Batasi Konsumsi 6 Makanan Mengandung Lemak Jahat Ini

Lemak memang tidak selalu berdampak buruk dan sejatinya tetap dibutuhkan oleh tubuh manusia. Namun, keberadaannya dalam tubuh tidak boleh berlebihan, apalagi jika lemak termasuk termasuk lemak jenuh alias lemak jahat. Kehadiran lemak jahat dalam tubuh bisa memicu berbagai penyakit kronis, mulai dari kolesterol, penyakit kardiovaskular, sampai stroke.

Masalahnya adalah lemak jahat lebih mudah didapatkan oleh tubuh lewat berbagai makanan. Banyak jenis makanan mengandung lemak jahat yang kerap dikonsumsi tiap hari dan sulit dibatasi. Menyantap berbagai makanan mengandung lemak jahat tinggi tersebut nyatanya akan dengan mudah menaikkan kadar kolesterol jahat sekaligus memicu munculnya plak-plak yang bisa menyumbat aliran darah dan menyebabkan beragam penyakit serius.

Berikut ini adalah jenis-jenis makanan mengandung lemak jahat yang mulai sekarang harus Anda batasi konsumsinya. Jika masih sering menyantap makanan-makanan ini, bersiaplah menghadapi berbagai kemungkinan masalah kesehatan yang akan menghantui seumur hidup.

  1. Daging Berlemak

Tidak salah makan daging untuk menunjang kebutuhan protein bagi tubuh. Namun, batasi konsumsinya apalagi jika daging yang Anda santap tergolong dagin merah dan berlemak, seperti daging sapi ataupun daging kambing. Soalnya dalam tiap 100 gram daging berlemak, terkandung 17,8 gram lemak jahat yang bisa menjadi ancaman kesehatan.

  • Gorengan

Siapa sih orang Indonesia yang tidak suka dengan bakwan, tempe goreng tepung, atau risol? Camilan ini memang terkesan kecil, namun dampaknya sangat besar bagi kesehatan. Tidak hanya kaya gluten yang lebih sulit dicerna, gorengan juga cenderung memiliki kadar lemak jahat tinggi karena pengolahannya digoreng dalam minyak kelapa sawit panas yang dipakai berulang kali. Asal tahu saja, dalam tiap 100 gram minyak sawit yang dipanaskan, ada kadar lemak jenuh sebesar 81,5 gram.

  • Cokelat Hitam

Cokelat memang memiliki banyak fungsi untuk kesehatan dan mampu meredam tingkat emosi. Namun, jangan mengonsumsi jenis makanan ini terlalu banyak. Cokelat termasuk makanan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Dalam tiap 100 gram cokelat hitam saja, terdapat kandungan lemakj jenuh sebesar 24,5 gram.

  • Creamer

Sering dengar tidak kalau kopi bisa memicu serangan jantung? Sebenarnya bukan kopi yang menjadi penyebabnya, namun campuran dalam kopi tersebut, khususnya creamer. Menambahkan creamer dalam kopi memang membuat rasa minuman kian menggugah. Namun, penambahan creamer sama saja memasukkan lemak jenuh ke dalam minuman Anda. Lemak-lemak jenuh tersebutlah yang memicu penyumbatan aliran darah yang berpotensi menjadi penyakit jantung koroner dan menimbulkan serangan jantung.

  • Keju

Terbuat dari susu, keju juga menjadi makanan mengandung lemak jahat yang perlu Anda waspadai konsumsinya. Pasalnya dalam tiap 100 gram keju, jumlah lemak jenuh yang terkandung bisa mencapai 8,3 gram. Anda patut lebih berhati-hati terkait makanan mengandung lemak jahat ini sebab pemakaian keju tidak semata disantap secara langsung dapat menjadi campuran makanan-makanan enak lainnya, seperti burger dan piza. Jadi bisa dibilang, makanan-makanan tersebut juga termasuk jenis makanan yang mesti dibatasi konsumsinya guna mengendalikan kadar lemak jenuh dalam tubuh.

  • Daging Berproses

Makanan-makanan cepat saji, seperti sosis, kornet, maupun nugget, baiknya tidak terlalu sering Anda santap. Selain mengandung kadar garam yang tinggi, makanan-makanan tersebut juga rentan membuat tubuh menimbun lemak jenuh. Dalam tiap 100 gram daging berproses, terdapat kandungan lemak jahat sebesar 17,7 gram. Itu belum ditambah dengan kandungan lemak jahat ketika Anda menggorengnya.

***

Membatasi bukan berarti tidak boleh menyantap beragam jenis makanan di atas sama sekali. Bagaimanapun, makanan mengandung lemak jahat juga memiliki nutrisi lain yang diperlukan tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *