Cara Mengobati Sistiserkosis

Merupakan penyakit infeksi yang kemunculannya disebabkan oleh larva (cysticercus) cacing pita Taenia solium, adalah cacing yang hidup di dalam tubuh babi disebut sistiserkosis. Larva cacing ini akan menginfeksi dan merusak jaringan kulit, otot dan otak pada manusia. Gejala dari kondisi ini muncul setelah beberapa hari, bulan atau tahun dari infeksi yang muncul.

Selain itu gejala yang ditimbulkan dari penyakit infeksi ini tergantung dari lokasi dari munculnya infeksi dan jumlah serta besar kista yang terbentuk dari larva cacing pita ini. Kondisi merupakan infeksi umum karena jenis cacing penyebabnya ada di seluruh dunia, meski begitu sering kali terjadi di negara berkembang dan daerah pedesaan.

image Sistiserkosis

Pengobatan Infeksi Sistiserkosis

Cara mengobati kondisi ini yang terbaik adalah dengan mencegah terjadinya infeksi, langkah ini menjadi pengobatan yang paling efektif untuk dilakukan. Terdapat beberapa langkah yang dapat digunakan mencegah terinfeksi cacing pita, berikut diantaranya.

  • Melakukan medical check up secara rutin untuk mengontrol perkembangan gejala dan kondisi kesehatan.
  • Ikuti saran dokter, tidak sembarangan menggunakan obat tanpa resep atau sengaja meninggalkan resep yang ditujukan.
  • Tidak mengonsumsi daging babi yang mentah dan kurang matang, daging yang dikonsumsi harus sudah dimasak dengan matang.
  • Cuci tangan dengan air dan sabun setelah menggunakan toilet dan sebelum mengambil makanan, terutama ketika bepergian ke negara luar.
  • Perhatikan sanitasi, jangan sampai kondisi buruk dari limbah pembuangan membuat seseorang di lingkungan tersebut terinfeksi penyakit ini.

Penyebab dan Gejala

Telur cacing pita yang ada di perut masuk ke dalam usus, selanjutnya cacing akan menimbulkan rasa mual, kehilangan nafsu makan, sakit perut dan diare. Pasien juga akan kehilangan berat badan karena tidak sepenuhnya menyerap asupan nutrisi, selain itu cacing pindah ke bagian lain melalui pembuluh darah dan berkembang menjadi kista kecil di otot, otak dan mata.

Gejala yang muncul akan terjadi dalam kurun waktu bulanan sampai tahunan setelah seseorang terinfeksi cacing ini, jika sudah pindah ke bagian lain dari tubuh terdapat beberapa tanda dari penyakit namun tergantung dari letak kista ditemukan, gejala-gejala yang muncul bisa seperti berikut ini.

  • Kista di mata bisa menyebabkan penglihatan menjadi kabur, pembengkakan, ablasio retina hingga kehilangan penglihatan.
  • Kista pada otak dan sumsum tulang belakang, membuat kejang, sakit kepala, mudah bingung, kurang konsentrasi, masalah keseimbangan, pembengkakan otak dan kematian.
  • Kista yang terdapat di jantung bisa menyebabkan detak jantung menjadi tidak normal dan dalam kasus yang jarang terjadi bisa menyebabkan gagal jantung.
  • Kista dalam otot, dalam banyak kasus yang sudah muncul dan terjadi kondisi ini bisa tidak menimbulkan gejala apapun.

Selain beberapa gejala di atas juga terdapat kemungkinan tanda lain yang muncul dan jika seseorang memiliki kekhawatiran terkait dari gejala penyakit ini sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter. Hal ini diperlukan, terutama bagi yang sudah mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas.

Perlu diketahui mengapa infeksi sistiserkosis ini bisa terjadi, selain dari penjelasan di atas terdapat dua hal yang menjadi penyebab seseorang bisa terinfeksi penyakit ini. Pertama mengonsumsi daging babi yang terinfeksi, babi sering terinfeksi dengan memakan makanan yang terkontaminasi telur cacing di kotorannya.

Ketika orang mengonsumsi daging babi mentah atau setengah matang yang terinfeksi, telur dari cacing pita bisa ikut masuk ke dalam tubuh. Dan penyebab kedua adalah sanitasi yang buruk, kondisi ini bisa menyebabkan telur cacing pita bisa menyebar ke makanan, air atau benda-benda lain di sekitar saluran sanitasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *