6 Alasan Kuat Menjadi Jomblo Bahagia

Selama ini status jomblo lebih mengarah ke situasi negatif di mana seseorang merasa tidak beruntung karena belum memiliki pasangan. Namun nyatanya, sebagian orang justru memang secara sukarela menjadi jomblo bahagia karena alasan yang kuat.

Tidak melulu karena belum menemukan pasangan yang tepat, kadang-kadang pilihan seseorang untuk tidak menjalani hubungan percitaan erat berkaitan dengan kebebasan dan kesehatan. Alasan-alasan tersebut menjadi dasar yang kuat untuk tidak berburu pasangan secara menggebu.

Berikut ini adalah beberapa alasan kuat seseorang tetap memilih seorang diri alias jomblo. Toh nyatanya, alasan-alasan ini berkaitan erat dengan kenyamanan hidup hampir tiap orang.

  • Tidak Berhadapan dengan Drama

Memulai hubungan percintaan dan membagi perasaan dengan pasangan bukanlah hal mudah. Akan banyak pandangan berbeda yang kerap menimbulkan debat atau justru pertengkaran. Jika tidak disikapi dengan dewasa, perbedaan pandangan antara dua orang yang sedang jatuh cinta sekalipun dapat berbuntut panjang dan melelahkan seperti drama televisi. Jomblo bahagia pun merasa beruntung karena tidak mesti berhadapan dengan drama yang menjangkiti tiap hubungan.

  • Fokus pada Diri Sendiri

Saat memiliki pasangan, fokus Anda akan terbagi. Sangat banyak ditemukan kasus seseorang menjadi meredam keinginannya demi kebahagiaan pasangan. Di situlah dapat dilihat bahwa fokus terhadap diri sendiri mulai berkurang. Namun, tidak sembarangan orang bisa menerima pengurangan fokus ke diri sendiri ini. Beberapa orang yang memilih tetap sendiri justru tetap tegas dengan keputusannya karena memandang hubungan percintaan akan mengikis fokus pada dirinya sendiri.

  • Tidak Terikat

Memberi kabar kepada pasangan ataupun selalu mengajak pasangan ke manapun Anda pergi mungkin menjadi menyenangkan bagi sebagian orang. Namun bagi sebagian lagi, ritual tersebut dipandang sangat mengikat dan membuat aktivitas menjadi tidak bebas. Tidak jarang seorang jomblo bahagia menyatakan, sumber kebahagiaannya menjadi single karena ia tidak perlu terikat adengan seseorang atau memperoleh izin dari seseorang tiap kali hendak melakukan sesuatu.

  • Tidak Ingin Bergantung

Memiliki pasangan secara tidak sadar akan membuat Anda bergantung kepadanya. Jika biasanya Anda bisa pergi sendiri ke mana-mana mengendarai motor, sejak memiliki pasangan Anda selalu menunggu dijemput. Tidak sedikit pula yang menggantungkan kondisi finansialnya kepada pasangan. Orang-orang dengan status jomblo bahagia tidak ingin kemandirian mereka terenggut dengan adanya sebuah hubungan. Karena itu, memilih sendiri dan tetap mandiri dianggap masih menjadi yang terbaik hingga saat ini setidaknya.

  • Ingin Berhemat

Menjalin hubungan sangat memerlukan biaya. Anda akan membutuhkan dana untuk pergi berkencan. Anda juga harus menyisihkan sebagian dari gaji Anda untuk menyiapkan kejutan manis bagi pasangan. Tak ayal, porsi uang yang bisa Anda gunakan bagi diri sendiri menjadi berkurang. Karena itulah, orang-orang yang tidak memiliki pasangan bisa menjadi jomblo bahagia jika melihat isi dompet mereka. Uang yang bisa habis untuk “biaya pacaran” nyatanya dapat digunakan untuk hal-hal lain yang lebih menenteramkan, seperti untuk jalan-jalan, makan enak, ataupun untuk investasi masa depan.

  • Senang Pergaulan Luas

Orang-orang yang memiliki pasangan cenderung membuat hubungan sosialnya menyempit. Waktunya akan lebih banyak dihabiskan bersama pasangan sebagai prioritas. Hal inilah yang dihindari oleh sebagian orang. Tetap sendiri nyatanya dipandang sebagai kesempatan untuk memperluas pergaulan. Kehidupan sosial sebagai seorang jomblo pun dianggap lebih menyenangkan dengan bertemunya seseorang dengan banyak orang tiap harinya.

***

Menjadi jomblo bahagia bukanlah kesenangan yang dibuat-buat. Oleh sebagian orang, itu merupakan pilihan paling tepat untuk bisa lebih membahagiakan diri sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *