Inilah Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Heartburn

Beberapa di antara Anda mungkin pernah merasakan sensasi terbakar di dada, kadang disertai dengan rasa pahit di kerongkongan dan mulut. Inilah yang disebut dengan heartburn.

Istilah heartburn mungkin tidak cukup dikenal, banyak orang lebih familier dengan sebutan nyeri ulu hati. Kondisi ini biasanya semakin buruk ketika Anda baru selesai makan dalam jumlah besar atau sedang berbaring.

Kondisi ini sebetulnya dapat diatasi di rumah saja. Tidak mengharuskan penanganan medis khusus. Akan tetapi, jika kondisi tersebut membuat Anda kesulitan makan atau menelan, mungkin saja gejala tersebut merupakan tanda gangguan medis yang lebih serius.

Mengenal penyebab heartburn

Umumnya, heartburn terjadi karena isi perut, termasuk asam lambung, naik ke kerongkongan (esofagus). Hal ini biasanya disebabkan oleh melemahnya otot sfingter di esofagus.

Esofagus atau kerongkongan bertugas menjadi saluran makanan dari mulut ke lambung. Di ujung saluran esofagus, terdapat otot sfingter. Bila berfungsi normal, otot sfingter ini akan menutup saat makanan meninggalkan kerongkongan dan memasuki lambung.

Namun, pada beberapa orang otot sfingter tersebut tidak berfungsi dengan baik atau melemah. Itulah sebabnya, isi perut dapat naik kembali ke kerongkongan atau disebut juga dengan reflux. Asam lambung yang turut naik ke kerongkongan dapat mengiritasi, akibatnya muncul nyeri ulu hati atau heartburn.

Di samping itu, beberapa kebiasaan atau gaya hidup dapat memperburuk kondisi nyeri ulu hati ini. Mengonsumsi kopi, cokelat, atau alkohol misalnya, termasuk hal yang dapat memperburuk nyeri ulu hati.

Merokok, berbaring setelah makan, mengonsumsi makanan pedas, serta minum obat-obatan tertentu, juga dapat menjadi faktor yang memperburuk. Risiko heartburn juga meningkat karena adanya kondisi tertentu, seperti kelebihan berat badan atau sedang mengandung.

Mengalami heartburn, perlukan berkonsultasi dengan dokter?

Banyak orang kadang mengalami heartburn. Umumnya, kondisi ini dapat reda kembali. Tapi, bila Anda mengalami nyeri ulu hati hingga dua kali dalam seminggu atau tidak ada perbaikan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Sebab hal ini dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Heartburn sering kali terjadi bersamaan dengan masalah pencernaan lain, seperti ulcer atau luka pada lapisan kerongkongan dan lambung. Bisa juga terjadi bersamaan dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

Lalu, kapan persisnya Anda perlu menghubungi dokter?

Pertama, bila heartburn membuat Anda kesulitan menelan atau merasa nyeri saat menelan. Begitu juga bila napas menjadi pendek, terasa pusing, berkunang-kunang, berkeringat dan dada terasa nyeri, serta muncul rasa nyeri yang menjalar dari punggung ke bahu.

Jika heartburn juga disertai dengan perubahan kotoran, menjadi gelap atau berdarah, Anda juga perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Nyeri ulu hati sebetulnya tidak ada kaitannya dengan serangan jantung. Tapi, banyak orang merasa mengalami serangan jantung karena gejalanya yang hampir serupa.

Merawat heartburn

Bagi Anda yang mengalami heartburn, melakukan beberapa tindakan perawatan di rumah dapat membantu meredakan gangguan tersebut. Misal tidak berbaring setelah makan, tidak merokok, membatasi konsumsi cokelat, kopi, atau alkohol.

Memilih asupan makanan juga sangat membantu mengurangi heartburn,sebab beberapa makanan dapat meningkatkan risiko terjadinya heartburn. Jeruk, tomat, peppermint, gorengan, serta minuman bersoda merupakan beberapa contoh makanan dan minuman yang dapat meningkatkan risiko nyeri ulu hati. Maka, menghindari jenis-jenis makanan tersebut akan sangat membantu.

Karena risiko heartburn lebih tinggi pada orang dengan kelebihan berat badan, makan menjaga berat badan tetap ideal juga sangat membantu untuk menghindari gangguan ini.

Cara Melegakan Telinga yang Tersumbat Akibat Barotrauma

Efek samping yang sering dirasakan saat kita bepergian dengan pesawat terbang adalah telinga yang rasanya seperti tersumbat sepanjang penerbangan. Hal ini juga sering terjadi saat kita berkendara ke pegunungan atau naik lift di gedung yang terlalu tinggi. Keluhan tersebut bernama Barotrauma yang terjadi akibat tekanan udara di luar telinga dan di dalam telinga yang tidak seimbang.

Sebelum pesawat lepas landas atau mendarat, para pramugari terkadang membagikan permen pada penumpang pesawat. Hal ini dilakukan karena mengulum dan mengunyah permen dapat meredakan Barotrauma saat tekanan udara berubah secara drastis setelah pesawat menuju ketinggian tertentu atau menurunkan ketinggian sebelum mendarat.

Pada telinga bagian tengah terdapat gendang telinga serta saluran kecil bernama tuba eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung dan tenggorokan. Tuba eustachius juga berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara di dalam telinga dengan tekanan udara di luar telinga. Oleh karena itu, saat pesawat yang kita tumpangi menaikkan atau menurunkan ketinggian terbangnya, terjadi perubahan mendadak pada tekanan udara. Sama halnya saat kita naik lift di gedung tinggi, saat menyelam di laut dan saat berkendara di pegunungan.

Perubahan mendadak pada tekanan udara dapat mengganggu aliran udara normal antara hidung dan telinga yang melewati tuba eustachius. Bisa terjadi hampa udara di telinga tengah sehingga pendengaran berkurang karena tanpa udara, gendang telinga tidak menerima getaran suara. Pada penderita pilek dan infeksi hidung atau telinga berisiko mengalami Barotrauma yang lebih parah.

Pasalnya, tuba eustachius yang tersumbat akibat penyakit membuat mereka sulit menyeimbangkan tekanan udara di telinga tengah, saat terjadi vakum udara di telinga tengah, gendang telinga akan tersedot ke arah dalam dan menimbulkan rasa nyeri seperti ditusuk. Untuk menghilangkan sensasi telinga tersumbat dan sakit di telinga akibat Barotrauma, Anda juga harus menjaga tuba eustachius tetap terbuka. Berikut caranya:

  • Tutup hidung dan rapatkan mulu lalu hembuskan udara ke hidung seolah-olah Anda ingin mengeluarkan ingus.
  • Jangan menghembuskan udara terlalu keras karena justru bisa mencederai telinga Anda.
  • Gerakan otot-otot mulut, bisa dengan menguap, mengunyah permen karet, menelan ludah, atau minum untuk membuka tuba eustachius.

Bagi penderita pilek yang terpaksa bepergian dengan pesawat, mencegah sakit telinga akibat barotrauma bisa diupayakan dengan konsumsi obat dekongestan dan mengurangi peradangan dan penyumbatan hidung.