Apakah Rapid Serologi Efektif Untuk Mendeteksi Virus?

Rapid Serologi

Pandemi virus Corona ini sudah menyerang Indonesia selama satu tahun. Meski begitu masih banyak masyarakat yang belum begitu memahami proses tes yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya virus ini dalam tubuh Anda. Ada beberapa tes yang bisa Anda pilih dan disesuaikan dengan kebutuhan. Rapid serologi, rapid antigen, rapid antibodi sampai tes PCR (Polymerase Chain Reaction) adalah salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi adanya virus corona di tubuh Anda atau tidak. 

Masing – masing tes ini tentunya memiliki perbedaan, kelebihan dan kekurangannya. Anda bisa melakukan rapid serologi untuk mendeteksi keberadaan dari virus ini jika muncul gejala awal. Tapi apakah benar rapid serologi ini lebih efektif dibandingkan dengan metode lain?

Rapid serologi adalah pemeriksaan berbasis darah guna identifikasi paparan patogen di dalam tubuh manusia. Rapid serologi dapat melihat respons kekebalan si pasien. Rapid serologi ini adalah tes untuk mendeteksi antibodi baik Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG) terhadap SARS-CoV-2 dalam darah. Cara mendeteksinya dilakukan dengan mengambil darah pasien dan dimasukkan ke tabung darah untuk diproses di laboratorium. 

Hasil dari tes serologi ini bisa reaktif dan non reaktif. Kalau hasilnya reaktif kemungkinan tubuh kamu mengandung antibodi SARS-CoV-2. Antibodi reaktif tidak selalu diartikan virus sedang aktif dalam tubuh. Antibodi juga bisa terdeteksi karena adanya infeksi yang terjadi di masa lampau. Meski begitu, rapid serologi ini tidak bisa dijadikan sebagai diagnosis. Tes ini hanya untuk mendeteksi adanya virus atau tidak, sedangkan untuk diagnosis akhir tetap dilakukan dengan menggunakan PCR Test (Polymerase Chain Reaction Test) untuk menentukan apakah Anda positif atau negatif dari virus corona.

Ketika menjalani rapid serologi, prosedur yang dilakukan terbilang sederhana. Satu-satunya yang dibutuhkan dari pengidap adalah sampel darah, yang kemudian akan diuji di laboratorium. Dalam prosesnya, dokter akan memasukkan jarum ke pembuluh darah dan mengambil darah untuk sampel. Prosedur pengujiannya pun cepat. Tingkat rasa sakit bagi kebanyakan orang juga tidaklah parah. Pendarahan dan infeksi yang berlebihan dapat terjadi, tetapi cukup jarang terjadi. 

Rapid serologi dapat membantu dokter mendiagnosis gangguan autoimun, dengan mencari tahu apakah antibodi terhadap protein atau antigen yang normal atau tidak asing ada dalam darah. Jadi, dapat dikatakan bahwa waktu yang tepat untuk melakukan tes serologi adalah ketika dokter atau pemeriksaan medis menduga adanya penyakit autoimun, atau gangguan lain yang melibatkan sistem kekebalan tubuh. Rapid serologi juga bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit lain seperti 

  • Brucellosis, yang disebabkan oleh bakteri
  • Amebiasis, yang disebabkan oleh parasit
  • Campak, yang disebabkan oleh virus
  • Rubella, yang disebabkan oleh virus
  • HIV
  • Sifilis
  • Infeksi jamur

Anda harus segera melakukan rapid serologi ini jika mengalami gejala dari terinfeksinya virus corona. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan.

  • Hidung beringus
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Merasa tidak enak badan

Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh COVID-19), yang mengakibatkan gejala seperti

  • Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia
  • Batuk dengan lender
  • Sesak napas
  • Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk

Jika Anda mengalami gejala tersebut, segeralah untuk melakukan rapid serologi. Hasil dari rapid serologi ini paling efektif untuk mendeteksi virus di awal karena memiliki sensitivitas terhadap virus yang tinggi. Selain sensitivitas yang tinggi, keunggulan lain dari rapid serologi antibodi ini adalah tingkat spesifisitas lebih dari 99.81 persen dan tanpa gangguan atau cross reaksi dari virus flu biasa dan coronavirus lain selain SARS-CoV-2. Dengan demikian, tes ini dapat mendeteksi antibodi yang timbul dari paparan SARS-CoV-2 atau COVID-19 secara lebih pasti.

Mengenai Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Penyakit Murmur Jantung

Mengenai murmur jantung atau bising jantung barangkali masih jarang diketahui oleh kebanyakan orang. Murmur jantung adalah kondisi adanya suara desingan atau tiupan pada pergerakan aliran darah pada jantung atau di sekitar jantung. Kondisi ini dapat terjadi saat lahir atau berkembang di kemudian hari. 

image Murmur Jantung

Dalam kondisi normal, suara yang dapat didengar dokter dengan stetoskop ini bukan tanda penyakit jantung dan tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, murmur jantung yang tidak normal memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. 

Murmur jantung dapat berhubungan dengan kerusakan katup jantung atau katup jantung yang bekerja terlalu keras. Jika ini terjadi, seseorang perlu mendapat penanganan untuk mencegah infeksi katup jantung, antara lain dengan menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Beberapa penelitian mengungkapkan keterkaitan hubungan antara penyakit gusi dengan kesehatan jantung, antara lain; gusi yang bermasalah menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner, kemudian, orang yang jumlah giginya lebih sedikit dan mengalami lebih banyak sakit gusi, berisiko lebih tinggi mengalami stroke, dan adanya hubungan antara penyumbatan arteri pada kaki dengan penyakit gusi.

Untuk mengetahui lebih dalam penyakit murmur jantung, yuk kita lebih dulu mengenal penyebab, gejala, dan pencegahan murmur jantung ini.

Penyebab Murmur Jantung

Murmur jantung bisa terjadi pada kondisi jantung terisi darah (murmur diastolik), jantung kosong (murmur sistolik), dan detak jantung yang terus-menerus cepat. Sementara itu, penyebab murmur jantung tidak normal meliputi:

Cacat bawaan umum: lubang pada jantung, aliran darah abnormal di sela bilik jantung, gangguan katup jantung dari lahir. Infeksi dan gangguan lain yang merusak struktur jantung: kalsifikasi katup jantung, endokarditis, demam rematik.

Gejala Murmur Jantung

Murmur jantung yang tidak berbahaya atau dikenal juga dengan Innocent heart murmurs biasanya tidak menimbulkan gejala atau tanda tertentu. Murmur jantung yang abnormal pun tidak menimbulkan gejala apapun, maka dari itu hanya dapat diamati melalui stetoskop. Tetapi, beberapa tanda berikut ini dapat mengindikasikan adanya penyakit murmur jantung, antara lain:

  • Kulit tampak berwarna biru (pucat), terutama di ujung jari dan bibir;
  • Bengkak atau kenaikan berat badan yang berlebihan (obesitas);
  • Sesak napas;
  • Batuk kronis;
  • Organ hati (liver) membesar;
  • Pembesaran pembuluh darah vena pada leher;
  • Kurangnya nafsu makan dan keterlambatan perkembangan (terkhusus pada bayi);
  • Mudah berkeringat;
  • Nyeri pada dada;
  • Pusing;
  • Pingsan atau kehilangan kesadaran.

Pencegahan Murmur Jantung 

Sebelum bicara ke pencegahan murmur jantung, ada beberapa faktor risiko yang memungkinkan seseorang mengalami murmur jantung ketika dewasa atau usia lanjut, diantaranya yakni memiliki riwayat keluarga dengan kondisi cacat jantung atau kelainan jantung, maupun memiliki kondisi penyakit tertentu seperti hipertensi, hipertiroidisme, endokarditis, hipertensi paru, sindrom karsinoid, sindrom hipereosinofilik, rheumatoid arthritis, dan otot jantung lemah.

Selain itu, untuk bayi, ada beberapa faktor risiko lain yang mengalami murmur jantung, antara lain, ketika ibu hamil mengalami penyakit tertentu ketika masa kehamilan, seperti diabetes dan infeksi rubella ataupun efek konsumsi obat-obatan tertentu yang dapat berbahaya bagi janin.

Kendati demikian, untuk mengurangi dan menghindari faktor risiko yang bisa menyebabkan terdampak murmur jantung, diantaranya disarankan untuk lebih aktif bergerak/berolahraga, menghindari rokok, mampu mengendalikan stress yang berlebih, menjaga kebersihan gigi & mulut, serta tidur yang cukup. Akan tetapi, murmur jantung seringkali dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak selalu berbahaya.

Kapan Perlu Mendapat Pertolongan Medis?

Murmur jantung normal pada umumnya tidak membutuhkan penanganan khusus. Tetapi murmur jantung abnormal-lah yang perlu mendapatkan penanganan medis. Maka, segera periksakan diri ke dokter jika merasa:

  • Nyeri dada;
  • Sesak napas;
  • Kelelahan;
  • Pingsan tanpa sebab jelas;
  • Detak jantung tidak teratur.

Nah, besar harapan, dengan adanya informasi terkait penyebab, gejala, dan pencegahan murmur jantung bisa bermanfaat untuk semua dan setiap orang bisa waspada dengan segala kemungkinan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan ini.

4 Tips Menjaga Kesehatan Perut dan Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan tubuh manusia tidak pernah berhenti bekerja. Jika tidak dijaga dan diperhatikan dengan baik, maka bisa mengganggu kinerjanya dan berakibat pada kesehatan perut. Beberapa gangguan yang paling sering terjadi biasanya sakit perut, mual, diare, sembelit, dan asam lambung naik. Apabila sedang kambuh, penyakit tersebut bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Anda tentunya tidak ingin produktivitas jadi terganggu karena selalu mengalami gangguan pencernaan. Oleh karena itu dibutuhkan pola hidup sehat dan memperhatikan asupan makanan untuk tubuh. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar kesehatan perut tetap terjaga, di antaranya.

Penyebab perut kembung harus diwaspadai, agar pengobatan terbaiknya dapat dicari.

Perbanyak Konsumsi Makanan Kaya Serat

Kandungan serat yang banyak terdapat di dalam sayuran hijau dan buah-buahan dikenal bermanfaat untuk kesehatan perut dan sistem pencernaan. Serat tidak bisa dicerna atau diserap oleh tubuh, tetapi serat akan mengikat air dan berguna untuk melancarkan pencernaan. Manfaat lainnya dari mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan serat yaitu mengendalikan gula darah dalam tubuh, membantu untuk mendapatkan berat badan ideal, mengurangi kadar kolesterol tinggi, mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam tubuh serta baik untuk kesehatan kulit. Makanan yang bisa Anda konsumsi agar kesehatan perut tetap terjaga misalnya seperti oatmeal, kacang merah dan kacang hitam, brokoli, asparagus, semangka, apel, dan pisang.

Penuhi Kebutuhan Harian Air Putih

Selain mencegah dehidrasi, rutin minum air putih juga bermanfaat untuk kesehatan perut dan sistem pencernaan. Saran paling umum untuk memenuhi kebutuhan air putih adalah minum 8 gelas tiap hari. Namun, apakah kebutuhan harian air putih setiap orang sama? Kebutuhan air per hari disesuaikan dengan berat badan seseorang karena berkaitan dengan metabolisme tubuh.  Untuk laki-laki biasanya membutuhkan sekitar 15,5 gelas air atau setara 3,7 liter sehari, sedangkan perempuan membutuhkan 11,5 gelas air atau setara 2,7 liter. Manfaat lain air putih yaitu membuang kotoran dari tubuh, membuat kulit sehat, mencegah batu ginjal, dan menghindari konstipasi. Selain dari air putih, 20% asupan cairan pada tubuh juga bisa didapatkan dari makanan yang mengandung banyak air seperti semangka dan bayam.

Kelola Stres dengan Aktivitas Positif

Stres dan rasa panik bisa menyebabkan ketegangan pada otot perut, sehingga organ dalam dan jaringan pada rongga perut ikut meregang. Akibatnya, ketika stres dan panik datang, Anda juga mengalami sakit perut. Jika berlangsung lama, stres bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan perut dan sistem pencernaan. Anda akan merasa mual, kehilangan nafsu makan, proses pencernaan melambat, menyebabkan konstipasi atau diare, bahkan bisa mengalami iritasi usus. Untuk mengatasinya, Anda bisa memilih kegiatan yang sesuai dengan kesukaan. Misalnya beristirahat sejenak dari pekerjaan dan pergi berlibur, istirahat di rumah dan bermain dengan hewan kesayangan atau berkebun, serta melakukan olahraga ringan seperti yoga, meditasi, atau jogging.

Kurangi Makanan dengan Kandungan Ini

Masalah yang mengganggu pencernaan atau kesehatan perut biasanya disebabkan oleh asupan makanan yang terlalu asam, pedas, atau berlemak. Rasa pedas memang menambah makanan jadi lebih nikmat, tetapi jika terlalu banyak justru bisa mengakibatkan gangguan pencernaan seperti diare, meningkatkan gejala GERD, dan membuat usus iritasi. Sedangkan terlalu banyak mengonsumsi makanan asam bisa meningkatkan asam lambung, merusak enamel gigi, dan meningkatkan pengeroposan tulang. Begitu juga dengan makanan manis dan berlemak jika dikonsumsi terlalu banyak akan mengganggu kesehatan perut dan tubuh secara keseluruhan. Dampak yang ditimbulkan diantaranya yaitu meningkatkan risiko diabetes dan obesitas, memicu penyakit jantung, dan merusak bakteri baik di usus.

Tips Cegah Azoospermia dengan Meningkatkan Sperma

Azoospermia merupakan masalah kesuburan pada pria yang disebabkan karena tidak adanya sperma dalam air mani yang dikeluarkan. Kondisi ini kerap pula disebut sebagai sperma kosong. Penyebab dari azoospermia sendiri sangat beragam, mulai dari masalah hormonal sampai imbas dari penggunaan obat terkait penyakit tertentu. 

Tentu tidak ada yang ingin mengalami masalah kesuburan yang satu ini, termasuk dengan Anda. Salah satu cara menghindarinya adalah melakukan berbagai kegiatan untuk bisa meningkatkan jumlah dan kualitas sperma secara konsisten. 

Azoospermia adalah kondisi air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi tidak mengandung sperma

Peningkatan kuantitas dan kualitas sperma dapat dilakukan dengan banyak rupa. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda jalankan untuk meningkatkan jumlah sperma dalam air mani. 

  1. Berhenti Merokok 

Merokok nyatanya secara konsisten mampu mengurangi jumlah sperma dalam air mani Anda hingga bisa membuatnya ke angka nol. Tidak hanya berpengaruh pada kuantitas, tembakau pada rokok juga sangat berdampak pada kualitas sperma. Jangan biarkan merokok menjerumuskan Anda ke kondisi azoospermia. Sebaiknya, Anda mulai berhenti merokok sekarang juga guna bisa membuat jumlah sperma meningkat. 

  1. Cukup Tidur

Masalah tidur dapat berpengaruh besar ke kondisi kesehatan. Kurang tidur sendiri rentan menimbulkan berbagai penyakit yang menjadi dasar dari azoospermia, seperti diabetes maupun penyakit jantung. Memastikan tidur malam dengan cukup setidaknya 6 jam setiap harinya menjadi cara yang mujarab untuk menjaga bahkan meningkatkan jumlah sperma yang diproduksi. 

  1. Olahraga Teratur 

Kelebihan berat badan atau obesitas menjadi masalah kesehatan yang juga menjadi penyebab azoospermia. Anda dapat mengatasinya dengan melakukan olahraga teratur guna mengurangi berat badan sehingga berpengaruh positif pada kuantitas dan kualitas sperma. Dalam sebuah studi yang dilakukan tahun 2017 ditemukan fakta bahwa melakukan latihan aerobik setidaknya tiga sesi per minggu dengan durasi 50 menit tiap sesinya dapat meningkatkan jumlah dan motilitas sperma. 

  1. Rajin Berjemur 

Jangan malas untuk rajin berjemur sinar matahari pada waktu pagi untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sperma. Pasalnya, sinar matahari mengandung vitamin D yang berpengaruh terhadap kesehatan sperma. Dalam sebuah tinjauan pustaka tahun 2019, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara peningkatan kesuburan pada pria dan tingkat vitamin D yang lebih tinggi dalam darah.

  1. Konsumsi Suplemen Fenugreek 

Fenugreek telah lama digunakan sebagai obat alami untuk mengobati masalah kesehatan sperma yang buruk. Suplemen ini juga diyakini mampu meningkatkan jumlah sperma dalam air mani sehingga dapat mencegah Anda terkena azoospermia. 

  1. Kurangi Paparan Panas dan Bahan Kimia 

Kondisi testis yang terkena panas berlebihan secara terus-menerus dapat membuat produksi sperma menjadi terhenti sehingga air mani menjadi kosong dengan sperma. Hal yang sama terjadi apabila testis terpapar bahan kimia dari polusi secara terus-menerus. Karena itulah, sebisa mungkin kurangi paparan panas dan bahan kimia. Salah satu caranya, Anda bisa menghindari menaiki motor dengan mesin di depan. 

  1. Tingkatkan Asupan Lemak 

Lemak ternyata sangat berpengaruh pada kuantitas dan kualitas sperma! Untuk mendapatkan kesuburan yang maksimal, sebaiknya Anda sering menyantap makanan-makanan mengandung lemak baik yang mengandung omega 2 dan omega 6. Sebuah tinjauan tahun 2019 menemukan fakta bahwa pemberian lemak omega 3 pada pria yang mengalami infertilitas, tidak terkecuali karena azoospermia, dapat mengalami peningkatan produksi sperma yang cukup signifikan. Sebaiknya, kurangi asupan lemak tak sehat berupa lemak jenuh karena itu justru dapat menurunkan produksi sperma Anda. 

Lakukanlah berbagai cara meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma secara teratur dan konsisten. Dengan demikian, kemungkinan Anda mengalami azoospermia dapat ditekan seminimal mungkin.

Cara Mengobati Sistiserkosis

Merupakan penyakit infeksi yang kemunculannya disebabkan oleh larva (cysticercus) cacing pita Taenia solium, adalah cacing yang hidup di dalam tubuh babi disebut sistiserkosis. Larva cacing ini akan menginfeksi dan merusak jaringan kulit, otot dan otak pada manusia. Gejala dari kondisi ini muncul setelah beberapa hari, bulan atau tahun dari infeksi yang muncul.

Selain itu gejala yang ditimbulkan dari penyakit infeksi ini tergantung dari lokasi dari munculnya infeksi dan jumlah serta besar kista yang terbentuk dari larva cacing pita ini. Kondisi merupakan infeksi umum karena jenis cacing penyebabnya ada di seluruh dunia, meski begitu sering kali terjadi di negara berkembang dan daerah pedesaan.

image Sistiserkosis

Pengobatan Infeksi Sistiserkosis

Cara mengobati kondisi ini yang terbaik adalah dengan mencegah terjadinya infeksi, langkah ini menjadi pengobatan yang paling efektif untuk dilakukan. Terdapat beberapa langkah yang dapat digunakan mencegah terinfeksi cacing pita, berikut diantaranya.

  • Melakukan medical check up secara rutin untuk mengontrol perkembangan gejala dan kondisi kesehatan.
  • Ikuti saran dokter, tidak sembarangan menggunakan obat tanpa resep atau sengaja meninggalkan resep yang ditujukan.
  • Tidak mengonsumsi daging babi yang mentah dan kurang matang, daging yang dikonsumsi harus sudah dimasak dengan matang.
  • Cuci tangan dengan air dan sabun setelah menggunakan toilet dan sebelum mengambil makanan, terutama ketika bepergian ke negara luar.
  • Perhatikan sanitasi, jangan sampai kondisi buruk dari limbah pembuangan membuat seseorang di lingkungan tersebut terinfeksi penyakit ini.

Penyebab dan Gejala

Telur cacing pita yang ada di perut masuk ke dalam usus, selanjutnya cacing akan menimbulkan rasa mual, kehilangan nafsu makan, sakit perut dan diare. Pasien juga akan kehilangan berat badan karena tidak sepenuhnya menyerap asupan nutrisi, selain itu cacing pindah ke bagian lain melalui pembuluh darah dan berkembang menjadi kista kecil di otot, otak dan mata.

Gejala yang muncul akan terjadi dalam kurun waktu bulanan sampai tahunan setelah seseorang terinfeksi cacing ini, jika sudah pindah ke bagian lain dari tubuh terdapat beberapa tanda dari penyakit namun tergantung dari letak kista ditemukan, gejala-gejala yang muncul bisa seperti berikut ini.

  • Kista di mata bisa menyebabkan penglihatan menjadi kabur, pembengkakan, ablasio retina hingga kehilangan penglihatan.
  • Kista pada otak dan sumsum tulang belakang, membuat kejang, sakit kepala, mudah bingung, kurang konsentrasi, masalah keseimbangan, pembengkakan otak dan kematian.
  • Kista yang terdapat di jantung bisa menyebabkan detak jantung menjadi tidak normal dan dalam kasus yang jarang terjadi bisa menyebabkan gagal jantung.
  • Kista dalam otot, dalam banyak kasus yang sudah muncul dan terjadi kondisi ini bisa tidak menimbulkan gejala apapun.

Selain beberapa gejala di atas juga terdapat kemungkinan tanda lain yang muncul dan jika seseorang memiliki kekhawatiran terkait dari gejala penyakit ini sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter. Hal ini diperlukan, terutama bagi yang sudah mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas.

Perlu diketahui mengapa infeksi sistiserkosis ini bisa terjadi, selain dari penjelasan di atas terdapat dua hal yang menjadi penyebab seseorang bisa terinfeksi penyakit ini. Pertama mengonsumsi daging babi yang terinfeksi, babi sering terinfeksi dengan memakan makanan yang terkontaminasi telur cacing di kotorannya.

Ketika orang mengonsumsi daging babi mentah atau setengah matang yang terinfeksi, telur dari cacing pita bisa ikut masuk ke dalam tubuh. Dan penyebab kedua adalah sanitasi yang buruk, kondisi ini bisa menyebabkan telur cacing pita bisa menyebar ke makanan, air atau benda-benda lain di sekitar saluran sanitasi.

Tulang Baji, Salah Satu Bagian Penting Pada Tengkorak

Tulang baji

Tulang baji merupakan salah satu dari delapan bagian tulang tengkorak. Dalam istilah medis, tulang ini dikenal juga dengan sebutan tulang sphenoid. 

Setiap bagian pada tulang tengkorak memiliki peran penting dalam anatomi otak manusia. Karena itu, tulang baji pun tak kalah pentingnya dari bagian tulang yang lain. 

Memahami anatomi tulang baji

Dari segi struktur, bagian tulang ini memiliki struktur yang menyerupai kupu-kupu. Ada empat komponen utama dalam tulang ini, yaitu bagian tubuh, bagian sayap besar, bagian sayap kecil, serta proses pterigoid.

  • Proses pterigoid

Proses pterigoid adalah bagian dari tulang baji yang terdiri atas dua tonjolan. Kedua tonjolan ini muncul dari bagian belakang tubuh tulang sampai ke bagian bawah.

Di dalamnya juga termasuk dua macam kanal. Kanal tersebut disebut kanal pterigoid dan juga kanal palatovaginal. Kedua kanal ini menjadi tempat lewatnya saraf pada otak. 

  • Sayap besar

Bagian sayap besar muncul dari bagian belakang sayap kecil. Bentuknya menyerupai segitiga yang menjalar ke bagian tubuh tulang. 

Kedua sisi sayap besar berbentuk cembung, serta bergerak ke belakang dan ke samping. Ini kemudian membentuk celah di dasar tengkorak yang memungkinkan pembuluh darah untuk lewat.

Bagian depan sayap besar membentuk dinding samping orbit. Setiap sayap memiliki tiga lubang, yaitu foramen rotundum, foramen ovale, dan juga foramen spinosum. 

Masing-masing lubang pada sayap menjadi tempat saraf dan pembuluh darah untuk lewat. Saraf yang melewati lubang pada sayap besar ini adalah saraf rahang atas, saraf mandibula, dan pembuluh darah meningeal tengah. 

  • Sayap kecil

Sayap kecil, dari segi struktur, memiliki posisi yang terangkat dari bagian depan tubuh tulang dan bergerak ke arah samping tubuh. Sayap kecil ini, yang terdiri atas dua pasang, membentuk segitiga.

Batas bawah sayap kecil membentuk bagian orbit yang berfungsi sebagai tempat menampung mata. Sedangkan, permukaan atasnya membentuk sebagian rongga tengkorak yang menjadi tempat menampung berbagai bagian pada otak.

  • Tubuh

Bagian tubuh tulang terletak di area paling tengah dari struktur tulang baji. Posisinya membentang di sepanjang garis tengah, bertumpu di antara sayap. Posisi tubuh tulang ini membentuk beberapa struktur penting pada otak Anda. 

Pada bagian tubuh tulang yang menghadap ke depan, menjadi pembantu dalam membentuk rongga hidung. Sementara, bagian sisinya berkontribusi dalam pembentukan saluran optik. 

Bagian sisi yang membentuk saluran optik ini menyerupai terowongan yang memungkinkan lewatnya saraf optik dan arteri opthalmic.

Kemudian, bagian permukaan tubuh tulang membentuk bagian yang disebut sella turcica. Sella turcica ini terdiri atas hypophyseal fossa, dorsum sellae, serta tuberculum sellae.

Sella turcica dikelilingi oleh dua proses klinoid anterior dan dua tonjolan tulang, masing-masing satu di setiap sisinya. Sedangkan, di bagian belakangnya terdapat dua eminensia lain yang disebut klinoid posterior. 

Klinoid posterior memperdalam sella turcica, membuatnya melekat dengan tentorium cerebelli, yaitu bagian dari duramater otak. 

Dari segi lokasi, tulang baji terletak di bagian tengah tulang tengkorak di sepanjang garis tengah. Tulang ini menjadi pemisah antara tulang frontal, yaitu tulang dahi, dari tulang oksipital, yaitu tulang trapesium yang menyusun bagian belakang bawah tengkorak.

Selain itu, tulang baji juga berhubungan dengan sejumlah tulang lain di sepanjang sisinya. Hal ini membentuk ruang sebagai tempat menampung otak dan saraf untuk lewat.

Haruskah Berikan Vaksin Hepatitis A Anak? Apa Pentingnya?

Haruskah Berikan Vaksin Hepatitis A Anak? Apa Pentingnya?

Tinggal di lingkungan padat penduduk seperti di kota-kota besar di Indonesia, dengan segala problem turunannya, berisiko tinggi terserang berbagai penyakit menular. Satu penyakit yang punya kemungkinan paling besar adalah hepatitis A. Oleh karena itu, amat disarankan vaksin hepatitis A anak diberikan sebagai sebuah upaya preventif. 

Tahukah Anda apa itu penyakit hepatitis A? Mudahnya, ia adalah penyakit hati yang mudah sekali menular. Terjadi karena infeksi virus dengan nama yang sama. Penularan virus ini begitu masif di kondisi lingkungan yang tidak sehat. 

Hepatitis A merupakan penyakit berbahaya yang membuat hati manusia bisa berhenti fungsinya. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian, namun kehadirannya kerap tidak dirasakan.

Fakta menyebut bahwa penyakit hepatitis banyak ditemukan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Bahkan, Tanah Air ini merupakan salah satu negara endemis hepatitis yang berada di urutan kedua setelah Myanmar. Hal ini karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

Virus hepatitis A bisa masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang tercemar. Selain itu, kontak fisik dengan penderita sebelumnya juga bisa membuat virus tersebut berpindah. Kabar baiknya adalah saat ini faktanya penyakit hepatitis A menjadi kondisi medis yang langka di Indonesia (kurang dari 15 ribu kasus per tahun). Kondisi ini terjadi berkat keberhasilan stakeholder terkait dalam menggalakkan program vaksinasi. 

Vaksin hepatitis A anak memberikan jaminan kepada si kecil untuk lebih siap terhadap serangan virus tersebut. Vaksinasi membentuk sistem kekebalan tubuh mereka sehingga dapat langsung “mematikan” virus ketika suatu waktu terpapar. 

Yang lebih penting dari itu semua, hepatitis A pada anak hampir tidak menunjukkan suatu gejala medis. Dikhawatirkan, si anak yang merasa tidak sakit justru malah menjadi carrier atau pembawa virus dan menjadikan penularannya meluas. Inilah salah satu tujuan yang dikejar dalam upaya vaksin hepatitis A anak. 

Vaksinasi hepatitis A ini cukup efektif. Ada penelitian yang menyatakan bahwa vaksin hepatitis A terbukti dapat mencegah penyakit tersebut dengan efektivitas 94–100 persen. Dengan demikian, vaksin hepatitis A ini jadi salah satu jalan terbaik dalam upaya penanganan penyakit ini agar cerita-cerita kelam masa lampau, seperti Kondisi Luar Biasa (KLB) di Pacitan, Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu tak terulang lagi. 

Lantas, bagaimana vaksin hepatitis A anak diberikan? Sebenarnya tidak ada perbedaan berarti dalam proses pemberian vaksin hepatitis A anak dan orang dewasa. Baik orang dewasa maupun anak-anak bisa mendapatkan 2 kali dosis suntikan vaksin hepatitis A. Rentang waktu antara suntikan pertama dan kedua adalah 6 bulan. Ini berguna untuk mendapatkan perlindungan lengkap terhadap serangan virus hepatitis A.

Untuk anak-anak, dosis pertama vaksin hepatitis A sudah bisa diberikan antara umur 12–23 bulan. Dosis kedua diberikan 6 bulan setelah pemberian dosis pertama.

Bedanya, mungkin, hanya terletak di proses yang lebih panjang. Sebelum divaksin, orang dewasa perlu berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Hal ini untuk memastikan apakah Anda sudah pernah mendapatkan vaksin hepatitis A dengan lengkap atau belum.

Tenang, tidak perlu khawatir berlebihan dengan vaksin hepatitis A. Jika Anda tidak punya riwayat alergi dan dalam keadaan sehat, pemberian vaksin ini tergolong sangat aman dan tidak menimbulkan suatu efek tertentu.

Jika terjadi efek samping, Anda hanya akan merasakan keluhan ringan yang hanya terjadi selama satu atau dua hari. Efek samping yang dimaksud adalah rasa sakit di lokasi suntikan, nyeri kepala, cepat lelah, demam, dan nafsu makan berkurang. Sampai saat ini belum ada kejadian serius yang berkaitan dengan efek samping setelah pemberian vaksin hepatitis A.

Setelah membaca artikel ini, mungkin dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa vaksin hepatitis A anak begitu penting dalam penanganan suatu kasus kesehatan, dalam hal ini hepatitis A. Jika Anda belum memberikan vaksin hepatitis A pada anak, sekali waktu cobalah datangi fasilitas kesehatan dan konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan pemberian vaksin ini.

Apa Itu Penyakit Charcot-Marie-Tooth?

Apa Itu Penyakit Charcot-Marie-Tooth?

Penyakit Charcot-Marie-Tooth adalah sebuah kondisi genetik pada saraf yang memengaruhi 1 dari 2500 orang di Amerika Serikat. Mereka yang memiliki kondisi ini mengalami kelemahan otot, terutama di bagian tangan dan kaki. 

Charcot-Marie-Tooth, atau disingkat CMT, memengaruhi saraf perifer, yaitu saraf di luar sistem saraf pusat utama. Saraf tersebut mengatur otot dan meneruskan data dari tangan dan kaki ke otak, sehingga seseorang dapat merasakan adanya sentuhan. Ini merupakan sebuah kondisi yang progresif, dalam arti gejala dapat berubah menjadi semakin parah setelah beberapa waktu. Meskipun demikian, kebanyakan orang yang memiliki CMT tetap memiliki kesempatan hidup yang cukup panjang dan mampu hidup secara normal. 

Gejala dan penyebab

Gejala penyakit Charcot-Marie-Tooth biasanya muncul pada masa remaja dan awal pendewasaan. Gejala utama meliputi kelemahan otot di tangan dan kaki serta hilangnya sensasi di jari tangan dan jari kaki. 

Gejala lain CMT di antaranya adalah ketidaknormalan otot kaki, kesulitan menggunakan tangan, pergelangan kaki yang tidak stabil sehingga menyebabkan gangguan keseimbangan, kram di kaki dan tangan, kehilangan kemampuan melihat dan mendengar, skoliosis, dan refleks tubuh yang berkurang. 

Gejala dan tingkat keparahan dapat bervariasi antar individu, bahkan di antara keluarga dekat yang mewarisi kondisi serupa. Pada tahap awal penyakit Charcot-Marie-Tooth, beberapa orang tidak menyadari mereka memiliki CMT, karena gejala yang timbul sangat ringan. 

Sementara itu, apabila gejala penyakit Charcot-Marie-Tooth muncul pada anak, tanda-tanda yang perlu diperhatikan di antaranya adalah anak menjadi lebih ceroboh dibandingkan dengan teman sebayanya serta lebih rentan terjatuh dan memiliki gaya berjalan yang tidak normal. 

Gejala lain sering muncul saat anak selesai melewati masa pubertas dan masuk masa dewasa, namun gejala tersebut dapat muncul kapan saja, pada masa kanak-kanak ataupun akhir 70an. Setelah beberapa waktu, kaki dapat berubah bentuk, menjadi sangat kurus di bawah lutut, sementara paha masih memiliki volume dan bentuk otot yang normal. 

Gejala biasanya berubah menjadi lebih parah seiring berjalannya waktu, seperti lemah tangan, kesulitan menggunakan tangan (misalnya saat membuka botol atau mengancingkan baju), nyeri otot dan persendian, nyeri neuropatik yang disebabkan karena saraf rusak, dan gangguan mobilitas serta berjalan terutama pada orang yang lebih tua. 

Penyebab dan jenis

Penyakit Charcot-Marie-Tooth merupakan sebuah kondisi turunan, sehingga orang-orang yang memiliki keluarga dekat menderita CMT akan memiliki risiko lebih tinggi dalam menderita penyakit ini. CMT memengaruhi saraf perifer, yang terdiri dari dua bagian utama, yaitu akson, yaitu bagian dalam saraf, dan selubung mielin, yang mana merupakan lapisan pelindung di sekitar akson. CMT dapat memengaruhi akson, selubung mielin, atau keduanya, tergantung jenis CMT yang Anda derita. 

