6 Fakta Penting Penggunaan Antibiotik yang Mesti Dipahami

Penggunaan antibiotik untuk penanganan berbagai penyakit sebenarnya hal yang lumrah. Di mana penggunaan antibiotik bisa meringankan gejala infeksi dalam tubuh yang disebabkan oleh paparan bakteri tertentu. Keefektifan penggunaan antibiotik untuk menangani berbagai penyakit inilah yang pada akhirnya membuat penjualan jenis obat yang satu ini sangat tinggi dari waktu ke waktu. Di mana sampai pada tahun 2011 saja, rata-rata penjualan antibiotik untuk mengobat orang sakit dapat menyentuh angka 3,85 juta kilogram per tahun. 

Hal ini tidak mengherankan sebab sekitar 2 juta orang di dunia mengalami sakit akibat infeksi bakteri. Pada saat inilah, penggunaan antibiotik bisa sangat membantu dan mempercepat proses penyembuhan dan menghindari semakin akutnya penyakit akibat infeksi bakteri. 

Pengobatan gonore yang utama adalah pemberian antibiotik

Namun, jangan sekali-sekali menggunakan antibiotik secara sembarangan. Meskipun ampuh mengatasi berbagai penyakit, ada fakta-fakta yang cukup mencengangkan terkait pemakaian jenis obat ini yang berandil besar bagi keberlangsungan kesehatan Anda. Cek dan pahami faktanya di bawah ini, ya! 

Bukan Satu untuk Semua 

Jangan pernah berpikir bahwa satu jenis antibiotik dapat mengatasi berbagai infeksi bakteri sehingga Anda menyimpan stok antibiotik di rumah untuk berjaga-jaga. Bagaimanapun, ada jutaan bakteri di dunia yang bisa menimbulkan beragam infeksi yang berbeda. Tentunya jenis antibiotik utuk tiap infeksi tersebut tidak bisa disamaratakan. Karena alasan inilah, penggunaan antibiotik mesti berdasarkan resep dari dokter guna bisa memperoleh jenis yang tepat untuk menangani infeksi bakteri yang Anda alami. 

Tingkatkan Risiko Obesitas 

Apakah Anda sudah tahu fakta yang satu ini bahwa penggunaan antibiotik bisa meningkatkan risiko obesitas? Soalnya, kandungan antibiotik rentan merusak keseimbangan tubuh. Ini karena bakteri baik dan jahat di saluran pencernaan bisa dilibas tuntas oleh penggunaan antibiotik. Pada akhirnya, ketidakseimbangan ini membuat hormon lapar meningkat hingga rasa lapar menjadi tidak terkendali. Anda akan makan lebih banyak dan tanpa aturan, berat badan pun dapat bertambah dengan cepat sehingga risiko obesitas semakin membesar. 

Flu dan Pilek? Jauhi Penggunaan Antibiotik 

Khususnya untuk anak Anda, jangan pernah memberikan antibiotik jika mereka mengalami gejala flu maupun pilek. Jika anak demam hingga batuk, kebanyakan penyebabnya adalah infeksi virus. Tentu saja antibiotik tidak bisa mengatasi penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme selain bakteri, termasuk virus maupun jamur. Penggunaan antibiotik pada orang yang sedang mengalami pilek, flu, maupun penyakit menular karena virus lainnya justru bisa memperparah kondisi kesehatannya. 

Sistem Imunitas Bisa Melemah 

Antibiotik tidak secerdas otak manusia yang bisa membedakan baik dan buruk. Kemampuan membasmi bakteri dalam tubuh yang dipunyai oleh antibiotik tidak mampu membedakan antara bakteri jahat maupun bakteri baik. Alhasil, selain berhasil membasmi bakteri jahat penyebab penyakit, bakteri baik yang mendukung kekebalan tubuh juga ikut dilibas. Inilah yang membuat sistem imunitas tubuh melemah. 

Hati-hati Bahaya Resisten 

Pernah mendengar bahwa pengonsumsian obat antibiotik harus sampai habis agar tidak menimbulkan resisten? Hal ini jangan dipandang remeh dan Anda mesti mematuhinya. Mengonsumsi resep antibiotik secara tidak tuntas akan membuat Anda akan lebih mudah terkena infeksi bakteri yang sama dengan kadar yang lebih parah sehingga risiko fatalitas semakin tinggi. Saat ini sendiri, kondisi resistensi antibiotik di dunia masih mengkhawatirkan. World Health Organization pada 2019 menyatakan, setidaknya sudah 700 ribu orang meninggal dunia karena penyakit yang resisten antibiotik. Jumlah korban resisten pun diperkirakan bisa lebih parah pada tahun 2050 nanti hingga mencapai 10 juta kasus. 

Waspadai Efek Samping Serius 

Tidak semua orang mengalami efek samping dari penggunaan antibiotik. Namun jika Anda mengonsumsinya secara sembarangan, efek samping tersebut akan lebih mudah mendatangi. Efek samping dari antibiotik tidak bisa dipandang remeh karena dapat memicu diare parah, reaksi alergi, sampai kesulitan bernapas. Tentunya yang tidak ketinggalan, efek samping berupa resistensi antibiotik dapat muncul jika penggunaan obat ini kurang tepat. 

Mulai sekarang, jangan pernah mengandalkan penggunaan antibiotik untuk berbagai penyakit tanpa resep dokter. Jangan pula mendesak dokter untuk memberikan antibiotik guna penyakit Anda sebab bisa jadi, kondisi Anda memang tidak memerlukan jenis obat yang satu ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *