Tingkatkan Pencernaan Dengan Obat Pencernaan Alami Ini

Masalah pencernaan merupakan sebuah kondisi yang umum terjadi. Penyebabnya pun bervariasi, mulai dari diet hingga stres. Gejala kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa jam, namun obat pencernaan alami atau home remedies dapat membantu meringankan gejala masalah pencernaan seperti rasa tidak nyaman pada perut, maag, mual, gas, perut kembung, konstipasi, dan diare.

Diet dan gaya hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan seseorang sering menderita masalah pencernaan. Dan perubahan gaya hidup tersebut dapat membantu mengatasi gejala yang ditimbulkan. Gangguan medis tertentu, konsumsi obat-obatan, atau intoleransi makanan juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman akibat gangguan pencernaan. Obat pencernaan alami atau home remedies dapat mengatasi gangguan pencernaan jangka pendek. Apabila Anda ingin hasil yang lebih permanen, perubahan gaya hidup dan diet sehat perlu menjadi pola yang rutin diikuti. Beberapa home remedies dan pola gaya hidup sehat tersebut di antaranya adalah:

  • Santai/relaks

Stres dapat memengaruhi sistem pencernaan. Banyak orang mengalami rasa tidak nyaman pada perut sebelum ujian atau acara besar. Namun, stres yang berkepanjangan dapat memengaruhi hubungan antara otak dan perut, menyebabkan masalah pencernaan yang tidak kunjung usai. Ada hubungan antara kesehatan fisik dan mental, dan mengurangi stres dapat memberikan dampak yang positif pada keduanya. Lembaga Psikologi Amerika merekomendasikan 3 cara kunci dalam mengatur stres, seperti memiliki jaringan pendukung yang baik, olahraga dengan rutin, dan mendapatkan cukup tidur.

Di hari yang sibuk, sering orang makan dengan cepat. Namun, hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan rasa tidak nyaman di perut. Miliki sedikit waktu untuk bersantai, khususnya sebelum dan setelah makan. Mengurangi stres dengan mencari dukungan dari sahabat atau keluarga serta membuat perubahan gaya hidup dapat mengatasi gangguan pencernaan.

  • Cobalah makanan yang difermentasi

Makanan-makanan yang telah difermentasi telah diurai sebagian atau seluruhnya oleh mikroorganisme seperti bakteri. Mikroorganisme tersebut bekerja dalam mengawetkan makanan, dan memiliki manfaat untuk kesehatan usus. Bakteri hidup secara alami di usus, beberapa dari mereka membantu mencerna makanan. Namun, tidak sedikit yang dapat menyebabkan masalah pencernaan, terutama apabila tersedia dalam jumlah yang banyak. Makanan yang difermentasi mengandung bakteri yang dapat memabantu mendukung sistem pencernaan sehat. Beberapa makanan difermentasi yang dapat menjadi obat pencernaan alami di antaranya adalah yogurt probiotik, sauerkraut, miso, roti sourdough, dan kefir. Menambahkan makanan-makanan tersebut ke dalam diet Anda dapat membantu meningkatkan pnencernaan.

  • Makan lebih banyak serat

Serat memiliki manfaat kesehatan yang beragam, mulai dari menurunkan kadar kolesterol hingga mengurangi risiko penyakit jantung. Serat juga dapat meningkatkan pencernaan dengan cara mengatur pergerakan usus. Menurut panduan diet nasional, orang dewasa perlu mengonsumsi serat sebanyak 30 gram setiap harinya. Sumber serat yang baik di antaranya adalah sayur dan buah, kacang-kacangan, dan gandum utuh. Anda juga perlu meminum banyak air guna memastikan bahwa serat dapat menyerap cukup air untuk dapat melewati sistem pencernaan dengan mudah.

Apablla gejala gangguan pencernaan terus terjadi selama beberapa minggu atau bahkan malah bertambah parah, mungkin hal ini disebabkan karena kondisi medis tertentu yang perlu mendapatkan atensi medis. Beberapa penyakit pencernaan yang umum dijumpai adalah penyakit celiac, alergi atau intoleransi makanan, sindrom iritasi usus, refluks asam, dan diverticulitis. Konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan serta obat pencernaan yang tepat sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

NAPZA: Definisi, Bahaya, dan Pencegahan Penyalahgunaannya

Penyalahgunaan NAPZA akan memberikan dampak hebat yang tidak dapat Anda hindari. Bukan hanya orang dewasa, NAPZA juga bisa disalahgunakan oleh kalangan remaja, terutama mereka yang tidak diperhatikan dengan baik oleh orang tuanya. Hasil survey Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba semakin meningkat setiap tahunnya dan hampir 90% dilakukan oleh kalangan pelajar atau mahasiswa. Oleh sebab itu, penting sekali memberikan edukasi terkait NAPZA, bahaya, dan pencegahan penyalahgunaannya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.  

Apakah itu NAPZA? Samakah dengan narkoba?

NAPZA adalah narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Kepanjangan NAPZA sama dengan narkoba, yaitu narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Perbedaan keduanya hanya pada penyebutannya saja. Istilah NAPZA digunakan dalam ilmu kesehatan, sedangkan narkoba lebih sering digunakan dalam dunia hukum, seperti hakim, jaksa, dan aparat kepolisian.

  1. Narkotika, adalah suatu zat atau obat sintetis atau semi sintetis yang dibuat dari tanaman atau bukan tanaman. Zat atau obat ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran, kehilangan rasa, dan ketergantungan.
  2. Psikotropika adalah zat alami atau sintetis yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat, sehingga menyebabkan perubahan yang khas, terutama mental dan perilaku.
  3. Zat adiktif lainnya adalah zat atau bahan selain narkotika dan psikotropika yang bisa memengaruhi otak dan menyebabkan ketergantungan.

Bahaya penyalahgunaan NAPZA.

Pada dasarnya, NAPZA ada untuk membantu tim medis dalam melakukan proses pengobatan, seperti:

  • Kokain: memberikan efek stimulan yang kuat, sehingga dapat meningkatkan kekuatan dan stamina tubuh.
  • Opinium: menghilangkan rasa sakit, mencegah diare, dan batuk.
  • Ganja: memiliki serat kuat untuk pembuat kantung. Biji ganja diolah sebagai bahan pembuat minyak.

Hanya saja, manfaatnya tersebut banyak disalahgunakan oleh orang-orang untuk menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan stamina. Penggunaan yang tidak sesuai dengan dosis seharusnya dapat menyebabkan kecanduan dan akhirnya, mereka tidak bisa berhenti untuk terus mengonsumsi NAPZA.

Hampir semua jenis NAPZA dapat meningkatkan kadar dopamin di otak, sehingga pengguna akan merasa senang setelah memakainya. Dopamin adalah neurotransmitter yang mengontrol rasa senang di otak. Seseorang yang kecanduan NAPZA, otaknya telah terbiasa dengan keberadaan dopamin yang tinggi. Akibatnya, jika ketersediaan dopamin tidak stabil, maka tubuh akan memberikan sinyal dan muncul keinginan untuk memakai NAPZA lagi. Inilah yang menyebabkan pengguna jadi kecanduan dan tidak bisa lepas dari narkoba.

Bahayanya, penggunaan NAPZA yang terus-menerus akan menciptakan kondisi toleransi obat. Kondisi ini membuat tubuh terus meminta narkoba dalam dosis yang tinggi untuk mencapai kadar yang sama. Lama-kelamaan, pecandu akan mengalami masalah kesehatan, mulai dari nyeri, berat badan turun, infeksi saluran pernapasan, serta masalah jantung dan reproduksi. Selain itu, juga mengganggu kondisi psikologis, seperti stres, depresi, sering merasa gelisah, dan menjadi lebih agresif. Tidak sedikit pula, pecandu narkoba berakhir dengan tindak kriminal, seperti mencuri demi bisa membeli narkoba.

Cara mencegah penyalahgunaan NAPZA.

Menurut Badan Narkotika Nasioanl Republik Indonesia, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan NAPZA, meliputi:

  1. Penyediaan informasi.

Memberikan informasi hendaknya dilakukan dengan hati-hati dan hindari informasi yang bersifat sensasional dan ambisius. Hal ini justru akan menantang keberanian seseorang untuk menguji sendiri kebenarannya.

  • Pendidikan secara efektif.

Melalui pendidikan yang efektif, maka seseorang dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mampu mengambil keputusan secara bijak. Anda juga bisa mengontrol gambaran negatif dalam diri sendiri dan mengatasi masalah mental secara efektif.  

  • Penyediaan pilihan yang bermakna.

Mengganti penggunaan bahan adiktif dengan kebutuhan dasar, yaitu bio-psiko-sosial-spiritual. Kebutuhan ini meliputi identitas diri, kebebasan berfikir dan berbuat, penghargaan terhadap diri sendiri, mengaktualisasikan diri, dan dapat diterima dalam suatu kelompok.

  • Pengenalan diri dan intervensi dini.

Deteksi dini terhadap kelompok remaja yang rawan terhadap NAPZA adalah langkah awal terbaik dalam pencegahan. Mulai dari yang terlihat iseng, sekedar coba-coba, hingga pengguna tetap ataupun yang ketinggalan. Tentunya, ini akan melibatkan kerjasama orang tua, guru, dan kelompok penting masyarakat lainnya. Bila perlu, dirujuk ke ahli psikolog atau psikiater.

  • Pelatihan keterampilan psikososial.

Pelatihan ini terbagi menjadi dua, yaitu psychological inoculation dan personal and social skill training. Tujuannya adalah mengajarkan remaja agar lebih berani dan mampu mengatakan tidak, sehingga tidak mudah terbujuk dengan ajakan, rayuan, atau tekanan untuk menggunakan NAPZA.

NAPZA berbahaya karena pemakai tidak menggunakannya untuk alasan medis dan dosis yang seharusnya. Pencegahan penyalahgunaan NAPZA harus dilakukan dengan kerjasama berbagai pihak. Mari, selamatkan diri dan keluarga tersayang Anda dari dampak buruk penyalahgunaan NAPZA.

Fakta Penting yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Mengonsumsi Trifed

Orang-orang yang memiliki alergi, biasanya apa yang mereka rasakan akan bisa menjadi sangat mengganggu. Mulain dari mata merah, hidur berair, bersin-bersin yang tidak kunjung berhenti, dan banyak reaksi lain yang sangat mengganggu. Dalam kondisi seperti ini, salah satu hal yang diperlukan adalah obat yang mengandung antihistamin dan dekongestan sekaligus, salah satu contohnya adalah Trifed.

Saat ini saya akan mengulas apa yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi Trifed. Tentu saya, yang paling awal perlu dilakukan adalah memastikan telah berkonsiltasi pada dokter sehingga tahu betul apa diagnosis dan dosis yang tepat. Jika sudah mengetahui dosis yang tepat, ketahui juga beberapa hal seperti di bawah ini. Trifed tidak diperuntukkan untuk mengobati kondisi-kondisi tertentu seperti:

  • Infeksi saluran pernapasan bagian bawah
  • Alergi pada asma
  • Penderita yang alergi terhadap antihistamin dan dekongestan
  • Penderita darah tinggi
  • Penderita glaucoma
  • Penderita kencing manis
  • Penderita jantung coroner
  • Sedang menjalani pengobatan dengan obat penghambat monoamine oksidase

Dosis konsumsi Trifed

Sebelum mengonsumsi Trifed, Anda juga perlu tahu dosis penggunaannya Berikut di antaranya:

  • Dewasa (3 hingga 4 kali sehari)

1 tablet

2 sendok takar (10 ml)

  • Anak-anak di atas 12 tahun (3 hingga 4 kali sehari)

1 tablet

10 ml

  • Anak 6-12 tahun (3 kali sehari)

½ tablet

5 ml (satu sendok takar)

  • Anak 4-6 taun (3 kali sehari)

¾ sendok takar

  • Anak 2-4 tahun (3 kali sehari)

2,5 ml (½ sendok takar Trifed sirup)

Namun demikian, perlu Anda ingat bahwa dosis setiap orang belum tentu sama. Berkonsultasilah pada dokter untuk tahu pasti berapa dosis yang tepat untuk Anda. Sampaikan juga reaksi alergi Anda setelah mengonsumsi obat ini. Terlebih untuk ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Anak-anak di bawah 2 tahun pun juga harus mengonsumsi Trifed dengan petunjuk dari dokter. Jika ada efek samping yang timbul, akan lebih baik jika Anda berhenti dan sampaikan apa yang dirasakan kepada dokter.

Mengatasi Parkinson dengan Bantuan Obat Clozapine

Apakah Anda pernah mendengar tentang penyakit Parkinson? Penyakit yang sering dikaitkan dengan usia senior, yaitu di atas usia 60-an ini merupakan suatu kelainan neurodegeneratif progresif yang dapat memengaruhi koordinasi tubuh seseorang.

Ketika penyakit ini semakin berkembang, penderita akan mengalami gangguan ketika berjalan atau berbicara. Selain itu, penyakit ini juga sering diikuti dengan gejala lain, seperti perubahan mental dan perilaku, gangguan tidur, depresi, rasa lelah, hingga gangguan ingatan.

Hingga saat ini, belum terdapat penanganan medis atau obat tertentu yang secara efektif dapat mengatasi penyakit Parkinson. Namun, terdapat beberapa obat yang secara signifikan membantu mengurangi dan memperbaiki gejala Parkinson. Selain itu dalam beberapa kasus tertentu, prosedur pembedahan juga dapat dilakukan oleh dokter untuk mengatasi gejala tersebut.

Seseorang yang mengalami penyakit Parkinson mengalami gangguan pada sel saraf di otak yang seharusnya bekerja memproduksi senyawa dopamin. Penurunan kadar dopamine ini dapat mengakibatkan penderita penyakit Parkinson mengalami kekakuan otot, tremor atau gemetar, dan perubahan pola jalan atau berbicara.

Dalam tahap lanjut atau stadium, komplikasi lebih parah dapat terjadi, sehingga dapat mengurangi kualitas hidup pasien. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Terganggunya pikiran dan ingatan.
  • Mengalami gangguan emosi yang cenderung mengarah pada depresi.
  • Gangguan makan.
  • Kesulitan buang air besar.
  • Gangguan tidur.

Clozapine pertolongan pertama untuk penderita Parkinson

Clozapine yang umumnya digunakan untuk mengatasi penyakit atau gangguan jiwa, ternyata dapat pula digunakan untuk menangani Parkinson. Obat ini bekerja dengan menyeimbangkan kembali zat kimia dalam otak. Dengan begitu, produksi dopamin dapat diseimbangkan, sehingga berdampak pada perbaikan sistem koordinasi tubuh atau pergerakan pada penderita Parkinson.

Walaupun begitu, jika Anda memutuskan untuk mengonsumsi obat ini, akan lebih baik jika dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter. Terutama jika terdapat kondisi kesehatan khusus, seperti:

  • Risiko stroke.
  • Riwayat penyakit jantung.
  • Glaukoma.
  • Pernah mendapatkan operasi perut bagian bawah.
  • Gangguan ginjal hati.
  • Sedang menyusui atau mengandung.
  • Riwayat sindrom QT yang berkepanjangan.
  • Riwayat kejang.

Mengulas Manfaat Mengonsumsi Becom Zet

Mengonsumsi suplemen tambahan, seperti Becom Zet merupakan hal wajar dan umum dilakukan. Suplemen seperti Becom Zet ini dijual secara bebas dan dapat dibeli tanpa memerlukan resep dokter. Namun, penggunaannya pun tetap harus mengikuti aturan dosis yang telah dilampirkan pada kemasan suplemen ini.

Memang, mengonsumsi suplemen Becom Zet dapat menguatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah merasa lelah atau lesu. Namun, Anda juga sepatutnya perlu waspadai dengan efek samping dari kebiasaan mengonsumsi Becom Zet. Informasi mengenai efek samping suplemen ini dapat Anda temukan pada kemasannya.

Manfaat apa saja yang didapatkan dari mengonsumsi Becom Zet?

Suplemen atau multivitamin Becom Zet tergolong dalam obat bebas. Hal tersebut berarti suplemen ini dapat dikonsumsi oleh siapa pun, terbebas dari Batasan usia, termasuk aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

Satu strip Becom Zet mengandung banyak vitamin, mineral, dan zinc yang dibutuhkan oleh tubuh. Keseluruhan kandungan tersebut dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh.

Hingga saat ini, belum ada efek samping signifikan yang dilaporkan akibat mengonsumsi Becom Zet. Dosis aman mengonsumsi suplemen ini yaitu 1 kaplet setiap hari.

Cara penggunaannya pun cukup mudah, Anda dapat mengonsumsi Becom Zet sesaat setelah makan. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pada saluran cerna.

Bagaimana efek Becom Zet bagi ibu hamil dan menyusui?

Ibu hamil pada dasarnya belum tentu tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi obat atau suplemen dan segala jenisnya. Namun sebenarnya, ketika ibu hamil mengonsumsi suplemen atau multivitamin, seperti Becom Zet, hal tersebut justru dapat mendukungnya untuk mendapatkan asupan vitamin dan mineral bagi dirinya dan janin yang dikandung.

Biasanya, dokter kandungan akan meresepkan multivitamin bagi ibu hamil agar kebutuhan akan zat-zat penting dalam tubuh dapat tetap terpenuhi. Becom Zet dalam hal ini aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Walaupun begitu, ibu hamil dan menyusui harus mengonsumsi suplemen ini sesuai dengan aturan dan anjuran yang telah diberikan.

Perhatikan Hal Berikut Ini Sebelum Konsumsi Arcalion

Tahukan Anda bahwa obat arcalion adalah obat yang tidak dijual secara bebas. Hal ini berarti untuk menggunakannya, Anda perlu memilik resep dari dokter terlebih dahulu. Obat arcalion biasanya digunakan untuk menangani penyakit depresi berat, gejala Alzheimer, kelelahan kronis serta penyakit lainnya. Adapun komposisi yang terdapat di dalam obat ini adalah sulbuitamine.

Sulbuitamine merupakan turunan dari thiamine yang merupakan sumber vitamin B1 yang berfungsi untuk meningkatkan kinerja otak yang berhubungan dengan daya ingat, konsentrasi, fokus dan mengatasi kelelahan. Oleh karena itu, obat arcalion ini biasa digunakan untuk pasien yang mengidap gejala Alzheimer.

Selain itu, arcalion juga memiliki beberapa efek samping, meskipun tidak terlalu sering terjadi, Anda tetap perlu mewaspadainya. Jika terjadi efek samping, obat ini bisa berbahaya untuk tubuh Anda. Jadi, sebelum mengonsumsi obat ini, Anda disarankan untuk mendapatkan informasi penuh dari dokter yang meresepkan arcalion. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi yaitu:

  • Tremor
  • Sakit kepala
  • Merasa mual
  • Reaksi alergi pada kulit
  • Gangguan pencernaan

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam mengonsumsi obat arcalion:

  • Simpanlah obat pada suhu ruangan dibawah 30 derajat Celsius dan jauhkan dari sinar matahari langsung
  • Konsumsi obat harus sesuai dengan resep dokter
  • Ibu hamil tidak disarankan mengonsumsi arcalion karena dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan janin
  • Tidak disarankan dikonsumsi bersamaan dengan kafein
  • Tidak disarankan dikonsumsi bersamaan dengan alkohol
  • Tidak disarankan untuk dikonsumsi bagian Anda yang memiliki hipersensitif terhadap komposisi arcalion.
  • Karena kandungan laktosa, obat arcalion ini memiliki kontraindikasi dengan kasus galaktosemia kongenital
  • Segera hentikan penggunaan jika terjadi alergi pada kulit
  • Jika alergi berlanjut, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan

Konsumsi obat arcalion dapat Anda minum saat pagi dan siang hari setelah makan. Usahakan untuk meminum obat ini pada saat perut sudah terisi. Untuk orang dewasa dosis yang digunakan yaitu 2-3 tablet per hari. Sebelum menggunakan obat sebaiknya Anda lakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Minumlah obat ini sesuai dengan anjuran dokter atau petunjuk pemakaian.