Ada 5 jenis penyakit Charcot-Marie-Tooth utama. CMT 1 menyebabkan 1 dari 3 kasus CMT. Gejala biasanya muncul saat seseorang berusia 5 hingga 25 tahun. Gen yang cacat menyebabkan selubung mielin hancur, sehingga akson rusak dan otot pasien tidak menerima pesan jelas dari otak, menyebabkan otot lemah dan hilangnya sensasi. CMT 2 menyebabkan 17 persen kasus, dengan gen cacat memengaruhi akson secara langsung. CMT 3, atau penyakit Dejerine-Sottas, merupakan jenis CMT yang langka, dengan kerusakan pada selubung mielin menyebabkan kelemahan otot parah. 

Sementara itu, CMT 4 merupakan kondisi langka yang memengaruhi selubung mielin, dengan gejala muncul saat masa kanak-kanak, dan pasien sering membutuhkan kursi roda. CMT X disebabkan karena mutasi kromosom X, yang biasa terjadi pada pria (wanita dengan CMT X tidak memiliki gejala atau gejala bersifat ringan).

Sindrom Putri Tidur, Gangguan Tidur Unik yang Banyak Menyerang Pria

Sindrom Putri Tidur, Gangguan Tidur Unik yang Banyak Menyerang Pria

Tidur sangat penting bagi tubuh untuk beristirahat dan memperkuat sistem dalam tubuh. Normalnya, waktu tidur orang dewasa berkisar antara 7 hingga 9 jam setiap malam yang didasarkan pada beberapa faktor. 

Namun ada satu kondisi yang menyebabkan seseorang membutuhkan waktu tidur lebih lama, bahkan lebih dari 20 jam sehari. Kondisi ini disebut dengan sindrom putri tidur  atau Kleine-Levin syndrome (KLS). 

Lebih banyak menyerang laki-laki dewasa

Meski terdengar feminim, sindrom putri tidur lebih banyak menyerang remaja laki-laki. Sekitar 70 persen penderita KLS adalah laki-laki remaja maupun dewasa, dan sisanya perempuan. Hal ini menunjukkan pria tiga kali lebih mungkin mengalami gangguan tidur ini. 

Tanda dan gejala sindrom putri tidur

Sindrom putri tidur sebenarnya termasuk gangguan tidur yang langka. Saking langka kasus kejadiannya, KLS sering tidak dikenali sehingga ada kemungkinan frekuensi sebenarnya lebih banyak. Ditambah lagi gejalanya mirip dengan beberapa gangguan tidur lainnya, seperti narkolepsi.

Sindrom putri tidur ditandai dengan periode tidur berlebihan (9 hingga 20 jam per hari) yang terjadi dalam bentuk siklus. Gejala KLS bisa terjadi selama berhari-hari hingga berbulan-bulan, dan menyebabkan penderitanya tidak bisa melakukan aktivitas secara normal. 

Gejala yang terkait dengan gangguan tersebut biasanya menjadi jelas selama masa remaja, dan mereda seiring bertambahnya usia. Tapi ada juga yang tidak menunjukkan gejala sindrom Kleine-Levin di antara episode. 

Episode KLS seringkali muncul secara mendadak. Mereka yang menderita sindrom putri tidur memiliki gejala antara lain:

  • Tidur selama 18 hingga 20 jam sehari
  • Kelelahan
  • Asupan makanan berlebih
  • Mudah tersinggung
  • Kurangnya emosi (apatis)
  • Disorientasi dan halusinasi
  • Sensitif terhadap suara dan cahaya
  • Kesulitan berbicara
  • Dorongan seks yang tidak normal
  • Sulit berkonsentrasi

Kebanyakan penderita sindrom putri tidur bisa melanjutkan aktivitas mereka secara normal setelah suatu episode. Namun mereka cenderung lupa pada apa yang terjadi selama episode berlangsung.

Penyebabnya belum diketahui

Hingga kini belum diketahui secara pasti sebab terjadinya sindrom putri tidur. Tapi ada beberapa faktor yang diyakini dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi tersebut. Salah satunya adalah malfungsi atau kerusakan hipotalamus yang bertugas mengatur fungsi tidur, nafsu makan, dan suhu tubuh. 

Beberapa orang mengembangkan gejala KLS setelah infeksi seperti flu. Salah satu penelitian yang dilakukan Universitas Stanford pada tahun 2005 menemukan 72 persen kasus KLS didahului dengan gejala infeksi. Hal ini membuat beberapa peneliti berspekulasi bahwa sindrom putri tidur terjadi akibat autoimun yang terganggu dan menyerang jaringan sehat. 

Pada kasus lain, sindrom putri tidur mempengaruhi lebih dari satu anggota keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa sindrom Kleine-Levin dapat diturunkan secara genetika dan mereka dengan anggota keluarga yang menderita KLS berisiko mengembangkan gangguan tersebut.

Bisakah sindrom putri tidur disembuhkan?

Sindrom putri tidur tidak bisa disembuhkan, tapi Anda bisa mengelola gejalanya. Terapi obat-obatan difungsikan mengurangi durasi episode dan mencegah terjadi episode selanjutnya. 

Pil stimulan, seperti amfetamin, methylphenidate, dan modafinil sering diresepkan untuk mengatasi sindrom putri tidur. Meski memiliki efek samping iritabilitas, obat ini sangat efektif mengurangi kantuk dan meningkatkan kesadaran. 

Terkadang, obat untuk gangguan mood juga diresepkan untuk meredakan gejala sindrom Kleine-Levin. Misalnya, lithium dan karbamazepin telah terbukti dapat mencegah episode lanjut. 

Catatan

Hidup dengan sindrom putri tidur dapat sangat melelahkan karena memengaruhi banyak aspek dari diri Anda. Gangguan tidur ini juga dapat memicu kecemasan dan depresi, terutama karena tidak ada yang tahu kapan suatu episode muncul dan seberapa lama episode tersebut berlangsung. 

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait sindrom putri tidur dan gejalanya, tanyakan secara langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

3 Cara Mengatasi Sakit Akibat Nyeri Neuropatik

nyeri neuropatik

Mati rasa dia area tubuh tertentu menandakan sistem saraf sensori kita, yang bertugas menyampaikan sensasi ke otak, sedang bermasalah. Tak jarang saraf bermasalah disertai dengan rasa sakit dan nyeri pada area tertentu. Dalam istilah medis, kondisi ini disebu dengan nyeri neuropatik.

Sebab terjadinya nyeri

Para ahli membagi dua jenis penyebab nyeri, yaitu nyeri neuropatik dan nosiseptif. Nyeri nosiseptif didefinisikan sebagai rasa sakit akibat cedera fisik, seperti terjatuh, pasca operasi, atau arthritis. Ini termasuk bagian dari proses penyembuhan, misalnya nyeri nosiseptif akibat keselo akan hilang seiring dengan sembuhnya kondisi tersebut.

Sementara nyeri neuropatik terjadi karena kerusakan sistem saraf yang diakibatkan cedera atau penyakit. Nyeri ini tidak terjadi secara tiba-tiba, tapi karena kondisi kronis. Mereka yang menderita nyeri neuropatik bisa merasakan nyeri meski tidak ada bagian tubuh yang sakit atau cedera.

Nyeri neuropatik dipicu oleh berbagai kondisi yang mengakibatkan hilangnya fungsi sistem saraf sensorik, antara lain:

  • Carpal tunnel syndrome/ sindrom terowongan karpal
  • Trauma saraf
  • Diabetes
  • Kekurangan vitamin B
  • Alkoholik
  • Kanker
  • HIV
  • Stroke
  • Sklerosis ganda
  • Herpes zoster
  • Pengobatan kanker

Pada beberapa kasus, nyeri terjadi karena faktor nosiseptif dan neuropatik, misalnya sakit kepala migrain. Nyeri myofascial terjadi akibat nosiseptif dari otot, tapi aktivitas otot yang abnormal disebabkan oleh kondisi neuropatik.

Tanda dan gejala nyeri neuropatik

Nyeri akan terasa seperti sensasi terbakar, menyengat, gatal, dan sensitif ketika disentuh. Gejala nyeri neuropatik antara lain:

  • Rasa sakit yang menyiksa
  • Kesemutan
  • Sulit merasakan suhu
  • Mati rasa

Beberapa orang bahkan akan kesulitan memakai pakaian dengan benar karena sentuhan kecil dapat memicu rasa sakit. Untuk menentukan rasa sakit, pasien diminta menggambarkan rasa sakit dengan skala visual atau numerik.

Cara mengatasi nyeri neuropatik

Nyeri neuropatik berkaitan erat dengan rasa sakit kronis atau kondisi medis yang telah lama diderita, sehingga pengobatannya akan berbeda-beda setiap individu. Dalam menentukan perawatan yang tepat, Anda mungkin melewati proses ‘trial dan error’.

Berikut beberapa cara mengatasi sakit akibat nyeri neuropatik:

  • Obat-obatan

Sebagian besar obat-obatan untuk nyeri neuropatik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi kondisi medis lain. Antidepresan trisiklik telah terbukti efektif dalam mengontrol sakit akibat nyeri neuropatik. SSRI dan tipe antidepresan lain, juga telah digunakan beberapa pasien.

Obat lain yang umum diberikan antara lain:

  • Anti-epilepsi, seperti karbamazipin biasanya diberikan untuk pasien dengan diagnosis neuralgia trigeminal.
  • Opioid. Manfaatnya untuk mengobati nyeri neuropatik masih belum jelas, namun beberapa orang menganggap opioid dapat mengurangi nyeri yang dirasakan. Sebelum menggunakannya, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
  • Krim capsaicin. Mengoleskan krim secara teratur pada area nyeri dapat mengurangi peradangan dan nyeri.
  • Lidokain. Penggunaan dalam bentuk gel atau koyo dapat meredakan rasa sakit yang mempengaruhi area kecil pada kulit.
  • Perawatan medis

Dokter juga akan menawarkan opsi perawatan medis lainnya termasuk pemberian suntikan/blok saraf, atau menstimulasi saraf. Blok saraf merupakan kombinasi dari anestesi lokal, opioid, dan steroid. Perawatan ini tidak memiliki efek panjang, tapi bisa meredakan sakit selama beberapa hari atau minggu.

Stimulasi saraf dapat memblokir sinyal nyeri sehingga meredakan rasa sakit. Ada dua jenis stimulasi saraf, yaitu listrik transkutan (TENS) dan listrik perkutan (PENS). Pada prosedur TENS, dokter akan menempatkan elektroda (bantalan lengket) di bawah area kulit yang sakit. Ini bisa diberikan sendiri dengan pengawasan dokter.

Sedangkan pada stimulasi saraf listrik perkutan, dokter akan memasukkan jarum yang kemudian dialiri arus listrik. Ini merupakan opsi untuk penderita nyeri neuropatik yang sulit diobati (refraktori).

  • Terapi

Terapi bisa digunakan bersamaan atau sebagai alternatif pengobatan konvensional. Akupuntur dipercaya dapat meredakan nyeri dengan merangsang sistem saraf dan respon penyembuhan tubuh.

Meditasi, refleksiologi, dan homeopati juga bisa dilakukan. Yang paling penting adalah melakukan perubahan gaya hidup untuk manajemen rasa sakit. Hal ini termasuk menjalani diet seimbang, berolahraga sesuai dengan rekomendasi dokter, mencukupi kebutuhan cairan, serta menghindari merokok dan minum alkohol.

Karena penyebabnya tidak terlihat, penderita nyeri neuropatik akan sulit menggambarkan sakit tersebut. Kondisi ini juga bisa mempengaruhi mental penderita, seperti menyebabkan kecemasan dan depresi.

Pengobatan nyeri neuropatik akan membutuhkan waktu lama, bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Konsultasikan perawatan yang tepat dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.