Herpes zoster
  • Pengobatan kanker

Pada beberapa kasus, nyeri terjadi karena faktor nosiseptif dan neuropatik, misalnya sakit kepala migrain. Nyeri myofascial terjadi akibat nosiseptif dari otot, tapi aktivitas otot yang abnormal disebabkan oleh kondisi neuropatik.

Tanda dan gejala nyeri neuropatik

Nyeri akan terasa seperti sensasi terbakar, menyengat, gatal, dan sensitif ketika disentuh. Gejala nyeri neuropatik antara lain:

  • Rasa sakit yang menyiksa
  • Kesemutan
  • Sulit merasakan suhu
  • Mati rasa

Beberapa orang bahkan akan kesulitan memakai pakaian dengan benar karena sentuhan kecil dapat memicu rasa sakit. Untuk menentukan rasa sakit, pasien diminta menggambarkan rasa sakit dengan skala visual atau numerik.

Cara mengatasi nyeri neuropatik

Nyeri neuropatik berkaitan erat dengan rasa sakit kronis atau kondisi medis yang telah lama diderita, sehingga pengobatannya akan berbeda-beda setiap individu. Dalam menentukan perawatan yang tepat, Anda mungkin melewati proses ‘trial dan error’.

Berikut beberapa cara mengatasi sakit akibat nyeri neuropatik:

  • Obat-obatan

Sebagian besar obat-obatan untuk nyeri neuropatik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi kondisi medis lain. Antidepresan trisiklik telah terbukti efektif dalam mengontrol sakit akibat nyeri neuropatik. SSRI dan tipe antidepresan lain, juga telah digunakan beberapa pasien.

Obat lain yang umum diberikan antara lain:

  • Anti-epilepsi, seperti karbamazipin biasanya diberikan untuk pasien dengan diagnosis neuralgia trigeminal.
  • Opioid. Manfaatnya untuk mengobati nyeri neuropatik masih belum jelas, namun beberapa orang menganggap opioid dapat mengurangi nyeri yang dirasakan. Sebelum menggunakannya, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
  • Krim capsaicin. Mengoleskan krim secara teratur pada area nyeri dapat mengurangi peradangan dan nyeri.
  • Lidokain. Penggunaan dalam bentuk gel atau koyo dapat meredakan rasa sakit yang mempengaruhi area kecil pada kulit.
  • Perawatan medis

Dokter juga akan menawarkan opsi perawatan medis lainnya termasuk pemberian suntikan/blok saraf, atau menstimulasi saraf. Blok saraf merupakan kombinasi dari anestesi lokal, opioid, dan steroid. Perawatan ini tidak memiliki efek panjang, tapi bisa meredakan sakit selama beberapa hari atau minggu.

Stimulasi saraf dapat memblokir sinyal nyeri sehingga meredakan rasa sakit. Ada dua jenis stimulasi saraf, yaitu listrik transkutan (TENS) dan listrik perkutan (PENS). Pada prosedur TENS, dokter akan menempatkan elektroda (bantalan lengket) di bawah area kulit yang sakit. Ini bisa diberikan sendiri dengan pengawasan dokter.

Sedangkan pada stimulasi saraf listrik perkutan, dokter akan memasukkan jarum yang kemudian dialiri arus listrik. Ini merupakan opsi untuk penderita nyeri neuropatik yang sulit diobati (refraktori).

  • Terapi

Terapi bisa digunakan bersamaan atau sebagai alternatif pengobatan konvensional. Akupuntur dipercaya dapat meredakan nyeri dengan merangsang sistem saraf dan respon penyembuhan tubuh.

Meditasi, refleksiologi, dan homeopati juga bisa dilakukan. Yang paling penting adalah melakukan perubahan gaya hidup untuk manajemen rasa sakit. Hal ini termasuk menjalani diet seimbang, berolahraga sesuai dengan rekomendasi dokter, mencukupi kebutuhan cairan, serta menghindari merokok dan minum alkohol.

Karena penyebabnya tidak terlihat, penderita nyeri neuropatik akan sulit menggambarkan sakit tersebut. Kondisi ini juga bisa mempengaruhi mental penderita, seperti menyebabkan kecemasan dan depresi.

Pengobatan nyeri neuropatik akan membutuhkan waktu lama, bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Konsultasikan perawatan yang tepat dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Mutasi Virus Corona, Apakah Semakin Berbahaya?

