Arti Mimpi Keguguran

Selama menjalani masa kehamilan, ada berbagai hal yang perlu diwaspadai. Salah satunya termasuk mimpi. Mimpi saat hamil terjadi ketika mereka memasuki trimester ketiga masa kehamilan. Orang-orang yang memasuki tahap tersebut akan menebak arti mimpi keguguran dimana masalah tersebut bisa menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak baik atau benar dalam kehidupannya.

Ketika seorang ibu hamil mengalami hal tersebut dan bangun, mereka akan menunjukkan perasaan yang berbeda seperti senang, sedih, atau khawatir. Ibu hamil yang mengalami mimpi buruk dipicu oleh emosi.

Perbedaan Mimpi Orang Hamil Dengan Orang Yang Tidak Hamil

Ada beberapa hal yang membedakan antara mimpi orang hamil dan mimpi orang yang tidak hamil, antara lain:

  • Lebih sering bermimpi ketika tidur

Walaupun orang-orang hamil lebih sering bermimpi dibandingkan dengan orang-orang yang tidak hamil, hal tersebut merupakan hal yang wajar. Mimpi yang dialami ibu hamil bisa terjadi baik di siang maupun malam hari. Mereka lebih sering bermimpi karena mereka lebih mudah lelah ketika hamil sehingga mereka akan tidur.

  • Memiliki tema mimpi yang spesifik

Ibu hamil bersiap menyambut anggota keluarga baru. Namun, perasaan ibu hamil bisa berubah karena mereka juga bermimpi tentang bayi mereka. Mimpi tersebut bisa membawa suasana hati mereka dan mungkin khawatir jika ada sesuatu yang terjadi pada bayi mereka.

  • Mimpi dapat membuat ibu hamil cemas

Jika ibu hamil mengalami mimpi buruk, mereka akan cemas. Mereka berpikir bahwa mereka menemukan arti mimpi keguguran tersebut karena mimpi yang mereka alami dapat menunjukkan suatu kenyataan yang buruk.

  • Mimpi lebih menegangkan

Mimpi yang sering dialami ibu hamil bisa terlihat menegangkan karena mimpinya terasa lebih nyata, dan mereka perlu mengetahui apakah mimpi tersebut merupakan khayalan atau prediksi.

  • Mudah mengingat kembali mimpinya

Ibu hamil yang bangun dari mimpi akan mengingat lebih jelas seperti apa kejadiannya. Hal tersebut terjadi karena mereka mengalami emosi yang lebih menegangkan selama menjalani masa kehamilan. Emosi ibu hamil dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya termasuk perubahan hormon.

Faktor-Faktor Yang Menimbulkan Arti Mimpi Keguguran

Ibu hamil berpikir bahwa keguguran merupakan hal yang terakhir yang terjadi pada mimpinya. Namun, mimpi merupakan hal yang wajar terjadi pada siapapun, termasuk ibu hamil, dan ibu hamil tidak perlu khawatir. Arti mimpi keguguran bisa dialami ibu hamil karena alasan berikut:

  • Tahapan mengelola emosi

Mimpi dapat membantu seseorang memahami dan mengelola emosi berdasarkan kejadian tersebut. Meskipun mimpi yang dialami dapat memicu perasaan yang berbeda, hal tersebut bukan berarti menunjukkan apa yang akan terjadi di masa depan.

  • Pengalaman masa lalu

Ibu hamil yang pernah mengalami keguguran sebelumnya akan mengalami mimpi seperti ini lagi. Apa yang terjadi di masa lalu dapat meningkatkan perasaannya sehingga dapat dimasukkan ke dalam mimpi mereka.

  • Cemas sebelum persalinan

Semakin dekat dengan hari persalinan, semakin gugup perasaan yang mungkin terjadi pada ibu hamil. Faktor seperti ini juga dapat mempengaruhi pikiran mereka sehingga mereka bisa mengalaminya melalui mimpi.

  • Pengaruh situasi nyata

Ada berbagai hal yang dapat memicu mimpi keguguran berdasarkan situasi nyata. Contohnya, setelah melakukan persalinan, ibu yang baru melahirkan merasa khawatir karena bayinya lahir cacat.

Kesimpulan

Arti mimpi keguguran merupakan hal yang tidak nyata. Oleh karena itu, jika Anda sedang menjalani masa kehamilan, Anda tidak perlu khawatir tentang kondisi janin Anda. Namun, Anda tetap perlu melakukan hal-hal yang dapat menjaga kesehatan janin seperti mengkonsumsi makanan sehat.

Kenapa Seseorang Bisa Mengalami Aquaphobia? Lalu Bagaimana Pengobatannya

Aquaphobia merupakan ketakutan berlebihan akan air. Aquaphobia merupakan fobia spesifik, hal ini merupakan ketakutan irasional terhadap sesuatu yang tidak menyebabkan suatu bahaya. Orang-orang yang menderita fobia ini akan beranggapan bahwa air di laut, sungai, atau di mana saja menakutkan. Padahal sebagian besar dari mereka paham itu datang dari rasa cemas dan tidak nyaman saja.

Penderita aquaphobia biasanya akan mengalami rasa takut yang terus menerus, berlebihan atau tidak masuk akal saat terkena air. Penyebab fobia spesifik ini memang tidak dapat dipahami dengan baik, namun ada beberapa bukti bahwa fobia dapat diturunkan secara genetik

Artinya, jika Anda memiliki keluarga yang memiliki gangguan kesehatan mental seperti kecemasan atau fobia, Anda mungkin berisiko terserang fobia juga. Selain itu, aquaphobia juga sering disebabkan oleh peristiwa traumatis selama masa kanak-kanak, misalnya tenggelam.

Dan faktor trauma adalah penyebab phobia air atau aquaphobia yang paling umum. Selain hampir tenggelam, peristiwa-peristiwa macam kecelakaan kapal atau serangkaian kejadian menakutkan lainnya yang berhubungan dengan air juga bisa menimbulkan fobia ini.

Teori lain mengusulkan bahwa fobia adalah asosiasi yang dipelajari. Misalnya, seseorang dapat mengembangkan fobia tertentu setelah mengamati reaksi fobia pada orang lain, seperti orang tua, saudara, atau teman. Orang tersebut mungkin menginternalisasi reaksi ketakutan orang lain dan mengadopsi keengganan yang sama terhadap objek atau situasi.

Pengobatan Aquaphobia

Ternyata phobia juga bisa diobati. Untuk menerima pengobatan yang tepat, penyedia layanan kesehatan mental berlisensi harus mengevaluasi gejala orang tersebut dan mendiagnosis fobia spesifik mereka.

Selama evaluasi diagnostik, penyedia layanan kesehatan mental akan meninjau riwayat kesehatan seseorang. Mereka juga akan meminta individu untuk menggambarkan jenis, tingkat keparahan, dan durasi gejala mereka.

Kebanyakan orang dengan aquaphobia, dan fobia spesifik lainnya, menyadari bahwa mereka memiliki respons ketakutan yang ekstrem atau tidak rasional. Rasa kesadaran diri ini dapat mempercepat proses diagnosis.

Penyedia layanan kesehatan mental harus mengesampingkan jenis gangguan kecemasan lainnya, seperti:

  • Gangguan kecemasan umum;
  • Gangguan stres pasca-trauma;
  • Gangguan obsesif kompulsif;
  • Gangguan panik.

Kemudian, penyedia layanan kesehatan mental biasanya mengobati fobia spesifik dengan kombinasi terapi eksposur dan terapi perilaku kognitif (CBT). CBT merupakan terapi yang dilakukan dengan menantang pemikiran serta keyakinan Anda terhadap air. 

Terapi ini mengajarkan Anda untuk mengendalikan pikiran negatif tentang air dengan pikiran dan pesan yang jauh lebih positif. Hal ini bertujuan untuk mempelajari cara baru mengatasi rasa takut Anda. Selain itu, biasanya penyedia layanan kesehatan juga akan menyarankan Anda untuk melakukan perawatan rumahan dengan menulis jurnal, berlatih yoga, atau latihan pernapasan.

Semua terapi ini dilakukan untuk membuat Anda merasa lebih nyaman dengan air. Oleh karena itu, mintalah bantuan pada terapis yang tepat. Pasalnya, dengan bantuan terapis yang tepat, fobia Anda dapat dikelola bahkan bisa diatasi hingga tidak lagi kambuh.

Jadi kesimpulannya adalah; aquaphobia mengacu pada ketakutan atau keengganan yang intens terhadap air. Ini diklasifikasikan sebagai fobia spesifik. Orang sering mengembangkan fobia spesifik selama masa kanak-kanak. Seseorang mungkin mengembangkan aquaphobia setelah pengalaman emosional atau traumatis di dalam atau di dekat air. 

Mungkin juga seorang anak menginternalisasi respons fobia yang diamati dari orang tua atau pengasuh. Namun, aquaphobia sangat bisa diobati. Terapi pemaparan dan CBT adalah perawatan efektif yang membantu mengurangi perasaan takut, cemas, dan panik pada orang dengan fobia tertentu.

Emosi Dasar Manusia, Apa Sih Kegunaannya?

emosi dasar manusia

Rasa senang dan sedih termasuk sebagai emosi dasar manusia yang ternyata memiliki kegunaan penting. Emosi adalah reaksi tubuh terhadap situasi tertentu. Emosi dasar manusia terbagi menjadi 6 kategori menurut Paul Ekman termasuk sedih, senang, marah, muak, jijik, dan kaget. Emosi juga terbagi menjadi dua jenis yaitu emosi menyenangkan dan tidak menyenangkan. Lalu, apa saja kegunaan emosi dasar manusia?

Berbagai jenis emosi dasar manusia

Dunia psikologi berusaha mengidentifikasi berbagai jenis emosi yang dialami oleh manusia. Hingga tahun 2017, penelitian dilakukan dan mengatakan bahwa manusia memiliki setidaknya 27 kategori emosi. Perasaan manusia dianggap bergradasi dan menyebabkan interaksi sosial menjadi kompleks. Akan tetapi, emosi yang dianggap dasar hanya 6 dan pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Paul Ekman. Berikut 6 emosi dasar manusia tersebut.

  • Sedih

Sedih menjadi bagian dari emosi tidak menyenangakn yang ditandai oleh perasaan putus asa, kecewa, ketidaktertarikan, dan suasana hati yang muram. Kesedihan dapat dialami oleh seseorang dari waktu ke waktu yang dipicu oleh berbagai hal misalnya kematian kerabat dekat atau gagal mendapat pekerjaan impian. Rasa sedih dapat diekspresikan dengan menangis, diam, mengasingkan diri dari keramaian, serta lesu.

  • Senang

Berkebalikan dari sedih, emosi dasar berupa senang merupakan bagian dari emosi menyenangkan. Rasa senang bisa ditandai dengan perasaan puas, gembira, dan sejahtera. Ekspresi yang ditunjukkan ketika seseorang merasa senang yaitu sikap santai, ceria, dan tersenyum.

  • Marah

Marah dapat ditandai dengan rasa frustasi, perselisihan dengan orang lain, permusuhan, dan pergolakan batin. Kemarahan dapat ditunjukkan dengan ekspresi seperti melotot, mengerutkan kening, bicara kasar, berteriak, menendang, memukul, dan berperilaku agresif.

  • Muak

Rasa muak atau jijik juga termasuk kategori emosi dasar manusia. Berbagai hal seperti rasa, bau, dan pemandangan tidak menyenangkan dapat memicu rasa muak.Ekspresi yang dimunculkan ketika muak yaitu mengerutkan hidung, melengkungkan bibir atas, serta berusaha berpaling dari objek yang pemicu.

  • Takut

Untuk bertahan hidup, emosi dasar berupa takut cukup berperan penting. Emosi ini tergolong emosi yang kuat dan muncul ketika seseorang merasa ada ancaman terhadap dirinya. Saat merasa takut, tubuh dapat memberi respon seperti detak jantung dan napas yang menjadi cepat, berkeringat dingin, serta otot menjadi lebih tegang. Anda juga akan menjadi lebih waspada ketika rasa takut menghampiri. Ekspresi yang muncul saat takut yaitu melebarkan mata, bersembunyi, serta ingin lari atau melawan.

  • Kaget

Kategori emosi dasar manusia yang terakhir adalah kaget atau terkejut. Seseorang biasanya mengalami kaget dalam waktu singkat. Emosi ini dapat berjenis menyenangkan maupun tidak menyenangkan tergantung pada faktor pemicunya. Rasa kaget ditandai dengan ekspresi wajah seperti mengangkat alis, membuka mulut, dan melebarkan mata.

Kegunaan emosi dasar manusia

Emosi dasar manusia tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Seseorang tidak bisa menjalani hidup secara optimal tanpa peran emosi. Berikut ini merupakan kegunaan emosi dasar manusia bagi kehidupan.

  • Sebagai sarana mempertahankan hidup

Emosi dasar manusia dapat memberikan kekuatan untuk mempertahankan diri dari gangguan dan tantangan yang hadir. Emosi dasar manusia juga dapat membuat kehidupan sosial dapat berjalan dengan saling menguntungkan satu sama lain sehingga kebersamaan mungkin tercipta.

  • Sebagai pembawa pesan

Kegunaan emosi dasar manusia lainnya dapat menjadi pembawa pesan. Dengan adanya emosi, maka seseorang dapat memahami orang lain sehingga dapat bertindak dengan tepat pada berbagai jenis kondisi.

  • Sebagai pembangkit energi

Tanpa emosi, maka hidup yang dijalani akan terasa datar. Emosi dasar manusia membantu memberikan semangat dan energi sehingga seseorang mampu menjalani kehidupan. Selain itu, emosi manusia juga bisa membuat seseorang merasa sangat terpuruk. Dengan begitu, manusia akan terus belajar dan berkembang karena adanya emosi.

Dalam dunia psikologis, dikenal istilah kecerdasan emosional yaitu kemampuan menggunakan emosi untuk meningkatkan aktivitas berpikir seseorang. Kecerdasan emosional ini dianggap memiliki peran penting dalam kesuksesan seseorang, disamping kemampuan kognitif. Kecerdasan emosional ini dapat diasah. Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar emosi dasar manusia, Anda dapat bertanya pada dokter atau psikolog secara online melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Lakukan Hal Ini untuk Merasakan Manfaat Bersikap Optimis

Lakukan Hal Ini untuk Merasakan Manfaat Bersikap Optimis

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ciri-ciri kepribadian seperti optimisme dan pesimisme dapat memengaruhi banyak area kesehatan dan kesejahteraan Anda. Pikiran positif yang biasanya disertai dengan bersikap optimis adalah bagian penting dari manajemen stres yang efektif, dan manajemen stres yang efektif dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan.

Optimisme adalah sikap mental yang ditandai dengan harapan dan keyakinan akan kesuksesan dan masa depan yang positif. Orang optimis adalah orang yang mengharapkan hal-hal baik terjadi, sedangkan orang yang pesimis justru memprediksi hasil yang tidak diinginkan.

Orang optimis cenderung melihat kesulitan sebagai pengalaman belajar atau kemunduran sementara. Bahkan hari yang paling menyedihkan sekalipun memberikan janji bagi mereka bahwa “besok mungkin akan lebih baik.”

Jika Anda selalu melihat sisi yang lebih cerah dan bersikap optimis, Anda mungkin merasa mengalami lebih banyak peristiwa positif dalam hidup Anda daripada orang lain, stres berkurang, dan bahkan menikmati manfaat kesehatan yang lebih besar.

