Rekomendasi Celana Dalam Ibu Hamil yang Nyaman Dikenakan

Kehamilan yang semakin membesar, menjadi salah satu perkara tersendiri bagi ibu hamil. Karena lingkar pinggang dan perut yang membesar, membuat pakaian lama dan celana dalam lama mereka tidak lagi muat sehingga ibu hamil harus menyiapkan baju hingga celana dalam khusus untuk  hamil. Namun memilih celana dalam ibu hamil tidak semudah memilih baju kehamilan. Karena celana dalam kehamilan tentu tidak akan bisa kamu coba kenakan saat membelinya.

Celana dalam ibu hamil umumnya lembut dan nyaman digunakan

Selain itu, celana dalam ibu hamil juga harus nyaman dikenakan dan terbuat dari bahan yang dapat menyerap keringat. Karena ada celana dalam dengan bahan tertentu yang dapat membuat ibu hamil merasa kepanasan hingga akhirnya daerah sekitar vagina lembab karena keringat. Hal tersebut tentu harus ibu hindari, karena daerah vagina yang lembab bisa meningkatkan risiko terkena infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih (ISK) dapat berakibat serius bagi ibu hamil dan janin di kandungan.

Rekomendasi Celana Dalam Ibu Hamil

Karena itu, ibu hamil harus teliti saat memilih celana dalam khusus hamil. Baik itu dari segi ukuran, bahan hingga model. Untuk membantu kamu menemukan celana dalam hamil yang tepat, berikut kami berikan rekomendasi beberapa merk celana dalam hamil.

  1. MOOIMOM High Waist Maternity Briefs

Terbuat dari bahan katun dan spandek yang lembut sehingga tidak akan membuat perut gatal dan membuat kamu kepanasan. Dengan desain high waist yang dapat mengikuti lekuk pinggang tanpa membuat kamu sesak. Kamu juga tidak perlu khawatir jika kehamilan semakin membesar, karena terdapat tali pada bagian pinggang yang dapat kamu gunakan untuk menyesuaikan ukuran perut.

Harga: Rp 99.000

  1. MOOIMOM Seamless High Waist Maternity Briefs

Berbeda dengan seri sebelumnya, model ini dirancang menggunakan bahan seamless yang lembut dan sejuk sehingga kamu akan merasa nyaman saat menggunakannya. Dengan desain high waist yang mampu menutupi bagian perut guna menjaga perut ibu hamil tetap hangat. Hadir dengan free size yang bisa kamu gunakan hingga trimester ketiga karena memiliki bahan elastis.

Harga: Rp 149.000

  1. Mamaway Antibacterial Maternity High-Rise Briefs

Terbuat dari serat spandex yang tahan terhadap bakteri serta mampu menyerap keringat serta menjaga sirkulasi udara sehingga daerah kewanitaan tidak lembab saat menggunakannya. Memiliki kandungan anti alergi dengan AG+ Silver Ion yang mampu menghentikan pertumbuhan bakteri, anti bau serta tidak menyebabkan iritasi. Karena itu, celana dalam ini juga dapat kamu gunakan setelah menjalankan operasi caesar.

Harga: Rp 350.000 (2 pcs)

  1. Sorex Maternity Panty 1134

Celana dalam ibu hamil kali ini datang dari brand Sorex yang sudah cukup banyak dikenal kaum wanita. Memiliki jenis under the bump yang berada di bawah perut. Model jenis ini cocok bagi kamu yang merasa kepanasan saat memakai model high waist, selain itu model ini juga cocok digunakan bagi kamu yang sering mengalami gatal di bagian perut.

Harga: Rp 24.990

  1. TALLY 9820 Celana Dalam Hamil

Merupakan celana dalam ibu hamil yang memiliki motif menarik dengan model low waist atau under the bump. Dengan bahan katun lembut yang bisa menyerap keringat sehingga nyaman saat kamu menggunakannya. Kamu juga bisa menggunakan celana dalam ini hingga kehamilan trimester akhir. Bahkan kamu tetap bisa memakainya meski tidak sedang mengandung.

Harga: Rp 25.999

Kamu bisa memilih beberapa celana dalam ibu hamil diatas sesuai keinginan. Sekedar informasi, kamu bisa memilih celana dalam berwarna terang guna mengetahui jika ada flek yang keluar.

Tanya Dokter Kandungan Seputar Berbagai Komplikasi Kehamilan Ini

Kebanyakan kehamilan dapat sukses terjadi tanpa adanya komplikasi kesehatan yang perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, bagi beberapa wanita hamil, mereka akan mengalami komplikasi yang dapat berisiko terhadap kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, atau bahkan keduanya. Terkadang, penyakit atau kondisi kesehatan medis tertentu yang dimiliki oleh seorang ibu hamil sebelum kehamilan dapat menyebabkan komplikasi pada saat mereka hamil. Terkadang, beberapa komplikasi terjadi pada saat persalinan. Namun, meskipun memiliki komplikasi, deteksi dini dan perawatan prenatal (sebelum melahirkan) dapat mengurangi risiko lebih parah bagi ibu dan bayi. Oleh karena itulah, pemeriksaan dan tanya dokter kandungan apabila ada gejala-gejala tidak normal muncul penting untuk dilakukan. 

Image result for dokter kandungan
Source: motherandbaby.co.id

Beberapa komplikasi yang paling sering dijumpai pada saat kehamilan di antaranya adalah tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, preeklampsia, persalinan prematur, dan keguguran. Jika Anda sudah memiliki kondisi atau penyakit kronis, diskusikan dan tanya dokter kandungan bagaimana cara meminimalisir komplikasi sebelum Anda hamil. Di sisi lain, apabila Anda sudah hamil, dokter perlu memantau kehamilan Anda dengan rutin. Beberapa contoh penyakit dan kondisi yang umum dijumpai yang menyebabkan komplikasi pada masa kehamilan di antaranya adalah diabetes, kanker, tekanan darah tinggi, infeksi, penyakit menular seksual (termasuk salah satunya adalah HIV), gangguan ginjal, epilepsi, dan anemia. Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko Anda menderita komplikasi di antaranya adalah hamil pada usia 35 tahun atau lebih, hamil pada usia muda, memiliki gangguan makan (anorexia), merokok, menggunakan obat-obatan ilegal atau terlarang, minum alkohol, memiliki riwayat medis pernah menderita persalinan prematur atau keguguran, dan mengandung kembar. 

Jenis komplikasi yang paling sering dijumpai

Gejala normal kehamilan dan gejala komplikasi terkadang sulit untuk dibedakan. Meskipun kebanyakan gangguan bersifat ringan dan tidak berkembang lebih parah, Anda tetap terus harus tanya dokter kandungan apabila Anda memiliki kekhawatiran apapun pada saat hamil. Kebanyakan komplikasi kehamilan dapat diatasi dengan perawatan yang cepat. Beberapa komplikasi tersebut di antaranya adalah:

  • Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi terjadi ketika arteri yang membawa darah dari jantung ke organ tubuh dan plasenta menjadi menyempit. Kondisi ini diasosiasikan dengan risiko tinggi komplikasi lain, seperti preeclampsia. Hal ini menyebabkan Anda memiliki risiko mengalami kelahiran prematur. Kondisi ini juga meningkatkan risiko memilik bayi berukuran kecil. Sangat penting untuk mengatur tekanan darah Anda dengan obat-obatan pada saat hamil. 

  • Diabetes gestasi

Diabetes gestasi terjadi ketika tubuh tidak dapat memproses gula dengan efektif. Hal ini menyebabkan level gula yang lebih tinggi dari norma di dalam aliran darah. Beberapa wanita perlu memodifikasi diet mereka untuk membantu mengontrol level gula darah. Beberapa yang lain perlu menggunakan insulin untuk menjaga gula darah mereka dalam level yang terkontrol. Diabetes gestasi biasanya akan sembuh seusai persalinan. 

  • Persalinan prematur

Kondisi ini terjadi ketika Anda melahirkan sebelum minggu ke 37 kehamilan. Ini adalah saat organ tubuh bayi, misalnya paru-paru dan otak, belum selesai berkembang. Beberapa obat-obatan dapat menghentikan persalinan. Dokter biasanya merekomendasikan istirahat guna mencegah bayi lahir terlalu dini. 

Apabila Anda hamil, jangan segan untuk tanya dokter kandungan apabila Anda merasa ada tanda-tanda suatu masalah kesehatan. Hubungi dokter secepatnya apabila gejala seperti pendarahan dari vagina, pembengkakan tiba-tiba di tangan atau wajah, rasa nyeri di perut, demam, sakit kepala parah, pusing, sering muntah, dan pandangan yang kabur terjadi. 

6 Cara Cepat Hamil Setelah Menikah

Pasangan suami istri yang telah menikah tentu sangat ingin kehadiran sang buah hati di tengah-tengah keluarga. Ada yang dikaruniai cepat, ada pula yang mendapatkannya setelah penantian bertahun-tahun. Banyak faktor yang memengaruhi kehamilan, dan ini tidak hanya melibatkan wanita saja, tapi juga pihak pria. Mulai dari faktor kesuburan, kesiapan secara fisik, dan faktor pendukung lainnya yang saling berkesinambungan hingga kehamilan dapat terjadi. Berikut 6 cara cepat hamil yang dapat dilakukan oleh pasangan suami istri setelah menikah.

  • Catat masa subur.

Masa subur adalah waktu di mana peluang terjadinya pembuahan lebih tinggi dibandingkan waktu lainnya. Puncak masa subur adalah ovulasi, yaitu keluarnya sel telur dari indung telur yang siap dibuahi oleh sel sperma. Anda dapat menghitung masa subur dengan mencatat hari pertama menstruasi, lama menstruasi, dan hari pertama menstruasi pada bulan berikutnya.

Normalnya, siklus menstruasi wanita berlangsung selama 21-35 hari. Jika menstrusi tidak teratur, maka perhitungan masa subur menggunakan siklus menstruasi terpendek dan terpanjang. Dengan mengetahui masa subur, maka Anda bisa menjadwalkan hubungan intim bersama pasangan, karena periode ini peluang pembuahannya sangat tinggi.

  • Rutin berhubungan intim.

Rutin berhubungan intim bukan berarti Anda harus melakukannya setiap hari. Sejumlah studi menunjukkan hubungan intim yang dilakukan setiap dua hari sekali dalam seminggu dapat meningkatkan potensi kehamilan. Jika Anda telah mencatat masa subur, maka jadwalkan hubungan intim dengan pasangan mendekati masa-masa ovulasi dan di hari ovulasi. Namun ingat, tidak dianjurkan melakukannya setiap hari, ya. Hal ini agar proses pembentukan sel-sel sperma juga bisa berjalan dengan baik.

  • Atur posisi seks.

Mengatur posisi seks adalah cara cepat hamil yang tidak bisa Anda abaikan begitu saja. Memang, semua posisi seks itu tujuannya sama, yaitu bagaimana Anda dan pasangan bisa sama-sama menikmatinya. Hanya saja, ada beberapa posisi seks yang dianggap dapat meningkatkan peluang kehamilan lebih tinggi, seperti posisi seks klasik misionaris. Pihak wanita juga disarankan mengganjal bagian pinggul dengan bantal, agar memudahkan orgasme dan pergerakan sperma mencapai sel telur. Jika Anda memiliki rahim retrofleksi, maka posisi seks doggy style lebih disarankan.

  • Hindari menggunakan cairan pelumas di vagina.

Sebuah studi menunjukkan bahwa pelumas vagina dapat berpengaruh pada keseimbangan asam basa (pH) di dalam vagina. Hal ini menyebabkan pergerakan sel sperma berkurang untuk bisa mencapai sel telur. Bila Anda ingin menggunakan pelumas saat melakukan hubungan intim, maka pilih pelumas yang berbahan dasar air (water-based) dan tidak mengandung spermisida.

  • Konsumsi makanan peningkat kesuburan.

Mengonsumi makanan untuk kesuburan juga menjadi salah satu cara cepat hamil yang sangat penting dan harus Anda perhatikan. Sebisa mungkin, hindarilah makanan yang tinggi lemak, gula, kafein, alkohol, dan mengandung gas, seperti daun singkong, nangka, kol, lobak, dan durian. Anda dianjurkan memperbanyak asupan buah-buahan, sayur-sayuran, ikan, telur, dan kacang-kacangan untuk meningkatkan peluang kehamilan. Selain itu, ubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti tidak merokok dan rajin berolahraga, seperti senam kegel untuk memperkuat otot-otot panggul dan vagina.

  • Cek kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Jika Anda dan pasangan telah berusaha, tapi belum juga menunjukkan hasil, maka segeralah lakukan pemeriksaan kesehatan dengan dokter kandungan. Jika ditemukan adanya masalah kesehatan tertentu, dokter mungkin memberikan beberapa pengobatan untuk membantu mengatasinya. Anda juga dapat meminta saran dokter terkait vitamin atau suplemen khusus untuk menunjang kehamilan, seperti obat penguat kandungan dan asam folat.

Cara cepat hamil di atas dapat Anda praktikkan dengan mudah bersama dengan pasangan. Tidak kalah penting, jangan lupa untuk bahagia, tidak stres, dan istirahat yang cukup. Anda dan pasangan tidak perlu terlalu memikirkan jika ternyata bulan ini masih belum hamil. Terus perbanyak usaha dan berdoa, hasil adalah hadiah dari Yang Maha Kuasa. Jika kesehatan tubuh Anda terjaga dengan baik, maka peluang Anda untuk bisa hamil pun jadi lebih tinggi. Selamat mencoba!

Bolehkah Ibu Hamil Makan Cumi?

Cumi disebut sebagai salah satu makanan yang mengandung kolesterol tinggi dan berisiko menimbulkan alergi. Perdebatan mengenai bolehkah ibu hamil makan cumi memang selalu dipertanyakan. Terlebih bagi ibu hamil penggemar seafood.

Wanita dalam masa kehamilan memang harus memperhatikan asupan makanan yang masuk ke tubuh. Di balik kelezatan cumi, makanan laut yang satu ini dikhawatirkan mengandung bakteri sehingga ibu hamil perlu berhati-hati.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Cumi?

Menurut dr Anandika Pawitri, yang dikutip langsung dari sehatQ, menyebut bahwa ibu hamil diperbolehkan mengkonsumsi cumi atau jenis makanan laut lainnya. Namun, yang menjadi catatan adalah proses pengolahannya haruslah benar-benar matang sempurna. Mulai dari proses mencuci cumi hingga bersih sebelum diolah agar menghindari ibu hamil terkontaminasi bakteri. Selain itu, yang perku diperhatikan adalah kandungan merkuri dalam cumi atau dalam jenis seafood lainnya. Oleh karena itu, meskipun makan cumi diperbolehkan, tetapi harus ada batasan porsinya, tidak boleh dalam jumlah banyak.

Terlebih cumi termasuk tinggi kolesterol, sehingga ibu hamil yang ingin makan cumi diharapkan lebih berhati-hati dan memperhatikan porsi makannya.

Benarkah Cumi Bisa Menyebabkan Alergi pada Ibu Hamil?

Alergi cumi sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja, tidak hanya pada ibu hamil. Biasanya orang yang tidak mengalami alergi terhadap cumi sebelum hamil, kemungkinan besar juga tidak terkena alergi akibat cumi saat masa kehamilan. Meski begitu, ibu hamil juga harus memperhatikan gejala-gejala alergi akibat cumi, seperti kulit kemerahan, bibir membengkak, gatal-gatal, hingga sesak napas.

Cumi Mengandung Kolesterol yang Tinggi

Cumi memang sumber makaan yang sehat. Kandungan lemak jenuh cumi terbilang rendah. Namun yang membuatnya berbahaya adalah cara pengolahannya. Bila cumi diolah dengan cara digoreng dengan tepung, misalnya, membuat kadar lemak jenuh pada cumi semakin naik drastis.

Ketika ibu hamil ingin mengkonsumsi cumi, pilihlah cumi dengan olahan yang sehat. Seperti direbus, dipanggang, dan cara pengolahan tanpa minyak lainnya.

Sebenarnya, kandungan kolesterol pada ibu hamil memang naik, terlebih pada trimester kedua dan ketiga. Hal ini karena diperlukan untuk memproduksi hormon estrogen dan progesteron yang penting untuk kesehatan kehamilan. Selain itu, kolesterol juga baik untuk perkembangan sel otak, tangan dan kaki.

Setelah emapt hingga enam minggu setelah proses persalinan, kadar kolesterol pada ibu hamil akan turun. Jika tidak, maka sebaiknya periksakan ke dokter.

Manfaat Cumi Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil makan cumi sebenarnya diperbolehkan selama cara pengolahannya sehat dan porsi makannya tidak berlebihan. Di sisi lain, cumi mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh di masa kehamilan. Nutrisi tersebut adalah:

  • Protein

Cumi terbukti mengandung protein yang penting untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Protein membantu perkembangan sel dan menambah berat si kecil.

  • Zinc

Makanan laut seperti cumi kaya akan seng yang penting untuk produksi insulin dan enzim pada janin.

  • Zat Besi

Kandungan zat besi dalam cumi sangat dibutuhkan semalam masa kehamilan. Fungsi zat besi adalah untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin darah, serta memastikan aliran darah melalui dinding rahim.

  • Folat

Asam folat banyak terkandung dalam cumi yang merupakan salah satu nutrisi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.

  • Vitamin A

Cumi mengandung vitamin A yang baik untuk pertumbuhan kognitif janin dan mempertajam otak janin.

  • Vitamin B12

Vitamin B12 diperlukan untuk tumbuh kembang janin khususnya sistem saraf.

  • Vitamin C

Ternyata cumi mengandung vitamin C yang tinggi. Kandungan ini penting untuk menjaga kekebalan tubuh ibu hamil dan menghindari dari infeksi.

Jadi intinya, ibu hamil makan cumi itu diperbolehkan. Asalkan proses pengolahannya bersih, matang, dan sehat, serta porsi makannya dibatasi alias tidak berlebihan. Yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi makanan laut adalah kadang merkuri yang dapat membahayakan ibu dan janin. 

Aborsi, Aman Atau Tidak Aman?

Aborsi adalah prosedur untuk mengakhiri kehamilan. Aborsi biasanya dilakukan menggunakan obat atau pembedahan untuk mengangkat embrio atau janin dan plasenta dari uterus. Prosedur pembedahan sendiri dilakukan oleh seorang profesional perawatan kesehatan berlisensi.

Menurut WHO, aborsi aman jika dilakukan dengan metode yang direkomendasikan oleh WHO yang sesuai dengan durasi kehamilan dan jika orang yang memberikan atau mendukung aborsi terlatih secara profesional. Aborsi semacam itu dapat dilakukan dengan menggunakan tablet (aborsi medis) atau prosedur rawat jalan sederhana.

Aborsi obat, juga dikenal sebagai “pil aborsi,” adalah ketika Anda mengambil obat-obatan yang Anda dapatkan dari dokter atau perawat terlatih untuk mengakhiri kehamilan dini. Aborsi di klinik dilakukan di pusat kesehatan oleh dokter atau perawat terlatih.  Kedua jenis aborsi tersebut termasuk aman dan efektif.

Sedangkan aborsi yang tidak aman terjadi ketika kehamilan dihentikan, baik oleh orang yang tidak memiliki keterampilan yang diperlukan atau dalam lingkungan yang tidak sesuai dengan standar medis minimal atau keduanya. Prosedur aborsi yang tidak aman dapat melibatkan:

  • Penyisipan benda atau substansi seperti akar, ranting, atau kateter atau ramuan tradisional ke dalam rahim
  • Dilatasi dan kuretase dilakukan secara tidak benar oleh penyedia yang tidak memiliki keterampilan secara medis
  • Mengkonsumsi zat berbahaya dan penerapan kekuatan eksternal. Dalam beberapa keadaan, praktisi tradisional dengan keras memukul perut bagian bawah wanita untuk mengganggu kehamilan, yang dapat menyebabkan rahim pecah, dan dapat membunuh wanita tersebut.

Pada umumnya, wanita, termasuk remaja, dengan kehamilan yang tidak diinginkan, sering melakukan aborsi yang tidak aman ketika mereka tidak dapat mengakses aborsi yang aman. Hambatan untuk mengakses aborsi yang aman meliputi:

  • Hukum yang membatasi
  • Ketersediaan layanan yang buruk
  • Harga yang relatif tinggi
  • Stigma
  • Keberatan hati nurani dari penyedia layanan kesehatan
  • Persyaratan yang tidak perlu, seperti masa tunggu wajib, konseling wajib, penyediaan informasi menyesatkan, otorisasi pihak ketiga, dan tes medis yang tidak perlu yang menunda perawatan.

Tidak ada resiko bagi kemampuan Anda untuk memiliki anak di masa depan atau bagi kesehatan Anda secara keseluruhan. Selain itu, melakukan aborsi tidak meningkatkan resiko Anda terkena kanker payudara, dan itu tidak menyebabkan depresi atau masalah kesehatan mental.

Aborsi juga tidak menyebabkan infertilitas.  Faktanya, Anda mungkin dapat hamil dengan cepat setelah Anda melakukan aborsi. Sehingga, sangat perlu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai rencana pengendalian kelahiran setelah aborsi Anda.

Di Indonesia, tindakan aborsi harus dilakukan berdasarkan pertimbangan matang, baik dari sisi medis maupun psikologis. Prosedur ini hanya boleh dijalankan oleh dokter atas izin medis yang memang perlu ibu atau janin.