Beberapa minggu yang lalu, ada sebuah berita mengenai mutasi virus corona di Britania Raya. Strain baru ini, turunan B.1.1.7, dipercaya 70 persen lebih mudah menular apabila dibandingkan dengan strain asli, menyebabkan Britania Raya harus melakukan lockdown kembali. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, turunan B.1.1.7 itu kini sudah menyebar di beberapa lokasi di Amerika Serikat. Pada 4 Januari 2021, lembaga kesehatan resmi Afrika Selatan mengumumkan bahwa pihak mereka juga telah mendeteksi strain baru hasil mutasi virus corona yang terlihat lebih mudah menular. Bukan hal yang mengejutkan bahwa mutasi virus corona telah terjadi, karena mutasi adalah apa yang biasa virus lakukan. Meskipun demikian, kebanyakan mutasi tidak berbahaya, dan beberapa mutasi akan meningkatkan kemampuan virus dalam menginfeksi seseorang. 

Mengingat seberapa cepat mutasi virus corona strain baru ini, para ahli mencurigai bahwa strain baru mengandung mutasi yang membuat virus lebih mudah mengikat diri dengan sel-sel tubuh manusia. Saat ini tidak ada bukti bahwa varian baru akan mempengaruhi keefektifan vaksin atau malah menyebabkan penyakit menjadi lebih berbahaya. Studi lanjutan dibutuhkan guna memahami mutasi virus corona dan efek atau dampak apa yang strain baru ini miliki untuk masa depan pandemi. 

Mutasi virus sering terjadi

Semua jenis virus sering bermutasi. Biasanya, mutasi tersebut tidak bersifat fungsional dan tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku virus. Saat virus bermutasi, kesempatan virus untuk terus hidup meningkat. Menurut Dr. Benjamin Neuman, ahli virus dari A&M Universitas Texarkana Texas, semakin beragam suatu spesies, kemungkinan untuk bertahan hidup semakin besar. Kebanyakan perubahan tersebut bersifat buruk untuk setiap masing-masing virus, namun apabila bersama-sama, populasi virus yang lebih lemah namun lebih beragam memiliki kesempatan hidup lebih baik dibandingkan dengan populasi virus sama dalam ukuran yang sama. Terkadang, mutasi tersebut dapat meningkatkan performa virus, seperti yang bisa kita lihat dari mutasi virus corona di Britania Raya dan Afrika Selatan. Menurut Neuman, mutasi dapat mempercepat bagian bagaimana suatu virus bekerja. 

Strain baru di Afrika Selatan

Disebut sebagai turunan B.1.351, strain baru yang diidentifikasi di Afrika Selatan dipercaya lebih mudah menular. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, varian tersebut menggantikan strain lain yang telah bersirkulasi di provinsi Western Cape, Eastern Cape, dan KwaZulu-Natal pada bulan November. Strain baru ini juga telah diasosiasikan dengan beban virus yang lebih tinggi, mengindikasikan bahwa mutasi virus corona jenis ini lebih mudah menular pada manusia dibandingkan dengan strain sebelumnya. Beberapa ahli medis juga khawatir bahwa strain ini berpotensi lebih resisten terhadap vaksin dan obat-obatan yang saat ini tersedia. 

Tidak ada bukti yang menyatakan bahwa strain baru hasil mutasi virus corona di Afrika Selatan tidak akan memberikan respon terhadap vaksin. Peneliti harus mengikuti varian tersebut guna memastikan apakah strain baru ini dapat mengurangi performa vaksin. Salah satu mutasi virus corona melibatkan “spike protein”, bagian dari virus yang mengikat reseptor di dalam sel tubuh kita. Vaksin akan memberikan kekebalan tubuh pada orang-orang dalam melawan spike protein. Namun, vaksin akan memicu respon kekebalan tubuh yang lebih luas yang kemungkinan dapat mengenali dan berespon terhadap banyak varian. Meskipun demikian, perawatan antibodi mungkin tidak dapat bekerja dengan baik apabila virus telah bermutasi. Mengingat perawatan antibodi menggunakan antibodi yang diambil dari orang-orang yang pernah menderita COVID-19 untuk merawat pasien baru.

Penyebab dan Gejala Kretinisme

kretinisme

Secara umum terdapat beberapa jenis penyakit yang termasuk dalam kategori malnutrisi, salah satunya adalah kretinisme. Meski jarang didengar orang awam karena namanya memang tidak umum, tetapi kondisi ini merupakan kelainan yang dibawa sejak lahir. Penting untuk mengetahui apa penyebabnya dan dampak buruk yang ditimbulkan.

Malnutrisi ini termasuk dalam jenis kondisi dengan pertumbuhan fisik dan mental yang sangat terhambat karena munculnya penyakit hipotiroidisme bawaan yang tidak bisa diobati. Kondisi tersebut saat ini memang lebih dikenal sebagai hipotiroidisme kongenital atau bawaan, kemunculan paling parah adalah sudah menyerang bayi yang baru lahir.

Penyebab Kretinisme

Kondisi yang menyerang pada bayi karena dapat menyebabkan gangguan fungsi neurologis, gangguan pertumbuhan yang bisa menghambat dan munculnya kelainan fisik. Beberapa kondisi ini bisa terjadi karena masalah kelenjar tiroid bayi, kurangnya yodium dalam tubuh ibu selama masa kehamilan.

Perlu diketahui bahwa tubuh bayi membutuhkan yodium untuk membentuk hormon tiroid, hormon ini penting karena berfungsi untuk pertumbuhan otak dan pengembangan sistem saraf. Dalam jurnal yang diterbitkan Orphanet Journal of Rare Disease, menunjukkan bahwa satu daro 2000 bayi terlahir dengan kondisi ini, berikut beberapa penyebabnya.

  1. Kurang Yodium

Ibu hamil yang kekurangan yodium membuat janin berisiko mengalami hipotiroidisme bawaan, kekurangan yodium menyebabkan produksi hormon tiroid di dalam tubuh menurun. Selain itu, kondisi ini juga bisa membuat anak mengalami cacat genetik yang berpengaruh pada produksi hormon tiroid selama kehamilan.

  1. Kelenjar Tiroid Tidak Normal

Jika kelenjar tiroid anak lebih kecil dari ukuran normal, bengkak atau bahkan sampai hilang dapat menjadi penyebab dari hipotiroidisme pada anak. Rusaknya kelenjar tiroid masih berhubungan dengan pasokan yodium pada ibu hamil yang kurang dan merupakan sumber kerusakan fungsi neurologis anak.

Kelenjar tiroid membutuhkan yodium untuk produksi hormon, ketika tubuh kekurangan zat ini maka sistem kekebalan tubuh akan memaksa kelenjar tiroid bekerja lebih keras. Inilah yang menjadi pemicu pembesaran kelenjar tiroid yang bisa membuat pembengkakan pada leher.

  1. Pengaruh Obat

Jika ibu hamil mengonsumsi obat-obatan tertentu, perhatikan kandungan yang terdapat di dalamnya karena beberapa obat bisa mengganggu produksi hormon tiroid. Beberapa di antaranya seperti obat antitiroid dan sulfonamid atau lithium, apabila mengonsumsi satu dari dua jenis obat ini kemungkinan anak akan mengalami malnutrisi.

Gejala pada Anak

Terdapat beberapa hal yang dapat diamati pada anak yang diduga mengalami malnutrisi, jika segera diketahui maka penanganan yang tepat juga bisa segera diberikan. Penanganan yang cepat dan tepat dibutuhkan agar nantinya kondisi anak tidak semakin memburuk karena efek yang muncul dari malnutrisi

  • Berat badan kurang.
  • Pertumbuhan anak terhambat.
  • Kelelahan dan merasa tidak semangat.
  • Nafsu makan turun.
  • Pertumbuhan tidak normal.
  • Keterbelakangan mental.
  • Sembelit.
  • Kulit dan bagian putih mata menguning.
  • Sangat jarang menangis.
  • Lidah sangat besar.
  • Suara serak.
  • Muncul pembengkakan di dekat pusat.
  • Kulit mengering dan pucat.
  • Pembengkakan di leher dari kelenjar tiroid.
  • Gondongan dan kedinginan.

Kretinisme bawaan biasanya terlihat di negara berkembang yang sering terjadi defisiensi yodium, ibu hamil sangat disarankan untuk mengonsumsi 220 mikrogram yodium setiap harinya. Untuk ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi suplemen tambahan dengan kandungan 150 mikrogram yodium setiap harinya.

Skrining dan parameter klinis digunakan sebagai penanganan anak yang mengalami hipotiroidisme, setelah itu dilakukan evaluasi. Evaluasi ini sangat penting bagi anak yang pengobatannya ditunda atau tidak mencukupi.

5 Pertolongan Pertama Mengatasi Testis Bengkak

testis bengkak

Testis merupakan salah satu anggota tubuh yang paling sensitif. Testis bengkak dan nyeri akan sangat tidak nyaman dan mengganggu. Salah satu penyebab testis bengkak adalah cedera, namun testis bengkak dapat menjadi pertanda suatu penyakit yang serius.

Sebelum beralih ke penanganan, berikut ini berbagai penyebab testis bengkak dan gejala klinis yang menyertainya.

  • Infeksi

Penyebab umum testis bengkak dan nyeri skrotum pada pria adalah infeksi seperti epididimitis. Selain nyeri dan bengkak pada testis, kondisi ini disertai dengan gejala seperti:

  • Sakit ketika buang air kecil
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Nyeri pada perut bagian bawah atau area panggul
  • Keluar darah ketika buang air kecil
  • Demam
  • Varikokel

Varikokel merupakan pembesaran pembuluh darah pada skrotum. Varikokel dapat menurunkan kualitas sperma sehingga menyebabkan kemandulan, dan dapat diatasi dengan operasi.

Penderita varikokel jarang menunjukkan gejala, namun terkadang menyebabkan rasa sakit yang tumpul. Seiring perkembangannya, varikokel akan menyebabkan testis bengkak yang hampir selalu terjadi di sisi kiri.

  • Kanker testis

Kanker testis seringkali menyebabkan testis bengkak dan mengeras, namun jarang menimbulkan rasa sakit. Gejala lain dari kanker testis cenderung terlihat bila sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Gejala kanker testis dapat berupa:

  • Benjolan seukuran kelerang yang tidak menimbulkan rasa sakit dan umum ditemui di salah satu sisi testis. Seiring waktu, benjolan ini akan semakin membesar
  • Nyeri atau mati rasa pada testis atau skrotum, dengan atau tanpa pembengkakan
  • Nyeri tumpul di perut bagian bawah atau selangkangan
  • Ginekomestia

Faktor penyebab lain yang umum adalah trauma akibat benturan. Keparahan luka dan tingkat nyeri bergantung pada trauma. Selain rasa nyeri yang sangat hebat dan pembengkakan testis, cedera juga dapat disertai dengan:

  • Rasa sakit di perut bagian bawah
  • Memar dan perubahan warna pada skrotum
  • Mual
  • Berdarah ketika buang air kecil
  • Sulit buang air kecil
  • Demam

Pertolongan pertama mengatasi testis bengkak dan nyeri

Selagi Anda menunggu jadwal kunjungan dokter, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk membantu meredakan testis bengkak dan nyeri, yaitu sebagai berikut:

  • Letakkan gulungan handuk di antara kaki dan di bawah skrotum untuk membuat posisi tubuh bawah agak tinggi. Cara ini memungkinkan cairan dan / atau darah keluar untuk membuat Anda merasa lebih baik
  • Bersihkan luka dengan air hangat, lalu tutupi area yang terluka
  • Jika terjadi perdarahan, berikan tekanan langsung dengan ujung jari kurang lebih selama 10 menit
  • Kompres testis yang bengkak dengan kompres es. Anda bisa menggunakan handuk yang direndam air es, balutan handuk dengan es batu, atau sekantong kacang polong beku yang dibalut handuk. Kompres selama 20 menit, 4 kali sehari untuk mengurangi pembengkakan

Jangan bungkus area penis dengan balutan seperti perban, tourniquet, dan selotip atau plester luka. Anda bisa mengenakan penyangga atletik (tali atletik) atau memilih pakaian dalam yang tepat untuk memberi kenyamanan ketika pembengkakan terjadi.

Kapan waktu yang tepat mengunjungi dokter?

Anda disarankan mengunjungi dokter bila nyeri dan pembengkakan tidak kunjung hilang, atau rasa sakit semakin memburuk.

Anda juga harus segera menemui dokter bila testis bengkak dan terasa keras namun tidak menimbulkan rasa sakit. Hal ini bisa jadi gejala kanker testis.

Apabila Anda ragu untuk memeriksakan penyebab testis bengkak yang dialami, Anda bisa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi layanan kesehatan keluarga SehatQ. SehatQ memiliki ratusan dokter andal dengan pengalaman yang mumpuni.

Anda bisa mendownload aplikasinya di App Store atau Google Play Store.