Bolehkah Ibu Hamil Makan Cumi?

Cumi disebut sebagai salah satu makanan yang mengandung kolesterol tinggi dan berisiko menimbulkan alergi. Perdebatan mengenai bolehkah ibu hamil makan cumi memang selalu dipertanyakan. Terlebih bagi ibu hamil penggemar seafood.

Wanita dalam masa kehamilan memang harus memperhatikan asupan makanan yang masuk ke tubuh. Di balik kelezatan cumi, makanan laut yang satu ini dikhawatirkan mengandung bakteri sehingga ibu hamil perlu berhati-hati.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Cumi?

Menurut dr Anandika Pawitri, yang dikutip langsung dari sehatQ, menyebut bahwa ibu hamil diperbolehkan mengkonsumsi cumi atau jenis makanan laut lainnya. Namun, yang menjadi catatan adalah proses pengolahannya haruslah benar-benar matang sempurna. Mulai dari proses mencuci cumi hingga bersih sebelum diolah agar menghindari ibu hamil terkontaminasi bakteri. Selain itu, yang perku diperhatikan adalah kandungan merkuri dalam cumi atau dalam jenis seafood lainnya. Oleh karena itu, meskipun makan cumi diperbolehkan, tetapi harus ada batasan porsinya, tidak boleh dalam jumlah banyak.

Terlebih cumi termasuk tinggi kolesterol, sehingga ibu hamil yang ingin makan cumi diharapkan lebih berhati-hati dan memperhatikan porsi makannya.

Benarkah Cumi Bisa Menyebabkan Alergi pada Ibu Hamil?

Alergi cumi sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja, tidak hanya pada ibu hamil. Biasanya orang yang tidak mengalami alergi terhadap cumi sebelum hamil, kemungkinan besar juga tidak terkena alergi akibat cumi saat masa kehamilan. Meski begitu, ibu hamil juga harus memperhatikan gejala-gejala alergi akibat cumi, seperti kulit kemerahan, bibir membengkak, gatal-gatal, hingga sesak napas.

Cumi Mengandung Kolesterol yang Tinggi

Cumi memang sumber makaan yang sehat. Kandungan lemak jenuh cumi terbilang rendah. Namun yang membuatnya berbahaya adalah cara pengolahannya. Bila cumi diolah dengan cara digoreng dengan tepung, misalnya, membuat kadar lemak jenuh pada cumi semakin naik drastis.

Ketika ibu hamil ingin mengkonsumsi cumi, pilihlah cumi dengan olahan yang sehat. Seperti direbus, dipanggang, dan cara pengolahan tanpa minyak lainnya.

Sebenarnya, kandungan kolesterol pada ibu hamil memang naik, terlebih pada trimester kedua dan ketiga. Hal ini karena diperlukan untuk memproduksi hormon estrogen dan progesteron yang penting untuk kesehatan kehamilan. Selain itu, kolesterol juga baik untuk perkembangan sel otak, tangan dan kaki.

Setelah emapt hingga enam minggu setelah proses persalinan, kadar kolesterol pada ibu hamil akan turun. Jika tidak, maka sebaiknya periksakan ke dokter.

Manfaat Cumi Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil makan cumi sebenarnya diperbolehkan selama cara pengolahannya sehat dan porsi makannya tidak berlebihan. Di sisi lain, cumi mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh di masa kehamilan. Nutrisi tersebut adalah:

  • Protein

Cumi terbukti mengandung protein yang penting untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Protein membantu perkembangan sel dan menambah berat si kecil.

  • Zinc

Makanan laut seperti cumi kaya akan seng yang penting untuk produksi insulin dan enzim pada janin.

  • Zat Besi

Kandungan zat besi dalam cumi sangat dibutuhkan semalam masa kehamilan. Fungsi zat besi adalah untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin darah, serta memastikan aliran darah melalui dinding rahim.

  • Folat

Asam folat banyak terkandung dalam cumi yang merupakan salah satu nutrisi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.

  • Vitamin A

Cumi mengandung vitamin A yang baik untuk pertumbuhan kognitif janin dan mempertajam otak janin.

  • Vitamin B12

Vitamin B12 diperlukan untuk tumbuh kembang janin khususnya sistem saraf.

  • Vitamin C

Ternyata cumi mengandung vitamin C yang tinggi. Kandungan ini penting untuk menjaga kekebalan tubuh ibu hamil dan menghindari dari infeksi.

Jadi intinya, ibu hamil makan cumi itu diperbolehkan. Asalkan proses pengolahannya bersih, matang, dan sehat, serta porsi makannya dibatasi alias tidak berlebihan. Yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi makanan laut adalah kadang merkuri yang dapat membahayakan ibu dan janin. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *