6 Cara Cepat Hamil Setelah Menikah

Pasangan suami istri yang telah menikah tentu sangat ingin kehadiran sang buah hati di tengah-tengah keluarga. Ada yang dikaruniai cepat, ada pula yang mendapatkannya setelah penantian bertahun-tahun. Banyak faktor yang memengaruhi kehamilan, dan ini tidak hanya melibatkan wanita saja, tapi juga pihak pria. Mulai dari faktor kesuburan, kesiapan secara fisik, dan faktor pendukung lainnya yang saling berkesinambungan hingga kehamilan dapat terjadi. Berikut 6 cara cepat hamil yang dapat dilakukan oleh pasangan suami istri setelah menikah.

  • Catat masa subur.

Masa subur adalah waktu di mana peluang terjadinya pembuahan lebih tinggi dibandingkan waktu lainnya. Puncak masa subur adalah ovulasi, yaitu keluarnya sel telur dari indung telur yang siap dibuahi oleh sel sperma. Anda dapat menghitung masa subur dengan mencatat hari pertama menstruasi, lama menstruasi, dan hari pertama menstruasi pada bulan berikutnya.

Normalnya, siklus menstruasi wanita berlangsung selama 21-35 hari. Jika menstrusi tidak teratur, maka perhitungan masa subur menggunakan siklus menstruasi terpendek dan terpanjang. Dengan mengetahui masa subur, maka Anda bisa menjadwalkan hubungan intim bersama pasangan, karena periode ini peluang pembuahannya sangat tinggi.

  • Rutin berhubungan intim.

Rutin berhubungan intim bukan berarti Anda harus melakukannya setiap hari. Sejumlah studi menunjukkan hubungan intim yang dilakukan setiap dua hari sekali dalam seminggu dapat meningkatkan potensi kehamilan. Jika Anda telah mencatat masa subur, maka jadwalkan hubungan intim dengan pasangan mendekati masa-masa ovulasi dan di hari ovulasi. Namun ingat, tidak dianjurkan melakukannya setiap hari, ya. Hal ini agar proses pembentukan sel-sel sperma juga bisa berjalan dengan baik.

  • Atur posisi seks.

Mengatur posisi seks adalah cara cepat hamil yang tidak bisa Anda abaikan begitu saja. Memang, semua posisi seks itu tujuannya sama, yaitu bagaimana Anda dan pasangan bisa sama-sama menikmatinya. Hanya saja, ada beberapa posisi seks yang dianggap dapat meningkatkan peluang kehamilan lebih tinggi, seperti posisi seks klasik misionaris. Pihak wanita juga disarankan mengganjal bagian pinggul dengan bantal, agar memudahkan orgasme dan pergerakan sperma mencapai sel telur. Jika Anda memiliki rahim retrofleksi, maka posisi seks doggy style lebih disarankan.

  • Hindari menggunakan cairan pelumas di vagina.

Sebuah studi menunjukkan bahwa pelumas vagina dapat berpengaruh pada keseimbangan asam basa (pH) di dalam vagina. Hal ini menyebabkan pergerakan sel sperma berkurang untuk bisa mencapai sel telur. Bila Anda ingin menggunakan pelumas saat melakukan hubungan intim, maka pilih pelumas yang berbahan dasar air (water-based) dan tidak mengandung spermisida.

  • Konsumsi makanan peningkat kesuburan.

Mengonsumi makanan untuk kesuburan juga menjadi salah satu cara cepat hamil yang sangat penting dan harus Anda perhatikan. Sebisa mungkin, hindarilah makanan yang tinggi lemak, gula, kafein, alkohol, dan mengandung gas, seperti daun singkong, nangka, kol, lobak, dan durian. Anda dianjurkan memperbanyak asupan buah-buahan, sayur-sayuran, ikan, telur, dan kacang-kacangan untuk meningkatkan peluang kehamilan. Selain itu, ubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti tidak merokok dan rajin berolahraga, seperti senam kegel untuk memperkuat otot-otot panggul dan vagina.

  • Cek kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Jika Anda dan pasangan telah berusaha, tapi belum juga menunjukkan hasil, maka segeralah lakukan pemeriksaan kesehatan dengan dokter kandungan. Jika ditemukan adanya masalah kesehatan tertentu, dokter mungkin memberikan beberapa pengobatan untuk membantu mengatasinya. Anda juga dapat meminta saran dokter terkait vitamin atau suplemen khusus untuk menunjang kehamilan, seperti obat penguat kandungan dan asam folat.

Cara cepat hamil di atas dapat Anda praktikkan dengan mudah bersama dengan pasangan. Tidak kalah penting, jangan lupa untuk bahagia, tidak stres, dan istirahat yang cukup. Anda dan pasangan tidak perlu terlalu memikirkan jika ternyata bulan ini masih belum hamil. Terus perbanyak usaha dan berdoa, hasil adalah hadiah dari Yang Maha Kuasa. Jika kesehatan tubuh Anda terjaga dengan baik, maka peluang Anda untuk bisa hamil pun jadi lebih tinggi. Selamat mencoba!

Bolehkah Ibu Hamil Makan Cumi?

Cumi disebut sebagai salah satu makanan yang mengandung kolesterol tinggi dan berisiko menimbulkan alergi. Perdebatan mengenai bolehkah ibu hamil makan cumi memang selalu dipertanyakan. Terlebih bagi ibu hamil penggemar seafood.

Wanita dalam masa kehamilan memang harus memperhatikan asupan makanan yang masuk ke tubuh. Di balik kelezatan cumi, makanan laut yang satu ini dikhawatirkan mengandung bakteri sehingga ibu hamil perlu berhati-hati.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Cumi?

Menurut dr Anandika Pawitri, yang dikutip langsung dari sehatQ, menyebut bahwa ibu hamil diperbolehkan mengkonsumsi cumi atau jenis makanan laut lainnya. Namun, yang menjadi catatan adalah proses pengolahannya haruslah benar-benar matang sempurna. Mulai dari proses mencuci cumi hingga bersih sebelum diolah agar menghindari ibu hamil terkontaminasi bakteri. Selain itu, yang perku diperhatikan adalah kandungan merkuri dalam cumi atau dalam jenis seafood lainnya. Oleh karena itu, meskipun makan cumi diperbolehkan, tetapi harus ada batasan porsinya, tidak boleh dalam jumlah banyak.

Terlebih cumi termasuk tinggi kolesterol, sehingga ibu hamil yang ingin makan cumi diharapkan lebih berhati-hati dan memperhatikan porsi makannya.

Benarkah Cumi Bisa Menyebabkan Alergi pada Ibu Hamil?

Alergi cumi sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja, tidak hanya pada ibu hamil. Biasanya orang yang tidak mengalami alergi terhadap cumi sebelum hamil, kemungkinan besar juga tidak terkena alergi akibat cumi saat masa kehamilan. Meski begitu, ibu hamil juga harus memperhatikan gejala-gejala alergi akibat cumi, seperti kulit kemerahan, bibir membengkak, gatal-gatal, hingga sesak napas.

Cumi Mengandung Kolesterol yang Tinggi

Cumi memang sumber makaan yang sehat. Kandungan lemak jenuh cumi terbilang rendah. Namun yang membuatnya berbahaya adalah cara pengolahannya. Bila cumi diolah dengan cara digoreng dengan tepung, misalnya, membuat kadar lemak jenuh pada cumi semakin naik drastis.

Ketika ibu hamil ingin mengkonsumsi cumi, pilihlah cumi dengan olahan yang sehat. Seperti direbus, dipanggang, dan cara pengolahan tanpa minyak lainnya.

Sebenarnya, kandungan kolesterol pada ibu hamil memang naik, terlebih pada trimester kedua dan ketiga. Hal ini karena diperlukan untuk memproduksi hormon estrogen dan progesteron yang penting untuk kesehatan kehamilan. Selain itu, kolesterol juga baik untuk perkembangan sel otak, tangan dan kaki.

Setelah emapt hingga enam minggu setelah proses persalinan, kadar kolesterol pada ibu hamil akan turun. Jika tidak, maka sebaiknya periksakan ke dokter.

Manfaat Cumi Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil makan cumi sebenarnya diperbolehkan selama cara pengolahannya sehat dan porsi makannya tidak berlebihan. Di sisi lain, cumi mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh di masa kehamilan. Nutrisi tersebut adalah:

  • Protein

Cumi terbukti mengandung protein yang penting untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Protein membantu perkembangan sel dan menambah berat si kecil.

  • Zinc

Makanan laut seperti cumi kaya akan seng yang penting untuk produksi insulin dan enzim pada janin.

  • Zat Besi

Kandungan zat besi dalam cumi sangat dibutuhkan semalam masa kehamilan. Fungsi zat besi adalah untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin darah, serta memastikan aliran darah melalui dinding rahim.

  • Folat

Asam folat banyak terkandung dalam cumi yang merupakan salah satu nutrisi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.

  • Vitamin A

Cumi mengandung vitamin A yang baik untuk pertumbuhan kognitif janin dan mempertajam otak janin.

  • Vitamin B12

Vitamin B12 diperlukan untuk tumbuh kembang janin khususnya sistem saraf.

  • Vitamin C

Ternyata cumi mengandung vitamin C yang tinggi. Kandungan ini penting untuk menjaga kekebalan tubuh ibu hamil dan menghindari dari infeksi.

Jadi intinya, ibu hamil makan cumi itu diperbolehkan. Asalkan proses pengolahannya bersih, matang, dan sehat, serta porsi makannya dibatasi alias tidak berlebihan. Yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi makanan laut adalah kadang merkuri yang dapat membahayakan ibu dan janin. 

Aborsi, Aman Atau Tidak Aman?

Aborsi adalah prosedur untuk mengakhiri kehamilan. Aborsi biasanya dilakukan menggunakan obat atau pembedahan untuk mengangkat embrio atau janin dan plasenta dari uterus. Prosedur pembedahan sendiri dilakukan oleh seorang profesional perawatan kesehatan berlisensi.

Menurut WHO, aborsi aman jika dilakukan dengan metode yang direkomendasikan oleh WHO yang sesuai dengan durasi kehamilan dan jika orang yang memberikan atau mendukung aborsi terlatih secara profesional. Aborsi semacam itu dapat dilakukan dengan menggunakan tablet (aborsi medis) atau prosedur rawat jalan sederhana.

Aborsi obat, juga dikenal sebagai “pil aborsi,” adalah ketika Anda mengambil obat-obatan yang Anda dapatkan dari dokter atau perawat terlatih untuk mengakhiri kehamilan dini. Aborsi di klinik dilakukan di pusat kesehatan oleh dokter atau perawat terlatih.  Kedua jenis aborsi tersebut termasuk aman dan efektif.

Sedangkan aborsi yang tidak aman terjadi ketika kehamilan dihentikan, baik oleh orang yang tidak memiliki keterampilan yang diperlukan atau dalam lingkungan yang tidak sesuai dengan standar medis minimal atau keduanya. Prosedur aborsi yang tidak aman dapat melibatkan:

  • Penyisipan benda atau substansi seperti akar, ranting, atau kateter atau ramuan tradisional ke dalam rahim
  • Dilatasi dan kuretase dilakukan secara tidak benar oleh penyedia yang tidak memiliki keterampilan secara medis
  • Mengkonsumsi zat berbahaya dan penerapan kekuatan eksternal. Dalam beberapa keadaan, praktisi tradisional dengan keras memukul perut bagian bawah wanita untuk mengganggu kehamilan, yang dapat menyebabkan rahim pecah, dan dapat membunuh wanita tersebut.

Pada umumnya, wanita, termasuk remaja, dengan kehamilan yang tidak diinginkan, sering melakukan aborsi yang tidak aman ketika mereka tidak dapat mengakses aborsi yang aman. Hambatan untuk mengakses aborsi yang aman meliputi:

  • Hukum yang membatasi
  • Ketersediaan layanan yang buruk
  • Harga yang relatif tinggi
  • Stigma
  • Keberatan hati nurani dari penyedia layanan kesehatan
  • Persyaratan yang tidak perlu, seperti masa tunggu wajib, konseling wajib, penyediaan informasi menyesatkan, otorisasi pihak ketiga, dan tes medis yang tidak perlu yang menunda perawatan.

Tidak ada resiko bagi kemampuan Anda untuk memiliki anak di masa depan atau bagi kesehatan Anda secara keseluruhan. Selain itu, melakukan aborsi tidak meningkatkan resiko Anda terkena kanker payudara, dan itu tidak menyebabkan depresi atau masalah kesehatan mental.

Aborsi juga tidak menyebabkan infertilitas.  Faktanya, Anda mungkin dapat hamil dengan cepat setelah Anda melakukan aborsi. Sehingga, sangat perlu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai rencana pengendalian kelahiran setelah aborsi Anda.

Di Indonesia, tindakan aborsi harus dilakukan berdasarkan pertimbangan matang, baik dari sisi medis maupun psikologis. Prosedur ini hanya boleh dijalankan oleh dokter atas izin medis yang memang perlu ibu atau janin.