Jika Anda seorang yang bersikap optimis, ini pertanda baik untuk masa depan Anda. Penelitian menunjukkan bahwa genetika menentukan sekitar 25% tingkat optimisme Anda dan variabel lingkungan di luar kendali Anda, seperti status sosial ekonomi Anda juga memainkan peran penting. Tetapi hal ini tidak berarti bahwa Anda tidak dapat secara aktif memperbaiki sikap Anda.

Bersikap optimis telah dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan, termasuk keterampilan mengatasi yang lebih baik, tingkat stres yang lebih rendah, kesehatan fisik yang lebih baik, dan ketekunan yang lebih tinggi saat mengejar tujuan. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar dapat merasakan manfaat bersikap optimis:

  • Menjadi lebih perhatian 

Perhatian adalah fokus pada keterlibatan, perhatian, dan hadir di sini dan saat ini. Hal ini bisa menjadi teknik yang berguna untuk membantu Anda fokus pada apa yang penting saat ini dan menghindari kekhawatiran tentang kejadian di masa depan dan hal-hal yang berada di luar kendali Anda. Jika Anda hidup sepenuhnya pada saat ini, Anda cenderung tidak merenungkan pengalaman masa lalu yang negatif atau khawatir tentang kejadian yang akan datang. Hal ini memungkinkan Anda untuk merasa lebih menghargai apa yang Anda miliki sekarang dan mengurangi penyesalan dan kecemasan. Sehingga Anda pun mungkin akan merasakan manfaat seperti berkurangnya tingkat kecemasan dan stres saat bersikap optimis.

  • Praktekkan rasa syukur

Syukur dapat diartikan sebagai penghargaan atas apa yang penting dalam hidup Anda. Sebuah studi menemukan bahwa peserta yang ditugaskan untuk menulis di jurnal rasa syukur menunjukkan peningkatan optimisme dan ketahanan. Jika Anda mencoba mengembangkan sikap yang lebih optimis, sisihkan beberapa menit setiap hari untuk mencatat beberapa hal yang Anda butuhkan untuk bersyukur.

  • Tuliskan emosi positif Anda

Penelitian telah menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana seperti menuliskan pikiran positif dapat membantu meningkatkan Anda dalam bersikap optimis. Satu studi menemukan bahwa tulisan ekspresif yang berfokus pada emosi positif dikaitkan dengan penurunan tekanan mental dan peningkatan kesejahteraan mental sehingga termasuk dalam manfaat kesehatan mental Anda secara keseluruhan.

Bersikap optimis dapat memberikan Anda beberapa manfaat, dengan berfokus pada mempertahankan pendekatan yang sehat dan realistis terhadap kepositifan. Daripada hanya berfokus pada “tetap positif” dan mengabaikan emosi lain, tujuan yang harus Anda coba dalam bersikap optimis adalah untuk melihat sisi baiknya sambil tetap mengakui kesulitan situasi yang Anda hadapi.

Dampak Psikologis Jika Manusia Kekurangan Hormon Kebahagiaan

Tertawa dan bercanda dengan sahabat dekat dapat meningkatkan hormon kebahagiaan.

Hormon adalah pembawa pesan kimiawi antar-sel atau antar-kelompok sel. Secara garis besar, hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin, meski pada kenyataannya tidak sesederhana itu. Ada banyak macam dan jenis hormon, dan tiap-tiap mereka memiliki sel targetnya masing-masing. Manusia, karena mengenal konsep akal dan perasaan, akhirnya bisa memisahkan hormon berdasarkan kegunaannya. Salah satunya adalah yang disebut hormon kebahagiaan.

Ada empat hormon kebahagiaan yang dikenal manusia. Disebut “hormon kebahagiaan” lantaran sel target mereka menyasar sisi-sisi psikologis kita. Ketika empat hormon ini terpenuhi, manusia cenderung merasakan sensasi yang kita kenal dengan istilah bahagia. Keempat hormon tersebut adalah dopamin, serotonin, oksitosin, dan endorfin.

Lantas bagaimana jika tubuh manusia kekurangan atau tidak memiliki kadar yang cukup dari hormon-hormon tersebut? Secara garis besar jawabannya adalah seseorang akan merasa sedih lantaran di dalam tubuhnya tidak memiliki cukup sumber daya yang bisa membuatnya bahagia.

Namun, masing-masing dari hormon kebahagiaan tersebut memiliki dampak masing-masing apabila jumlahnya kurang atau tidak memenuhi kuota yang dibutuhkan. Berikut ini adalah penjelasan singkat soal dampak psikologis yang bisa dirasakan manusia jika kekurangan hormon kebahagiaan tersebut:

  • Kekurangan Hormon Oksitosin

Kekurangan hormon oksitosin ini tentu berpengaruh pada keadaan fisik dan mental seseorang, salah satunya adalah sikap kurang empati atau tak peduli pada perasaan dan kondisi orang lain. Kekurangan hormon oksitosin juga bisa menyebabkan depresi dan kecemasan.

  • Kekurangan Hormon Dopamin

Saat mengalami kekurangan hormon dopamin, saraf otak tidak dapat bekerja dengan efektif dalam mengirimkan sinyal. Akibatnya dapat mengganggu aktivitas otak dalam mengatur berbagai fungsi kognitif dan motorik tubuh.

Beberapa dampak psikologis yang dapat dialami manusia yang kekurangan hormon kebahagiaan ini antara lain:

  • Merasa tidak bertenaga
  • Penurunan gairah seksual
  • Merasa cemas
  • Mengalami gangguan mood, seperti merasa bersalah, low self-esteem, mood swing dan merasa sedih tanpa sebab yang jelas
  • Mengalami gejala depresi seperti keinginan bunuh diri atau melukai diri sendiri
  • Mengalami halusinasi dan delusi
  • Berperilaku impulsif dan destruktif

Kekurangan dopamin dapat disebabkan oleh kurangnya jumlah hormon dopamin yang diproduksi oleh tubuh atau adanya gangguan pada sel saraf otak akibat kondisi kesehatan. Kondisi ini juga berkaitan dengan penyakit tertentu seperti depresi, skizofrenia, gangguan psikosis dan penyakit Parkinson.

Defisiensi hormon dopamin juga berkaitan dengan penyalahgunaan obat-obatan. Otak penyalahguna obat dapat mengalami gangguan akibat otak berkurangnya reseptor dan proses produksi hormon dopamin. Mereka juga membutuhkan tingkat produksi hormon dopamin yang lebih tinggi untuk dapat merasakan manfaat dari hormon dopamin.

Pola makan yang tidak sehat seperti tinggi gula dan lemak jenuh dapat menurunkan produksi hormon dopamine. Selain itu, makanan tinggi lemak dan gula biasanya memiliki kadar nutrisi untuk menghasilkan hormon dopamin yang lebih sedikit seperti l-tirosin dan asam amino.

  • Kekurangan Hormon Endorfin

Hormon endorfin sudah banyak diyakini memiliki pengaruh yang besar terhadap psikologis manusia. Hormon ini memang memiliki manfaat sebagai pereda stres dan meningkatkan rasa kebahagiaan. Orang yang kekurangan hormon kebahagiaan ini bisa menderita:

  • Depresi
  • Gelisah
  • Murung
  • Perilaku impulsif

Untuk merangsang produksi hormon ini, seseorang dapat melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan, seperti rekreasi, apa pun bentuk atau jenis kegiatannya.

  • Kekurangan Hormon Serotonin

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ketidakseimbangan kadar serotonin memiliki pengaruh terhadap gangguan suasana hati yang mengarah pada stres, bahkan depresi. Salah satu penyebab seseorang kekurangan hormon ini adalah tidak tercukupinya kadar asam amino triptofan dalam tubuh. 

Asam amino triptofan merupakan salah satu bahan dasar hormon serotonin yang tidak diproduksi sendiri oleh tubuh, melainkan harus diperoleh dari makanan. Jadi ketika tubuh Anda kekurangan triptofan, kadar serotonin di dalam tubuh pun akan menurun, sehingga Anda bisa mengalami gangguan suasana hati, seperti cemas, marah, atau depresi.

***

Agar kesehatan mental dan kondisi psikologis Anda tetap baik, lakukanlah berbagai macam aktivitas yang dapat merangsang produksi hormon kebahagiaan tersebut. Pasalnya, ada hormon yang tak bisa diproduksi secara alami oleh tubuh. 

Selain melakukan aktivitas tertentu, makanan juga telah teruji dapat menambah kadar hormon kebahagiaan tersebut. Pastikan Anda selalu menjaga dan memperhatikan hormon-hormon tersebut agar dapat menjalani hari dan rutinitas dengan senyuman terkembang.

Simak Cara Tepat Menangani Orang dengan Kepribadian Ansos Berikut Ini

Mungkin Anda telah mengenal istilah ansos atau antisosial yang sering kali dihubungkan dengan ketidakmauan seseorang untuk bergaul atau berinteraksi dengan lingkungannya. Seseorang yang dilabeli dengan istilah ini cenderung memiliki perilaku yang gemar menyendiri dan menghindari situasi sosial.

Namun, hal tersebut nyatanya tidak sepenuhnya benar. Gangguan kepribadian ansos memiliki ciri atau tanda tertentu. Seperti apa ciri-ciri yang membedakan seseorang berkepribadian ansos dengan orang pada umumnya?

Ciri-ciri orang dengan gangguan kepribadian ansos

Beberapa hal yang perlu Anda waspadai jika terdapat seseorang dengan ciri berikut, kemungkinan orang tersebut memiliki gangguan kepribadian ansos:

  • Cenderung temperamental dan pemarah.
  • Memiliki sifat dan perilaku impulsif.
  • Gejala yang tampak dapat terlihat sejak masih anak-anak.
  • Berperilaku nekat dan ceroboh.
  • Tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap perbuatan yang dilakukan.
  • Cenderung melakukan tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar hukum.
  • Mengalami ketidakstabilan dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaan.
  • Tidak merasakan penyesalan atas kesalahan yang dilakukan.
  • Berperilaku manipulatif atau curang untuk mencapai keuntungan dan kepentingan pribadi.

Siapakah yang memiliki risiko mengidap gangguan kepribadian ansos?

Gangguan kepribadian ansos umumnya banyak diidap oleh laki-laki dibanding dengan perempuan. Hingga saat ini, belum dapat diketahui jelas alasan mengapa seseorang dapat mengidap gangguan kepribadian ansos.

Beberapa hal yang menjadi kemungkinan penyebab, antara lain faktor genetik atau turunan dari orang tua penderita dan adanya trauma pada kejadian di masa lalu ketika masih anak-anak, dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap gangguan kepribadian ansos.

Selain itu, seorang anak yang pernah mengalami tindak kekerasan atau masalah keluarga, memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk tumbuh dengan gangguan kepribadian ansos atau jenis gangguan kepribadian lainnya. Permasalahan keluarga yang dimaksud, seperti perilaku atau kebiasaan orang tua dalam menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan, konflik, pola asuh anak yang tidak sesuai, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Apakah gangguan kepribadian ansos dapat diobati?

Gangguan kepribadian ansos tergolong sebagai salah satu jenis gangguan kepribadian yang sulit untuk diobati. Walaupun begitu, masih terdapat beberapa kemungkinan atau alternatif bagi seseorang untuk dapat pulih dari gangguan ini, seperti:

  • Menjalani terapi CBT (Cognitive Behavioural Therapy) yang dilakukan dengan cara konsultasi dan berinteraksi dalam mengelola masalah dengan mengubah pola pikir dan perilaku pasien.
  • Terapi DTC (Democratic Therapeutic Communities) yang dikhususkan bagi orang-orang yang rawan tersinggung perasaannya, sehingga dapat membantu perkembangan kebutuhan emosional dan psikologis pasien.
  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti antipsikotik dan antidepresan.