Inilah Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Heartburn

Beberapa di antara Anda mungkin pernah merasakan sensasi terbakar di dada, kadang disertai dengan rasa pahit di kerongkongan dan mulut. Inilah yang disebut dengan heartburn.

Istilah heartburn mungkin tidak cukup dikenal, banyak orang lebih familier dengan sebutan nyeri ulu hati. Kondisi ini biasanya semakin buruk ketika Anda baru selesai makan dalam jumlah besar atau sedang berbaring.

Kondisi ini sebetulnya dapat diatasi di rumah saja. Tidak mengharuskan penanganan medis khusus. Akan tetapi, jika kondisi tersebut membuat Anda kesulitan makan atau menelan, mungkin saja gejala tersebut merupakan tanda gangguan medis yang lebih serius.

Mengenal penyebab heartburn

Umumnya, heartburn terjadi karena isi perut, termasuk asam lambung, naik ke kerongkongan (esofagus). Hal ini biasanya disebabkan oleh melemahnya otot sfingter di esofagus.

Esofagus atau kerongkongan bertugas menjadi saluran makanan dari mulut ke lambung. Di ujung saluran esofagus, terdapat otot sfingter. Bila berfungsi normal, otot sfingter ini akan menutup saat makanan meninggalkan kerongkongan dan memasuki lambung.

Namun, pada beberapa orang otot sfingter tersebut tidak berfungsi dengan baik atau melemah. Itulah sebabnya, isi perut dapat naik kembali ke kerongkongan atau disebut juga dengan reflux. Asam lambung yang turut naik ke kerongkongan dapat mengiritasi, akibatnya muncul nyeri ulu hati atau heartburn.

Di samping itu, beberapa kebiasaan atau gaya hidup dapat memperburuk kondisi nyeri ulu hati ini. Mengonsumsi kopi, cokelat, atau alkohol misalnya, termasuk hal yang dapat memperburuk nyeri ulu hati.

Merokok, berbaring setelah makan, mengonsumsi makanan pedas, serta minum obat-obatan tertentu, juga dapat menjadi faktor yang memperburuk. Risiko heartburn juga meningkat karena adanya kondisi tertentu, seperti kelebihan berat badan atau sedang mengandung.

Mengalami heartburn, perlukan berkonsultasi dengan dokter?

Banyak orang kadang mengalami heartburn. Umumnya, kondisi ini dapat reda kembali. Tapi, bila Anda mengalami nyeri ulu hati hingga dua kali dalam seminggu atau tidak ada perbaikan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Sebab hal ini dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Heartburn sering kali terjadi bersamaan dengan masalah pencernaan lain, seperti ulcer atau luka pada lapisan kerongkongan dan lambung. Bisa juga terjadi bersamaan dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

Lalu, kapan persisnya Anda perlu menghubungi dokter?

Pertama, bila heartburn membuat Anda kesulitan menelan atau merasa nyeri saat menelan. Begitu juga bila napas menjadi pendek, terasa pusing, berkunang-kunang, berkeringat dan dada terasa nyeri, serta muncul rasa nyeri yang menjalar dari punggung ke bahu.

Jika heartburn juga disertai dengan perubahan kotoran, menjadi gelap atau berdarah, Anda juga perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Nyeri ulu hati sebetulnya tidak ada kaitannya dengan serangan jantung. Tapi, banyak orang merasa mengalami serangan jantung karena gejalanya yang hampir serupa.

Merawat heartburn

Bagi Anda yang mengalami heartburn, melakukan beberapa tindakan perawatan di rumah dapat membantu meredakan gangguan tersebut. Misal tidak berbaring setelah makan, tidak merokok, membatasi konsumsi cokelat, kopi, atau alkohol.

Memilih asupan makanan juga sangat membantu mengurangi heartburn,sebab beberapa makanan dapat meningkatkan risiko terjadinya heartburn. Jeruk, tomat, peppermint, gorengan, serta minuman bersoda merupakan beberapa contoh makanan dan minuman yang dapat meningkatkan risiko nyeri ulu hati. Maka, menghindari jenis-jenis makanan tersebut akan sangat membantu.

Karena risiko heartburn lebih tinggi pada orang dengan kelebihan berat badan, makan menjaga berat badan tetap ideal juga sangat membantu untuk menghindari gangguan ini.

Aborsi, Aman Atau Tidak Aman?

Aborsi adalah prosedur untuk mengakhiri kehamilan. Aborsi biasanya dilakukan menggunakan obat atau pembedahan untuk mengangkat embrio atau janin dan plasenta dari uterus. Prosedur pembedahan sendiri dilakukan oleh seorang profesional perawatan kesehatan berlisensi.

Menurut WHO, aborsi aman jika dilakukan dengan metode yang direkomendasikan oleh WHO yang sesuai dengan durasi kehamilan dan jika orang yang memberikan atau mendukung aborsi terlatih secara profesional. Aborsi semacam itu dapat dilakukan dengan menggunakan tablet (aborsi medis) atau prosedur rawat jalan sederhana.

Aborsi obat, juga dikenal sebagai “pil aborsi,” adalah ketika Anda mengambil obat-obatan yang Anda dapatkan dari dokter atau perawat terlatih untuk mengakhiri kehamilan dini. Aborsi di klinik dilakukan di pusat kesehatan oleh dokter atau perawat terlatih.  Kedua jenis aborsi tersebut termasuk aman dan efektif.

Sedangkan aborsi yang tidak aman terjadi ketika kehamilan dihentikan, baik oleh orang yang tidak memiliki keterampilan yang diperlukan atau dalam lingkungan yang tidak sesuai dengan standar medis minimal atau keduanya. Prosedur aborsi yang tidak aman dapat melibatkan:

  • Penyisipan benda atau substansi seperti akar, ranting, atau kateter atau ramuan tradisional ke dalam rahim
  • Dilatasi dan kuretase dilakukan secara tidak benar oleh penyedia yang tidak memiliki keterampilan secara medis
  • Mengkonsumsi zat berbahaya dan penerapan kekuatan eksternal. Dalam beberapa keadaan, praktisi tradisional dengan keras memukul perut bagian bawah wanita untuk mengganggu kehamilan, yang dapat menyebabkan rahim pecah, dan dapat membunuh wanita tersebut.

Pada umumnya, wanita, termasuk remaja, dengan kehamilan yang tidak diinginkan, sering melakukan aborsi yang tidak aman ketika mereka tidak dapat mengakses aborsi yang aman. Hambatan untuk mengakses aborsi yang aman meliputi:

  • Hukum yang membatasi
  • Ketersediaan layanan yang buruk
  • Harga yang relatif tinggi
  • Stigma
  • Keberatan hati nurani dari penyedia layanan kesehatan
  • Persyaratan yang tidak perlu, seperti masa tunggu wajib, konseling wajib, penyediaan informasi menyesatkan, otorisasi pihak ketiga, dan tes medis yang tidak perlu yang menunda perawatan.

Tidak ada resiko bagi kemampuan Anda untuk memiliki anak di masa depan atau bagi kesehatan Anda secara keseluruhan. Selain itu, melakukan aborsi tidak meningkatkan resiko Anda terkena kanker payudara, dan itu tidak menyebabkan depresi atau masalah kesehatan mental.

Aborsi juga tidak menyebabkan infertilitas.  Faktanya, Anda mungkin dapat hamil dengan cepat setelah Anda melakukan aborsi. Sehingga, sangat perlu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai rencana pengendalian kelahiran setelah aborsi Anda.

Di Indonesia, tindakan aborsi harus dilakukan berdasarkan pertimbangan matang, baik dari sisi medis maupun psikologis. Prosedur ini hanya boleh dijalankan oleh dokter atas izin medis yang memang perlu ibu atau janin.

Hal-Hal Ini Merupakan Upaya Terapi Wicara di Rumah

Mengajarkan pelafalaan huruf yang benar termasuk bagian dari terapi wicara

Setidaknya ada tiga faktor utama yang dapat menyebabkan anak terlambat berbicara. Pertama, faktor keturunan; kedua, kelainan anggota tubuh utamanya pada bagian telinga, hidung, dan tenggorok; dan yang ketiga adalah faktor lingkungan. Jika membahas soal keterlambatan bicara, terapi wicara akan selalu mengikutinya.

Terapi wicara umum sekali diberikan kepada para penderita gangguan perilaku komunikasi, yaitu kelainan kemampuan bahasa, bicara, suara, irama atau kelancaran, sehingga penderita mampu berinteraksi dengan lingkungan secara wajar. 

Terapi ini bisa dilakukan oleh profesional dan juga bisa dilakukan sendiri. Keduanya memiliki plus dan minus, tentu saja. Biaya sepertinya menjadi faktor utama yang memengaruhi preferensi orang tua. Jika Anda memilih melakukan terapi wicara mandiri di rumah, lakukanlah hal-hal di bawah ini:

  • Mengajari Anak Bahasa Tubuh atau Isyarat Sederhana

Anak-anak yang tidak dapat menyampaikan informasi secara penuh bisa merasa frustasi. Hal tersebut terkadang mengarahkan anak untuk mengungkapkan emosi berlebihan (tantrum). 

Bahasa isyarat dapat membantu anak berkomunikasi dengan orang lain. Sebagai orang tua, pertama-tama Anda bisa mengajari mereka bahasa isyarat dengan kata-kata termudah dan paling sering digunakan.

  • Kurangi Konsumsi Televisi dan Perangkat Elektronik Lain, Termasuk Ponsel

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak-anak yang sering menonton televisi lebih berpotensi mengalami keterlambatan dalam berbicara. Aktivitas menonton televisi mengurangi stimulan untuk melakukan komunikasi secara dua arah. Suara yang dihasilkan oleh televisi juga dapat menyebabkan anak kurang fokus menyimpan informasi.

  • Biasakan Minum dengan Sedotan

Saat memberikan anak Anda minum, cobalah untuk selalu menyediakan sedotan pula. Meski terlihat sederhana, pemberian sedotan dapat termasuk sebagai upaya terapi wicara di rumah. Pasalnya, sedotan dapat membantu memperkuat otot mulut dan mempermudah anak berbicara.

Gunakan sedotan dengan berbagai macam bentuk terutama sedotan melingkar atau berombak. Sedotan jenis ini dapat melatih otot mulut lebih kuat. Sedotan bentuk tersebut juga diketahui lebih baik daripada sedotan biasanya.

  • Ajarkan Anak Meniup

Coba ajarkan dan melatih anak untuk meniup. Anda bisa berkreasi dalam cara ini, bisa dengan sebuah situasi permainan, misalnya. Anda bisa menaruh bola kapas di atas meja dan meminta anak Anda meniup bola kapas dengan sedotan sejauh mungkin. Sama seperti minum dengan sedotan, berlatih meniup juga dapat memperkuat otot mulut sehingga mempermudah anak untuk berbicara.

  • Rangsang Anak untuk Meminta

Terus pacu dan rangsang anak Anda agar lidah, mulut, dan bibirnya bekerja. Rangsangan akan membuat mereka terbiasa untuk berbicara. Cobalah taruh benda yang sedang digemari atau dibutuhkannya cukup jauh dari jangkauan anak Anda. 

Tujuannya adalah agar buah hati berusaha meminta tolong kepada Anda. Situasi ini dapat mengajarkan bahasa isyarat meminta tolong sambil mengucapkan kata “tolong” ketika memintanya.

  • Biarkan Bermain dengan Teman-Teman Sebayanya

Bawalah anak Anda ke taman bermain atau lapangan yang banyak terdapat rekan-rekan sebayanya. Ketika bertemu dengan anak-anak lain, diharapkan anak Anda dapat mengekspresikan diri dan mempelajari hal-hal baru, termasuk cara mengucapkan sesuatu atau perbendaharaan kosakata baru.

  • Hargai Setiap Usahanya

Hargailah setiap usaha yang telah dilakukan anak Anda dengan memberikan pujian. Pujian akan memengaruhi kondisi mental dan moral anak. Pujian bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri mereka dan tetap menjaga semangat anak untuk dapat menyamai kemampuan rekan-rekan sebayanya.

***

Tidak ada yang salah dari setiap pilihan Anda. Terapi wicara di rumah pun bisa berhasil jika Anda, sebagai orang tua, telaten dan sungguh-sungguh membantu anak untuk lepas dari gangguan bicara. Namun, jangan pernah lupakan satu hal, bahwa sesuatu yang dilakukan secara tepat guna akan selalu memberikan hasil yang baik. Untuk itu, periksakan kondisi kesehatan anak Anda untuk mendapatkan diagnosis sebelum menentukan pilihan.

Fakta Penting yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Mengonsumsi Trifed

Orang-orang yang memiliki alergi, biasanya apa yang mereka rasakan akan bisa menjadi sangat mengganggu. Mulain dari mata merah, hidur berair, bersin-bersin yang tidak kunjung berhenti, dan banyak reaksi lain yang sangat mengganggu. Dalam kondisi seperti ini, salah satu hal yang diperlukan adalah obat yang mengandung antihistamin dan dekongestan sekaligus, salah satu contohnya adalah Trifed.

Saat ini saya akan mengulas apa yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi Trifed. Tentu saya, yang paling awal perlu dilakukan adalah memastikan telah berkonsiltasi pada dokter sehingga tahu betul apa diagnosis dan dosis yang tepat. Jika sudah mengetahui dosis yang tepat, ketahui juga beberapa hal seperti di bawah ini. Trifed tidak diperuntukkan untuk mengobati kondisi-kondisi tertentu seperti:

  • Infeksi saluran pernapasan bagian bawah
  • Alergi pada asma
  • Penderita yang alergi terhadap antihistamin dan dekongestan
  • Penderita darah tinggi
  • Penderita glaucoma
  • Penderita kencing manis
  • Penderita jantung coroner
  • Sedang menjalani pengobatan dengan obat penghambat monoamine oksidase

Dosis konsumsi Trifed

Sebelum mengonsumsi Trifed, Anda juga perlu tahu dosis penggunaannya Berikut di antaranya:

  • Dewasa (3 hingga 4 kali sehari)

1 tablet

2 sendok takar (10 ml)

  • Anak-anak di atas 12 tahun (3 hingga 4 kali sehari)

1 tablet

10 ml

  • Anak 6-12 tahun (3 kali sehari)

½ tablet

5 ml (satu sendok takar)

  • Anak 4-6 taun (3 kali sehari)

¾ sendok takar

  • Anak 2-4 tahun (3 kali sehari)

2,5 ml (½ sendok takar Trifed sirup)

Namun demikian, perlu Anda ingat bahwa dosis setiap orang belum tentu sama. Berkonsultasilah pada dokter untuk tahu pasti berapa dosis yang tepat untuk Anda. Sampaikan juga reaksi alergi Anda setelah mengonsumsi obat ini. Terlebih untuk ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Anak-anak di bawah 2 tahun pun juga harus mengonsumsi Trifed dengan petunjuk dari dokter. Jika ada efek samping yang timbul, akan lebih baik jika Anda berhenti dan sampaikan apa yang dirasakan kepada dokter.

Pentingnya Pengobatan Segera untuk Radang Otot

Sakit pada otot tidak semuanya disebabkan karena cedera, atau karena aktivitas fisik yang terlalu berat. Beberapa penyakit seperti radang otot juga bisa menimbulkan rasa sakit bahkan pelemahan pada otot. Bagi penderita radang otot, saat pertama kali terjatuh, ia dapat merasakan ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya. Namun, sebulan setelahnya ia didiagnosis menderita miositis.

Miositis adalah penyakit radang otot kronis. Selain sakit otot, gejalanya berupa kelemahan otot dan pembengkakan yang timbul secara bertahap dan kurang disadari oleh penderitanya. Gejala-gejala myositis cenderung berkembang secara perlahan pada penderita dewasa.

Dalam waktu yang cukup lama sebelum penderita menerima diagnosis, biasanya mulai muncul gangguan-gangguan seperti mudah jatuh, susah naik tangga, kesulitan bangkit dari kursi, tidak kuat menggenggam suatu benda, bahkan terkadang akan mengalami kesulitan menelan.

Perlu Anda tahu, myositis adalah jenis penyakit autoimun dengan gejala utama kelemahan otot perut, otot paha, otot pinggul, otot bahu, otot lengan dan otot leher. Kelemahan otot ini dapat terjadi pada kedua sisi tubuh secara perlahan memburuk seiring dengan perkembangan penyakit.

Gejala-gejala tambahan yang muncul bisa berupa sakit persendian, demam, kelelahan dan penurunan berat badan. Otot-otot pada tangan, kaki dan wajah biasanya tidak terpengaruh oleh penyakit radang otot kronis ini.

Agar mendapatkan diagnosis dengan cepat dan pengobatan segera menghasilkan dampak yang lebih baik bagi penderita radang otot. Masalahnya penyakit myositis belum banyak diketahui oleh masyarakat, sehingga penderitanya tidak mencurigai penyakit tersebut walaupun mulai mengalami gejala.

Pasalnya sering kali penderita mesti berkonsultasi beberapa kali ke dokter sebelum mendapatkan diagnosis yang tepat bahwa ia menderita myositis. Karena merupakan penyakit autoimun, radang otot tidak bisa disembuhkan. Akan tetapi perawatan berupa pemberian obat dan terapi untuk mengontrol gejala bisanya direspon baik oleh tubuh.

Tanpa pengobatanya yang segera, penderita bisa terjadi degenerasi otot yang sulit untuk dipulihkan kembali. Kelemahan otot akan tetap terjadi pada sekitar 30% penderita radang otot untuk menjalani pengobatan.

Simak Fakta Penyakit Kencing Tanah yang Tidak Boleh Anda Lewatkan

Tidak hanya kencing batu, namun juga penyakit kencing nanah tidak boleh Anda abaikan begitu saja. Kencing nanah atau yang juga dikenal dengan penyakit gonorrhea ini jarang sekali memunculkan gejala yang signifikan. Hal ini berdampak pada penularan penyakit dan komplikasi yang lebih parah akibat pengobatan yang terlambat untuk dilakukan.

Penyakit kencing nanah disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyerang saluran kelamin, baik pada pria maupun wanita. Penularan penyakit kencing nanah ini terjadi ketika berhubungan seksual, baik secara genital, anal, dan juga oral.

Infeksi bakteri ini akan menyerang saluran reproduksi pada wanita, seperti leher rahim, rahim, dan saluran indung telur. Ia juga dapat menginfeksi saluran kencing (uretra), anus, dan tenggorokan pada pria dan wanita.

Sejauh ini, penularan gonorrhea tidak dapat terjadi melalui kontak fisik yang umum, seperti berjabat tangan. Bakteri juga tidak dapat menular melalui penggunaan toilet umum dan juga air kolam renang. Hal ini disebabkan karena karakteristik bakteri Neisseria gonorrhoeae yang tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia.

Gejala dari penyakit kencing tanah dapat muncul dalam kurun waktu 14 hari setelah terinfeksi. Namun, sebagian besar penderitanya, terutama wanita, tidak dapat merasakan gejala maupun keluhan apapun.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai sebagai gejala kencing nanah, yaitu keluarnya cairan putih kekuningan dari penis pada pria yang diikuti rasa nyeri ketika buang air kecil, dan adanya pembengkakan testis. Sementara itu, pada wanita, gejala yang dirasakan juga serupa dengan pria, yaitu keluarnya cairan putih kekuningan dari vagina yang diikuti rasa nyeri ketika buang air kecil, dan jumlah darah menstruasi yang diproduksi lebih banyak dari umumnya.

Jika kencing nanah tidak diatasi sejak dini, hal tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi yang lebih parah, seperti radang panggul pada wanita dan juga kemandulan baik pada pria maupun wanita.

Umumnya, penyakit ini dapat diobati dengan menggunakan antibiotik azithromycin dan doxycycline. Namun, berdasarkan hasil penelitian, sejak 2015 lalu muncul jenis bakteri gonorrhea baru yang resisten terhadap jenis antibiotik tersebut. Pencegahan terbaik dapat dilakukan dengan melakukan hubungan seksual yang aman dengan menggunakan kondom, walaupun tidak dapat melindungi secara 100%.

Bagaimana Jika Bayi Anda Mengidap Hipotiroidisme?

Gejala hipotiroidisme pada bayi memang cenderung sulit untuk dikenali. Pada kenyataannya, jika kondisi ini dibiarkan, maka akan terdapat dampak yang cukup signifikan bagi perkembangan bayi tersebut.

Mengenai hipotiroidisme adalah kondisi ketika hormon tiroid yang diproduksi oleh kelenjar tiroid dalam tubuh dihasilkan hanya dalam jumlah yang rendah. Tanpa disadari, hormon ini berperan penting dalam memaksimalkan metabolisme dan perkembangan bayi hingga ia berusia tiga tahun.

Kondisi hipotiroid pada bayi dapat bersifat sementara maupun permanen. Hipotiroid transien merupakan hipotiroid yang bersifat sementara. Hal tersebut mengartikan bahwa pada usia beberapa bulan atau tahun yang akan datang, kelenjar tiroid akan memproduksi jumlah hormon tiroid dalam jumlah yang normal. Dengan begitu, pengobatan hipotiroid pada bayi dapat dihentikan secara bertahap.

Sementara itu, hipotiroid yang bersifat permanen akan berdampak signifikan terhadap kehidupan bayi di masa datang. Pasalnya, kemungkinan terburuk dari efek samping hipotiroidisme adalah keterbelakangan mental. Hal ini dapat berakibat pada kemampuan daya pikir dan perkembangan anak yang menjadi lebih lambat dibanding dengan anak-anak lain yang seusia dengannya.

Kondisi psikologis seperti keterbelakangan mental akan berdampak pada orang tua. Anak dengan kondisi memerlukan perhatian dan kebutuhan khusus. Secara ekonomi, orang tua perlu untuk menyiapkan kebutuhan finansial lebih besar karena sang buah hati membutuhkan pendidikan khusus yang berbeda dibanding dengan akan pada umumnya.

Selain itu, dalam aspek psikososial, kondisi ini berakibat membebani keseluruhan anggota keluarga. Sayangnya, kondisi ini diperparah dengan stigma masyarakat akan anak berkebutuhan khusus yang dapat berakibat pada kondisi mental anak, berupa rendahnya kepercayaan diri dan cenderung merasa rendah diri. Keluarga secara tidak langsung akan ikut terpengaruh oleh stigma tersebut, sehingga mereka cenderung bersikap tertutup terhadap lingkungan.

Mencegah kemungkinan dampak atau efek samping dari hipotiroidisme pada bayi tersebut dapat dilakukan dengan skrining dini hipotiroid sesaat setelah bayi dilahirkan. Proses tersebut setidaknya harus dilakukan dalam kurun waktu 24-48 jam setelah proses melahirkan atau sebelum bayi dinyatakan dapat pulang ke rumah. Perlu menjadi perhatian khusus, bahwa tidak semua rumah sakit memiliki alat yang mumpuni untuk prosedur medis ini.

Mengatasi Parkinson dengan Bantuan Obat Clozapine

Apakah Anda pernah mendengar tentang penyakit Parkinson? Penyakit yang sering dikaitkan dengan usia senior, yaitu di atas usia 60-an ini merupakan suatu kelainan neurodegeneratif progresif yang dapat memengaruhi koordinasi tubuh seseorang.

Ketika penyakit ini semakin berkembang, penderita akan mengalami gangguan ketika berjalan atau berbicara. Selain itu, penyakit ini juga sering diikuti dengan gejala lain, seperti perubahan mental dan perilaku, gangguan tidur, depresi, rasa lelah, hingga gangguan ingatan.

Hingga saat ini, belum terdapat penanganan medis atau obat tertentu yang secara efektif dapat mengatasi penyakit Parkinson. Namun, terdapat beberapa obat yang secara signifikan membantu mengurangi dan memperbaiki gejala Parkinson. Selain itu dalam beberapa kasus tertentu, prosedur pembedahan juga dapat dilakukan oleh dokter untuk mengatasi gejala tersebut.

Seseorang yang mengalami penyakit Parkinson mengalami gangguan pada sel saraf di otak yang seharusnya bekerja memproduksi senyawa dopamin. Penurunan kadar dopamine ini dapat mengakibatkan penderita penyakit Parkinson mengalami kekakuan otot, tremor atau gemetar, dan perubahan pola jalan atau berbicara.

Dalam tahap lanjut atau stadium, komplikasi lebih parah dapat terjadi, sehingga dapat mengurangi kualitas hidup pasien. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Terganggunya pikiran dan ingatan.
  • Mengalami gangguan emosi yang cenderung mengarah pada depresi.
  • Gangguan makan.
  • Kesulitan buang air besar.
  • Gangguan tidur.

Clozapine pertolongan pertama untuk penderita Parkinson

Clozapine yang umumnya digunakan untuk mengatasi penyakit atau gangguan jiwa, ternyata dapat pula digunakan untuk menangani Parkinson. Obat ini bekerja dengan menyeimbangkan kembali zat kimia dalam otak. Dengan begitu, produksi dopamin dapat diseimbangkan, sehingga berdampak pada perbaikan sistem koordinasi tubuh atau pergerakan pada penderita Parkinson.

Walaupun begitu, jika Anda memutuskan untuk mengonsumsi obat ini, akan lebih baik jika dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter. Terutama jika terdapat kondisi kesehatan khusus, seperti:

  • Risiko stroke.
  • Riwayat penyakit jantung.
  • Glaukoma.
  • Pernah mendapatkan operasi perut bagian bawah.
  • Gangguan ginjal hati.
  • Sedang menyusui atau mengandung.
  • Riwayat sindrom QT yang berkepanjangan.
  • Riwayat kejang.

Salah Satu Ciri-Ciri Mata Katarak: Melihat Cincin Berwarna di Sekitar Sumber Cahaya

Apakah Anda pernah melihat fenomena halo? Halo adalah salah satu fenomena optis ketika terdapat lingkaran serupa cincin yang bercahaya di sekitar matahari atau bulan. Lingkaran cahaya tersebut biasanya berwarna serupa dengan matahari.

Namun, apa jadinya ketika Anda melihat cincin bercahaya tersebut setiap kali Anda melihat sumber cahaya? Singkatnya, jika Anda melihat lingkaran bentuk cincin berwarna di sekitar sumber cahaya, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu ciri mata katarak.

Katarak adalah salah satu penyakit mata yang disebabkan oleh keruhnya lensa mata. Kondisi ini terjadi ketika seseorang semakin bertambah usia atau ketika ia mengalami diabetes dan dapat pula terjadi ketika orang tersebut mengalami trauma pada bola matanya.

Katarak dapat menyebabkan terbentuknya cincin di sekitar sumber cahaya ketika proses penglihatan terjadi. Cincin ini merupakan hasil dari faktor lensa yang keruh, yang mana dapat mengganggu masuknya cahaya ke dalam mata. Selain dapat melihat cincin di sekitar sumber cahaya, seorang penderita katarak juga akan merasa lebih sensitif terhadap cahaya.

Sumber cahaya apa pun, tidak hanya matahari, namun juga lampu sorot pada kendaraan dapat mengganggu penglihatan seseorang yang menderita katarak. Tentunya, hal ini sangat berbahaya karena dapat mengganggu konsentrasi ketika sedang berkendara.

Ciri-ciri lain mata katarak yang telah diketahui adalah penglihatan yang tertutup kabut atau berawan. Ketika proses pengeruhan lensa mata terus terjadi, Anda akan mulai merasa bahwa penglihatan Anda akan semakin kabur. Proses ini akan terus terjadi hingga keseluruhan proses penglihatan tertutup awan dan Anda tidak dapat melihat objek sama sekali. Penyakit mata katarak memang cukup berbahaya, pasalnya ia dapat berujung pada kebutaan.

Seseorang yang mengalami katarak juga akan merasa bahwa penglihatan mereka akan menjadi berlipat ganda atau dobel. Kondisi ini diakibatkan oleh berpencarnya cahaya yang masuk ke dalam mata. Cahaya tersebut tidak dapat fokus pada satu titik saja karena lensa mata yang mengeruh. Cahaya berpencar tersebut akan diteruskan dan tersebar, sehingga berakibat pada munculnya bayangan atau objek ganda pada penglihatan.

Berubahnya pandangan menjadi kekuningan atau kecokelatan juga dapat menjadi ciri-ciri mata katarak. Kondisi ini disebabkan oleh gumpalan protein yang mengeruh pada lensa mata yang berubah warna menjadi kuning atau cokelat. Kondisi ini akan menyebabkan penderita katarak tidak dapat membedakan warna dengan benar.

Mengulas Manfaat Mengonsumsi Becom Zet

Mengonsumsi suplemen tambahan, seperti Becom Zet merupakan hal wajar dan umum dilakukan. Suplemen seperti Becom Zet ini dijual secara bebas dan dapat dibeli tanpa memerlukan resep dokter. Namun, penggunaannya pun tetap harus mengikuti aturan dosis yang telah dilampirkan pada kemasan suplemen ini.

Memang, mengonsumsi suplemen Becom Zet dapat menguatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah merasa lelah atau lesu. Namun, Anda juga sepatutnya perlu waspadai dengan efek samping dari kebiasaan mengonsumsi Becom Zet. Informasi mengenai efek samping suplemen ini dapat Anda temukan pada kemasannya.

Manfaat apa saja yang didapatkan dari mengonsumsi Becom Zet?

Suplemen atau multivitamin Becom Zet tergolong dalam obat bebas. Hal tersebut berarti suplemen ini dapat dikonsumsi oleh siapa pun, terbebas dari Batasan usia, termasuk aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

Satu strip Becom Zet mengandung banyak vitamin, mineral, dan zinc yang dibutuhkan oleh tubuh. Keseluruhan kandungan tersebut dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh.

Hingga saat ini, belum ada efek samping signifikan yang dilaporkan akibat mengonsumsi Becom Zet. Dosis aman mengonsumsi suplemen ini yaitu 1 kaplet setiap hari.

Cara penggunaannya pun cukup mudah, Anda dapat mengonsumsi Becom Zet sesaat setelah makan. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pada saluran cerna.

Bagaimana efek Becom Zet bagi ibu hamil dan menyusui?

Ibu hamil pada dasarnya belum tentu tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi obat atau suplemen dan segala jenisnya. Namun sebenarnya, ketika ibu hamil mengonsumsi suplemen atau multivitamin, seperti Becom Zet, hal tersebut justru dapat mendukungnya untuk mendapatkan asupan vitamin dan mineral bagi dirinya dan janin yang dikandung.

Biasanya, dokter kandungan akan meresepkan multivitamin bagi ibu hamil agar kebutuhan akan zat-zat penting dalam tubuh dapat tetap terpenuhi. Becom Zet dalam hal ini aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Walaupun begitu, ibu hamil dan menyusui harus mengonsumsi suplemen ini sesuai dengan aturan dan anjuran yang telah diberikan.