3 Cara Mengatasi Sakit Akibat Nyeri Neuropatik

Mati rasa dia area tubuh tertentu menandakan sistem saraf sensori kita, yang bertugas menyampaikan sensasi ke otak, sedang bermasalah. Tak jarang saraf bermasalah disertai dengan rasa sakit dan nyeri pada area tertentu. Dalam istilah medis, kondisi ini disebu dengan nyeri neuropatik.

Sebab terjadinya nyeri

Para ahli membagi dua jenis penyebab nyeri, yaitu nyeri neuropatik dan nosiseptif. Nyeri nosiseptif didefinisikan sebagai rasa sakit akibat cedera fisik, seperti terjatuh, pasca operasi, atau arthritis. Ini termasuk bagian dari proses penyembuhan, misalnya nyeri nosiseptif akibat keselo akan hilang seiring dengan sembuhnya kondisi tersebut.

Sementara nyeri neuropatik terjadi karena kerusakan sistem saraf yang diakibatkan cedera atau penyakit. Nyeri ini tidak terjadi secara tiba-tiba, tapi karena kondisi kronis. Mereka yang menderita nyeri neuropatik bisa merasakan nyeri meski tidak ada bagian tubuh yang sakit atau cedera.

Nyeri neuropatik dipicu oleh berbagai kondisi yang mengakibatkan hilangnya fungsi sistem saraf sensorik, antara lain:

  • Carpal tunnel syndrome/ sindrom terowongan karpal
  • Trauma saraf
  • Diabetes
  • Kekurangan vitamin B
  • Alkoholik
  • Kanker
  • HIV
  • Stroke
  • Sklerosis ganda
  • Herpes zoster
  • Pengobatan kanker

Pada beberapa kasus, nyeri terjadi karena faktor nosiseptif dan neuropatik, misalnya sakit kepala migrain. Nyeri myofascial terjadi akibat nosiseptif dari otot, tapi aktivitas otot yang abnormal disebabkan oleh kondisi neuropatik.

Tanda dan gejala nyeri neuropatik

Nyeri akan terasa seperti sensasi terbakar, menyengat, gatal, dan sensitif ketika disentuh. Gejala nyeri neuropatik antara lain:

  • Rasa sakit yang menyiksa
  • Kesemutan
  • Sulit merasakan suhu
  • Mati rasa

Beberapa orang bahkan akan kesulitan memakai pakaian dengan benar karena sentuhan kecil dapat memicu rasa sakit. Untuk menentukan rasa sakit, pasien diminta menggambarkan rasa sakit dengan skala visual atau numerik.

Cara mengatasi nyeri neuropatik

Nyeri neuropatik berkaitan erat dengan rasa sakit kronis atau kondisi medis yang telah lama diderita, sehingga pengobatannya akan berbeda-beda setiap individu. Dalam menentukan perawatan yang tepat, Anda mungkin melewati proses ‘trial dan error’.

Berikut beberapa cara mengatasi sakit akibat nyeri neuropatik:

  • Obat-obatan

Sebagian besar obat-obatan untuk nyeri neuropatik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi kondisi medis lain. Antidepresan trisiklik telah terbukti efektif dalam mengontrol sakit akibat nyeri neuropatik. SSRI dan tipe antidepresan lain, juga telah digunakan beberapa pasien.

Obat lain yang umum diberikan antara lain:

  • Anti-epilepsi, seperti karbamazipin biasanya diberikan untuk pasien dengan diagnosis neuralgia trigeminal.
  • Opioid. Manfaatnya untuk mengobati nyeri neuropatik masih belum jelas, namun beberapa orang menganggap opioid dapat mengurangi nyeri yang dirasakan. Sebelum menggunakannya, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
  • Krim capsaicin. Mengoleskan krim secara teratur pada area nyeri dapat mengurangi peradangan dan nyeri.
  • Lidokain. Penggunaan dalam bentuk gel atau koyo dapat meredakan rasa sakit yang mempengaruhi area kecil pada kulit.
  • Perawatan medis

Dokter juga akan menawarkan opsi perawatan medis lainnya termasuk pemberian suntikan/blok saraf, atau menstimulasi saraf. Blok saraf merupakan kombinasi dari anestesi lokal, opioid, dan steroid. Perawatan ini tidak memiliki efek panjang, tapi bisa meredakan sakit selama beberapa hari atau minggu.

Stimulasi saraf dapat memblokir sinyal nyeri sehingga meredakan rasa sakit. Ada dua jenis stimulasi saraf, yaitu listrik transkutan (TENS) dan listrik perkutan (PENS). Pada prosedur TENS, dokter akan menempatkan elektroda (bantalan lengket) di bawah area kulit yang sakit. Ini bisa diberikan sendiri dengan pengawasan dokter.

Sedangkan pada stimulasi saraf listrik perkutan, dokter akan memasukkan jarum yang kemudian dialiri arus listrik. Ini merupakan opsi untuk penderita nyeri neuropatik yang sulit diobati (refraktori).

  • Terapi

Terapi bisa digunakan bersamaan atau sebagai alternatif pengobatan konvensional. Akupuntur dipercaya dapat meredakan nyeri dengan merangsang sistem saraf dan respon penyembuhan tubuh.

Meditasi, refleksiologi, dan homeopati juga bisa dilakukan. Yang paling penting adalah melakukan perubahan gaya hidup untuk manajemen rasa sakit. Hal ini termasuk menjalani diet seimbang, berolahraga sesuai dengan rekomendasi dokter, mencukupi kebutuhan cairan, serta menghindari merokok dan minum alkohol.

Karena penyebabnya tidak terlihat, penderita nyeri neuropatik akan sulit menggambarkan sakit tersebut. Kondisi ini juga bisa mempengaruhi mental penderita, seperti menyebabkan kecemasan dan depresi.

Pengobatan nyeri neuropatik akan membutuhkan waktu lama, bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Konsultasikan perawatan yang tepat dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *