6 Syarat Vaksin Corona Halal

Ditemukannya vaksin untuk mencegah penularan virus corona baru atau covid-19 menjadi hal yang dinanti oleh seluruh dunia. Khusus bagi Indonesia, harapan tersebut menjadi kian spesifik, yakni adanya vaksin corona halal yang dapat dikonsumsi oleh mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam.

Vaksin dinilai menjadi senjata ampuh guna menghentikan penularan virus corona baru yang masif. Sampai saat ini, jumlah kasus virus corona sendiri di dunia telah mencapai lebih dari 45 juta kasus sampai 31 Oktober 2020. Di Indonesia sendiri  sampai akhir Oktober kemarin, jumla penyebaran virus corona baru telah menembus angka lebih dari 400 ribu kasus.

Terkait vaksin corona halal yang diharapkan, Majels Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan beberapa ketentuan. Berikut ini adalah syarat-syarat yang mesti dimiliki oleh vaksin tersebut sehingga bisa digolongkan sebagai vaksin corona halal.

  1. Tanpa Kandungan Najis

Hukum utama sebuah makanan bisa dimasukkan dalam kategori halal dalam Islam adalah tidak mengandung najis. Begitupun nantinya virus corona halal diharuskan tidak memiliki kandungan najis yang mementuk komponennya. Kandungan najis yang dimaksud, di antaranya kandungan babi, anjing, darah, nanah, bangkai, ataupun sesuatu yang keluar dari anus atau kemaluan makhluk hidup.

  • Kandungan Hewan Harus Halal

Sebenarnya hewan yang dianggap najis sudah diidentifikasi. Akan tetapi, ada kemungkinan juga hewan lain yang halal menjadi haram jika  pengolahannya tidak benar. Pengolahan yang dimaksud di sini khususnya terkait penyembelihan hewan tersebut sebelum dilanjutkan dengan pengolahan lain. Penyembelihan hewan harus harus sesuai dengan hukum syariah.

  • Peralatan Tidak Terkontaminasi

Tidak hanya kandungan yang ada dalam komponen vaksin yang dilihat. Kehalalan dari sebuah vaksin juga dilihat dari proses pembuatannya, tidak terkecuali dari peralatan yang digunakan untuk menghasilkan virus corona halal. Peralatan yang digunakan untuk membuat vaksin tersebut tidak boleh terkontaminasi sesuatu yang najis. Jika peralatan tersebut pernah menyentuh benda-benda yang dianggap najis pun, kehalalan hasil produknya pun menjadi tidak valid.

  • Tidak Mengandung Bagian Manusia

Pernah mendengar ada makanan yang menggunakan bagian tubuh manusia? Hal tersebut dinilai haram dalam hukum Islam. Karena itu dalam pembuatan vaksin corona halal, mesti dipastikan tidak ada kandungan bagian manusia di dalam pembuatannya. Jika ada, vaksin tersebut pun langsung dimaksukkan dalam kategori haram.

  • Pemisahan Tempat

Peletakan dan penyimpanan vaksin yang dianggap halal harus terpisah dari produk farmasi lain yang memiliki kandungan najis. Pasalnya jika diletakkan pada tempat yang sama, ada kecurigaan vaksin tersebut mengalami kontaminasi. Jadi jika memang ditemukan vaksin corona halal, produsen hingga distributor harus memastkan bahwa ada pemisahan tempat penyimpanan vaksin tersebut dengan vaksin atau produk farmasi lain yang tergolong tidak halal.

  • Aman Dikonsumsi

Hal yang tidak boleh dilupa bahwa kehalalal suatu produk juga harus mengacu pada tingkat keamanan produk tersebut. Walaupun produk tersebut tidak mengandung najis dan tidak terkontaminasi barang-barang najis, ia dapat menjadi tidak halal jika berbahaya saat dikonsumsi. Karena itu, virus corona halal haruslah dipastikan aman dikonsumsi baru bisa dikatakan benar-benar memenuhi syariat Islam dan dapat sah digunakan penduduk yang beragama Islam.

Vaksin corona menjadi hal yang paling dinanti saat ini. Santer dengar kabar bahwa vaksin corona sudah diproduksi dan siap disebarkan ke seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Khusus untuk vaksin corona halal yang bisa masuk ke nusantara, vaksin dengan nama Corona Sinovac yang siap beredar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *